Hingga proses evakuasi berlangsung, ratusan warga dilaporkan telah berhasil diselamatkan

oleh -73 Dilihat
oleh
Hingga proses evakuasi berlangsung, ratusan warga dilaporkan telah berhasil diselamatkan

Kota Padang | PADANG (CAKAPLAH) – Ratusan warga terdampak banjir di kawasan Lumin Park, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, berhasil dievakuasi tim gabungan pada Sabtu (10/10/2026). Hingga proses evakuasi berlangsung, ratusan warga dilaporkan telah berhasil diselamatkan. Solihin mengatakan, sekitar 200 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penyisiran, membantu evakuasi, serta menyelamatkan warga yang masih berada di kawasan terdampak banjir.

Keterangan yang tercatat menyebut Sebagian warga sudah kami amankan di musala setempat untuk mendapatkan penanganan selanjutnya," kata Solihin.

Data lain dalam laporan menunjukkan Kita mengerahkan sekitar 200 personel yang terdiri dari unsur paling banyak Brimob, kemudian TNI, SAR, Polres, serta BPBD. Unsur-unsur ini disiagakan untuk membantu evakuasi warga, khususnya di daerah-daerah aliran sungai yang meluap," ujar Brigjen Pol Solihin di lokasi, Sabtu (10/10/2026). Sudah ada kisaran ratusan orang lebih yang dievakuasi, terutama anak-anak, bayi, dan orang tua.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Evakuasi dilakukan menyusul meluapnya aliran sungai yang menyebabkan sejumlah kawasan permukiman terendam banjir. Tim gabungan yang diterjunkan terdiri atas personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kantor SAR Padang, serta relawan dan masyarakat setempat. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Wakapolda Sumbar) Brigjen Pol. Personel gabungan terus melakukan pemantauan dan penyisiran untuk memastikan warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Petugas memprioritaskan kelompok rentan, seperti anak-anak, bayi, lansia, serta warga yang membutuhkan bantuan untuk keluar dari rumah dan kawasan yang terendam banjir.

Upaya penyelamatan difokuskan pada wilayah yang terdampak cukup parah, terutama Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah. Menurut Solihin, terdapat dua titik terdampak banjir yang menjadi perhatian petugas, dengan kondisi cukup parah berada di Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah. Hingga Sabtu (10/10/2026) malam, penanganan banjir di wilayah Kuranji dan Koto Tangah masih menjadi fokus tim gabungan. Solihin menyebutkan, sebagian warga yang telah dievakuasi sementara ditempatkan di musala setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus air dan keselamatan warga. Petugas gabungan berupaya menjangkau permukiman terdampak, termasuk lokasi yang sulit diakses akibat genangan dan derasnya aliran air. Pantauan di lokasi menunjukkan petugas menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga dari kawasan yang terendam banjir. Perahu tersebut digunakan untuk membantu warga menuju titik yang lebih aman. Selain menggunakan perahu karet, petugas juga memasang tali pengaman pada sejumlah pohon dan tiang listrik sebagai jalur evakuasi. Tali tersebut membantu warga dan petugas menjaga keseimbangan saat melintasi area yang dialiri arus air. Penggunaan peralatan evakuasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko warga terseret arus, terutama di titik dengan genangan cukup dalam atau aliran air yang deras. Koordinasi aparat keamanan, petugas kebencanaan, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat turut membantu kelancaran proses penyelamatan. Menyikapi potensi banjir susulan, Solihin mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak agar tidak bertahan di rumah untuk sementara waktu. Warga diminta segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko apabila debit air kembali meningkat. Kami menyarankan warga untuk mengungsi dulu mulai malam ini, jangan menempati rumah sementara waktu karena kita mengantisipasi adanya air susulan. Soal keamanan pemukiman yang ditinggalkan, pihak kepolisian menjamin akan mengamankan kawasan tersebut selama warga berada di pengungsian," tambahnya. Pihak kepolisian memastikan pengamanan permukiman yang ditinggalkan warga menjadi perhatian selama proses pengungsian berlangsung. Langkah tersebut diharapkan memberikan rasa aman kepada masyarakat sehingga mereka dapat memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga. Petugas terus berupaya memastikan keselamatan warga, terutama kelompok rentan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan bertambahnya dampak akibat luapan air susulan.