Jakarta | Seorang pemilik Geely EX2 mengeluhkan baterai mobilnya tidak dapat diisi daya hanya beberapa hari setelah kendaraan diterima. Pengalaman tersebut dibagikan melalui akun Threads @heryxxx, yang menceritakan kendala saat mencoba mengisi daya mobil listrik itu. Keluhan ini muncul pada masa awal pemakaian, sehingga menjadi perhatian pemilik ketika kendaraan belum lama digunakan. Ia kemudian membawa mobil tersebut ke bengkel dealer agar kondisinya dapat diperiksa. Belum ada keterangan yang memastikan penyebab gangguan pengisian daya tersebut.
Menurut cerita yang dibagikan, masalah mulai terasa saat pengisian daya pertama, yakni tiga hari setelah mobil diterima. Pada percobaan awal tersebut, baterai tidak dapat diisi sebagaimana diharapkan. Kendala ini membuat pemilik mencari bantuan melalui dealer, alih-alih menyimpulkan sendiri bagian kendaraan yang bermasalah. Informasi yang disampaikan berfokus pada waktu munculnya keluhan dan langkah pemeriksaan yang diambil. Rincian teknis mengenai proses pengisian, kondisi baterai, atau indikator pada kendaraan tidak dijelaskan secara lengkap dalam unggahan tersebut.
Setelah mengalami kendala, pemilik membawa Geely EX2 ke bengkel dealer untuk pemeriksaan lebih lanjut. Langkah itu dilakukan agar teknisi dapat menilai kondisi kendaraan dan menelusuri mengapa baterai tidak bisa menerima daya. Hingga informasi yang dibagikan tersebut, belum ada hasil pemeriksaan yang dapat memastikan sumber masalah. Karena itu, keluhan ini belum dapat dijadikan dasar untuk menyatakan adanya kerusakan tertentu atau masalah yang berlaku pada seluruh unit Geely EX2. Pengalaman tersebut menggambarkan kasus seorang pemilik pada pekan pertama penggunaan, sementara penjelasan mengenai tindak lanjut dan penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak dealer.
Pemilik Geely EX2 tersebut mengatakan bahwa keputusan membeli mobil itu tidak dibuat secara terburu-buru. Ia lebih dahulu melakukan riset dan membandingkan sejumlah pertimbangan sebelum menentukan kendaraan yang akan digunakan untuk kebutuhan keluarga. Setelah menelaah pilihan yang tersedia, ia memilih Geely EX2 varian tertinggi. Mobil itu direncanakan menjadi kendaraan keluarga untuk pemakaian jangka panjang, sehingga aspek kenyamanan dan efisiensi menjadi bagian penting dalam pertimbangannya. Sebagai mobil listrik, EX2 dinilai sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari sekaligus menawarkan pengalaman berkendara yang ia harapkan.
Ia memesan kendaraan pada 5 September 2026. Saat proses pemesanan, pemilik membayar tanda jadi dan uang muka dengan total sekitar Rp128 juta. Dalam tahap pemilihan unit, rencana warna mobil sempat berubah. Warna yang semula diinginkan ternyata sudah diambil oleh konsumen lain, sehingga unit tersebut tidak lagi tersedia untuk pesanannya. Pemilik kemudian mempertimbangkan pilihan warna yang masih ada dan menyepakati warna alternatif. Perubahan itu menjadi bagian dari proses menunggu kendaraan, tetapi tidak mengubah pilihannya terhadap varian maupun rencana menjadikan mobil tersebut sebagai kendaraan keluarga dalam jangka panjang.
Setelah pemesanan dan penyesuaian pilihan warna, mobil akhirnya diterima pada Senin, 5 Oktober 2026. Dengan demikian, terdapat sekitar satu bulan tanggal pemesanan dan penerimaan kendaraan. Pada awal pemakaian, pemilik tidak merasakan masalah berarti. Mobil digunakan tanpa kendala yang ia anggap perlu dikhawatirkan, sehingga pengalaman pertamanya masih sesuai dengan harapan ketika membeli kendaraan tersebut. Latar pembelian ini penting untuk memahami konteks keluhan yang kemudian muncul: unit dipilih melalui pertimbangan, uang muka telah dibayarkan, dan pemilik sempat menjalani masa awal penggunaan tanpa gangguan yang menonjol sebelum persoalan pengisian daya menjadi perhatian.
Pada 8 Oktober 2026, pemilik Geely EX2 melakukan pengisian daya pertama sejak menggunakan mobil tersebut. Pengisian dilakukan di SPKLU iGreen dengan voucher yang diberikan oleh tenaga penjual. Saat mobil mulai diisi, indikator baterai menunjukkan kapasitas sekitar 30 persen. Pemilik kemudian menunggu hingga tingkat pengisian mencapai 85 persen, sesuai kebutuhan pada saat itu.
