BPOM Telusuri Teh Botol Sosro yang Viral Disebut Berbusa dan Berbau Sabun

oleh -63 Dilihat
oleh
BPOM Telusuri Teh Botol Sosro yang Viral Disebut Berbusa dan Berbau Sabun

Jakarta | Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan kemasan karton Teh Botol Sosro yang disebut ditemukan di tengah kerumunan peserta aksi unjuk rasa di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu, 28 Oktober 2026. Rekaman tersebut memperlihatkan seseorang memegang kemasan minuman dan menekan bagian luarnya. Saat kemasan ditekan, cairan di dalamnya tampak mengeluarkan buih melalui bagian kemasan yang terbuka. Video itu kemudian dibagikan ulang dan memunculkan perhatian warganet terhadap kondisi minuman yang terlihat.

Dalam rekaman yang beredar, orang yang merekam atau berada di dekat produk tersebut juga menyebut aroma minuman terasa seperti sabun. Sejumlah peserta aksi dikabarkan merasakan rasa yang tidak biasa ketika mencicipinya. Namun, keterangan tentang aroma dan rasa itu berasal dari ucapan dalam video serta informasi yang beredar bersama unggahan tersebut. Belum ada keterangan dalam rekaman yang dapat memastikan siapa saja yang mencicipi minuman, kapan kemasan dibuka, atau bagaimana produk tersebut disimpan sebelum ditemukan.

Visual buih dan komentar mengenai bau serta rasa menjadi dasar munculnya dugaan bahwa minuman mengalami perubahan kondisi. Meski demikian, tampilan dalam video tidak dengan sendirinya menunjukkan penyebab perubahan tersebut ataupun memastikan adanya masalah pada produk. Kondisi kemasan, cara penyimpanan, paparan panas, kemungkinan kontaminasi setelah kemasan dibuka, dan faktor lain perlu diperiksa sebelum kesimpulan dapat dibuat. Informasi yang beredar sejauh ini perlu dipahami sebagai dokumentasi dan kesaksian dari pihak yang berada di lokasi, bukan hasil pemeriksaan laboratorium atau pengujian resmi.

Karena itu, video tersebut perlu dibedakan dari hasil penelusuran otoritas yang dapat menguji sampel dan memeriksa informasi terkait produk. Publik dapat mengikuti perkembangan melalui keterangan resmi, sembari menghindari penyebaran klaim mengenai penyebab buih atau keamanan produk yang belum terverifikasi. Jika menemukan kemasan minuman yang tampak rusak, menggembung, bocor, atau memiliki isi dengan kondisi tidak lazim, konsumen sebaiknya tidak mengonsumsinya dan menyimpan informasi kemasan untuk disampaikan kepada pihak terkait. Langkah tersebut membantu pemeriksaan, tanpa mendahului hasil yang belum tersedia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan telah menerima informasi mengenai video yang memperlihatkan minuman teh kemasan karton berbusa dan disebut berbau seperti sabun. Informasi tersebut menjadi perhatian lembaga pengawas setelah video beredar di media sosial dan memunculkan pertanyaan dari masyarakat. BPOM menyampaikan bahwa pihaknya sedang menelusuri kejadian yang dilaporkan, termasuk memeriksa informasi yang tersedia serta menindaklanjutinya melalui langkah pengawasan. Penelusuran dilakukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan mengenai produk dan kejadian tersebut. Hingga proses pemeriksaan berjalan, belum ada keterangan mengenai hasil pengujian ataupun penyebab kondisi yang terlihat dalam video. Karena itu, informasi yang beredar belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan mengenai mutu atau keamanan produk.

Sebagai bagian dari penelusuran, BPOM mengambil sampel produk untuk diperiksa dan diuji. Pengambilan sampel tersebut merupakan langkah untuk mendukung pemeriksaan lebih lanjut, sehingga penilaian tidak hanya didasarkan pada rekaman video atau keterangan yang beredar. BPOM belum menyampaikan hasil uji, dan belum menjelaskan apa yang menyebabkan minuman tampak berbusa atau menimbulkan bau yang dilaporkan. Dengan demikian, masyarakat sebaiknya menunggu informasi resmi berikutnya dan tidak menarik kesimpulan sebelum pemeriksaan selesai. Keterangan mengenai sampel dan pengujian juga perlu dibedakan dari hasil akhir: proses pemeriksaan masih berlangsung, sehingga belum tersedia dasar untuk menyatakan temuan tertentu. Informasi resmi dari BPOM dapat menjadi rujukan ketika perkembangan penelusuran diumumkan.

