Jakarta | Dr. (H.C.) Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026. Ia wafat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, pada pukul 06.22 WIB. Kabar tersebut menjadi berita duka bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengikuti perkembangan industri kecantikan, kosmetik, dan perawatan tradisional di tanah air.
Nama Martha Tilaar memiliki tempat penting dalam perjalanan dunia kecantikan Indonesia. Melalui Martha Tilaar Group, kiprahnya dikenal luas dalam mendorong pengembangan produk kecantikan yang berakar pada kekayaan alam, pengetahuan tradisional, serta identitas budaya Indonesia. Perjalanan tersebut menjadikan sosoknya tidak hanya dikenal sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai figur yang berpengaruh dalam membentuk arah industri kecantikan nasional.
Kabar wafatnya Martha Tilaar pada usia senja menghadirkan rasa kehilangan bagi dunia usaha dan kecantikan Indonesia. Selama bertahun-tahun, namanya lekat dengan upaya memperkenalkan potensi bahan alami serta warisan perawatan Nusantara kepada khalayak yang lebih luas. Kehadirannya dalam industri turut menandai perubahan cara masyarakat memandang kecantikan lokal, dari sekadar bagian tradisi menjadi bidang yang dapat dikembangkan secara profesional dan berdaya saing.
Informasi mengenai wafatnya Martha Tilaar juga mengingatkan publik pada panjangnya jejak yang telah ia tinggalkan. Sosoknya menjadi bagian dari sejarah perkembangan merek kecantikan Indonesia dan perjalanan kewirausahaan perempuan di tanah air. Berita duka ini pun menjadi momen bagi masyarakat untuk mengenang kontribusinya, terutama dalam membangun kepercayaan terhadap produk lokal dan memperkuat posisi kecantikan Indonesia di tengah persaingan industri yang terus berkembang.
Salah satu gagasan utama Martha Tilaar mengenai perempuan adalah keyakinan bahwa tujuan dapat dicapai melalui prinsip “DJITU”. Prinsip ini menjadi pedoman yang menekankan pentingnya sikap dan kebiasaan dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika perempuan mengembangkan kemampuan serta membangun bidang usaha.
Huruf “D” dalam DJITU berarti disiplin dalam segala hal. Disiplin diperlukan agar seseorang mampu menjalankan tanggung jawab secara teratur dan konsisten. Huruf “J” berarti jujur. Kejujuran menjadi unsur penting dalam bersikap, bekerja, dan berhubungan dengan orang lain. Huruf “I” berarti memiliki iman yang kuat. Iman yang kuat disebut sebagai landasan yang perlu dimiliki perempuan dalam menjalani berbagai proses untuk mencapai tujuan.
Selanjutnya, huruf “T” berarti tekun menjalankan bidang usaha. Ketekunan menunjukkan kesungguhan dalam mengelola dan mempertahankan usaha yang dijalankan. Huruf “U” berarti berusaha keras. Usaha yang keras diperlukan agar perempuan terus menjalani proses dan mengupayakan tujuan yang hendak dicapai. Kelima unsur tersebut, yaitu disiplin, jujur, memiliki iman yang kuat, tekun, dan berusaha keras, merupakan pesan Martha Tilaar tentang sikap yang perlu diterapkan perempuan.
Selain berpegang pada prinsip DJITU, Martha Tilaar berpesan agar perempuan terus bersikap inovatif dan kreatif dalam mengembangkan kemampuan. Sikap inovatif mendorong perempuan untuk terus menghasilkan pembaruan, sedangkan kreativitas membantu mereka mengembangkan potensi yang dimiliki. Pesan tersebut menempatkan pengembangan kemampuan sebagai proses yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan menjalankan prinsip DJITU dan terus mengembangkan sikap inovatif serta kreatif, perempuan diarahkan untuk mencapai tujuan melalui kedisiplinan, kejujuran, iman yang kuat, ketekunan, dan kerja keras.
Bagi Martha Tilaar, merawat diri bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian penting dari keseharian. Perawatan diri perlu dipandang sebagai bentuk penghargaan terhadap tubuh, pikiran, dan waktu pribadi. Dengan memberi perhatian kepada diri sendiri, seseorang dapat menjalani berbagai tanggung jawab secara lebih seimbang tanpa mengabaikan kebutuhan pribadi. Nasihat ini mengingatkan bahwa menjaga diri tidak harus selalu dilakukan melalui hal-hal besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan dengan kesadaran.
