Empat Pekerja Terluka Saat Berusaha Padamkan Kebakaran Rumah Makan di Rawamangun

oleh -262 Dilihat
oleh
Kebakaran Rumah Makan Padang di Rawamangun, Satu Pekerja Terluka

PADANG, SUMATERA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Empat pekerja mengalami luka bakar saat berusaha memadamkan kebakaran yang melanda sebuah rumah makan Padang di Jalan Pegambiran Nomor 45B, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Jumat pagi, 9 Oktober 2026. Kebakaran tersebut terjadi ketika aktivitas memasak sedang berlangsung di dapur lantai tiga bangunan. Para pekerja berada di lokasi dan berupaya menangani api setelah muncul insiden yang berkaitan dengan pergantian tabung gas.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Abdul Wahid, menyampaikan bahwa empat korban dalam peristiwa itu adalah Tya, Agung, Yusuf, dan Dede. Mereka mengalami luka bakar ketika berusaha memadamkan api yang muncul di area dapur. Upaya tersebut dilakukan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba atau ketika proses penanganan awal masih berlangsung.

Api yang berada di dapur lantai tiga membuat proses pemadaman perlu dilakukan secara hati-hati. Area tersebut menjadi lokasi utama aktivitas memasak sekaligus tempat para pekerja hendak mengganti tabung gas. Dalam situasi itu, kobaran api melukai keempat pekerja. Setelah kejadian, seluruh korban dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis. Perawatan dilakukan untuk menangani luka bakar yang mereka alami, sementara petugas terkait melanjutkan penanganan kebakaran di rumah makan tersebut.

Setelah api mulai menyala di rumah makan tersebut, para pekerja berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Mereka terlebih dahulu menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi. Langkah itu dilakukan sebagai upaya awal untuk menghentikan penyebaran api sebelum bantuan lebih lanjut dapat diberikan.

Namun, kobaran api semakin membesar sehingga upaya pemadaman menggunakan APAR tidak berhasil mengendalikan keadaan. Api yang terus membesar membuat para pekerja kesulitan melakukan penanganan secara langsung. Dalam situasi tersebut, mereka tetap berusaha memadamkan kebakaran, meskipun tindakan awal dengan APAR belum mampu meredakan kobaran api.

Abdul Wahid menerangkan bahwa luka bakar yang dialami keempat korban terjadi ketika mereka berupaya memadamkan kebakaran. Dengan demikian, cedera tersebut berkaitan dengan tindakan para pekerja saat menghadapi api yang semakin membesar di lokasi kejadian. Informasi yang disampaikan juga menyebutkan bahwa aktivitas memasak sedang berlangsung dan terdapat rencana penggantian tabung gas. Di luar keterangan tersebut, tidak terdapat informasi tambahan mengenai penyebab teknis kebakaran yang dapat dipastikan.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur segera melakukan penanganan setelah menerima laporan kebakaran rumah makan di Rawamangun. Laporan tersebut diterima pada pukul 07.35 WIB. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan armada dan personel menuju lokasi kejadian untuk mencegah api meluas ke bagian bangunan lain maupun lingkungan di sekitarnya.

Petugas tiba di lokasi enam menit setelah laporan diterima, atau sekitar pukul 07.41 WIB. Setelah melakukan penilaian awal terhadap kondisi kebakaran, proses pemadaman mulai dilakukan pada pukul 07.42 WIB. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mendukung operasi tersebut. Armada itu turut didampingi kendaraan pendukung yang diperlukan selama proses penanganan di lapangan.

Dalam operasi pemadaman tersebut, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan total 40 personel. Para petugas bekerja secara terkoordinasi untuk mengendalikan kobaran api, sekaligus mengurangi risiko penyebaran ke area sekitar rumah makan. Penggunaan sejumlah besar armada dan personel memungkinkan penyemprotan dilakukan dari beberapa titik serta membantu mempercepat penguasaan terhadap sumber api.

Upaya pemadaman berhasil melokalisasi api pada pukul 07.55 WIB. Status tersebut menunjukkan bahwa kobaran telah berhasil dikendalikan agar tidak terus menjalar. Setelah api terlokalisasi, petugas belum langsung menghentikan seluruh kegiatan. Pendinginan mulai dilakukan pada pukul 07.58 WIB dengan memeriksa dan menyiram area yang terdampak, termasuk bagian bangunan yang berpotensi menyimpan panas.

Tahap pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang tersisa dan dapat memicu kebakaran kembali. Petugas juga memastikan kondisi lokasi tetap aman sebelum penanganan dinyatakan selesai. Rangkaian tindakan tersebut mencakup penerimaan laporan, kedatangan armada, pemadaman, pelokalisasian api, hingga pemeriksaan lanjutan melalui proses pendinginan.

Bangunan rumah makan yang menjadi lokasi kebakaran diketahui milik Amru, seorang warga berusia 69 tahun. Rumah makan tersebut memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Informasi mengenai kepemilikan dan ukuran bangunan itu menjadi bagian dari pendataan dalam penanganan peristiwa kebakaran di kawasan Rawamangun.

Petugas pemadam kebakaran melakukan operasi untuk mengendalikan kobaran api di bangunan tersebut. Dalam proses pemadaman, empat pekerja dilaporkan mengalami luka saat berusaha menangani kebakaran. Penanganan tetap dilanjutkan hingga petugas memastikan operasi dapat diakhiri sesuai kondisi di lokasi.

Operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 08.11 WIB. Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, penanganan kebakaran di rumah makan milik Amru secara resmi ditutup. Data mengenai luas bangunan, kepemilikan, serta waktu selesainya operasi menjadi informasi akhir yang tercatat dalam laporan kejadian ini. Tidak terdapat keterangan lebih lanjut dalam bahan sumber mengenai kondisi bangunan setelah peristiwa, penyebab pasti kebakaran, maupun keadaan para pekerja yang terluka.