Bogor | Badan Gizi Nasional (BGN) menindaklanjuti beredarnya video yang diduga memperlihatkan penganiayaan di lingkungan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat. Peristiwa dalam video tersebut disebut terjadi pada Rabu, 14 Oktober. Lembaga itu menyatakan sedang menelusuri kejadian untuk memperoleh gambaran yang utuh sebelum menentukan langkah lanjutan. Penanganan dilakukan melalui unsur-unsur terkait di BGN, dengan perhatian pada fakta kejadian dan keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam informasi yang beredar.
Juru bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan di Jakarta pada Minggu bahwa lembaganya memberi perhatian serius terhadap dugaan tersebut. Menurutnya, proses penelusuran diperlukan agar rangkaian peristiwa dapat dipahami secara menyeluruh dan tindak lanjut tidak hanya bertumpu pada potongan video atau informasi yang beredar. BGN menginvestigasi kasus melalui unsur terkait untuk menghimpun keterangan dan memastikan kejadian diperiksa secara cermat. Pernyataan itu menegaskan bahwa dugaan yang muncul sedang ditangani, tetapi tidak serta-merta menetapkan kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab sebelum pemeriksaan selesai.
BGN juga menyiapkan langkah penegakan disiplin bagi pihak yang terbukti terlibat, dengan pelaksanaan yang disesuaikan pada ketentuan yang berlaku. Tysa menegaskan tindak lanjut akan dilakukan sesuai aturan, setelah lembaga memperoleh gambaran yang memadai mengenai peristiwa tersebut. Pendekatan itu mencakup pemeriksaan atas kejadian dan penentuan langkah kelembagaan berdasarkan hasil penelusuran, bukan semata-mata respons terhadap video yang beredar. Dengan demikian, proses investigasi dan penegakan disiplin berjalan sebagai dua bagian dari penanganan kasus: pencarian fakta terlebih dahulu, kemudian tindakan yang relevan terhadap pihak terkait. BGN belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan ataupun bentuk sanksi yang mungkin diterapkan. Penyelidikan internal diharapkan memberi kejelasan mengenai dugaan penganiayaan di kantor pelayanan gizi Bogor serta memastikan setiap keputusan mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Hingga proses tersebut menghasilkan temuan, dugaan dalam video tetap perlu diperlakukan sebagai informasi yang sedang diperiksa oleh lembaga.Dody Muhammad Pasha, mahasiswa program sarjana Teknik Pertambangan di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), meninggal dunia saat mengikuti ITB Ultra Marathon 2026. Kabar tersebut menandai peristiwa duka dalam ajang lari yang melibatkan ribuan peserta itu. Dody tercatat sebagai peserta yang sedang menjalani kategori relay 16 ketika insiden terjadi. Informasi yang tersedia menyebutkan peristiwa berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober, di sekitar kawasan Pesantren Al-Ittihad, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Saat berlari, Dody membawa bendera komunitas Tambang Berlari. Keterlibatannya dalam kategori relay 16 menempatkannya sebagai salah satu peserta yang menjalani lomba secara bergantian bersama anggota tim. Namun, keterangan yang disampaikan mengenai kejadian ini terbatas pada identitas, statusnya sebagai pelari, bendera yang dibawanya, kategori lomba, waktu, serta kawasan tempat insiden terjadi. Tidak ada informasi lebih lanjut yang dapat memastikan urutan peristiwa secara terperinci.
ITB Ultra Marathon 2026 diikuti oleh 5.216 pelari. Jumlah tersebut menggambarkan skala partisipasi dalam kegiatan lari itu, yang mencakup peserta dari berbagai kategori. Di tengah pelaksanaan ajang tersebut, kabar meninggalnya Dody menjadi bagian paling memilukan dari penyelenggaraan tahun ini. Keterangannya penting disampaikan secara cermat, terutama karena informasi mengenai peristiwa yang tersedia belum menjelaskan penyebab atau rincian lain di lokasi.
Dengan demikian, fakta yang dapat dipastikan adalah bahwa Dody merupakan mahasiswa sarjana Teknik Pertambangan FTTM ITB, mengikuti kategori relay 16 sambil membawa bendera Tambang Berlari, dan meninggal dunia dalam rangkaian ITB Ultra Marathon 2026. Insiden itu terjadi pada Sabtu, 17 Oktober, di sekitar Pesantren Al-Ittihad, Cianjur. Sebanyak 5.216 pelari mengikuti ajang tersebut. Tanpa keterangan tambahan yang terverifikasi, penyebab kejadian maupun detail situasinya tidak dapat disimpulkan. Penyajian terbatas pada informasi tersebut menghindari spekulasi mengenai peristiwa yang menimpa mahasiswa itu. Peristiwa ini tercatat sebagai kabar duka dalam pelaksanaan ultramaraton tersebut.
