Rizky Ridho Soroti Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18 di Batang

oleh -93 Dilihat
oleh
Rizky Ridho Soroti Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18 di Batang

Bandung | Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengecam penyerangan terhadap bus yang membawa rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18. Peristiwa tersebut terjadi di rest area KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Sikap Ridho disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya setelah kabar mengenai insiden itu beredar.

Rizky Ridho, pemain berusia 24 tahun yang juga berposisi sebagai bek tim nasional Indonesia, menyoroti tindakan tersebut sebagai persoalan serius dalam sepak bola. Menurut pesan yang disampaikannya, kekerasan tidak dapat ditoleransi, apa pun latar belakang perselisihan yang mungkin menyertainya. Lapangan dan lingkungan sepak bola semestinya menjadi ruang untuk berkompetisi secara sehat, bukan tempat bagi tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain.

Perhatian Ridho terutama tertuju kepada para pemain muda yang menjadi korban. Mereka merupakan pesepak bola yang sedang berjuang mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-cita melalui kompetisi usia dini. Karena itu, penyerangan terhadap rombongan Persib U-18 dinilai semakin memprihatinkan. Para pemain akademi seharusnya memperoleh perlindungan dan dukungan ketika menjalani perjalanan maupun pertandingan, bukan menghadapi ancaman kekerasan.

Dalam unggahannya, Ridho menyampaikan pesan bahwa kekerasan dalam sepak bola harus dihentikan. Ia menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak boleh dianggap sebagai bagian dari rivalitas atau fanatisme. Persaingan antar klub dapat berlangsung dengan penuh semangat, tetapi tetap harus berada dalam batas sportivitas dan penghormatan terhadap keselamatan. Kecaman tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh unsur sepak bola, termasuk pemain, suporter, dan penyelenggara, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi siapa pun, terlebih bagi pesepak bola muda yang tengah membangun masa depannya.

Rombongan Persib U-18 mengalami penyerangan ketika dalam perjalanan pulang menuju Bandung setelah menyelesaikan pertandingan tandang. Sebelum insiden tersebut terjadi, tim muda Persib baru saja menghadapi EPA Garuda United dalam laga yang berlangsung di Stadion UNS, Surakarta. Seusai pertandingan, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Bandung menggunakan bus.

Insiden itu berlangsung pada Minggu malam, ketika rombongan berhenti di sebuah rest area. Pada saat berada di lokasi tersebut, bus yang membawa rombongan Persib U-18 menjadi sasaran aksi penyerangan. Informasi mengenai kejadian itu menempatkan rest area sebagai titik berlangsungnya insiden, setelah tim menuntaskan agenda pertandingan di Surakarta dan memulai perjalanan pulang.

Sejauh informasi yang disampaikan, aksi tersebut dilakukan oleh pihak yang masih disebut sebagai oknum tidak dikenal. Belum terdapat kepastian mengenai identitas pelaku, motif penyerangan, maupun rangkaian kejadian secara menyeluruh. Karena itu, kronologi yang beredar masih perlu ditempatkan sebagai informasi awal mengenai insiden yang menimpa rombongan Persib U-18.

Kepastian tentang bagaimana penyerangan berlangsung, termasuk kondisi saat bus berada di rest area dan tindakan yang dilakukan setelah kejadian, masih menunggu hasil penyelidikan. Proses tersebut diharapkan dapat mengungkap pihak yang bertanggung jawab serta menjelaskan urutan peristiwa secara lebih jelas. Dengan demikian, keterangan mengenai serangan terhadap bus belum dapat digunakan untuk menyimpulkan pelaku ataupun detail kejadian di luar informasi bahwa insiden berlangsung pada Minggu malam saat rombongan dalam perjalanan kembali ke Bandung.

