Harga BBM Pertamina Tetap pada Awal November 2026, Ini Rinciannya

oleh -51 Dilihat
Harga BBM Pertamina Tetap pada Awal November 2026, Ini Rinciannya

Jakarta | Harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina terpantau stabil pada Minggu, 1 November 2026. Memasuki awal bulan, tidak ada perubahan harga dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini berlaku untuk seluruh jenis BBM yang tercantum dalam informasi resmi perusahaan, baik produk bersubsidi maupun nonsubsidi. Dengan demikian, konsumen belum perlu menyesuaikan perkiraan pengeluaran karena adanya kenaikan atau penurunan harga pada tanggal tersebut.

Informasi yang tersedia di situs resmi MyPertamina menunjukkan sejumlah harga masih sama seperti bulan sebelumnya. Daftar tersebut menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin memeriksa harga BBM sebelum mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina. Meski pilihan produk dan harga dapat berbeda menurut jenis BBM serta wilayah pemasaran, tidak tercatat pembaruan harga yang mengubah tarif pada awal November. Stabilnya harga ini juga berarti besaran yang dibayar konsumen mengikuti ketentuan yang berlaku sebelumnya.

Harga pada daftar resmi itu terakhir diperbarui pada 2 September 2026 dan masih berlaku hingga Minggu, 1 November 2026. Artinya, belum ada penyesuaian baru yang diumumkan untuk memasuki November, baik untuk BBM bersubsidi maupun nonsubsidi. Masyarakat tetap dapat mengecek situs atau kanal resmi Pertamina apabila membutuhkan informasi paling mutakhir, termasuk bila ada pengumuman perubahan di kemudian hari. Pemeriksaan secara berkala membantu konsumen memperoleh rincian sesuai jenis produk dan lokasi SPBU, sebab kebijakan harga dapat diperbarui berdasarkan ketentuan yang berlaku. Untuk saat ini, daftar yang ditampilkan MyPertamina menegaskan bahwa harga BBM Pertamina masih bertahan pada tingkat yang sama seperti sebelumnya, tanpa perubahan pada 1 November 2026.

Pada awal November 2026, Pertalite dengan angka oktan RON 90 tercatat dijual seharga Rp10.000 per liter. Harga tersebut tetap sama seperti pada periode sebelumnya, sehingga belum ada perubahan tarif untuk konsumen yang menggunakan bahan bakar ini. Pertalite merupakan salah satu produk BBM subsidi yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan sehari-hari. Dengan harga yang bertahan, pengeluaran untuk pembelian Pertalite tidak mengalami penyesuaian dibandingkan periode lalu.

Produk subsidi lainnya, Biosolar, dibanderol Rp6.800 per liter pada periode yang sama. Harga Biosolar juga tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya. Dengan demikian, dua jenis BBM subsidi yang tercantum, yakni Pertalite dan Biosolar, sama-sama mempertahankan harga jualnya pada awal November. Perbedaan harga di keduanya tetap sesuai dengan tarif masing-masing produk, tanpa adanya kenaikan ataupun penurunan yang dilaporkan untuk periode ini.

Kestabilan harga tersebut membuat Pertalite dan Biosolar tetap menjadi pilihan masyarakat untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan, sebagaimana disebutkan dalam bahan sumber. Konsumen yang mengandalkan salah satu dari kedua produk ini dapat merujuk pada harga per liter tersebut saat memperkirakan kebutuhan pengisian bahan bakar. Meski harga tidak berubah, jumlah biaya yang dikeluarkan setiap orang tetap bergantung pada banyaknya bahan bakar yang dibeli. Informasi harga ini mencakup produk subsidi yang disebutkan untuk awal November 2026 dan menegaskan bahwa tarif keduanya masih sama dengan periode sebelumnya.

Pada awal November 2026, Pertamina mempertahankan harga tiga jenis bensin nonsubsidi yang dipasarkan melalui jaringan SPBU-nya. Tidak ada penyesuaian harga untuk produk-produk tersebut dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan demikian, konsumen masih membayar harga per liter yang sama seperti pada Oktober 2026, dengan besaran yang berbeda sesuai jenis bahan bakar dan nilai oktannya.

Pertamax dengan nilai oktan RON 92 dijual seharga Rp15.950 per liter. Produk ini merupakan salah satu pilihan bensin nonsubsidi Pertamina bagi pengguna kendaraan yang membutuhkan bahan bakar beroktan 92. Harga tersebut belum berubah dari bulan sebelumnya, sehingga tidak ada kenaikan maupun penurunan pada awal November. Konsumen dapat menjadikan angka ini sebagai acuan saat memperkirakan biaya pengisian bahan bakar.

Pertamax Green 95, yang memiliki nilai oktan RON 95 dan campuran bioetanol sebesar 5 persen, dibanderol Rp19.150 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo dengan RON 98 dijual Rp19.600 per liter. Kedua harga tersebut juga tetap berlaku pada awal November 2026. Perbedaan harga di produk mencerminkan pilihan jenis bensin dan tingkat oktan yang tersedia, bukan perubahan tarif pada periode ini.

Rincian harga bensin nonsubsidi tersebut menunjukkan bahwa Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo tidak mengalami penyesuaian pada pergantian bulan. Pertamax tetap Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 tetap Rp19.150 per liter, dan Pertamax Turbo tetap Rp19.600 per liter. Pengendara yang hendak mengisi bahan bakar dapat menggunakan informasi ini untuk menyusun anggaran, sembari memeriksa kembali harga yang berlaku di wilayah masing-masing karena harga dapat berbeda menurut ketentuan regional.

Pertamax Green 95 merupakan salah satu produk bahan bakar yang dibahas dalam informasi harga BBM Pertamina pada awal November 2026. Produk ini memiliki angka oktan riset atau RON 95 dan mengandung campuran bioetanol sebesar 5 persen. Keterangan tersebut membedakannya dari produk lain dalam daftar berdasarkan spesifikasi yang disebutkan, tanpa mengubah informasi bahwa harga BBM pada periode tersebut tetap. Penyebutan Pertamax Green 95 dalam daftar harga perlu dibaca bersama catatan mengenai cakupan ketersediaannya, sebab produk ini belum tersedia di seluruh wilayah.

Pada awal November 2026, Pertamax Green 95 baru tersedia di beberapa daerah di Pulau Jawa. Informasi yang tersedia tidak merinci daerah mana saja yang menyediakan produk tersebut, sehingga cakupan lebih spesifik tidak dapat dipastikan dari keterangan ini. Karena itu, pembaca sebaiknya tidak menganggap bahwa produk tersebut tersedia di semua wilayah Pulau Jawa ataupun di luar pulau tersebut. Keterangan mengenai ketersediaan juga tidak menyebutkan jumlah lokasi penjualan, waktu perluasan distribusi, atau perubahan cakupan. Bagian ini terbatas pada informasi bahwa penjualan masih berada di beberapa daerah di Pulau Jawa.

Dengan demikian, hal utama yang perlu dicatat tentang Pertamax Green 95 adalah spesifikasi RON 95, campuran bioetanol 5 persen, serta ketersediaannya yang baru mencakup beberapa daerah di Pulau Jawa. Tidak ada rincian wilayah lebih lanjut yang dapat ditambahkan. Untuk membaca daftar harga BBM Pertamina pada awal November 2026, perhatian tetap perlu diberikan pada setiap jenis produk dan harga yang dicantumkan dalam daftar tersebut. Sesuai keterangan yang tersedia, harga-harga yang disebutkan tetap pada awal November 2026; bagian ini tidak menambahkan angka harga yang tidak tercantum maupun perkiraan mengenai perubahan selanjutnya.