BEI Bidik 25 IPO dan Nilai Transaksi Harian Rp21 Triliun pada 2027

oleh -82 Dilihat
oleh
BEI Siapkan Dua Langkah Transformasi di Tengah Pembahasan dengan MSCI

Jakarta | Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 25 perusahaan baru mencatatkan saham melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sepanjang 2027. Sasaran ini menunjukkan bahwa pencatatan emiten baru tetap menjadi salah satu agenda penting bursa dalam memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar modal Indonesia.

Target tersebut tercantum dalam asumsi utama Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BEI untuk 2027. RKAT menjadi acuan bagi bursa dalam menyusun rencana kegiatan dan kebutuhan anggaran selama satu tahun. Dengan memasukkan sasaran IPO ke dalam asumsi utamanya, BEI menetapkan arah yang terukur bagi upaya mendorong perusahaan mengakses pendanaan melalui pasar modal.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan sasaran pencatatan efek baru itu dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI yang digelar secara virtual pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan target bursa untuk tahun mendatang, termasuk rencana menghadirkan 25 perusahaan yang mencatatkan saham.

Jumlah tersebut merupakan target yang direncanakan, bukan kepastian bahwa seluruh perusahaan akan langsung melantai di bursa. Proses IPO melibatkan sejumlah tahapan, mulai dari persiapan internal calon emiten dan pemenuhan persyaratan, hingga penawaran kepada investor serta pencatatan saham. Karena itu, pencapaian sasaran akan bergantung pada kesiapan perusahaan dan kelancaran proses yang harus dilalui.

Upaya mencapai target juga berkaitan dengan kemampuan BEI menjaga jalur pencatatan yang menarik dan dapat diakses oleh perusahaan dengan karakteristik berbeda. Bagi calon emiten, IPO dapat menjadi sarana memperoleh pendanaan dan memperluas basis pemegang saham, sekaligus menuntut keterbukaan informasi serta tata kelola yang sesuai ketentuan. Bagi investor, bertambahnya perusahaan tercatat berpotensi memperluas ragam pilihan di pasar.

Target 25 IPO pada 2027 dengan demikian menjadi salah satu indikator rencana pengembangan pasar modal yang disusun BEI. Perkembangan realisasinya akan terlihat sepanjang tahun, seiring kesiapan kandidat emiten dan pelaksanaan agenda RKAT. Sasaran ini melengkapi target bursa lainnya yang tercantum dalam rencana kerja tahunan.

Dalam rencana kerja 2027, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan penerbitan sebanyak 905 efek baru. Sasaran tersebut mencakup berbagai instrumen yang dapat ditawarkan kepada investor melalui pasar modal, bukan hanya saham. Dibandingkan dengan target dalam RKAT revisi 2026 yang berjumlah 800 efek, rencana tahun 2027 itu meningkat 105 efek, atau sekitar 13,1 persen. Angka dan rincian sasaran penerbitan tersebut disampaikan Jeffrey Hendrik.

Komposisi target terdiri atas 25 saham baru, 175 efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), serta 705 efek lainnya. Dengan demikian, kelompok efek lainnya menjadi bagian terbesar dari keseluruhan sasaran, sementara saham baru merupakan salah satu komponen yang jumlahnya lebih terbatas. Pengelompokan tersebut menggambarkan cakupan instrumen yang diperhitungkan BEI dalam target penerbitan efek sepanjang 2027.

Dalam kategori efek lainnya, target mencakup lain waran terstruktur dan produk investasi kolektif berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK). Kedua jenis produk itu memperluas ragam instrumen yang masuk dalam perhitungan, di luar saham dan EBUS. Karena itu, angka 905 efek perlu dipahami sebagai target lintas kategori produk pasar modal, bukan sebagai jumlah perusahaan yang seluruhnya akan melantai melalui penawaran umum perdana saham.

Perbandingan dengan RKAT revisi 2026 menunjukkan adanya kenaikan target secara keseluruhan, tetapi rincian tersebut merupakan sasaran yang direncanakan untuk 2027. Realisasi penerbitan dapat berbeda dari target, bergantung pada kesiapan calon penerbit, proses pemenuhan ketentuan, serta kondisi pasar. Namun, komposisi yang disampaikan Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa BEI memperhitungkan kontribusi beragam instrumen dalam upaya memperluas pilihan investasi dan aktivitas penghimpunan dana di pasar modal. Sasaran 25 saham baru berjalan berdampingan dengan target EBUS dan produk lainnya, sehingga penilaian terhadap rencana penerbitan bursa mencakup seluruh kelompok efek tersebut, bukan hanya jumlah IPO. Capaian akhirnya akan terlihat setelah periode 2027 berjalan dan data penerbitan aktual tersedia.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rerata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp21 triliun per hari pada 2027. Sasaran tersebut menjadi salah satu tolok ukur aktivitas perdagangan saham yang ingin dicapai bursa dalam periode tersebut. Angka Rp21 triliun menunjukkan nilai rata-rata transaksi yang ditargetkan berlangsung setiap hari, bukan nilai transaksi untuk satu hari tertentu.

