Kinerja MR.D.I.Y. Indonesia Menguat, Pendapatan Sembilan Bulan Naik 24,5 Persen

oleh -83 Dilihat
oleh
Kinerja MR.D.I.Y. Indonesia Menguat, Pendapatan Sembilan Bulan Naik 24,5 Persen

Jakarta | PT Daya Intiguna Yasa Tbk, yang beroperasi dengan nama MR.D.I.Y. Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp7,2 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Nilai tersebut meningkat 24,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan pendapatan perusahaan sepanjang periode yang dilaporkan, sekaligus menjadi bagian utama dari kinerja keuangan MR.D.I.Y. Indonesia pada 2026.

Selain pendapatan, perusahaan mencatat laba kotor Rp3.686,2 miliar. Angka laba kotor tersebut tumbuh 15,1 persen secara tahunan. Dengan demikian, pertumbuhan laba kotor tercatat lebih rendah daripada kenaikan pendapatan dalam periode sembilan bulan tersebut. Perbedaan laju pertumbuhan ini disampaikan sebagai gambaran hasil keuangan, tanpa mengaitkannya dengan faktor tertentu yang tidak tercantum dalam data.

Laba bersih MR.D.I.Y. Indonesia mencapai Rp894,3 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026, atau meningkat 12,9 persen secara tahunan. Persentase kenaikan laba kotor dan laba bersih pada periode ini merupakan perbandingan dengan periode yang sama setahun sebelumnya. Penyajian basis tahunan tersebut memberi konteks terhadap angka pertumbuhan yang dilaporkan, tanpa mengubah nilai nominal yang dicapai perusahaan.

Secara keseluruhan, laporan sembilan bulan pertama 2026 memuat tiga capaian utama: pendapatan Rp7,2 triliun dengan kenaikan 24,5 persen, laba kotor Rp3.686,2 miliar yang tumbuh 15,1 persen, serta laba bersih Rp894,3 miliar dengan pertumbuhan 12,9 persen secara tahunan. Angka-angka tersebut merangkum perkembangan pendapatan dan laba MR.D.I.Y. Indonesia sepanjang periode tersebut. Data ini menunjukkan bahwa seluruh ukuran yang disebutkan berada pada posisi tumbuh dibandingkan basis perbandingan tahunannya, meski besaran pertumbuhan masing-masing berbeda. Informasi yang tersedia tidak memerinci penyebab perubahan maupun rincian kinerja untuk bagian lain dari tahun berjalan.

Presiden Direktur MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, berpandangan bahwa pola belanja konsumen terus berubah karena masyarakat semakin selektif dalam membelanjakan uang. Mereka mempertimbangkan kebutuhan secara cermat dan cenderung mencari pilihan yang sesuai dengan anggaran. Dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, kedekatan lokasi toko dengan pusat aktivitas sehari-hari menjadi pertimbangan penting. Toko yang mudah dijangkau dapat membantu konsumen memperoleh barang kebutuhan rumah tanpa harus mengubah banyak rencana perjalanan. Pandangan ini menggambarkan pentingnya kehadiran ritel yang relevan dengan rutinitas keluarga dan dapat menjangkau kebutuhan praktis mereka.

Sejalan dengan kondisi tersebut, jumlah transaksi pelanggan MR.D.I.Y. meningkat 23,3 persen pada periode sembilan bulan yang sama. Kenaikan ini menunjukkan bertambahnya aktivitas belanja pelanggan di jaringan toko perusahaan. Pertumbuhan transaksi berlangsung bersamaan dengan penambahan toko di berbagai wilayah baru, sehingga kehadiran perusahaan semakin tersebar. Pembukaan gerai di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau memperluas akses konsumen terhadap pilihan barang kebutuhan rumah tangga. Bagi pelanggan, keberadaan toko yang dekat dengan lokasi beraktivitas dapat menjadi bagian dari pertimbangan ketika memilih tempat berbelanja. Perkembangan jumlah transaksi dan perluasan jaringan tersebut menjadi gambaran perubahan jangkauan layanan perusahaan.

Perusahaan mengaitkan pertumbuhan itu dengan kepercayaan keluarga yang menjadikan MR.D.I.Y. sebagai pilihan ritel untuk memenuhi kebutuhan rumah. Kepercayaan tersebut tercermin dalam transaksi pelanggan yang meningkat, sementara toko-toko baru memperluas kesempatan bagi lebih banyak keluarga untuk mengakses produk perusahaan. Pernyataan Edwin Cheah mengenai konsumen yang semakin selektif juga menempatkan kedekatan toko sebagai aspek penting dalam pengalaman belanja sehari-hari. Dengan hadir di berbagai wilayah, perusahaan berupaya berada dekat dengan pusat kegiatan masyarakat dan kebutuhan rumah tangga. Hubungan pilihan konsumen, transaksi, dan perluasan lokasi toko menunjukkan bagaimana jaringan ritel berkembang seiring kebutuhan pelanggan untuk berbelanja secara praktis.

Misi MR.D.I.Y. Indonesia adalah mendekatkan toko kepada pelanggan sekaligus menyediakan pilihan produk yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari dan ditawarkan dengan harga terjangkau. Dengan memperluas jangkauan gerai, perusahaan berupaya membuat pelanggan lebih mudah menemukan kebutuhan rumah tangga tanpa harus menempuh perjalanan jauh atau mengunjungi banyak toko. Pendekatan ini didukung oleh ragam barang yang luas, sehingga pengalaman berbelanja dapat terasa praktis dan efisien bagi keluarga maupun pelanggan lainnya.

Setiap toko menawarkan lebih dari 18.000 jenis barang yang terbagi dalam 10 kategori. Pilihannya mencakup perlengkapan rumah, peralatan listrik, perkakas, alat tulis, serta berbagai kebutuhan lain untuk penggunaan harian. Keragaman tersebut memungkinkan pelanggan memenuhi beberapa keperluan dalam satu kunjungan, mulai dari mencari perlengkapan penyimpanan hingga membeli alat sederhana untuk perbaikan rumah. Dengan menyediakan produk yang dekat dengan kebutuhan konsumen, gerai dapat melayani beragam segmen pelanggan dan mendorong kunjungan berulang.

Skala pilihan produk perlu ditopang oleh sistem pasokan yang mampu menjaga ketersediaan barang di seluruh jaringan toko. MR.D.I.Y. mengandalkan pusat distribusi dan sistem logistik terintegrasi untuk mengatur aliran produk dari pemasok menuju gerai. Pemantauan inventaris otomatis membantu perusahaan melihat kondisi stok, mengenali kebutuhan pengisian ulang, serta merespons perubahan permintaan. Proses pengadaan yang terkoordinasi juga mendukung perencanaan volume dan distribusi, sehingga barang dapat dialokasikan secara lebih konsisten sesuai kebutuhan tiap lokasi.

Hubungan jangka panjang dengan pemasok menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan. Kemitraan yang terpelihara membantu perusahaan merencanakan pengadaan, mengelola ketersediaan barang, dan membangun koordinasi yang lebih baik ketika permintaan berubah. Jika dikombinasikan dengan jaringan toko dan pusat distribusi, proses tersebut turut mendukung skala ekonomi dalam pembelian serta operasional. Efisiensi pada rantai pasok memberi ruang bagi perusahaan untuk mempertahankan proposisi harga yang terjangkau, tanpa mengabaikan luasnya pilihan produk dan kemudahan pelanggan memperoleh barang yang dibutuhkan.

Direktur sekaligus Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menyampaikan bahwa perusahaan terus mengelola biaya secara disiplin di tengah pertumbuhan bisnis. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan peningkatan kegiatan usaha dan penggunaan sumber daya. Dengan pengendalian biaya yang terukur, perusahaan dapat merespons kebutuhan operasional tanpa mengabaikan prioritas jangka panjang. Disiplin tersebut juga membantu memastikan bahwa keputusan bisnis tetap selaras dengan kondisi perusahaan, saat jaringan toko dan pendapatan terus berkembang. Bagi MR.D.I.Y. Indonesia, pertumbuhan tidak hanya tercermin dari bertambahnya skala usaha, tetapi juga dari kemampuan menjalankan operasional secara cermat dan konsisten.

Pengelolaan biaya tersebut berkaitan erat dengan komitmen perusahaan untuk mempertahankan nilai hemat, lengkap, dan dekat bagi pelanggan. Nilai hemat berarti pelanggan tetap dapat menemukan produk dengan harga yang terjangkau, sementara pilihan yang lengkap mendukung kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Kedekatan diwujudkan melalui kehadiran toko yang menjangkau lebih banyak komunitas. Karena itu, efisiensi perlu dijalankan dengan tetap memperhatikan pengalaman belanja dan ketersediaan produk. Perusahaan berupaya menjaga agar pengendalian pengeluaran tidak mengurangi hal-hal yang menjadi alasan pelanggan memilih toko MR.D.I.Y. Dengan demikian, disiplin biaya menjadi landasan untuk menjaga proposisi nilai sekaligus mendukung pelayanan yang konsisten.

Di saat yang sama, perusahaan tetap melanjutkan investasi untuk memperluas jangkauan toko. Ekspansi jaringan memungkinkan lebih banyak pelanggan mengakses beragam kebutuhan secara praktis dan dekat dengan tempat tinggal mereka. Keputusan investasi tersebut ditempuh bersama pengelolaan keuangan yang hati-hati, sehingga perluasan usaha berjalan seiring dengan perhatian pada kondisi neraca.