Energi Terbarukan Buka Jalan bagi Ekonomi Warga di Tumpak dan Bondan

oleh
Energi Terbarukan Buka Jalan bagi Ekonomi Warga di Tumpak dan Bondan

Jakarta | Di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Dusun Bondan, Cilacap, Jawa Tengah, hadirnya energi bersih berjalan beriringan dengan upaya warga memperkuat penghidupan. Perubahan yang dirasakan tidak berhenti pada rumah dan jalan yang lebih terang. Akses energi juga membuka ruang bagi kegiatan produktif, membantu pekerjaan sehari-hari, dan memberi peluang untuk memperoleh pendapatan. Meski menghadapi tantangan akses energi, kedua wilayah menempuh konteks dan cara pengembangan yang berbeda; pengalaman satu tempat tidak dapat begitu saja disamakan dengan tempat lainnya.

Bagi warga Tumpak, ketersediaan energi dapat membantu kegiatan yang sebelumnya terbatas oleh sulitnya memperoleh pasokan listrik. Penerangan yang lebih memadai mendukung aktivitas keluarga pada malam hari, sementara energi dapat dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan dan usaha skala rumah tangga. Waktu untuk mengolah hasil, menyiapkan barang dagangan, atau menyelesaikan pekerjaan lain pun berpotensi menjadi lebih fleksibel. Dengan demikian, akses energi berperan sebagai salah satu prasyarat agar warga dapat mengembangkan kegiatan ekonomi sesuai kebutuhan dan sumber daya setempat.

Di Bondan, manfaat energi bersih juga berkaitan dengan kehidupan dan mata pencaharian warga, tetapi kondisi dusun serta bentuk dukungannya memiliki kekhasan tersendiri. Energi yang tersedia dapat membantu kegiatan sehari-hari sekaligus mendukung layanan atau usaha yang membutuhkan pasokan lebih andal. Ketika pekerjaan tidak sepenuhnya bergantung pada cahaya matahari atau sumber energi konvensional yang sulit dijangkau, warga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengatur waktu dan meningkatkan produktivitas. Dampak ekonomi ini tetap bergantung pada kecocokan pemanfaatan energi dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Pengalaman Tumpak dan Bondan menunjukkan bahwa akses energi merupakan bagian dari proses pembangunan lokal, bukan tujuan yang berdiri sendiri. Penerangan memberi manfaat langsung, tetapi nilai yang lebih luas muncul ketika warga dapat menggunakannya untuk bekerja, mengembangkan usaha, dan memperkuat kegiatan bersama. Karena kondisi geografis, kebutuhan, dan pilihan penyediaan energi berbeda, dukungan lanjutan perlu disesuaikan dengan masing-masing wilayah. Pendekatan tersebut membantu memastikan energi bersih tidak sekadar tersedia, tetapi benar-benar bermanfaat bagi kehidupan serta penghidupan warga.

Upaya memulihkan hutan lindung di Tumpak dan Bondan menunjukkan bahwa pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. Kawasan yang sempat gundul pada 2018 itu kini kembali menghijau berkat peran Burhanudin bersama warga. Mereka menanam dan merawat pohon secara bertahap hingga sekitar 30 ribu pohon kini tumbuh di kawasan tersebut. Pemulihan tutupan hutan membantu menjaga lingkungan sekaligus menjadi dasar bagi kegiatan produktif yang memberi manfaat langsung bagi warga sekitar.

Seiring dengan pulihnya kawasan, masyarakat mengembangkan beberapa sumber penghasilan yang terkait dengan potensi alam setempat. Peternakan menjadi salah satu kegiatan ekonomi, sementara ekowisata menarik sekitar 800 wisatawan per tahun. Warga juga mengolah kelapa menjadi produk bernilai tambah, lain cocopeat, virgin coconut oil (VCO), dan briket. Rangkaian usaha tersebut melibatkan 60 tenaga kerja dan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp60 juta per tahun. Dengan demikian, hutan yang terjaga bukan hanya menyediakan lingkungan yang lebih baik, tetapi turut mendukung usaha dan kesempatan kerja masyarakat.

