Jakarta | Yakup Hasibuan mengurangi sebagian kesibukan kerjanya agar dapat lebih banyak menemani sang istri, Jessica Mila, yang tengah menjalani kehamilan anak kedua. Ia menyampaikan penyesuaian tersebut saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (25/10/2026). Keputusan itu diambil untuk memberi ruang lebih besar bagi waktu bersama keluarga di tengah aktivitasnya sebagai pekerja profesional. Yakup ingin hadir mendampingi Mila, terutama ketika istrinya menjalani kegiatan selama masa kehamilan. Meski demikian, ia tidak menyebut akan sepenuhnya meninggalkan pekerjaan atau menghentikan seluruh aktivitasnya.
Penyesuaian jadwal itu terutama dilakukan pada akhir pekan. Yakup berupaya mengurangi agenda kerja pada hari-hari tersebut supaya dapat menemani Mila beraktivitas dengan lebih leluasa. Dengan begitu, keduanya memiliki waktu untuk menjalani kegiatan bersama tanpa harus terlalu terikat pada urusan pekerjaan. Langkah ini juga memperlihatkan bagaimana Yakup mengatur keseimbangan tanggung jawab profesional dan kebutuhan keluarga. Ia tetap menjalankan pekerjaannya, tetapi mengusahakan agar jadwalnya lebih fleksibel ketika Mila membutuhkan teman atau ingin melakukan aktivitas tertentu. Prioritasnya adalah menyediakan waktu, bukan membatasi gerak sang istri.
Yakup menegaskan bahwa keinginannya untuk menemani Mila bukan berarti dirinya bersikap terlalu protektif. Ia tidak bermaksud mengatur setiap kegiatan istrinya, melainkan ingin hadir dan memberikan dukungan selama kehamilan berlangsung. Sikap tersebut sejalan dengan penyesuaian praktis yang ia lakukan pada jadwal kerja, khususnya saat akhir pekan. Bagi Yakup, mendampingi pasangan dapat dilakukan tanpa mengambil alih keputusan atau membatasi kemandirian Mila. Keduanya tetap dapat menjalani rutinitas masing-masing, sembari menyediakan waktu bersama sesuai kebutuhan. Pengaturan ini menjadi cara Yakup mendukung Mila dalam menyambut anak kedua, sekaligus mempertahankan keseimbangan pekerjaan dan kehidupan keluarga mereka.
Yakup Hasibuan menggambarkan Jessica Mila sebagai sosok yang senang bepergian dan melakukan berbagai aktivitas. Karena itu, Mila disebut kurang betah apabila harus berada terlalu lama di rumah. Dalam keseharian, ia lebih menikmati kesempatan untuk keluar, berjalan-jalan, atau melakukan kegiatan lain bersama orang terdekat. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu hal yang diperhatikan Yakup selama mendampingi kehamilan kedua istrinya. Ia memahami bahwa kenyamanan Mila dapat berbeda-beda dalam situasi tertentu, sehingga berusaha mengikuti kondisi dan keinginan Mila, bukan memaksakan satu pola kegiatan.
Menurut cerita Yakup, Mila justru kerap merasa mual saat berada di rumah. Sebaliknya, ketika mereka pergi berjalan-jalan, kondisinya terasa lebih aman dan ia dapat menikmati waktu di luar. Pengalaman itu disampaikan Yakup sebagai pengamatan terhadap keadaan Mila sehari-hari, bukan sebagai penjelasan medis atau anjuran agar ibu hamil melakukan aktivitas tertentu. Setiap kehamilan dan kondisi tubuh dapat berbeda, sehingga pengalaman pribadi pasangan tersebut tidak bisa dianggap berlaku bagi semua orang. Yakup hanya menjelaskan bahwa, sejauh yang ia amati, suasana dan kegiatan di luar rumah membuat Mila merasa lebih nyaman.
Perhatian pada kenyamanan Mila turut memengaruhi cara Yakup mengatur pekerjaannya. Ia menyesuaikan jadwal dan mengurangi kesibukan agar bisa lebih banyak menemani sang istri, termasuk saat Mila ingin beraktivitas di luar rumah. Dengan mengosongkan sebagian waktu, Yakup dapat hadir untuk mendampingi dan membantu menyesuaikan rencana berdasarkan keadaan Mila pada hari itu. Keputusan tersebut menunjukkan upayanya untuk menyeimbangkan tanggung jawab kerja dengan kebutuhan keluarga selama masa kehamilan. Bagi Yakup, menemani Mila bukan hanya soal berada di rumah, melainkan juga memberi dukungan ketika istrinya ingin bepergian atau menjalani kegiatan yang membuatnya merasa lebih baik. Ia pun berusaha tetap memperhatikan kondisi Mila dan tidak menjadikan pengalaman berjalan-jalan sebagai pengganti nasihat tenaga kesehatan. Kisah yang ia sampaikan menyoroti penyesuaian sederhana dalam rutinitas pasangan: Mila dapat menjalani kegiatan yang disukainya, sementara Yakup menyediakan waktu untuk berada di sisinya.
