Luapan Sungai Rendam 12 Desa di Aceh Barat, Infrastruktur Terdampak

oleh -113 Dilihat
Luapan Sungai Rendam 12 Desa di Aceh Barat, Infrastruktur Terdampak

Kabupaten Aceh Barat | Banjir merendam 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, sejak Sabtu (31/10). Genangan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan sungai meluap. Di sejumlah lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai puluhan sentimeter. Peristiwa ini membuat banjir meluas ke beberapa desa dalam tiga kecamatan, meski informasi yang tersedia belum merinci nama seluruh wilayah terdampak maupun tinggi genangan di setiap desa.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Dharmawan, menerangkan bahwa curah hujan tinggi menjadi penyebab luapan sungai. Air sungai yang melampaui kapasitasnya kemudian mengalir ke kawasan permukiman dan merendam desa-desa di sekitarnya. Keterangan tersebut menjelaskan hubungan hujan deras dan banjir yang terjadi, tanpa menyebutkan faktor lain sebagai pemicu. BPBD mencatat terdapat 12 desa yang terdampak di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Barat.

Ketinggian air yang mencapai puluhan sentimeter di sejumlah wilayah menunjukkan bahwa genangan tidak sama di setiap lokasi. Namun, angka khusus untuk masing-masing desa tidak disebutkan dalam informasi yang disampaikan. Karena itu, gambaran yang dapat dipastikan adalah banjir telah merendam belasan desa, sementara tinggi air di beberapa bagian mencapai puluhan sentimeter. Data tersebut menjadi gambaran awal mengenai luapan sungai yang terjadi setelah hujan deras di wilayah Aceh Barat.

Peristiwa banjir ini berawal pada Sabtu (31/10), ketika kondisi hujan deras mendorong sungai meluap. Genangan kemudian tercatat di 12 desa pada tiga kecamatan. Dharmawan menyampaikan bahwa hujan deras dan luapan sungai merupakan penyebab kejadian tersebut. Informasi itu menegaskan bahwa banjir melibatkan beberapa wilayah sekaligus, tetapi tidak memberikan rincian tambahan mengenai perkembangan air dari waktu ke waktu. Dengan demikian, inti kejadian yang telah diketahui mencakup waktu mulai terjadinya banjir, jumlah desa dan kecamatan terdampak, serta ketinggian genangan di sejumlah lokasi.Luapan sungai berdampak pada tujuh desa di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Desa yang terdampak meliputi Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, Canggai, dan Sikundo. Banjir yang melanda kawasan tersebut menjadi perhatian karena arus sungai masih terpantau deras hingga Minggu siang. Kondisi aliran itu menunjukkan bahwa air belum sepenuhnya surut dan situasi di sekitar sungai masih perlu dicermati.

Dampak kerusakan yang dilaporkan secara khusus terjadi di Desa Sikundo. Arus banjir yang deras mengikis badan jalan di desa tersebut. Pengikisan ini menimbulkan kerusakan pada bagian jalan yang terdampak, sehingga kondisi infrastruktur itu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan setelah luapan sungai. Informasi yang tersedia tidak merinci panjang jalan yang terkikis maupun tingkat kerusakannya.

Selain badan jalan, pagar sekolah di Sikundo juga dilaporkan rusak akibat banjir. Kerusakan pada pagar tersebut menjadi dampak lain yang tercatat di desa itu. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai bagian pagar yang mengalami kerusakan atau kondisi bangunan sekolah secara keseluruhan. Karena itu, dampak yang dapat dipastikan dari laporan ini terbatas pada pagar sekolah dan badan jalan yang terkikis oleh arus.

Adapun untuk Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, dan Canggai, wilayah-wilayah tersebut disebut sebagai desa yang terdampak banjir, tetapi tidak ada rincian kerusakan spesifik yang disampaikan. Pembedaan ini penting agar informasi mengenai dampak tidak melampaui keterangan yang tersedia. Hingga Minggu siang, arus sungai di wilayah Pante Ceureumen masih terpantau deras. Perkembangan kondisi aliran dan pemeriksaan terhadap infrastruktur terdampak menjadi hal yang relevan untuk terus dipantau, terutama di Sikundo, tempat kerusakan jalan dan pagar sekolah telah dilaporkan.

Dampak luapan sungai di Aceh Barat tidak hanya tercatat di wilayah yang telah disebutkan sebelumnya. Banjir juga menjangkau Kecamatan Sungai Mas dan Kecamatan Woyla Barat, dengan desa terdampak serta kondisi genangan yang dilaporkan berbeda. Di Sungai Mas, air merendam empat desa, yakni Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong. Sementara itu, di Woyla Barat, genangan dilaporkan terjadi di Desa Napai dan air disebut naik tajam hingga mulai memasuki rumah-rumah warga.

Di Kecamatan Sungai Mas, laporan menyebut Tungkop, Kajeung, Lancong, serta Geudong sebagai wilayah yang terendam. Keempat desa tersebut perlu dibedakan dari Napai, yang berada di kecamatan lain. Informasi yang tersedia menyatakan adanya rendaman di desa-desa Sungai Mas, tetapi tidak merinci ketinggian air maupun dampak khusus terhadap rumah warga di masing-masing lokasi. Karena itu, kondisi di Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong dapat disampaikan sebatas wilayah yang terdampak genangan.

Kondisi di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, memiliki keterangan tersendiri. Air dilaporkan meningkat tajam dan mulai memasuki rumah-rumah warga. Penyebutan ini menunjukkan bahwa genangan di Napai telah mencapai area permukiman, tanpa menyamakan laporan tersebut dengan rincian dampak yang disampaikan untuk desa-desa di Sungai Mas. Laporan itu tidak memberikan angka ketinggian air, jumlah rumah yang dimasuki, ataupun jumlah warga yang terdampak.

Dengan demikian, cakupan banjir di dua kecamatan ini mencakup empat desa di Sungai Mas dan satu desa di Woyla Barat. Pembedaan lokasi penting agar informasi mengenai dampak tidak tercampur: Sungai Mas dilaporkan mengalami rendaman di Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong, sedangkan di Napai air naik tajam hingga mulai masuk ke rumah warga. Rincian tersebut menggambarkan persebaran genangan berdasarkan keterangan yang tersedia, tanpa menambahkan perkiraan mengenai kondisi atau dampak lain yang belum dilaporkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mengerahkan tim gabungan untuk menangani dampak banjir yang merendam sejumlah desa. Pengerahan dilakukan setelah luapan sungai mengakibatkan genangan dan berdampak pada infrastruktur serta rumah warga. Tim tersebut disiagakan untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak dan membantu memastikan perkembangan situasi dapat dipantau. Kondisi di lapangan masih perlu dicermati karena debit sungai dilaporkan tetap tinggi, sementara air berpotensi kembali naik apabila hujan terjadi.

Dharmawan menjelaskan, banjir bermula setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (31/10). Curah hujan menyebabkan Krueng Meureubo di Kecamatan Pante Ceureumen dan Krueng Woyla di Kecamatan Sungai Mas meluap. Air dari kedua sungai kemudian menggenangi kawasan di sekitarnya dan menjangkau permukiman serta sejumlah fasilitas. Luapan itu menjadi pemicu genangan yang meluas hingga berdampak terhadap 12 desa di Aceh Barat, sebagaimana dilaporkan dalam kejadian tersebut.

BPBD mengingatkan warga agar tidak menganggap genangan yang mulai surut sebagai tanda bahwa ancaman telah berakhir. Debit sungai yang masih tinggi dapat memicu kenaikan permukaan air kembali, terutama jika hujan deras turun di kawasan hulu maupun sekitar permukiman. Sejumlah rumah telah terdampak, sehingga warga perlu memperhatikan perubahan kondisi di lingkungan masing-masing. Pemantauan berkala terhadap sungai dan area sekitar rumah dapat membantu warga mengenali tanda-tanda kenaikan air lebih awal.

Imbauan kewaspadaan terutama ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Warga diminta terus memantau kondisi aliran sungai, memperhatikan perubahan debit dan ketinggian air, serta mengantisipasi kemungkinan air kembali naik. Jika situasi berubah, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan diri dan keluarga serta mengikuti arahan petugas di lapangan. BPBD juga meminta warga tetap siaga mengingat debit sungai belum sepenuhnya turun dan rumah-rumah di sejumlah lokasi sudah terdampak. Kesiapsiagaan diperlukan sampai kondisi sungai dinilai lebih aman.

Baca juga: Dalam Waktu Sepekan, Kodim Bojonegoro Salurkan 800 Ribu Liter Air Bersih ke Warga di 34 Desa Terdampak Kekeringan | Satgas Karhutla TNI Kawal Penyaluran Bantuan Korporasi untuk Desa Terdampak di Melawi | TNI Salurkan 368.000 Liter Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kalbar