BRI Perkuat Literasi Keuangan Digital Mahasiswa Lewat Gerai Cerdas PEKA Unair

oleh -23 Dilihat
oleh
BRI Perkuat Literasi Keuangan Digital Mahasiswa Lewat Gerai Cerdas PEKA Unair

Surabaya | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat upaya meningkatkan literasi keuangan digital mahasiswa melalui dukungan terhadap Gerai Cerdas PEKA di Universitas Airlangga, Surabaya. Dukungan tersebut disalurkan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI Peduli. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa memahami penggunaan layanan keuangan digital secara lebih cermat, sekaligus mengenali risiko yang dapat muncul dalam aktivitas transaksi sehari-hari.

Gerai Cerdas PEKA dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus perlindungan bagi mahasiswa. Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh akses terhadap informasi yang membantu mereka menggunakan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab. Pemahaman mengenai cara menjaga data pribadi, mengenali potensi penipuan, serta bersikap bijak saat bertransaksi merupakan aspek penting dalam kehidupan digital. Edukasi yang mudah dijangkau di lingkungan kampus juga dapat mendorong mahasiswa mengambil keputusan keuangan dengan lebih sadar.

Peresmian Gerai Cerdas PEKA berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga pada Jumat (2/10). Acara tersebut dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., SEVP Institutional Business BRI Suyitno, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Unair Ardianto. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menandai dukungan lintas lembaga terhadap penguatan literasi dan perlindungan konsumen keuangan di kalangan mahasiswa.

Kolaborasi BRI, Bank Indonesia, dan perguruan tinggi melalui inisiatif ini turut menempatkan kampus sebagai lingkungan yang mendukung edukasi keuangan. Mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan semakin beragamnya layanan digital, tetapi juga perlu memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai pengguna. Dengan tersedianya ruang edukasi di Unair, informasi mengenai praktik keuangan yang aman dapat semakin dekat dengan kehidupan akademik. Program ini diharapkan membantu membangun kebiasaan bertransaksi yang lebih hati-hati dan bertanggung jawab, serta meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan layanan keuangan digital.

Gerai Cerdas PEKA merupakan inisiatif Bank Indonesia dalam Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (Geber PK), sebuah upaya untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai hak, kewajiban, serta langkah aman saat menggunakan produk dan layanan keuangan. Kehadiran gerai di lingkungan Universitas Airlangga memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh edukasi yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari, termasuk ketika bertransaksi secara digital. Inisiatif ini menempatkan edukasi konsumen sebagai bagian penting dari ekosistem keuangan yang sehat. Melalui pendekatan yang mudah dijangkau, mahasiswa dapat mengenali informasi yang relevan sebelum mengambil keputusan, memahami risiko, dan mengetahui saluran yang dapat digunakan apabila menghadapi kendala atau dugaan penyalahgunaan layanan keuangan.

Pengembangan Gerai Cerdas PEKA di Universitas Airlangga melibatkan kolaborasi Bank Indonesia, pihak kampus, dan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), dengan dukungan BRI. Kerja sama tersebut menyatukan peran lembaga yang berbeda: Bank Indonesia mendorong edukasi serta pelindungan konsumen, universitas menyediakan lingkungan belajar yang dekat dengan mahasiswa, sementara Perbanas dan BRI turut mendukung penyampaian pengetahuan tentang sektor perbankan. Dengan melibatkan berbagai pihak, materi dan kegiatan edukasi dapat disesuaikan dengan konteks penggunaan layanan keuangan oleh generasi muda. Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi, mengajukan pertanyaan, serta memperoleh penjelasan yang lebih praktis mengenai layanan dan perlindungan konsumen.

Dukungan BRI dalam inisiatif bersama tersebut sejalan dengan komitmen perseroan untuk memperkuat literasi keuangan dan pelindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital. Kemudahan pembayaran dan layanan berbasis teknologi turut menuntut pengguna agar semakin cermat menjaga data pribadi, mengenali kanal resmi, serta memahami risiko penipuan dan penyalahgunaan. Karena itu, edukasi yang menjangkau mahasiswa memiliki nilai penting: kebiasaan bertransaksi yang aman dapat dibangun sejak dini melalui pemahaman yang memadai. Melalui dukungan terhadap Gerai Cerdas PEKA, BRI berkontribusi dalam upaya kolektif untuk mendorong penggunaan layanan keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab, tanpa mengesampingkan peran Bank Indonesia dan mitra kolaborasi lainnya.