Yakup Hasibuan menilai bahwa kehamilan kedua Jessica Mila terasa lebih tenang dibandingkan kehamilan pertama. Menurutnya, pengalaman yang telah mereka jalani sebelumnya membuat keduanya lebih siap menghadapi berbagai hal selama masa kehamilan. Situasi ini bukan berarti tidak ada perhatian atau pertimbangan yang perlu dilakukan, melainkan mereka kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang proses yang sedang dijalani.
Pengalaman pada kehamilan pertama membantu Mila mengenali hal-hal yang perlu diperhatikan. Salah satu contohnya adalah pemahaman mengenai makanan yang boleh dikonsumsi dan makanan yang sebaiknya dihindari. Dengan bekal pengalaman tersebut, Mila dinilai lebih mengetahui apa yang perlu menjadi perhatian, sehingga berbagai keputusan sehari-hari dapat dijalani dengan lebih tenang. Yakup menyampaikan pandangan ini berdasarkan pengalaman mereka dalam menjalani kehamilan sebelumnya.
Perubahan suasana yang dirasakan pada kehamilan kedua juga berkaitan dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman. Pada kehamilan pertama, banyak hal terasa baru bagi pasangan tersebut. Kini, mereka tidak lagi berhadapan dengan situasi yang sama sekali belum dikenal. Pengalaman itu memberi gambaran mengenai hal-hal yang perlu dicermati, sekaligus membantu mereka menjalani masa kehamilan dengan rasa lebih percaya diri.
Meski demikian, pernyataan Yakup menggambarkan pengalaman pribadi keluarga mereka dan bukan panduan umum mengenai kehamilan. Tidak ada rincian khusus yang disampaikan tentang jenis makanan yang harus dihindari maupun kondisi medis tertentu. Karena itu, ketenangan yang ia maksud lebih tepat dipahami sebagai hasil dari pengalaman Mila dan Yakup sendiri, bukan sebagai ukuran yang berlaku untuk semua orang.
Penilaian Yakup tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman sebelumnya dapat membuat perjalanan berikutnya terasa lebih familier. Bagi Mila, pemahaman yang bertambah mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan menjadi bagian penting dari rasa tenang itu. Dengan demikian, kehamilan kedua dijalani dengan bekal pengalaman yang lebih kuat, sementara perhatian terhadap prosesnya tetap menjadi bagian dari keseharian mereka.
Dalam keterangannya, Yakup Hasibuan menyebut usia kehamilan Jessica Mila telah melewati trimester pertama. Ia menyampaikan kabar tersebut saat berbicara mengenai pendampingan yang diberikan kepada Mila selama kehamilan keduanya. Meski aktivitas kerja Yakup dikurangi agar ia dapat lebih banyak mendampingi keluarga, perhatian terhadap kondisi satu sama lain tetap menjadi bagian penting dalam keseharian mereka.
Yakup mengatakan bahwa perhatian di dirinya dan Mila berjalan dua arah. Ia tidak hanya berusaha menjaga dan mendukung sang istri, tetapi juga merasa Mila tetap memperhatikan dirinya. Sikap saling menjaga itu, menurutnya, hadir di tengah perubahan rutinitas dan kesibukan yang menyertai masa kehamilan. Keduanya berupaya menjalani proses tersebut bersama, dengan komunikasi dan dukungan yang tetap terpelihara.
Ketika membahas usia kehamilan yang telah melewati tiga bulan pertama, Yakup menyebut bahwa kondisi biasanya relatif lebih aman setelah fase tersebut. Pernyataan itu merupakan pandangan yang ia sampaikan dalam konteks pengalaman keluarga mereka, bukan kepastian mengenai kondisi medis Mila. Setiap kehamilan dapat memiliki keadaan dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pemantauan serta arahan tenaga kesehatan tetap menjadi hal yang penting.
Yakup juga mengajak orang-orang untuk mendoakan agar proses kehamilan Mila berjalan lancar. Harapan tersebut menjadi bagian dari dukungan yang mereka terima dari keluarga, teman, dan publik. Bagi pasangan ini, perhatian dan doa menjadi penguat selama menantikan kelahiran anak kedua mereka, sekaligus mengiringi langkah-langkah yang diambil untuk menjaga kenyamanan Mila sepanjang kehamilan.
Dengan usia kehamilan yang disebut sudah melewati trimester pertama, Yakup dan Mila terus menjalani masa ini dengan saling mendampingi. Yakup tetap berupaya menyesuaikan kesibukan kerja, sementara keduanya memberikan perhatian satu sama lain.
Baca juga: Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras | Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan Sambut Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi | Dampingi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Borobudur, Bamsoet Tegaskan Lapas Harus Mampu Membentuk Warga Binaan yang Siap Hidup Taat Hukum