Penyerangan terhadap rombongan Persib U-18 di Batang dilaporkan menimbulkan sejumlah dampak pada kendaraan dan barang bawaan tim. Salah satu kerusakan yang disebut terjadi adalah pecahnya kaca bus yang digunakan rombongan. Informasi tersebut menggambarkan adanya kerusakan pada bagian kendaraan setelah insiden, tetapi belum menjelaskan secara terperinci bagian kaca yang terdampak, penyebab pastinya, maupun tingkat kerusakan keseluruhan bus.

Selain kerusakan kendaraan, sejumlah koper milik pemain dan ofisial juga dilaporkan hilang. Laporan ini menyebut adanya barang bawaan yang tidak lagi ditemukan setelah kejadian. Namun, belum tersedia informasi rinci mengenai jumlah koper, isi barang yang berada di dalamnya, ataupun proses penelusuran terhadap barang-barang tersebut. Karena itu, keterangan mengenai kehilangan tersebut perlu dipahami sebagai laporan awal mengenai dampak insiden, bukan sebagai hasil pemeriksaan atau pendataan akhir.

Seorang ofisial tim turut dilaporkan mengalami luka lecet pada bagian pipi dan kepala. Keterangan tersebut menunjukkan adanya cedera fisik yang dilaporkan setelah penyerangan, tetapi tidak memuat penjelasan lebih lanjut mengenai proses pemeriksaan, tingkat luka, atau kondisi ofisial setelah kejadian. Identitas ofisial yang mengalami luka juga belum disebutkan dalam informasi yang tersedia. Rincian mengenai kerusakan bus, kehilangan koper, dan cedera tersebut masih menunggu verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait. Penyampaian informasi secara hati-hati diperlukan agar dampak yang diberitakan tetap sesuai dengan keterangan yang telah tersedia, tanpa menambahkan rincian yang belum dikonfirmasi.

Dugaan sementara mengenai insiden yang menimpa rombongan Persib U-18 mengarah pada kemungkinan keterlibatan oknum suporter. Dugaan itu muncul karena lokasi dan waktu kejadian disebut bertepatan dengan arus balik suporter setelah pertandingan tandang Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan awal dan belum dapat dipastikan sebagai keterangan resmi. Belum ada penjelasan final yang memastikan identitas pelaku, motif, maupun hubungan langsung insiden dan kelompok suporter tertentu.

Kesesuaian waktu serta jalur perjalanan menjadi dasar munculnya dugaan tersebut, tetapi faktor itu belum cukup untuk menetapkan pihak yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, publik diharapkan tidak terburu-buru menyebarkan tuduhan atau mengaitkan peristiwa dengan komunitas tertentu tanpa bukti yang sah. Kepolisian bersama otoritas berwenang masih melakukan verifikasi dan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap, termasuk memeriksa saksi, mengumpulkan rekaman, serta menelusuri pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi ketika kejadian berlangsung. Proses tersebut diperlukan agar fakta dapat dibedakan dari informasi yang belum terkonfirmasi.

Manajemen Persib Bandung mengecam seluruh bentuk kekerasan, terlebih tindakan yang dapat membahayakan pemain, ofisial, maupun masyarakat. Manajemen juga mengimbau semua pihak menahan diri, tidak memprovokasi, dan tidak melakukan aksi balasan yang berpotensi memperluas konflik. Sikap tenang dinilai penting agar penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan korban tambahan. Kepolisian serta otoritas terkait diharapkan menuntaskan penyelidikan secara transparan dan menindak tegas setiap pihak yang nantinya terbukti terlibat berdasarkan hukum dan bukti yang tersedia.

Baca juga: Rombongan Bapang Diserang OTK, Negara Didesak Pastikan Petugas Aman Bertugas | Prediksi Susunan Pemain Borneo FC vs Persija Jakarta: Rizky Ridho Pastikan Kesiapan Macan Kemayoran | Ada kemungkinan Libra hanya sedang mengalami fase emosional yang membuat cara pandangnya terhadap hubungan menjadi berbeda