Dedi Mulyadi Minta Maaf Usai Perjalanan di Ciamis Dialihkan ke Jalan Rusak

oleh -41 Dilihat
oleh
Dedi Mulyadi Minta Maaf Usai Perjalanan di Ciamis Dialihkan ke Jalan Rusak

Kabupaten Ciamis | Video yang beredar di media sosial memperlihatkan perjalanan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kabupaten Ciamis menjadi perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, mobil yang ditumpanginya bersama tim terlihat melewati ruas jalan dalam kondisi rusak. Perjalanan itu semula menuju lokasi acara, tetapi arah yang ditempuh berubah setelah sejumlah warga mengarahkan kendaraan ke jalur tersebut. Momen perubahan rute dan respons Dedi kemudian menjadi sorotan dalam unggahan yang menyebar secara daring.

Rekaman itu menunjukkan Dedi tampak marah ketika mobilnya memasuki jalan yang permukaannya rusak. Kondisi jalan terlihat menjadi bagian utama yang tertangkap kamera, sementara percakapan dan suasana di dalam rombongan turut menyertai perjalanan. Warga membelokkan kendaraan dari rute yang sedang dilalui, sehingga Dedi dan tim harus melewati jalan tersebut sebelum melanjutkan perjalanan. Peristiwa ini terekam dalam video yang beredar, bukan sekadar diceritakan dalam unggahan media sosial.

Perhatian terhadap video tersebut muncul karena perjalanan seorang kepala daerah memperlihatkan secara langsung kondisi jalan yang ditemui di lapangan. Reaksi Dedi saat menghadapi jalur rusak juga menjadi unsur yang banyak dibicarakan oleh pengguna media sosial. Namun, inti peristiwa yang tampak dalam rekaman adalah pengalihan arah oleh warga ketika rombongan sedang menuju lokasi acara, kemudian mobil melintasi ruas jalan yang kondisinya buruk. Tidak ada tanggal maupun rincian lebih lanjut mengenai acara yang dapat dipastikan dari informasi tersebut. Karena itu, konteks yang dapat disampaikan terbatas pada perjalanan di Ciamis, perubahan rute yang dilakukan warga, serta respons Dedi yang terekam dalam video. Penyebaran rekaman itu membuat kejadian di jalan tersebut menjadi perhatian lebih luas dan menghubungkan perjalanan rombongan dengan kondisi infrastruktur setempat.

Dalam video yang beredar setelah perjalanan di Ciamis dialihkan melewati jalan rusak, Dedi Mulyadi menanggapi keluhan warga dengan menyoroti pihak yang memiliki kewenangan atas ruas jalan tersebut. Menurutnya, apabila persoalan yang diprotes merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten, warga semestinya menyampaikan keberatan kepada bupati. Dengan demikian, aduan dapat diarahkan kepada pejabat yang berwenang menangani masalah itu, bukan hanya disampaikan kepada pihak yang kebetulan melintas atau sedang berada di lokasi. Dedi mengaitkan penyampaian keluhan dengan pembagian tugas pemerintahan, sehingga penanganan jalan dapat diminta melalui jalur yang sesuai.

Ia juga menekankan bahwa jalan desa, jalan kabupaten, jalan provinsi, dan jalan nasional berada di bawah kewenangan yang berbeda. Pembagian tersebut menentukan instansi yang bertanggung jawab atas pemeliharaan maupun perbaikan setiap ruas. Karena itu, menurut penjelasannya, penting bagi warga untuk mengetahui status jalan yang dikeluhkan sebelum menentukan kepada siapa protes ditujukan. Apabila kerusakan berada pada jalan kabupaten, pemerintah kabupaten menjadi pihak yang perlu dimintai penjelasan; sementara ruas dengan status lain menjadi urusan pemerintah pada tingkat kewenangan masing-masing. Penekanan ini menjadi bagian dari responsnya terhadap persoalan jalan yang ditemui selama perjalanan.

Selain soal tujuan penyampaian protes, Dedi mempersoalkan cara warga mengarahkan perjalanannya. Dalam tanggapannya, ia menilai pengalihan rute menuju jalan rusak bukan cara yang tepat untuk menyampaikan keluhan, khususnya bila masalah tersebut berkaitan dengan kewenangan pemerintah kabupaten. Ia mengarahkan perhatian pada perlunya menyampaikan persoalan kepada pejabat yang dapat menanganinya, sembari mengingatkan adanya pembagian tanggung jawab antartingkat pemerintahan. Pernyataannya dalam video itu berfokus pada dua hal: siapa yang semestinya menerima protes berdasarkan status jalan, dan tindakan warga yang mengarahkan perjalanan ke ruas yang rusak. Pokok tersebut disampaikan tanpa mengubah perbedaan kewenangan jalan desa, kabupaten, provinsi, maupun nasional.

