Paus Biru vs Gajah Afrika, Mana Hewan Terberat di Dunia?

oleh -113 Dilihat
oleh
Paus Biru vs Gajah Afrika, Mana Hewan Terberat di Dunia?

Jakarta | Bobot hewan laut yang semula dinyatakan dalam ton metrik dikonversi ke pon dan dibulatkan ke kelipatan 10.000 pon terdekat.

Data lain dalam laporan menunjukkan Bobot maksimumnya mencapai 23.000 pon atau sekitar 10.400 kilogram atau 10,4 ton. Angka ini lebih dari dua kali lipat bobot maksimum gajah Asia dan gajah hutan Afrika, yang masing-masing tercatat sekitar 8.800 pon atau 4 ton. Badak juga mendominasi daftar tersebut dengan menempati empat dari 10 posisi teratas. Sementara itu, bison melengkapi daftar dengan bobot maksimum sekitar 1.984 pon atau 0, 9 ton. Berdasarkan data World Atlas, paus biru (blue whale) menjadi hewan terberat di dunia, dengan bobot maksimum yang dilaporkan mencapai 420.000 pon atau sekitar 190 ton.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Jakarta, Dari gajah Afrika hingga paus biru, sejumlah hewan di dunia memiliki bobot luar biasa besar. Jika dibandingkan, seberapa jauh perbedaan ukuran hewan terbesar yang hidup di darat dengan penghuni raksasa lautan? Visualisasi ini membandingkan bobot maksimum yang pernah dilaporkan untuk hewan-hewan terberat di darat dan laut, berdasarkan data dari Fact Animal dan World Atlas. Angka-angka tersebut merupakan perkiraan bobot maksimum yang dilaporkan, bukan bobot rata-rata hewan dewasa. Berdasarkan data Fact Animal, gajah semak Afrika (African bush elephant) menempati posisi teratas sebagai hewan darat terberat di dunia.

Meski memiliki tubuh raksasa, hewan darat harus menopang seluruh bobot tubuhnya melawan gravitasi. Ukuran tubuh juga memengaruhi cara mereka bergerak dan berpindah tempat, termasuk kemampuan sejumlah spesies menempuh jarak sangat jauh saat bermigrasi. Di lautan, ukuran hewan bisa jauh melampaui raksasa daratan. Posisi berikutnya ditempati paus sikat Pasifik Utara (North Pacific right whale), paus sirip (fin whale), dan paus kepala busur (bowhead whale). Ketiganya tercatat memiliki bobot maksimum sekitar 260.000 pon atau 118 ton. Lantas, mengapa paus bisa tumbuh jauh lebih berat dibandingkan hewan darat? Salah satu faktor utamanya adalah daya apung air. Air menopang sebagian besar bobot tubuh hewan laut sehingga memungkinkan mereka mencapai ukuran yang akan sulit dipertahankan jika hidup di daratan. Tubuh berukuran besar juga membantu mempertahankan panas di lingkungan air. Namun, penelitian dari Stanford menunjukkan bahwa kebutuhan energi untuk mempertahankan tubuh yang sangat besar turut membatasi seberapa jauh mamalia laut dapat tumbuh. Perlu dicatat, angka bobot maksimum tersebut merupakan perkiraan. Menimbang paus raksasa jauh lebih sulit dibandingkan menimbang hewan darat. Karena itu, sebagian angka berasal dari spesimen luar biasa besar atau hasil pengukuran tidak langsung. Bagaimana Paus Bisa Berevolusi Menjadi Raksasa? Meski kini hidup sepenuhnya di lautan, paus berasal dari nenek moyang mamalia yang dahulu berjalan di darat. Selama jutaan tahun, leluhur paus beradaptasi dengan kehidupan akuatik, mengembangkan tubuh yang lebih ramping, ekor yang kuat, serta berbagai karakteristik yang mendukung pergerakan di air. Proses evolusi tersebut pada akhirnya melahirkan paus biru, yang dikenal sebagai hewan terberat yang pernah hidup di Bumi. Perbedaan dengan mamalia darat modern sangat mencolok. Gajah tetap menjadi penguasa bobot di daratan, tetapi kondisi fisik lautan memungkinkan paus tumbuh hingga mencapai skala ukuran yang jauh berbeda.