Namun, proses untuk menaikkan kapasitas baterai dari 30 persen menjadi 85 persen ternyata memakan waktu lebih dari satu jam. Durasi tersebut membuat pemilik mulai mempertanyakan apakah pengisian berjalan sebagaimana mestinya. Pada tahap ini, kendala belum dipastikan berasal dari mobil ataupun perangkat pengisi daya. Meski begitu, pengalaman pengisian pertama yang terasa lama menjadi hal yang diingat ketika masalah serupa muncul dalam percobaan berikutnya.
Pada 11 Oktober 2026, pemilik kembali mencoba mengisi daya. Kapasitas baterai saat itu berada di sekitar 30 persen. Mobil telah tersambung ke pengisi daya, tetapi persentase baterai tidak bertambah. Karena kejadian tersebut berlangsung di SPKLU, pemilik sempat menduga sumber masalahnya adalah perangkat pengisian di lokasi itu. Dugaan tersebut mendorongnya untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa kendaraan mengalami kerusakan.
Untuk memastikan penyebabnya, pemilik mencoba beberapa lokasi pengisian yang berbeda. Akan tetapi, hasilnya tetap sama: baterai tidak menunjukkan penambahan kapasitas meskipun mobil sudah terhubung ke pengisi daya. Dengan demikian, gangguan tersebut tidak hanya terjadi pada satu titik pengisian yang sebelumnya digunakan. Upaya mencoba tempat lain belum berhasil mengembalikan fungsi pengisian daya, sehingga kecurigaan terhadap adanya masalah pada mobil pun semakin muncul.
Setelah percobaan di beberapa lokasi tidak membuahkan hasil, pemilik membawa Geely EX2 pulang. Pada saat itu, kapasitas baterai tersisa 12 persen. Urutan kejadian sejak pengisian pertama yang berlangsung lebih dari satu jam hingga kegagalan mengisi pada 11 Oktober menjadi dasar kekhawatirannya. Dalam pekan pertama pemakaian, pemilik pun menghadapi kendala yang membuat pengisian daya berikutnya tidak dapat dilakukan secara normal.
Setelah pengisian daya tidak berhasil dilakukan, pemilik mencoba menggunakan portable charger di rumah untuk menambah kapasitas baterai Geely EX2. Namun, upaya tersebut tidak menghasilkan perubahan pada tingkat daya kendaraan. Pemilik kemudian mencoba kembali mengisi baterai menggunakan perangkat yang sama pada keesokan harinya. Hasilnya tetap tidak berubah: kapasitas baterai tidak bertambah. Dengan demikian, pengisian melalui fasilitas rumahan juga belum dapat digunakan untuk mengatasi kendala yang dialami pada pekan pertama pemakaian mobil tersebut.
Karena percobaan pengisian di rumah tidak berhasil, pemilik menghubungi tenaga penjual untuk meminta arahan mengenai langkah berikutnya. Setelah menerima penjelasan tentang situasi yang terjadi, tenaga penjual mengarahkan pemilik agar menghubungi layanan Emergency Road Assistance (ERA). Arahan itu menjadi jalur bantuan yang ditempuh untuk membawa kendaraan ke fasilitas pemeriksaan, mengingat mobil belum dapat menerima daya melalui portable charger. Pemilik kemudian mengikuti prosedur tersebut untuk memperoleh bantuan penanganan lebih lanjut.
Pada 12 Oktober 2026, Geely EX2 diderek ke bengkel dealer agar dapat diperiksa oleh teknisi. Pemeriksaan awal di bengkel berlangsung sebelum pihak dealer menyampaikan diagnosis sementara pada 14 Oktober 2026. Berdasarkan hasil diagnosis awal tersebut, port charger disebut perlu diganti. Informasi itu menjelaskan komponen yang dinilai membutuhkan penggantian, tetapi belum menerangkan penyebab kerusakan maupun hasil perbaikan. Pihak purnajual dealer berupaya mengambil suku cadang secara langsung dari pusat dengan tujuan mempercepat proses perbaikan. Hingga informasi yang tersedia pada tahap tersebut, upaya pengambilan komponen itu masih menjadi langkah yang disiapkan dealer; tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kapan penggantian dilakukan atau bagaimana kondisi kendaraan setelahnya.
Baca juga: Kodim 1714/Puncak Jaya Gelar Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan di Kampung Kulonggame | Pertama Kali ke Tangerang dari Jakata Naik KRL? Ini Rute, Jadwal dan Cara Transitnya