Salah satu pesan pentingnya adalah memberikan kesempatan kepada tubuh dan pikiran untuk beristirahat dengan cukup. Keinginan untuk terus bekerja sering kali membuat seseorang mengabaikan tanda-tanda kelelahan. Martha Tilaar mengingatkan agar pekerjaan tidak dijadikan alasan untuk memaksakan diri secara terus-menerus. Beristirahat bukan berarti kehilangan semangat atau produktivitas, melainkan cara untuk menjaga keseimbangan sehingga aktivitas dapat dijalani dengan lebih baik.
Ia juga menganjurkan agar seseorang sesekali mengambil jeda dari gadget. Ketika perhatian tidak terus-menerus tertuju pada layar, tersedia ruang untuk menikmati momen yang sedang berlangsung. Jeda tersebut dapat menjadi kesempatan untuk hadir secara lebih utuh, mengamati lingkungan sekitar, atau sekadar menikmati waktu tanpa gangguan. Kebiasaan ini membantu seseorang mengingat bahwa kehidupan sehari-hari tidak hanya berisi pekerjaan, pesan, dan informasi yang datang melalui perangkat digital.
Merawat diri juga dapat dilakukan dengan berolahraga ringan secara rutin. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun kepedulian terhadap tubuh. Selain itu, Martha Tilaar menekankan pentingnya menyediakan waktu bagi diri sendiri. Waktu pribadi tidak perlu menunggu hingga semua pekerjaan selesai atau semua kebutuhan orang lain terpenuhi. Menyisihkan ruang untuk diri sendiri merupakan bentuk penghargaan yang dapat membantu seseorang mengenali kebutuhannya, memulihkan energi, dan menjalani keseharian dengan lebih sadar.
Perjalanan bisnis Martha Tilaar bermula pada 1970, ketika ia membuka salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta. Ruang yang terbatas tersebut menjadi titik awal dari sebuah usaha yang kelak berkembang menjadi salah satu kekuatan penting dalam industri kecantikan Indonesia. Dengan ketekunan, keberanian, dan visi yang jelas, Martha membangun kepercayaan pelanggan sekaligus memperkenalkan pendekatan kecantikan yang berakar pada identitas budaya Nusantara.
Bekal Martha tidak hanya berasal dari pengalaman praktis. Ia menempuh pendidikan kecantikan di Amerika Serikat, sehingga memiliki pemahaman mengenai teknik perawatan modern dan pengelolaan usaha. Di sisi lain, ia mewarisi pengetahuan tradisional keluarga tentang jamu, bahan alami, serta resep kecantikan keraton Jawa. Perpaduan ilmu modern dan warisan budaya tersebut menjadi dasar dalam merumuskan produk yang relevan bagi kebutuhan perempuan Indonesia.
Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, usaha salon itu berkembang menjadi Martha Tilaar Group. Kelompok usaha ini mencakup manufaktur dan pemasaran kosmetik, produksi jamu, pendidikan kecantikan, layanan spa, serta kegiatan distribusi. Perkembangannya menunjukkan bahwa industri kecantikan dapat dibangun melalui ekosistem yang menyeluruh, mulai dari penelitian bahan, pengembangan produk, peningkatan keterampilan, hingga penyebaran produk kepada konsumen di berbagai wilayah.
Kiprah Martha Tilaar tidak semata-mata berorientasi pada pertumbuhan bisnis. Ia juga berupaya mengembangkan kekayaan alam dan budaya Nusantara menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar global. Prinsip tersebut menempatkan tradisi bukan sebagai sesuatu yang tertinggal, melainkan sebagai sumber inspirasi yang dapat terus diperbarui tanpa kehilangan akar identitasnya.
Dalam perjalanan itu, Martha juga menyampaikan pentingnya mensyukuri dukungan keluarga dan sahabat. Baginya, sesuatu yang kecil, apabila dilakukan dengan tulus, dapat memperoleh berkat dan berkembang menjadi karya yang bermakna. Pesan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh skala awal, tetapi juga oleh ketulusan, ketekunan, serta kemampuan menjaga hubungan dengan orang-orang yang mendukung perjalanan tersebut.
