Bobby Nasution Tegaskan Komitmen Bertahan di Partai Gerindra

oleh -1006 Dilihat
oleh
Bobby Nasution Tegaskan Komitmen Bertahan di Partai Gerindra

KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan komitmennya untuk tetap berada di Partai Gerindra dan tidak kembali berpindah partai. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Bobby berbicara di podium dalam acara pendidikan dan pelatihan (diklat) Laskar Partai Gerindra Sumatera Utara di Sibolangit, Deli Serdang, Sabtu, 3 Oktober. Di hadapan para peserta, ia menyampaikan bahwa pilihannya untuk bertahan di Gerindra merupakan sikap yang ingin dijaga dalam perjalanan politiknya.

Bobby juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya merasa lebih tepat berada di barisan peserta diklat. Ia menyebut statusnya masih sebagai kader baru Gerindra sehingga belum merasa berbeda dari peserta lain yang mengikuti kegiatan tersebut. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa Bobby ingin menempatkan dirinya sebagai bagian dari proses penguatan organisasi, bukan hanya sebagai pejabat yang hadir dalam forum partai.

Penegasan tersebut menjadi bagian penting dari sikap Bobby di tengah perjalanan politiknya. Dengan menyatakan tidak ingin kembali berpindah partai, ia menyampaikan pesan bahwa Partai Gerindra menjadi tempat yang dipilih untuk melanjutkan pengabdian politik. Kehadirannya dalam kegiatan diklat Laskar Partai Gerindra Sumatera Utara juga memperlihatkan upaya membangun hubungan langsung dengan kader di daerah.

Forum di Sibolangit itu tidak hanya menjadi ruang bagi peserta untuk menerima pendidikan dan pelatihan, tetapi juga kesempatan bagi pimpinan daerah menyampaikan sikap politik secara terbuka. Melalui pernyataannya, Bobby menegaskan keinginannya untuk tetap bersama Gerindra sekaligus mengingatkan bahwa dirinya masih berada dalam tahap awal sebagai kader partai.

Sebelum bergabung dengan Partai Gerindra, Bobby Nasution dikenal sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Melalui partai tersebut, ia mengikuti kontestasi politik dan berhasil memenangkan kursi Wali Kota Medan. Kemenangan itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan politiknya, sekaligus menempatkan Bobby sebagai figur yang memperoleh dukungan elektoral dalam pemerintahan daerah. Kiprahnya di Medan kemudian menjadi bagian penting dari rekam jejak politik Bobby sebelum menentukan pilihan untuk bergabung dengan partai lain.

Perjalanan tersebut juga tidak dapat dipisahkan dari hubungan keluarga politik Bobby. Ia merupakan menantu Joko Widodo, Presiden ketujuh Republik Indonesia. Bobby juga memiliki hubungan keluarga dengan Gibran Rakabuming Raka, yang kemudian menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Sebelum perkembangan politik berikutnya, Joko Widodo dan Gibran sama-sama dikenal sebagai kader PDIP. Latar belakang keluarga itu membuat posisi Bobby kerap dipandang memiliki keterkaitan dengan dinamika politik nasional, terutama karena ketiganya pernah berada dalam lingkungan partai yang sama.

Dalam penjelasannya, Bobby menyebut dirinya diberhentikan dari PDIP karena sikap politik yang berkaitan dengan Pilkada dan Pilpres 2024. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perbedaan pilihan politik Bobby dan partai yang sebelumnya menjadi kendaraan politiknya. Perbedaan itu terlihat dalam Pilpres 2024, ketika Bobby memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Pada saat yang sama, PDIP mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Perubahan dukungan tersebut menjadi latar belakang penting bagi langkah Bobby berikutnya. Setelah tidak lagi berada di PDIP, ia bergabung dengan Partai Gerindra dan menyatakan komitmennya untuk bertahan di partai tersebut. Dengan demikian, perjalanan Bobby mencakup fase sebagai kader PDIP, kemenangan dalam pemilihan Wali Kota Medan, perbedaan sikap politik pada momentum Pemilu 2024, hingga kepindahannya ke Gerindra. Rangkaian itu memperlihatkan perubahan posisi politik Bobby dalam peta partai nasional tanpa menghapus rekam jejaknya sebagai kepala daerah yang sebelumnya memenangkan pemilihan melalui PDIP.