Aktivitas produktif warga memperoleh dukungan dari panel surya berkapasitas 6,6 kWp. Pasokan energi tersebut membantu kebutuhan kegiatan ekonomi setempat, termasuk pengolahan produk dan layanan bagi pengunjung. Dukungan energi terbarukan melengkapi upaya warga mengelola sumber daya secara lebih berkelanjutan. Burhanudin menyampaikan bahwa sumber ekonomi masyarakat bertambah seiring dengan pohon-pohon yang ditanam: semakin banyak pohon tumbuh, semakin terbuka pula peluang kegiatan ekonomi yang dapat dikembangkan. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Detalk yang digelar secara daring pada Senin, 2 November 2026. Pengalaman Tumpak dan Bondan memperlihatkan hubungan pemulihan hutan, pemanfaatan energi bersih, dan tumbuhnya usaha lokal. Perawatan lingkungan menjadi bagian dari strategi ekonomi warga, bukan kegiatan yang terpisah darinya. Dengan menjaga pohon dan mengembangkan usaha berbasis potensi kawasan, masyarakat membangun manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.Jamaludin mengenal betul tantangan hidup warga Dusun Bondan, Cilacap. Sebagai penggerak masyarakat, ia menyaksikan dusun yang hingga 2017 belum teraliri listrik, sehingga aktivitas selepas matahari terbenam sangat terbatas. Persoalan air bersih juga menjadi beban sehari-hari. Untuk mendapatkannya, warga harus menempuh perjalanan sekitar tujuh kilometer dengan perahu. Kondisi tersebut menyita waktu dan tenaga, sekaligus membatasi kesempatan warga mengembangkan kegiatan ekonomi. Bagi Jamaludin, kebutuhan listrik dan air bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan prasyarat agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengelola potensi lokal secara lebih produktif.

Perubahan mulai terasa setelah pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) hadir di Bondan. Kini listrik menerangi rumah-rumah dan mendukung kegiatan yang sebelumnya sulit dilakukan. Di tambak, energi tersebut menggerakkan aerator untuk membantu menjaga kondisi budidaya. PLTH juga memasok daya bagi teknologi desalinasi yang mengolah air payau menjadi air bersih, sehingga warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada perjalanan jauh untuk memenuhi kebutuhan air. Akses energi dan air itu membuka ruang bagi kegiatan produktif sekaligus membuat layanan dasar lebih dekat dengan masyarakat. Perangkat teknologi yang hadir pun memberi manfaat langsung dalam kehidupan warga, bukan hanya menjadi fasilitas baru.

Dukungan program turut diarahkan pada penguatan ekonomi keluarga. Para ibu mendapat pelatihan mengolah hasil tambak agar nilai produk meningkat dan peluang pendapatan bertambah. Untuk menjaga keberlanjutan PLTH, koperasi desa mengelola operasionalnya, sementara setiap keluarga membayar iuran Rp25 ribu per bulan. Dusun Bondan juga menjadi laboratorium belajar bagi mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap, yang dapat mengamati penerapan teknologi sekaligus dinamika pengelolaan berbasis masyarakat. Jamaludin menilai program tersebut terbukti berjalan baik dan menghadirkan manfaat nyata yang luas bagi warga. Pengalaman mendampingi perubahan ini mengantarkannya menerima Local Hero Award TJSL Pertamina Group 2023, sebuah pengakuan atas peran penggerak lokal dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bondan.

Kisah Tumpak dan Bondan menunjukkan bahwa energi terbarukan dapat berperan lebih luas daripada sekadar menyediakan sumber listrik. Ketika akses energi tersedia, warga memiliki dukungan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungan mereka. Hubungan energi dan penghidupan ini menjadi benang merah kedua pengalaman: pemanfaatan sumber energi setempat dapat membuka ruang bagi kegiatan produktif, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masing-masing desa.

Namun, pengalaman kedua lokasi tidak perlu dipandang sebagai satu pola yang seragam. Kondisi masyarakat, potensi setempat, serta bentuk dukungan energi di Tumpak dan Bondan memiliki konteksnya sendiri. Karena itu, peran energi di tiap tempat juga berkaitan dengan cara warga memanfaatkannya dalam kehidupan dan kegiatan mereka. Menempatkan kedua kisah secara berdampingan membantu memperlihatkan bahwa energi terbarukan dapat mendukung pengembangan desa melalui jalur yang berbeda, tanpa menghapus kekhasan maupun kebutuhan warga di masing-masing lokasi.

Benang merahnya terletak pada hubungan akses energi, potensi lokal, dan sumber penghidupan. Dukungan energi memberi warga peluang untuk mengolah potensi yang tersedia, sementara kegiatan yang tumbuh dari potensi tersebut berkaitan dengan cara masyarakat membangun penghidupan. Dengan demikian, pengalaman Tumpak dan Bondan memperlihatkan pentingnya melihat energi sebagai bagian dari kehidupan desa, bukan sebagai tujuan yang berdiri sendiri. Kisah keduanya sama-sama menggambarkan peran energi terbarukan dalam membuka akses dan mendukung upaya warga, tetapi tetap berpijak pada kondisi serta bentuk dukungan yang berbeda.

Baca juga: Kepedulian Tak Pernah Surut, Lanud Sjamsudin Noor Kembali Salurkan Air Bersih bagi Warga | Rakornas Bidang Politik dan Keamanan KADIN Indonesia, Bamsoet Tegaskan Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman, Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional | Pesan Ketua Dewan Ekonomi Nasional : Berikan Keteladanan dan Loyalitas

15 kunjungan