Gerai Cerdas PEKA Unair dirancang sebagai ruang belajar yang membantu sivitas akademika memahami keuangan digital secara lebih dekat dan praktis. Mahasiswa dapat memanfaatkan gerai ini untuk memperoleh informasi, berdiskusi, maupun berkonsultasi mengenai produk dan layanan keuangan yang digunakan sehari-hari. Fasilitas tersebut juga terbuka bagi dosen, tenaga kependidikan, pengelola, serta organisasi kemahasiswaan, sehingga pembelajaran dapat menjangkau lingkungan kampus secara luas. Melalui interaksi langsung, pengunjung berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan membahas situasi yang mereka hadapi, bukan hanya menerima materi secara satu arah.

Materi edukasi mencakup pengenalan karakteristik produk dan layanan keuangan, keamanan data pribadi dan transaksi, serta hak dan kewajiban konsumen. Pemahaman ini penting seiring meningkatnya penggunaan layanan berbasis digital, yang menawarkan kemudahan sekaligus memiliki risiko. Pengguna perlu mengetahui informasi penting sebelum menyetujui layanan, menjaga kerahasiaan kata sandi dan kode verifikasi, serta memeriksa keaslian pihak yang menghubungi mereka. Gerai juga dapat menjadi tempat untuk mempelajari langkah yang tepat ketika menemukan transaksi mencurigakan, penyalahgunaan data, atau kendala layanan. Dengan bekal tersebut, sivitas akademika diharapkan mampu mengenali risiko tanpa mengabaikan manfaat teknologi keuangan.

Pendekatan “peduli, kenali, dan adukan” menjadi landasan untuk membangun perilaku konsumen yang lebih terlindungi. Peduli berarti menjaga data pribadi dan tidak sembarangan membagikannya; kenali berarti memahami cara kerja, manfaat, biaya, dan risiko layanan digital sebelum menggunakannya; sedangkan adukan berarti mengetahui saluran pengaduan yang tersedia ketika terjadi masalah. Ketiga langkah itu mendorong pengguna agar tidak pasif saat menghadapi kerugian atau dugaan pelanggaran. Dengan memahami mekanisme pengaduan, konsumen dapat menyampaikan keluhan melalui jalur yang sesuai dan menyiapkan informasi pendukung secara tertib.

Keberadaan gerai di lingkungan kampus diharapkan membantu mahasiswa mengambil keputusan keuangan dengan lebih cermat, berdasarkan kebutuhan dan pemahaman yang memadai. Pengetahuan yang diperoleh juga dapat dibagikan kepada teman, keluarga, dan komunitas, sehingga mahasiswa berperan sebagai agen literasi keuangan digital. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti di ruang gerai, tetapi berkembang menjadi kebiasaan saling mengingatkan tentang keamanan, hak konsumen, dan penggunaan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. memandang Gerai Cerdas PEKA Unair sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dan dinamika ekosistem keuangan digital. Kehadiran gerai ini tidak hanya memperluas akses terhadap informasi, tetapi juga menyediakan ruang belajar dan diskusi bagi mahasiswa serta sivitas akademika. Mereka dapat memahami cara kerja layanan keuangan digital, mengenali manfaatnya, dan membangun kebiasaan bertransaksi yang lebih aman. Pada saat yang sama, gerai ini diharapkan menjadi ruang perlindungan yang membantu pengguna memahami risiko, mengetahui haknya, dan mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak. Dengan demikian, literasi keuangan digital tidak berhenti pada pengenalan teknologi, melainkan mencakup kemampuan untuk menggunakannya secara kritis dan bertanggung jawab.

Inisiatif tersebut mendukung Asta Cita ke-3 melalui penguatan inklusi keuangan, pengembangan ekosistem pembayaran digital yang aman, serta dorongan terhadap kewirausahaan mahasiswa. Akses terhadap pengetahuan dan layanan yang tepat dapat membantu mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk mengelola keuangan maupun mengembangkan usaha. Gerai ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-6, yang menekankan peningkatan kapasitas digital dan finansial mahasiswa serta sivitas akademika. Pembekalan itu penting agar masyarakat kampus mampu mengikuti perkembangan layanan keuangan, memahami mekanisme transaksi, serta mengantisipasi berbagai risiko digital. Ketika pengetahuan tersebut tersedia di lingkungan pendidikan, mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar melalui diskusi dan memperoleh pemahaman yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Kontribusi Gerai Cerdas.

Baca juga: TNI Perkuat Sinergitas Lintas Sektor dalam Pencegahan Karhutla di Sambas | Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat, TNI Perkuat Pengamanan Dan Kejar Pelaku | Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045: Kodim Bojonegoro Perkuat Karakter Kebangsaan Komponen Masyarakat