Perpindahan Bobby Nasution ke Partai Gerindra tidak berlangsung tanpa kegelisahan. Perubahan kendaraan politik dapat membawa ketidakpastian, terutama karena seseorang perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, membangun kembali hubungan, serta memastikan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arah perjuangan yang ingin ditempuh. Dalam situasi itu, Bobby mengakui bahwa dirinya sempat merasa gelisah ketika memutuskan berpindah ke Gerindra.

Perasaan tersebut kemudian berubah setelah Gerindra menerimanya secara terbuka. Sikap penerimaan itu membuat Bobby memperoleh ruang untuk beradaptasi sekaligus menjalankan peran politiknya dengan lebih tenang. Keterbukaan partai dinilai memberi keyakinan bahwa kehadirannya tidak sekadar dipandang sebagai perpindahan individu, melainkan sebagai bagian dari proses bersama untuk melanjutkan pengabdian dan perjuangan politik.

Bobby menilai Gerindra merupakan tempat yang tepat untuk meneruskan perjalanan politiknya. Ia melihat partai tersebut sebagai rumah yang pantas untuk memperjuangkan cita-cita bangsa Indonesia. Penilaian itu menunjukkan bahwa keberadaan di Gerindra baginya tidak hanya berkaitan dengan pilihan organisasi, tetapi juga dengan kesesuaian nilai, ruang pengabdian, serta komitmen untuk mengambil bagian dalam agenda kebangsaan.

Atas dasar pengalaman tersebut, Bobby menegaskan bahwa perpindahan ke Gerindra diharapkan menjadi pengalaman terakhirnya dalam berpindah partai. Pernyataan itu mencerminkan keinginannya untuk tetap berada di Gerindra dan membangun perjalanan politiknya dari dalam partai tersebut. Dengan demikian, komitmen bertahan yang disampaikannya menjadi penegasan bahwa Gerindra telah memberikan ketenangan sekaligus tempat untuk melanjutkan cita-cita politiknya. Ia ingin menjadikan partai itu sebagai rumah perjuangan, bukan sekadar persinggahan dalam perjalanan politik.

Bobby Nasution mengarahkan seluruh kader Partai Gerindra di Sumatera Utara untuk terus menjaga kerja politik dan memperkuat konsolidasi organisasi. Menurutnya, keberadaan partai di tengah masyarakat tidak cukup hanya dibangun melalui kegiatan menjelang pemilu, tetapi harus dirawat secara berkelanjutan melalui komunikasi, pelayanan, serta kehadiran kader di berbagai lapisan. Setiap kader diminta menjalankan tanggung jawab politik dengan serius agar hubungan partai dengan masyarakat semakin kuat.

Ia mengingatkan bahwa Gerindra menjadi besar melalui proses yang panjang dan perjuangan banyak kader. Perkembangan partai, kata Bobby, bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan konsistensi dalam menghadapi berbagai dinamika politik. Karena itu, kader di Sumatera Utara diajak mengambil bagian dalam upaya membesarkan partai, setidaknya dengan memperkuat basis organisasi dan dukungan masyarakat di wilayah tersebut.

Selain memperkuat internal partai, Bobby meminta kader ikut mengawal serta menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto. Kader diharapkan tidak hanya memahami kebijakan pemerintah, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat. Penyampaian tersebut perlu menjangkau kelompok masyarakat hingga tingkat bawah, sehingga berbagai program pemerintah dapat diketahui, diakses, dan dirasakan manfaatnya secara lebih luas.

Untuk mendukung koordinasi, Bobby mengusulkan agar konsolidasi kepala daerah yang menjadi kader Gerindra diperkuat melalui pertemuan rutin. Pertemuan itu, setidaknya, dapat dilaksanakan satu kali dalam sebulan untuk membahas perkembangan program dan berbagai tantangan di daerah. Forum berkala tersebut juga dinilai penting untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dengan pelaksanaan di daerah, sekaligus memastikan agenda pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.