Penelusuran Pekerja Migran Asal Bandung Barat Mengarah ke Ajman

oleh -33 Dilihat
oleh
Penelusuran Pekerja Migran Asal Bandung Barat Mengarah ke Ajman

Bandung | BP3MI Jawa Barat menelusuri keberadaan Sri Nurhaida Pratiwi, pekerja migran asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, setelah muncul dugaan bahwa ia disekap di Uni Emirat Arab. Penelusuran dilakukan menyusul kekhawatiran keluarga yang kehilangan komunikasi dengannya setelah sebuah panggilan video WhatsApp pada Senin, 12 Oktober. Hingga informasi tersebut disampaikan, keadaan Sri dan lokasi persisnya belum dapat dipastikan secara independen. Karena itu, dugaan penyekapan masih perlu ditelusuri dan dikonfirmasi melalui pihak-pihak terkait.

Dalam panggilan video itu, Sri terlihat berada di sebuah ruangan tertutup bersama seseorang yang identitasnya belum diketahui. Ia mengaku sedang disekap, sehingga keluarga merasa cemas dan berupaya mencari kabar lebih lanjut. Namun, tampilan singkat dalam panggilan tersebut belum cukup untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, termasuk siapa orang yang berada di ruangan itu atau apakah Sri dapat meninggalkan tempat tersebut. Informasi mengenai keadaan dan lingkungan sekitarnya juga masih terbatas.

Setelah panggilan berakhir, keluarga tidak lagi dapat menghubungi Sri, sehingga kekhawatiran mereka semakin besar. Terputusnya komunikasi menjadi alasan penting bagi keluarga untuk meminta bantuan dan mendorong penelusuran oleh BP3MI Jawa Barat. Dalam situasi seperti ini, keterangan keluarga dan isi komunikasi terakhir dapat menjadi petunjuk awal, tetapi tetap perlu diperiksa bersama informasi lain. Belum diketahui apakah Sri sempat menyampaikan rincian mengenai lokasi, pihak yang menahannya, maupun keadaan dirinya setelah panggilan tersebut.

Penelusuran keberadaan Sri diarahkan ke Uni Emirat Arab, dengan Ajman disebut sebagai lokasi yang menjadi perhatian. Proses pencarian membutuhkan koordinasi dan verifikasi agar informasi yang beredar tidak dianggap sebagai kepastian sebelum ada konfirmasi. Keluarga masih menanti kabar mengenai kondisi Sri, sementara dugaan yang disampaikan dalam panggilan video menjadi dasar untuk meminta tindak lanjut. Sampai perkembangan lebih lanjut tersedia, penting untuk membedakan pengakuan Sri dalam panggilan dari temuan resmi mengenai keberadaannya dan dugaan penyekapan.

Informasi terakhir yang diketahui keluarga menempatkan Sri di wilayah Ajman, Uni Emirat Arab. Keterangan tersebut menjadi petunjuk penting dalam upaya mencari keberadaan pekerja migran asal Bandung Barat itu. Namun, informasi mengenai lokasi terakhir tidak dengan sendirinya memastikan bahwa Sri masih berada di sana saat penelusuran dilakukan. Karena itu, keterangan keluarga perlu menjadi dasar untuk pemeriksaan dan tindak lanjut oleh pihak-pihak yang berwenang.

Kepala BP3MI Jawa Barat, Kombes Singgih Hermawan, menyampaikan harapan agar informasi mengenai Ajman dapat membantu proses penelusuran lebih lanjut. Menurut keterangannya, petunjuk tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh perwakilan Republik Indonesia serta otoritas setempat untuk menelusuri keberadaan Sri. Koordinasi dengan pihak di Uni Emirat Arab dipandang penting agar informasi yang tersedia dapat diperiksa dan ditindaklanjuti melalui jalur yang sesuai.

Singgih menyampaikan keterangan tersebut pada Jumat, 16 Oktober. Tidak ada tahun yang disebutkan secara langsung dalam keterangan itu, sehingga tanggal tersebut dapat dicantumkan tanpa menambahkan tahun. Penyebutan waktu secara tepat membantu menjaga informasi tetap sesuai dengan pernyataan yang tersedia, sekaligus menghindari kesimpulan yang tidak didukung oleh keterangan sumber.

Lokasi Ajman dengan demikian merupakan arah awal penelusuran berdasarkan informasi terakhir dari keluarga, bukan pernyataan bahwa keberadaan Sri telah dipastikan. Langkah lanjutan memerlukan pencocokan keterangan, komunikasi antarpihak, serta pemeriksaan oleh perwakilan RI dan otoritas setempat. Informasi tambahan dari keluarga atau pihak yang mengetahui kontak terakhir Sri juga berpotensi mendukung pencarian, apabila dapat disampaikan dan diverifikasi. Hingga proses itu berlangsung, perkembangan penelusuran perlu dijelaskan secara hati-hati, dengan membedakan petunjuk lokasi dari hasil konfirmasi resmi. Harapan BP3MI Jawa Barat adalah agar petunjuk tersebut memperluas upaya pencarian dan membantu memperoleh kejelasan mengenai kondisi Sri.

