Dari Toko Pulsa Menjadi Andalan Warga: Perjalanan Shifa Celluler di Binjai

oleh -51 Dilihat
oleh
Dari Toko Pulsa Menjadi Andalan Warga: Perjalanan Shifa Celluler di Binjai

Jakarta | Pada 2021, Ibrahim, yang lebih dikenal dengan sapaan Baim, mulai merintis Shifa Celluler di Binjai. Usaha tersebut berawal dari toko sederhana yang menyediakan pulsa dan alat tulis kantor. Pada masa awal, layanan yang ditawarkan masih terbatas, tetapi toko itu menjadi tempat warga memenuhi beberapa kebutuhan sehari-hari. Dari interaksi dengan pelanggan, Baim dapat melihat pentingnya layanan yang mudah ditemukan dan dekat dengan lingkungan tempat tinggal. Langkah kecil tersebut kemudian menjadi dasar bagi perkembangan usaha yang dijalankannya.

Seiring waktu, Shifa Celluler tidak hanya bertahan sebagai toko pulsa. Usaha ini berkembang menjadi jaringan sembilan outlet BRILink Agen yang tersebar di Binjai. Perubahan itu menandai perluasan jenis layanan sekaligus jangkauan usaha. Jika pada mulanya pelanggan datang untuk membeli pulsa atau alat tulis, kini outlet-outlet tersebut juga menjadi tempat warga mengakses layanan keuangan melalui BRILink. Perkembangan ini berlangsung dengan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat setempat akan layanan yang praktis dan bisa dijangkau dari sekitar mereka.

Skala kegiatan Shifa Celluler kini tercermin dari jumlah transaksi yang mencapai sekitar 4.500 per bulan. Angka tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan di jaringan outletnya, sekaligus menggambarkan peran agen dalam mendukung aktivitas keuangan sehari-hari warga. Bagi masyarakat, keberadaan titik layanan yang dekat dapat membantu mengurangi kerepotan mencari tempat untuk melakukan transaksi. Outlet yang berada di lingkungan mereka memberi pilihan yang lebih mudah dijangkau, terutama ketika kebutuhan layanan muncul dalam rutinitas sehari-hari.

Perjalanan Baim memperlihatkan bagaimana sebuah toko kecil dapat tumbuh mengikuti perubahan kebutuhan pelanggan. Dari penjualan pulsa dan alat tulis kantor, Shifa Celluler kini melayani warga melalui sembilan BRILink Agen di Binjai. Pertumbuhan tersebut bukan semata-mata soal bertambahnya outlet, melainkan juga tentang semakin luasnya akses warga terhadap layanan keuangan. Dengan transaksi bulanan yang mencapai sekitar 4.500, jaringan ini menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang membutuhkan layanan dekat, mudah diakses, dan tersedia di lingkungan mereka.

Di Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, kebutuhan terhadap layanan keuangan sehari-hari tidak selalu mudah dipenuhi. Sebelum hadirnya BRILink Agen, sebagian warga perlu menempuh perjalanan ke kantor bank untuk melakukan transaksi seperti menyetor uang atau menabung. Baim menjelaskan bahwa kantor bank terdekat berjarak sekitar empat hingga lima kilometer dari lingkungan warga. Jarak tersebut mungkin tampak dekat bagi sebagian orang, tetapi tetap menjadi pertimbangan bagi warga yang harus mengatur waktu, ongkos perjalanan, serta kebutuhan lain. Untuk pedagang kecil yang pendapatannya diperoleh setiap hari, biaya dan waktu tambahan dapat memengaruhi keputusan untuk menyimpan uang hasil usaha di bank.

Kunjungan ke bank bukan hanya membutuhkan ongkos kendaraan; warga juga mungkin harus membayar parkir dan menunggu giliran di teller. Ketika waktu terbatas, seluruh rangkaian itu terasa merepotkan, terutama bagi orang yang mengelola usaha kecil dan tidak bisa meninggalkan tempat berjualan terlalu lama. Karena itu, layanan transaksi melalui agen yang lebih dekat dengan permukiman menghadirkan pilihan yang lebih praktis. Warga dapat mengakses layanan tanpa harus menjadikan perjalanan ke kantor bank sebagai bagian dari setiap transaksi. Bagi sebagian keluarga, kemudahan ini juga berarti kebutuhan menyetor atau menyimpan uang dalam nominal kecil dapat dilakukan lebih teratur, mengikuti kemampuan dan arus pemasukan masing-masing.

Manfaatnya dapat dirasakan oleh pedagang lokal, termasuk penjual bakso bakar yang memperoleh uang dari penjualan harian. Mereka dapat menyetorkan hasil dagangan atau menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung melalui BRILink Agen, tanpa lebih dahulu mengeluarkan biaya transportasi dan parkir untuk pergi ke bank. Transaksi bernilai kecil pun menjadi lebih mungkin dilakukan, karena warga tidak harus menunggu sampai terkumpul jumlah tertentu hanya agar perjalanan terasa sepadan. Layanan yang dekat juga membantu pedagang menjaga waktu berjualan, sementara dana usaha dapat disimpan dengan cara yang lebih tertib. Kehadiran agen bukan berarti seluruh kebutuhan layanan bank berpindah dari kantor bank, tetapi menyediakan akses yang dekat bagi transaksi tertentu yang dibutuhkan warga secara lebih mudah.