Melalui unggahan di akun Instagram, Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf kepada warga Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Ia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang muncul selama perjalanan dan perubahan rute yang dilakukan bersama timnya. Permintaan tersebut disampaikan setelah perjalanan di wilayah itu menjadi perhatian, terutama karena rombongan diarahkan melewati jalan yang kondisinya rusak.

Dedi menjelaskan bahwa warga setempat telah menunggu kedatangannya bersama tim. Karena itu, ia memahami bahwa perubahan perjalanan dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang sudah bersiap menyambut mereka. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang menunggu, sekaligus memberikan penjelasan mengenai alasan rombongan tidak melanjutkan perjalanan melalui rute yang semula direncanakan.

Menurut penjelasannya, rute perjalanan dialihkan agar ia dan tim dapat melihat langsung kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Rombongan melewati jalan kabupaten dan jalan desa yang dinilai perlu mendapat perhatian. Dengan menyaksikan keadaan jalan secara langsung, Dedi dapat memperoleh gambaran mengenai akses yang digunakan warga dalam kegiatan sehari-hari. Pengalihan itu, sebagaimana ia sampaikan, membuat perjalanan melewati jalur yang berbeda dari perkiraan warga.

Permintaan maaf itu sekaligus menunjukkan bahwa Dedi menyadari warga telah mengalokasikan waktu untuk menunggu kehadirannya. Ia menyampaikan penjelasan agar masyarakat memahami bahwa perubahan rute bukan dimaksudkan untuk mengabaikan warga yang berkumpul di Desa Cintajaya. Fokus perjalanan, menurut keterangannya, adalah meninjau keadaan jalan kabupaten dan jalan desa di sekitar wilayah tersebut. Penjelasan melalui media sosial itu menjadi cara untuk menyampaikan alasan perubahan perjalanan kepada warga dan khalayak yang mengikuti kabar tersebut.

Situasi ini juga menyoroti pentingnya komunikasi saat agenda kunjungan mengalami perubahan. Warga yang menanti tentu berharap dapat bertemu langsung, sementara peninjauan lapangan dapat membawa rombongan ke titik-titik yang memerlukan perhatian. Dedi menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menjelaskan konteks pengalihan rute. Dengan demikian, unggahan Instagram tersebut memuat dua hal utama: pengakuan atas dampak perubahan perjalanan bagi warga dan alasan untuk melihat kondisi jalan di Desa Cintajaya serta sekitarnya.

Tim PU telah menghitung kebutuhan biaya untuk menangani kerusakan jalan yang menjadi perhatian dalam perjalanan di Kabupaten Ciamis. Berdasarkan perhitungan tersebut, perbaikan ruas jalan kabupaten diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp11 miliar. Sementara itu, penanganan jalan desa membutuhkan biaya kurang lebih Rp5 miliar. Angka tersebut menjadi bahan awal untuk menyusun prioritas pekerjaan dan menentukan tahapan penanganan. Besarnya kebutuhan dana juga membuat perbaikan perlu disertai perencanaan anggaran yang matang, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kondisi setiap ruas yang harus diperbaiki.

Berangkat dari perhitungan itu, Dedi Mulyadi mengatakan akan meminta Bupati Ciamis mengalokasikan anggaran perbaikan jalan dalam APBD 2027. Rencana tersebut diharapkan dapat membuka ruang pembiayaan bagi pekerjaan yang diperlukan, baik pada jalan kabupaten maupun jalan desa. Pengalokasian melalui APBD menjadi langkah penting agar kebutuhan yang telah dihitung dapat dibahas secara resmi dalam proses penyusunan anggaran. Besaran dana dan urutan pekerjaan selanjutnya dapat disesuaikan dengan hasil perencanaan serta prioritas pemerintah daerah. Dedi menyampaikan rencana itu sebagai tindak lanjut atas kondisi jalan yang ditemui, sekaligus upaya mendorong penanganan yang lebih terarah pada tahun anggaran mendatang.

Ia juga menekankan bahwa penanganan jalan merupakan bentuk kolaborasi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Kerja sama kedua tingkat pemerintahan dibutuhkan agar pembagian tanggung jawab dan dukungan anggaran dapat berjalan sesuai kewenangan masing-masing. Dengan koordinasi tersebut, kebutuhan perbaikan diharapkan dapat ditangani secara bertahap dan lebih terencana. Dedi menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah menyampaikan perhatian dan masukan mengenai kondisi jalan di wilayahnya. Ia turut meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang dirasakan, termasuk akibat perjalanan yang dialihkan melalui jalan rusak.

Baca juga: Tiga Menko dan Sejumlah Tokoh Hadiri Peluncuran Buku Terbaru Bamsoet ke-38 dan Buku Perjalanan Panjang Bamsoet Karya Wartawan Senior J.Osdar