Forum Baris Berbaris Banten (FBBB) memandang festival baris-berbaris bukan semata-mata perlombaan untuk menentukan tim terbaik. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi muda melalui latihan dan penampilan yang menuntut keteraturan, ketekunan, serta kerja sama. Peserta belajar mengikuti aba-aba, menjaga formasi, dan menyelesaikan rangkaian gerakan bersama-sama. Proses tersebut dinilai dapat menumbuhkan disiplin, kekompakan, rasa tanggung jawab, dan kemampuan memimpin, nilai-nilai yang penting bagi pelajar maupun pemuda dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua FBBB, Mardiamin Nugroho, menyampaikan pandangan itu di Cilegon pada Minggu. Ia mengatakan, festival tersebut diarahkan untuk mendorong anak muda mengembangkan sikap nasionalis sekaligus jiwa kepemimpinan. Baris-berbaris memberi kesempatan kepada peserta untuk berlatih menyelaraskan kepentingan pribadi dengan tujuan tim. Setiap anggota perlu memahami perannya, menghargai rekan, dan menjaga komitmen terhadap kesepakatan bersama. Dengan demikian, ajang ini tidak hanya menampilkan ketepatan gerak, tetapi juga proses belajar tentang kedisiplinan dan kebersamaan.
Mardiamin menyebut 80 tim dari delapan kabupaten dan kota di Banten menjadi finalis festival. Banyaknya tim yang mencapai babak akhir menunjukkan partisipasi pelajar dan pemuda dari berbagai daerah. Menurutnya, keikutsertaan tersebut mencerminkan bahwa semangat bela negara dan kecintaan terhadap Banten masih kuat di kalangan generasi muda. Nilai-nilai itu tampak melalui kesediaan peserta berlatih, membawa identitas daerah, serta tampil mewakili sekolah atau komunitas masing-masing. Festival pun dapat menjadi tempat bagi mereka untuk berinteraksi lintas wilayah dan mengenal potensi sesama peserta.
FBBB melihat kegiatan semacam ini sebagai salah satu cara mengarahkan energi anak muda ke aktivitas yang terstruktur dan bermanfaat. Kompetisi tetap menjadi bagian dari festival, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Pengalaman menjalani latihan, membangun kekompakan, dan bertanggung jawab dalam tim juga menjadi hasil yang bernilai. Melalui pembinaan tersebut, peserta diharapkan membawa sikap disiplin, nasionalisme, dan kepemimpinan ke lingkungan sekolah serta masyarakat. Besarnya jumlah finalis, dalam pandangan Mardiamin, memperlihatkan bahwa minat terhadap kegiatan baris-berbaris sekaligus nilai kebangsaan tetap terpelihara di Banten.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkaji pemanfaatan teknologi dry ice atau es kering untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Kajian tersebut dilakukan setelah teknologi itu diuji coba di Sumatera Selatan. Hasil uji coba dan pengalaman penanganan di daerah menjadi bahan pertimbangan untuk menilai kemungkinan penerapan lebih luas, sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan di wilayah yang menghadapi karhutla.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan di Palembang pada Minggu bahwa ia telah menerima paparan dari komandan satuan tugas operasi penanganan karhutla mengenai upaya yang dilakukan di Sumatera Selatan. Paparan itu memberikan gambaran tentang langkah-langkah yang telah ditempuh dalam operasi setempat, termasuk uji coba penggunaan es kering. BNPB masih mengkaji pendekatan tersebut sebelum menentukan bagaimana teknologi dapat mendukung penanganan kebakaran di daerah lain.
Di Nusa Tenggara Barat, pemerintah provinsi menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi Dusun Adat Sade dapat dituntaskan pada akhir 2026. Dusun yang berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, itu terdampak kebakaran pada 22 Agustus 2026. Proses pemulihan diarahkan untuk memperbaiki dampak kebakaran dan mendukung masyarakat setempat dalam memulihkan kawasan adat. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah NTB, Lalu Mohamad Faozal, menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut diharapkan selesai pada akhir Desember.
Baca juga: Hari Kedua Puluh Lima Penanganan Gempa NTT, TNI Kirim 1.226,182 Ton Bantuan | Penanganan Karhutla Sektor Selatan Kalbar Diperkuat, TNI Alihkan Perkuatan Pasukan | Respons Cepat Diperkuat, Lanud Sjamsudin Noor Siagakan Tangki Portable Untuk Penanganan di Titik Rawan Karhutla