Bagi sebagian warga lanjut usia di Binjai, kiriman uang dari anak yang bekerja atau tinggal di perantauan menjadi bantuan penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jumlah yang diterima biasanya tidak besar, umumnya sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000. Meski nominalnya sederhana, proses menerima dan menarik uang dapat terasa membingungkan bagi warga yang belum terbiasa menggunakan layanan transaksi. Di Shifa Celluler, kebutuhan mereka dilayani dengan sabar, tanpa menganggap transaksi kecil sebagai urusan sepele.

Baim dan tim berupaya menjelaskan setiap langkah dengan bahasa yang mudah dipahami. Mereka membantu pelanggan memahami proses transaksi, memastikan informasi yang diperlukan tersedia, serta memberi kesempatan untuk bertanya sebelum melanjutkan. Pendekatan ini penting karena sebagian lansia memerlukan waktu lebih lama untuk mengikuti penjelasan atau merasa yakin terhadap proses yang sedang dijalankan. Pelayanan yang ramah membuat mereka dapat bertransaksi dengan lebih tenang, sekaligus tetap mengetahui apa yang terjadi pada uang kiriman tersebut.

Perhatian juga diberikan pada keamanan data perbankan. Baim pernah menjumpai pelanggan lansia yang menyimpan nomor PIN bersama kartu ATM, bahkan ada yang menuliskannya pada amplop. Kebiasaan seperti itu dapat membuat informasi rahasia mudah diketahui orang lain apabila kartu atau amplop tertinggal maupun terlihat. Karena itu, Baim dan tim mengingatkan pelanggan agar tidak membagikan PIN kepada siapa pun dan tidak mencatatnya di tempat yang mudah ditemukan. Pengingat disampaikan secara sederhana dan penuh kehati-hatian, agar pelanggan memahami alasannya tanpa merasa disalahkan.

Baim juga menceritakan pengalaman melayani seorang lansia yang datang untuk menarik kiriman sebesar Rp50.000 dari anaknya. Bagi pelanggan tersebut, bantuan untuk menyelesaikan transaksi dengan jelas sama pentingnya dengan menerima uangnya. Pengalaman semacam itu menggambarkan peran Shifa Celluler yang tidak berhenti pada layanan transaksi, tetapi juga mencakup pendampingan dan perhatian terhadap keamanan. Dengan suasana kekeluargaan, pelanggan lanjut usia dapat merasa lebih nyaman untuk meminta penjelasan. Baim dan tim berusaha menjaga layanan tetap aman, mudah dimengerti, dan menghormati kebutuhan setiap warga yang datang.Program “Jumat Berkah” menjadi salah satu cara Baim menunjukkan kepedulian kepada warga di sekitar Shifa Celluler. Pada hari tersebut, warga dapat melakukan penarikan tunai hingga Rp300.000 tanpa dikenai biaya administrasi. Kebijakan ini memberi keringanan langsung bagi pelanggan, terutama mereka yang membutuhkan uang tunai untuk keperluan sehari-hari. Bagi Baim, manfaat layanan tidak hanya dinilai dari transaksi yang berhasil dilakukan, tetapi juga dari kemudahan dan perhatian yang dirasakan masyarakat. Dengan meniadakan biaya pada penarikan dalam batas tersebut, ia berupaya membuat layanan keuangan lebih terjangkau sekaligus menjaga hubungan baik dengan tetangga yang selama ini menjadi bagian dari keseharian tokonya.

Kedekatan lokasi layanan juga membantu warga menghemat waktu dan ongkos perjalanan. Tetangga dapat datang untuk menyetor simpanan atau menarik kiriman tanpa perlu mengeluarkan biaya becak maupun angkot untuk menuju tempat layanan yang lebih jauh. Kemudahan ini terasa penting bagi warga yang ingin mengurus transaksi sederhana dengan cepat, dekat dari rumah, dan tanpa beban biaya perjalanan tambahan. Kehadiran agen di lingkungan tempat tinggal memberi pilihan yang lebih praktis, khususnya ketika warga membutuhkan akses terhadap uang atau ingin menyimpan dana. Dalam keseharian, interaksi langsung dengan Baim turut membuat proses transaksi terasa akrab.

Baca juga: Tiga Menko dan Sejumlah Tokoh Hadiri Peluncuran Buku Terbaru Bamsoet ke-38 dan Buku Perjalanan Panjang Bamsoet Karya Wartawan Senior J.Osdar | Latihan Kemampuan Penembakan Target Drone Menjadi Wawasan dalam SGS 2026 | Ada kemungkinan Libra hanya sedang mengalami fase emosional yang membuat cara pandangnya terhadap hubungan menjadi berbeda