Tidak lama setelah keluarga melakukan panggilan video dengan Sri, mereka kembali menerima kabar melalui sebuah pesan suara yang dikirim dari nomor telepon tidak dikenal. Kemunculan pesan tersebut menambah informasi baru dalam penelusuran keberadaan pekerja migran asal Bandung Barat itu, tetapi belum memberikan kepastian mengenai kondisinya. Dalam rekaman suara itu, pengirim menyatakan bahwa Sri berada dalam keadaan baik. Pernyataan tersebut merupakan isi pesan yang diterima keluarga, bukan hasil pemeriksaan langsung ataupun konfirmasi yang dapat mereka verifikasi sendiri. Karena nomor pengirim tidak dikenal, keluarga belum dapat memastikan siapa yang menyampaikan pesan itu, dan tidak ada dasar untuk mengaitkannya dengan pihak tertentu.

Bagi keluarga, isi pesan tersebut tentu menjadi informasi yang mereka perhatikan, terutama setelah komunikasi dengan Sri sebelumnya berlangsung melalui panggilan video. Namun, pesan suara itu belum menggantikan komunikasi langsung dengan Sri. Keluarga belum berhasil berbicara kembali dengannya untuk memastikan bahwa pesan tersebut benar-benar menggambarkan keadaan Sri. Dengan demikian, klaim bahwa Sri baik-baik saja masih bersumber dari pernyataan pengirim pesan, bukan dari keterangan Sri yang diterima secara langsung setelah pesan itu masuk. Perbedaan ini penting dicatat agar kabar yang belum terverifikasi tidak diperlakukan sebagai kepastian mengenai keselamatan atau kondisi Sri saat ini.

Sejauh ini, yang dapat dipastikan adalah keluarga menerima pesan suara dari nomor yang tidak dikenal dan mendengar pernyataan bahwa Sri dalam kondisi baik. Sementara itu, keadaan Sri saat ini belum dapat dipastikan melalui komunikasi langsung. Keluarga masih belum memperoleh kesempatan untuk mengonfirmasi isi pesan tersebut kepada Sri sendiri. Karena itu, informasi mengenai kondisinya perlu disampaikan dengan hati-hati, tanpa menambahkan dugaan tentang identitas pengirim maupun keadaan yang tidak telah terkonfirmasi. Pesan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kabar yang diterima keluarga, tetapi belum menjawab pertanyaan utama mereka. Kepastian baru dapat diperoleh apabila komunikasi langsung dengan Sri kembali terjalin dan keterangannya dapat didengar sendiri oleh keluarga.

BP3MI Jawa Barat menyampaikan bahwa penelusuran awal terhadap keberangkatan Sri dilakukan melalui laman Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI). Dari pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan data penempatan atas nama Sri untuk tujuan Uni Emirat Arab. Ketiadaan catatan itu menjadi dasar dugaan bahwa keberangkatannya tidak tercatat melalui prosedur penempatan resmi. Namun, informasi tersebut masih merupakan hasil penelusuran administratif dan perlu dibaca secara hati-hati, karena belum menjelaskan secara lengkap jalur keberangkatan maupun pihak yang mengatur perjalanan. Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan Sri berangkat pada 14 September 2026 dengan tujuan Dubai. Keterangan mengenai tanggal dan tujuan itu menjadi bagian dari informasi yang digunakan untuk menelusuri peristiwa serta menghubungkan laporan keluarga dengan upaya pencarian yang sedang berjalan.

Tak lama setelah berpamitan kepada keluarga, Sri dikabarkan menghubungi mereka dan menyampaikan bahwa dirinya menjadi korban penyekapan. Kabar tersebut membuat keluarga khawatir dan mendorong mereka mencari bantuan untuk mengetahui keberadaannya. Hingga informasi yang disampaikan BP3MI, keterangan mengenai dugaan penyekapan itu menjadi hal yang perlu ditindaklanjuti bersama instansi terkait. Penelusuran data di SISKOP2MI tidak dengan sendirinya memastikan apa yang dialami Sri setelah tiba di luar negeri, tetapi menjadi salah satu petunjuk mengenai status penempatannya. Karena belum ditemukan catatan penempatan ke Uni Emirat Arab atas namanya, keberangkatan Sri diduga dilakukan secara ilegal. Dugaan ini penting untuk dicatat sebagai dugaan, bukan kesimpulan hukum, dan dapat diperiksa lebih lanjut melalui proses penyelidikan serta keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan perjalanan tersebut.

Singgih menyatakan BP3MI Jawa Barat akan terus mencari keberadaan Sri dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

Baca juga: Aduan Warga Mengarah ke Kanit Reskrim Merakurak, Dugaan Pemerasan Minta Diusut Tuntas | Prediksi Skor Persib Bandung vs PSM Makassar: Laga Spesial Marc Klok, Ada Cerita di Baliknya! | Dianggap ‘Red Flag’, 5 Pekerjaan Ini Enggan Diberikan Baby Boomer dan Gen X kepada Pekerja Gen Z