Target 2027 itu lebih tinggi dibandingkan sasaran dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026, yang menetapkan RNTH sebesar Rp18 triliun per hari. Dengan demikian, terdapat selisih nominal Rp3 triliun per hari target 2026 dan target 2027. Perbandingan tersebut memperlihatkan adanya peningkatan sasaran nilai transaksi harian pada rencana untuk tahun berikutnya.

BEI menetapkan kenaikan target RNTH sebesar 16,7 persen dari RKAT 2026 menuju sasaran 2027. Persentase itu menggambarkan peningkatan yang direncanakan, dari rata-rata Rp18 triliun menjadi Rp21 triliun per hari. Penyajian target dalam bentuk nilai dan persentase memberikan gambaran yang langsung mengenai perubahan sasaran dari satu tahun ke tahun berikutnya.

Dalam membaca angka tersebut, RNTH perlu dibedakan dari total nilai perdagangan selama setahun. Sasaran ini merujuk pada rata-rata harian, sehingga nilai aktual pada hari tertentu dapat berbeda dari angka target. Karena itu, Rp21 triliun per hari merupakan ukuran rata-rata yang hendak dicapai sepanjang pelaksanaan rencana 2027, bukan janji bahwa setiap hari perdagangan akan mencatat jumlah transaksi yang sama.

Perbandingan dengan RKAT 2026 juga menyediakan titik acuan untuk menilai arah perencanaan BEI. Target Rp18 triliun per hari pada 2026 menjadi dasar pembanding bagi angka Rp21 triliun pada 2027, sementara kenaikan 16,7 persen menyatakan besarnya perubahan sasaran tersebut. Dengan demikian, fokus utama target ini adalah peningkatan RNTH secara terukur dalam rencana tahunan bursa. Angka-angka tersebut merangkum sasaran transaksi harian yang ditetapkan BEI untuk kedua tahun itu secara jelas dan dapat dibandingkan langsung, tanpa menyamakan target dengan realisasi perdagangan.Untuk 2027, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target peningkatan jumlah investor aktif bulanan menjadi 1,3 juta. Angka tersebut disampaikan sebagai sasaran yang ingin dicapai sepanjang tahun, dengan kenaikan sebesar 44,4 persen. Target ini menempatkan aktivitas investor sebagai salah satu ukuran yang dipantau dalam pengembangan pasar modal. Investor aktif bulanan merujuk pada investor yang tercatat melakukan aktivitas di pasar modal dalam rentang satu bulan. Dengan menyebutkan ukuran tersebut, BEI menggambarkan sasaran partisipasi yang direncanakan untuk periode mendatang. Keterangan target dan persentase kenaikannya menjadi informasi tersendiri, tanpa mengubahnya menjadi angka realisasi atau menjadikannya ukuran bagi indikator pasar lainnya.

Secara terpisah, catatan BEI per 23 Oktober 2026 menunjukkan sekitar 1.388.494 investor aktif bulanan di pasar modal. Angka itu merupakan data yang tercatat pada tanggal tersebut, sehingga menggambarkan kondisi untuk periode pelaporan yang dimaksud. Penyajian angka aktual ini berbeda dari sasaran 2027: yang satu adalah catatan jumlah investor aktif pada 2026, sedangkan yang lain merupakan target yang ditetapkan untuk tahun berikutnya. Data bertanggal tersebut dapat disampaikan sebagai keterangan mengenai realisasi yang tersedia, tanpa mengubahnya menjadi proyeksi untuk bulan atau tahun lain. Penyebutan tanggal juga penting agar pembaca mengetahui kapan jumlah investor aktif itu dicatat dan tidak menganggapnya sebagai angka tahunan.

Dengan demikian, informasi yang tersedia memuat dua rincian berbeda: sasaran BEI untuk jumlah investor aktif bulanan pada 2027, dan jumlah yang tercatat per 23 Oktober 2026.

Baca juga: Dari Kwitansi hingga Pemeriksaan Polisi: Membongkar Rangkaian Transaksi Honda Brio Rp115 Juta di Kediri