Bentrok di Malioboro Sebabkan 116 Orang Luka, 13 Masih Dirawat

oleh -83 Dilihat
oleh
Bentrok di Malioboro Sebabkan 116 Orang Luka, 13 Masih Dirawat

Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo | Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut 116 orang mengalami luka setelah bentrok atau kericuhan yang terjadi seusai demonstrasi di kawasan Malioboro dan di depan Gedung DPRD DIY pada Rabu (28/10) malam. Angka tersebut mencakup warga sipil serta aparat atau petugas yang terdampak dalam peristiwa itu. Data korban meliputi orang yang harus menjalani perawatan di rumah sakit dan mereka yang cukup memperoleh penanganan medis tanpa rawat inap.

Dari keseluruhan korban, sebanyak 13 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Sementara itu, korban lainnya telah mendapatkan pengobatan dan menjalani rawat jalan. Perbedaan jenis perawatan tersebut menunjukkan bahwa kondisi dan kebutuhan medis para korban tidak sama, sehingga sebagian memerlukan pemantauan lebih lanjut di fasilitas kesehatan, sedangkan yang lain dapat melanjutkan pemulihan di luar rumah sakit.

Jumlah 116 orang yang dilaporkan terluka menggambarkan dampak kericuhan terhadap berbagai pihak yang berada di lokasi, bukan hanya peserta demonstrasi. Warga sipil, aparat, maupun petugas termasuk dalam pendataan korban. Karena itu, angka tersebut perlu dibaca sebagai total korban dari beberapa kelompok dan kategori perawatan, bukan sebagai jumlah orang yang seluruhnya dirawat inap. Sebagian besar korban telah menerima penanganan yang diperlukan dan tidak lagi tinggal di rumah sakit.

Informasi mengenai 13 pasien yang masih dirawat menjadi bagian penting dari perkembangan kondisi setelah kejadian. Mereka dirawat di beberapa rumah sakit, sementara korban yang menjalani rawat jalan tetap dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan medisnya. Data tersebut disampaikan oleh Wali Kota Hasto Wardoyo sebagai keterangan mengenai keadaan para korban pascakericuhan. Jumlah maupun status perawatan dapat menjadi perhatian selama proses pemulihan berlangsung, terutama bagi pasien yang masih berada di rumah sakit. Dengan demikian, laporan awal mencatat 116 orang terluka, dengan 13 orang masih menjalani rawat inap dan korban lainnya telah memperoleh penanganan rawat jalan.

Hasto menyampaikan bahwa sebanyak 13 orang masih menjalani rawat inap setelah bentrok di Malioboro. Rincian yang ia terima menunjukkan pasien tersebar di tiga rumah sakit, yakni RS Bethesda, RS Panti Rapih, dan RS Bhayangkara. Dari jumlah tersebut, tujuh orang dirawat di RS Bethesda, tiga orang di RS Panti Rapih, serta tiga orang di RS Bhayangkara.

Angka pasien di ketiga rumah sakit itu jika dijumlahkan mencapai 13 orang. RS Bethesda mencatat jumlah pasien rawat inap terbanyak dalam rincian tersebut, yaitu tujuh orang. Sementara itu, masing-masing RS Panti Rapih dan RS Bhayangkara merawat tiga orang. Dengan demikian, total yang disampaikan Hasto terdiri atas tujuh pasien di satu rumah sakit dan enam pasien lainnya yang terbagi sama di dua rumah sakit berbeda.

Hasto mengatakan data mengenai korban tersebut dibagikan kepadanya melalui WhatsApp. Informasi yang ia terima itu menjadi dasar penyebutan jumlah pasien yang masih dirawat beserta sebarannya di masing-masing rumah sakit. Rincian tersebut memberikan gambaran mengenai lokasi perawatan bagi 13 orang yang belum pulang dari rumah sakit pada saat data disampaikan.

Dalam keterangan itu, jumlah pasien rawat inap disebut secara terpisah untuk setiap rumah sakit. Tujuh orang berada di RS Bethesda, tiga orang di RS Panti Rapih, dan tiga orang lainnya di RS Bhayangkara. Penjumlahan ketiga angka tersebut sesuai dengan total 13 pasien yang masih menjalani perawatan inap. Data tersebut tidak merinci keadaan medis para pasien maupun identitas mereka. Karena itu, keterangan yang tersedia terbatas pada jumlah pasien, rumah sakit tempat mereka dirawat, serta cara Hasto menerima informasi tersebut. Sebaran ini merupakan bagian dari data korban bentrok yang disampaikan Hasto, dan bukan rincian tambahan mengenai penanganan masing-masing pasien. Informasi yang ada hanya memastikan bahwa ketiga rumah sakit tersebut menampung para korban yang masih dirawat, dengan jumlah sebagaimana disebutkan. Tidak ada keterangan lebih jauh yang disertakan mengenai waktu pasien masuk rumah sakit atau perkembangan perawatan mereka.

Hasto menyampaikan bahwa mayoritas korban luka yang hingga kini masih harus menjalani rawat inap merupakan anggota yang sedang bertugas mengamankan unjuk rasa di kawasan Malioboro. Mereka berada di lokasi dalam rangka menjaga situasi tetap terkendali ketika demonstrasi kemudian berakhir ricuh. Keterangan tersebut memberi gambaran bahwa sebagian besar pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan berasal dari petugas yang menjalankan tugas pengamanan, bukan semata-mata dari pihak yang mengikuti aksi.

Bersama Dinas Kesehatan Yogyakarta, Hasto menjenguk para korban di rumah sakit. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi mereka sekaligus memastikan setiap pasien memperoleh penanganan dan perawatan yang maksimal. Hasto juga ingin memastikan bahwa para korban tidak menghadapi kendala selama menjalani proses pemulihan. Perhatian terhadap kondisi pasien, menurut pesan dari kunjungan tersebut, diperlukan agar kebutuhan perawatan dapat diketahui dan ditangani dengan baik.

Penekanan pada kondisi anggota yang dirawat juga menunjukkan bahwa mereka mengalami luka saat menjalankan tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Para petugas tersebut bertugas mengamankan kegiatan di ruang publik, sehingga situasi yang berubah menjadi kericuhan menimbulkan risiko bagi keselamatan mereka. Pernyataan Hasto menggarisbawahi bahwa pengabdian dalam tugas itu perlu mendapat perhatian, termasuk melalui dukungan medis yang memadai bagi anggota yang terluka.

Di tengah proses pemulihan, kepastian bahwa pasien memperoleh layanan kesehatan tanpa hambatan menjadi hal penting. Pendampingan dan pemantauan di rumah sakit dapat membantu memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan masing-masing korban. Dengan menjenguk langsung, Hasto bersama jajaran kesehatan juga menunjukkan perhatian kepada para anggota yang terdampak bentrokan. Pesan utamanya ialah para korban telah bekerja demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dan kondisi mereka patut diperhatikan sampai proses perawatan berlangsung dengan baik. Namun, fokus kunjungan tersebut tetap pada pemenuhan kebutuhan medis dan pemulihan para pasien, tanpa mengabaikan bahwa insiden di Malioboro telah menyebabkan banyak orang terluka.Pemerintah Kota Yogyakarta terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan institusi keamanan untuk memantau perkembangan bentrokan di kawasan Malioboro. Koordinasi dilakukan agar informasi mengenai kondisi di lapangan, jumlah korban, serta kebutuhan penanganan dapat diketahui secara berkelanjutan. Pemerintah kota juga mengikuti perkembangan situasi bersama pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penanganan kejadian tersebut. Langkah ini diperlukan untuk mendukung tindak lanjut yang sesuai, terutama bagi warga yang mengalami luka dan masih membutuhkan perawatan. Pemantauan tidak hanya berfokus pada kondisi kejadian, tetapi juga mencakup upaya memastikan penanganan korban berjalan tanpa hambatan.

Hasto menyebut laporan mengenai korban luka mulai diterima sejak sekitar pukul 19.00 WIB. Informasi awal itu berasal dari kawasan sekitar kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta. Seiring masuknya laporan, ia berkomunikasi dengan Kapolres untuk memperoleh keterangan mengenai lokasi para korban mendapatkan perawatan. Komunikasi tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi penanganan dan memastikan para korban dapat mengakses layanan yang diperlukan. Pemerintah kota juga berupaya memperoleh informasi yang jelas mengenai tempat perawatan, sehingga tindak lanjut dapat dikoordinasikan dengan pihak yang berkaitan secara tepat.

Selain berkoordinasi dengan aparat keamanan, Hasto turut berkomunikasi dengan pemerintah daerah mengenai kelanjutan perawatan korban. Koordinasi ini diarahkan untuk memastikan kebutuhan penanganan dapat ditindaklanjuti dan tidak ada korban yang telantar. Pemerintah kota memantau apakah korban telah memperoleh layanan serta apakah terdapat kendala yang perlu segera diselesaikan.