KNEKS Perluas Sinergi Kampus untuk Menyiapkan Talenta Ekonomi Syariah

oleh -384 Dilihat
oleh
KNEKS Perluas Sinergi Kampus untuk Menyiapkan Talenta Ekonomi Syariah

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) memperkuat sinergi dengan kalangan perguruan tinggi melalui kerja sama bersama Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI) dan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS). Langkah ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan talenta yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam rapat program pengembangan talenta ekonomi dan keuangan syariah terintegrasi. Pertemuan berlangsung di kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 6 Oktober. Forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan agenda pengembangan sumber daya manusia pemerintah, asosiasi fakultas, dan institusi pendidikan tinggi.

Melalui kemitraan dengan AFEBI dan AFEBIS, KNEKS mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan sektor ekonomi syariah. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memahami teori ekonomi dan bisnis, tetapi juga mampu menerapkan prinsip syariah dalam praktik profesional, kebijakan, serta pengembangan usaha.

Kerja sama ini juga membuka peluang untuk memperkuat penyelarasan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, pengembangan riset, dan perluasan pengalaman praktis bagi mahasiswa. Keterhubungan dunia akademik, pemerintah, dan pelaku industri dinilai penting agar kompetensi lulusan sesuai dengan dinamika sektor keuangan syariah, termasuk perbankan, pasar modal, industri halal, dan lembaga keuangan nonbank.

Dengan sinergi yang lebih terarah, program pengembangan talenta diharapkan dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda memperkuat fondasi ekonomi syariah nasional melalui ketersediaan sumber daya manusia yang profesional, inovatif, berintegritas, serta mampu berkontribusi pada peningkatan daya saing Indonesia.

Rapat yang dibahas KNEKS mengarahkan perhatian pada pentingnya menyelaraskan pengembangan talenta ekonomi dan keuangan syariah secara menyeluruh. Arah ini menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan ekosistem syariah. Pengembangan talenta tidak dipandang sebagai upaya yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai proses yang perlu memiliki keterhubungan pengetahuan, kemampuan, pengalaman, dan nilai kepemimpinan.

Dalam kerangka tersebut, kompetensi akademik tetap menjadi landasan penting. Pemahaman terhadap prinsip, konsep, dan praktik ekonomi serta keuangan syariah diperlukan agar talenta memiliki dasar keilmuan yang kuat. Namun, KNEKS menekankan bahwa penguasaan pengetahuan saja belum cukup untuk menjawab kebutuhan perkembangan sektor yang semakin dinamis. Talenta juga perlu memiliki keterampilan yang memungkinkan mereka menerapkan pengetahuan secara tepat, bertanggung jawab, dan relevan dengan persoalan yang dihadapi.

Pengembangan yang terintegrasi juga mencakup pengalaman praktis. Melalui pengalaman tersebut, pemahaman akademik dapat dihubungkan dengan situasi nyata, sehingga talenta mampu melihat hubungan teori, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan pekerjaan. Aspek ini penting untuk membentuk kesiapan yang lebih utuh, bukan hanya kemampuan memahami materi, tetapi juga kecakapan dalam menggunakan pengetahuan untuk menghasilkan penyelesaian yang sesuai dengan konteks ekonomi dan keuangan syariah.

Selain itu, arah program memberikan perhatian pada kepemimpinan dan kemampuan berkolaborasi. Talenta di bidang ini perlu mampu mengambil peran, membangun komunikasi, serta bekerja bersama pihak lain dalam mencapai tujuan yang selaras. Karena itu, pengembangan kepemimpinan dan kolaborasi diposisikan sebagai bagian dari kompetensi yang melengkapi keahlian akademik dan keterampilan teknis. Pendekatan KNEKS tersebut menunjukkan bahwa penyiapan talenta ekonomi syariah diarahkan untuk membangun kapasitas yang menyeluruh, berimbang, dan mampu mendukung kesinambungan pengembangan sektor.

Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) sekaligus Dekan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Aurik Gustomo, memandang perguruan tinggi memiliki kontribusi penting dalam menyiapkan talenta ekonomi dan keuangan syariah. Peran tersebut tidak terbatas pada penyelenggaraan pendidikan di ruang kelas, tetapi juga mencakup pengembangan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kapasitas akademik yang dimiliki, kampus dapat membantu memperkuat pemahaman mengenai prinsip, praktik, serta peluang pengembangan ekonomi syariah.

Untuk menjalankan peran itu secara berkelanjutan, perguruan tinggi perlu terus memperkuat kegiatan riset. Penelitian yang dilakukan secara terarah dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan kebijakan, model bisnis, serta inovasi di sektor ekonomi dan keuangan syariah. Riset juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi sektor tersebut sekaligus mendorong lahirnya solusi berbasis data dan pengetahuan. Dengan demikian, proses pendidikan dapat terhubung lebih erat dengan dinamika serta kebutuhan nyata di lapangan.

Penguatan kontribusi kampus juga memerlukan kolaborasi yang konsisten. Asosiasi fakultas dan perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari jejaring yang mempertemukan akademisi dengan pemangku kepentingan lain, termasuk pelaku industri dan lembaga terkait. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pengembangan program, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan tenaga pengajar. Dalam konteks ini, sinergi antarkampus turut penting agar pengembangan talenta tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan dibangun melalui agenda bersama yang selaras dengan kebutuhan ekonomi syariah.

Melalui riset dan kolaborasi, perguruan tinggi dapat memperkuat ekosistem pembelajaran sekaligus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia. Kontribusi tersebut mendukung terciptanya talenta yang memiliki dasar akademik, kemampuan analitis, dan pemahaman terhadap karakteristik ekonomi serta keuangan syariah. Peran AFEBI dan institusi pendidikan menjadi penting untuk menjaga kesinambungan upaya tersebut, sehingga kampus tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga mitra strategis dalam membangun kapasitas sektor syariah.

KNEKS mendorong penguatan talent branding lulusan ekonomi dan keuangan syariah agar lebih dikenal oleh industri. Upaya ini penting karena lulusan tidak hanya perlu memiliki kompetensi akademik, tetapi juga harus mampu memperlihatkan kapasitas, keterampilan, dan kesiapan kerja yang relevan dengan kebutuhan sektor ekonomi dan keuangan syariah. Pengenalan yang lebih baik terhadap profil lulusan diharapkan dapat membantu industri memahami kontribusi yang dapat diberikan oleh talenta ekonomi syariah di berbagai bidang pekerjaan.

Dorongan tersebut sejalan dengan temuan sejumlah kajian yang dilakukan KNEKS bersama berbagai asosiasi, termasuk Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). Kajian-kajian itu menunjukkan bahwa pemahaman industri terhadap kompetensi dan profil lulusan ekonomi syariah masih perlu ditingkatkan. Sebagian pelaku industri belum memperoleh gambaran yang memadai mengenai kemampuan lulusan, bidang keahlian yang dikuasai, serta peran yang dapat mereka jalankan dalam organisasi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang lebih terarah perguruan tinggi dan dunia kerja, termasuk melalui penyampaian informasi mengenai kurikulum, capaian pembelajaran, serta keterampilan lulusan.

Penguatan keterhubungan tersebut membutuhkan sinergi perguruan tinggi, praktisi, asosiasi, kementerian atau lembaga, dan industri. Kolaborasi lintas pihak diperlukan untuk memetakan kebutuhan sumber daya manusia secara lebih akurat, baik dari sisi jumlah maupun jenis kompetensi yang dibutuhkan. Pada saat yang sama, hasil pemetaan dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi untuk memperjelas dan menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, profil lulusan ekonomi dan keuangan syariah dapat dikomunikasikan secara lebih konsisten, sementara industri memiliki pemahaman yang lebih jelas dalam mengenali serta menyerap talenta yang sesuai.