BPOM menyatakan akan melakukan pengawasan dan mengambil tindakan sesuai ketentuan apabila dalam penelusuran ditemukan pelanggaran. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tindak lanjut akan mengacu pada hasil pemeriksaan serta aturan yang berlaku, bukan semata-mata pada klaim dalam unggahan. Apabila terdapat informasi tambahan yang relevan, masyarakat dapat menyampaikannya kepada pihak berwenang melalui saluran pengaduan resmi. Sementara itu, konsumen dapat menyimpan kemasan dan informasi produk apabila mengalami atau menyaksikan kejadian serupa, agar keterangan tersebut dapat membantu penelusuran. Langkah tersebut tidak menggantikan pemeriksaan BPOM dan tidak memastikan penyebab kejadian. Perkembangan tentang pemeriksaan sampel, hasil pengujian, maupun tindakan lanjutan tetap menunggu pernyataan resmi dari lembaga tersebut. Sampai informasi itu tersedia, kehati-hatian dalam menyebarkan klaim dapat membantu mencegah kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

BPOM mengimbau masyarakat agar tetap tenang menyikapi informasi mengenai produk pangan olahan yang beredar di media sosial. Informasi tentang kondisi suatu produk sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gambaran seluruh produk dengan merek yang sama. Konsumen perlu memeriksa produk yang dimiliki secara langsung dan mengikuti keterangan resmi dari pihak berwenang. Jika menemukan kejanggalan, hindari mengonsumsi produk tersebut sampai kondisinya dapat dipastikan. Sikap cermat membantu melindungi kesehatan sekaligus mencegah penyebaran kabar yang belum terverifikasi.

Sebelum mengonsumsi pangan olahan, masyarakat dapat menerapkan Cek KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Pastikan kemasan masih utuh, tidak bocor, menggembung, penyok parah, atau menunjukkan tanda kerusakan lain. Perhatikan pula label untuk mengetahui nama produk, komposisi, informasi produsen, serta petunjuk penyimpanan. Informasi pada label dapat membantu konsumen menilai apakah produk sesuai dengan kebutuhan dan masih berada dalam kondisi yang layak.

Selanjutnya, periksa nomor izin edar pada kemasan dan pastikan keterangannya sesuai dengan produk yang dibeli. Konsumen juga perlu mengecek tanggal kedaluwarsa sebelum membuka atau mengonsumsi produk. Jangan mengabaikan perubahan yang tidak wajar, seperti aroma, warna, tekstur, atau tampilan yang berbeda dari biasanya. Apabila kemasan rusak atau isi produk tampak tidak normal, sebaiknya produk tidak dikonsumsi. Simpan kemasan dan bukti pembelian jika diperlukan untuk membantu proses penelusuran.

Apabila masyarakat menemukan produk yang diduga bermasalah atau ingin menyampaikan keluhan, pengaduan dapat disampaikan melalui layanan Halo BPOM di nomor 1500533. Sertakan informasi yang tersedia, seperti nama produk, nomor izin edar, tanggal kedaluwarsa, lokasi pembelian, serta keterangan mengenai kondisi produk. Dokumentasi foto dapat membantu menjelaskan laporan. Dengan memeriksa produk secara cermat dan menggunakan saluran pengaduan resmi, konsumen dapat memperoleh arahan yang tepat serta mendukung pengawasan pangan olahan. Tetap tenang, jangan mengonsumsi produk yang kondisinya meragukan, dan tunggu informasi dari sumber resmi sebelum menarik kesimpulan.

PT Sinar Sosro, selaku produsen Teh Botol Sosro, menyatakan telah mengetahui video yang beredar di media sosial mengenai produk yang disebut berbusa dan berbau seperti sabun. Perusahaan menegaskan bahwa persoalan tersebut ditanggapi secara serius. Keterangan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi perusahaan sebagai tanggapan atas perhatian publik terhadap video tersebut. Pernyataan ini menjadi penjelasan awal mengenai langkah yang sedang ditempuh perusahaan setelah informasi tersebut ramai dibicarakan.

Dalam keterangannya, PT Sinar Sosro menyebut tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami situasi dan memastikan fakta-fakta yang relevan. Penelusuran itu, menurut perusahaan, dilakukan dengan meninjau informasi yang tersedia secara cermat dan objektif. Pendekatan tersebut diperlukan agar penilaian tidak hanya bertumpu pada potongan video atau asumsi yang berkembang, melainkan mempertimbangkan keterangan terkait produk yang beredar. Perusahaan belum menyimpulkan penyebab kondisi yang terlihat dalam video dan menyampaikan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung.

PT Sinar Sosro juga menyatakan telah membuka komunikasi dengan pemilik video. Informasi yang dibagikan dinilai dapat membantu penelusuran terhadap produk terkait, sekaligus mendukung upaya perusahaan untuk memahami kejadian tersebut dengan lebih jelas. Perusahaan menyampaikan bahwa masukan itu menjadi bagian dari proses pengumpulan informasi, bukan dasar untuk menetapkan kesimpulan sebelum pemeriksaan selesai.

Baca juga: PT Trisaka Adi Rajasa Disebut Ambil Solar dari Lapak Tuban, Publik Pertanyakan Legalitas Sumber BBM | Warga Resah, Arena Judi Sabung Ayam Disebut Berpindah-pindah di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri