Kinerja Blibli Semester I 2026 Ditopang Pertumbuhan Segmen Institusi

oleh -63 Dilihat
oleh
Kinerja Blibli Semester I 2026 Ditopang Pertumbuhan Segmen Institusi

Jakarta | PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli membukukan perkembangan positif pada semester I 2026. Perseroan mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp14,83 triliun, meningkat dibandingkan dengan Rp9,59 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Perubahan tersebut menunjukkan penguatan kinerja pendapatan Blibli sepanjang enam bulan pertama tahun berjalan.

Pertumbuhan pendapatan konsolidasi itu berlangsung dengan tren dua digit di seluruh segmen usaha perseroan. Dengan demikian, peningkatan kinerja tidak hanya tercermin pada satu lini bisnis, tetapi terlihat secara menyeluruh pada berbagai segmen yang dijalankan Blibli. Capaian tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan operasional perseroan pada semester I 2026.

Di segmen usaha yang memberikan kontribusi menonjol, segmen institusi menjadi salah satu sorotan utama. Segmen ini mencatat perkembangan yang mendukung peningkatan pendapatan konsolidasi perseroan. Kinerja tersebut menegaskan posisi segmen institusi sebagai bagian penting dalam komposisi bisnis Blibli selama semester pertama 2026.

Selain segmen institusi, toko fisik juga menjadi kontributor yang menonjol terhadap pertumbuhan kinerja perseroan. Perkembangan pada kanal toko fisik turut memperkuat pencapaian pendapatan konsolidasi Blibli. Pertumbuhan dua digit yang berlangsung di seluruh segmen, disertai kontribusi dari segmen institusi dan toko fisik, memberikan gambaran mengenai kinerja perseroan pada periode pelaporan tersebut.

Secara keseluruhan, pendapatan konsolidasi Blibli pada semester I 2026 mencapai Rp14,83 triliun, atau lebih tinggi daripada Rp9,59 triliun pada semester I 2025. Angka ini mencerminkan peningkatan kinerja tahunan perseroan, dengan pertumbuhan yang tercatat di seluruh segmen usaha. Segmen institusi dan toko fisik menjadi bagian yang menonjol dalam pencapaian tersebut.

Segmen institusi menjadi salah satu penopang kinerja Blibli pada semester I 2026. Peran tersebut disampaikan oleh Chief Corporate Officer and Investor Relations Blibli, Eric Winarta, dalam public expose tahunan 2026 PT Global Digital Niaga Tbk yang berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026. Penjelasan itu menempatkan pertumbuhan bisnis institusi sebagai bagian penting dari perkembangan perseroan, di tengah upaya Blibli memperkuat layanan dan jangkauan bisnisnya.

Pertumbuhan segmen institusi mencerminkan meningkatnya kepercayaan klien korporat terhadap kemampuan Blibli dalam memenuhi kebutuhan pengadaan. Kepercayaan tersebut berkaitan dengan kapasitas perseroan untuk menyediakan kebutuhan perusahaan melalui proses yang sesuai dengan tuntutan pelanggan bisnis. Dengan demikian, perkembangan segmen ini tidak hanya menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi, tetapi juga menggambarkan hubungan yang semakin kuat Blibli dan klien korporat yang menggunakan layanan pengadaannya.

Menurut penjelasan Eric Winarta, terdapat sejumlah faktor yang mendukung perkembangan segmen institusi. Salah satunya adalah portofolio produk Blibli yang luas, sehingga perseroan dapat menawarkan pilihan kebutuhan yang lebih beragam kepada pelanggan korporat. Selain itu, kemampuan distribusi yang baik turut mendukung pemenuhan kebutuhan pengadaan secara lebih efektif. Kombinasi ketersediaan produk dan kapabilitas distribusi tersebut menjadi dasar bagi Blibli dalam melayani permintaan institusi. Pernyataan dalam public expose itu menunjukkan bahwa segmen institusi memiliki kontribusi strategis terhadap kinerja perseroan pada semester pertama 2026, sekaligus memperlihatkan pentingnya keandalan layanan dalam mempertahankan kepercayaan pasar korporat.

Dalam mengembangkan segmen institusi, Blibli tidak hanya berfokus pada peningkatan volume transaksi, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai memiliki kualitas yang sehat dan berkelanjutan. Pendekatan ini penting karena kebutuhan klien institusi umumnya lebih kompleks, melibatkan nilai transaksi yang besar, serta menuntut tingkat layanan dan keandalan operasional yang konsisten. Oleh sebab itu, setiap peluang pertumbuhan perlu diimbangi dengan pengelolaan biaya, risiko, dan sumber daya yang cermat.

Perusahaan terus berupaya mempertahankan margin melalui pemilihan bisnis yang lebih selektif, pengelolaan bauran produk, serta penguatan nilai tambah dalam layanan. Pada saat yang sama, efisiensi operasional menjadi perhatian utama, baik melalui penyederhanaan proses, pemanfaatan teknologi, maupun optimalisasi jaringan pemenuhan pesanan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas pengalaman pelanggan. Disiplin dalam mengelola modal kerja juga dijaga, termasuk melalui pengendalian persediaan, pengaturan siklus pembayaran, dan pemantauan arus kas secara berkala.

Untuk memperkuat posisi di segmen institusi, Blibli berencana mempertahankan hubungan jangka panjang dengan klien melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan setiap organisasi. Pendekatan kemitraan ini memungkinkan perusahaan menawarkan solusi yang lebih relevan, bukan sekadar menyediakan produk. Blibli juga akan memperluas portofolio solusi dan layanan sesuai karakteristik masing-masing klien, termasuk kebutuhan pengadaan, distribusi, integrasi teknologi, serta dukungan purnajual. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan nilai layanan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Strategi tersebut mencerminkan upaya Blibli untuk menyeimbangkan ekspansi dengan penciptaan nilai yang berkelanjutan. Eric menyampaikan harapan agar segmen institusi terus berkembang, tetap menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas, dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dalam mencapai profitabilitas. Dengan pelaksanaan yang disiplin, penguatan relasi pelanggan, serta efisiensi yang konsisten, segmen ini diharapkan menjadi salah satu pendorong penting bagi kinerja Blibli ke depan.

Selain pertumbuhan pada segmen institusi, kinerja Blibli hingga semester I 2026 menunjukkan perbaikan pada sejumlah indikator operasional utama. Take rate meningkat menjadi 9% dari 8,6% pada semester I 2025. Kenaikan ini terutama didukung oleh penguatan pada segmen ritel 1P dan ritel 3P, yang mencerminkan peningkatan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari setiap nilai transaksi bruto atau total processing value (TPV). Perubahan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kualitas monetisasi ekosistem Blibli terus membaik di tengah pengembangan berbagai lini bisnis.

Peningkatan take rate berjalan seiring dengan pertumbuhan gross profit before discount (GPBD) sebesar 17% secara tahunan. GPBD menggambarkan profitabilitas sebelum memperhitungkan potongan, sehingga pertumbuhannya memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan memperbesar nilai ekonomi dari aktivitas perdagangan dan layanan yang dijalankan. Kombinasi peningkatan take rate dan kenaikan GPBD menunjukkan bahwa pertumbuhan Blibli tidak hanya ditopang oleh volume transaksi, tetapi juga oleh pengelolaan pendapatan yang semakin efektif pada berbagai segmen ritel.

Dari sisi efisiensi, persentase beban operasional konsolidasian terhadap TPV turun dari 7,2% pada semester I 2025 menjadi 6,3% pada semester I 2026. Penurunan rasio tersebut menandakan adanya pengendalian biaya yang lebih baik seiring skala usaha yang membesar. Dampaknya tercermin pada peningkatan persentase EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 170 basis poin secara tahunan. Perbaikan ini memperkuat fondasi operasional sekaligus memberi ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan investasi secara terukur.

Kapabilitas omnichannel Blibli juga terus diperluas melalui jaringan fisik yang melengkapi kanal digital. Hingga semester I 2026, jaringan tersebut mencakup 347 toko elektronik konsumen, 24 toko elektronik rumah tangga, satu toko fesyen dan olahraga, 60 gerai supermarket premium, serta 39 home and living experience centers. Kehadiran beragam format gerai ini memungkinkan pelanggan berinteraksi dengan produk secara langsung, sekaligus mendukung integrasi pengalaman belanja online dan offline dalam satu ekosistem.