Pelantikan Golkar Sulsel Berlangsung Tanpa Bahlil, Sarmuji Sampaikan Alasan Ketidakhadirannya

oleh -104 Dilihat
oleh
Pelantikan Golkar Sulsel Berlangsung Tanpa Bahlil, Sarmuji Sampaikan Alasan Ketidakhadirannya

Kota Makassar | Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, tidak hadir dalam pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031. Prosesi pelantikan yang dipimpin Ilham Arief Sirajuddin itu berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Hotel Four Points, Jalan Andi Djemma, Kota Makassar. Ketidakhadiran Bahlil menjadi perhatian dalam agenda penting bagi kepengurusan partai di tingkat provinsi tersebut.

Alasan absennya Bahlil disampaikan oleh Sarmuji. Ia menjelaskan bahwa Bahlil tidak dapat menghadiri acara karena harus mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Agenda bersama Presiden itu berkaitan dengan pembahasan sejumlah persoalan penting, sehingga Bahlil perlu menjalankan tugas tersebut pada waktu yang bersamaan dengan pelantikan di Makassar. Dengan demikian, ketidakhadirannya bukan karena agenda pelantikan tidak dianggap penting, melainkan karena adanya kewajiban lain yang harus dipenuhi.

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri ESDM, Bahlil memiliki tanggung jawab pemerintahan yang mengharuskannya mengikuti agenda Presiden. Pada saat yang sama, jabatannya sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar membuat kehadirannya di acara pelantikan pengurus daerah tentu menjadi perhatian para kader. Namun, penjelasan Sarmuji menempatkan agenda pendampingan Presiden sebagai alasan utama Bahlil tidak dapat datang ke lokasi acara.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa kepengurusan DPD I Golkar Sulawesi Selatan untuk periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin. Acara berlangsung di Makassar, sementara Bahlil menjalankan tugas mendampingi Presiden untuk membahas berbagai persoalan penting. Informasi mengenai alasan ketidakhadirannya disampaikan agar absennya Ketua Umum DPP Golkar itu dipahami dalam konteks tugas yang sedang dijalankan. Dengan demikian, agenda pelantikan tetap berjalan sesuai jadwal, meskipun Bahlil tidak berada di para peserta yang hadir secara langsung.

Pelantikan pengurus Partai Golkar Sulawesi Selatan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. Ia memimpin jalannya acara di tengah ketidakhadiran Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji menyampaikan permohonan maaf kepada para pengurus dan tamu yang hadir karena Bahlil tidak dapat mengikuti pelantikan secara langsung. Penjelasan itu disampaikan untuk menerangkan perubahan rencana kehadiran ketua umum pada agenda tersebut.

Acara pelantikan itu turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Meutya Hafid serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman. Kehadiran keduanya menambah unsur pemerintah dalam kegiatan partai tersebut. Sarmuji tetap memimpin rangkaian acara dan menyampaikan keterangan mengenai alasan Bahlil berhalangan hadir. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadiran itu bukan berarti Bahlil tidak memiliki rencana untuk menyapa pengurus Golkar Sulawesi Selatan.

Menurut Sarmuji, sebelumnya terdapat rencana agar Bahlil menyapa para pengurus melalui sambungan Zoom apabila ia tidak dapat hadir secara langsung. Dengan cara itu, Bahlil diharapkan tetap dapat menyampaikan sapaan kepada pengurus yang mengikuti pelantikan, meskipun tidak berada di lokasi acara. Rencana tersebut disiapkan sebagai alternatif kehadiran, sehingga komunikasi ketua umum dan jajaran pengurus tetap dapat berlangsung dalam rangkaian kegiatan.

Namun, rencana untuk menyapa melalui Zoom itu akhirnya tidak terlaksana. Sarmuji menerangkan bahwa Bahlil memiliki agenda bersama Presiden Prabowo, sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa, apabila tidak dapat hadir langsung, semula Bahlil akan menyapa melalui Zoom, tetapi agenda bersama Presiden membuat hal itu tidak jadi dilakukan. Penjelasan Sarmuji sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas absennya Bahlil dan menguraikan alasan perubahan rencana kepada para hadirin.

Ketidakhadiran Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam pelantikan Golkar Sulawesi Selatan tidak, menurut penegasan Sarmuji, mencerminkan berkurangnya perhatian partai terhadap provinsi tersebut. Sarmuji menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan tetap mendapat perhatian penting dari Golkar. Penegasan itu disampaikan untuk menjelaskan bahwa absennya ketua umum pada acara pelantikan tidak mengubah penghargaan maupun pandangan partai terhadap posisi Sulawesi Selatan. Kehadiran atau ketidakhadiran seorang pimpinan dalam satu kegiatan, dalam penjelasan tersebut, tidak menjadi ukuran tunggal atas perhatian organisasi kepada daerah. Sarmuji menekankan bahwa hubungan Golkar dengan Sulawesi Selatan tetap dipandang penting, terlepas dari tidak hadirnya Bahlil pada acara itu.

Sarmuji menyebut Sulawesi Selatan sebagai salah satu basis utama pendulang suara Partai Golkar. Pernyataan tersebut menempatkan provinsi ini sebagai wilayah yang memiliki arti penting bagi partai, khususnya dalam dukungan politik dan perolehan suara. Dengan menyebutnya sebagai basis utama, Sarmuji menegaskan bahwa kontribusi Sulawesi Selatan diakui dalam pandangan Golkar. Ia tidak mengaitkan penilaian tersebut dengan kehadiran Bahlil di pelantikan, melainkan menyampaikannya sebagai gambaran tentang posisi provinsi itu bagi partai. Penjelasan ini sekaligus menegaskan bahwa perhatian Golkar terhadap Sulawesi Selatan bertumpu pada arti strategis wilayah tersebut, bukan semata-mata pada kehadiran ketua umum dalam sebuah agenda.

Penegasan Sarmuji mengenai Sulawesi Selatan menjadi pesan bahwa Golkar tetap menghargai provinsi tersebut sebagai bagian penting dari basis dukungannya. Dalam konteks pelantikan yang berlangsung tanpa Bahlil, ia menegaskan bahwa absensi itu tidak mengurangi perhatian partai. Sulawesi Selatan tetap disebut sebagai salah satu wilayah utama pendulang suara, sehingga kedudukannya dalam pandangan Golkar tidak berubah karena ketua umum tidak hadir pada acara tersebut. Pernyataan itu menyampaikan penghargaan partai kepada Sulawesi Selatan secara langsung, tanpa menambahkan alasan lain mengenai ketidakhadiran Bahlil. Dengan demikian, penjelasan Sarmuji berfokus pada pengakuan terhadap arti provinsi tersebut bagi Golkar dan pada penegasan bahwa perhatian partai tetap diberikan.

Dalam menyampaikan pesan organisasi kepada kader Golkar Sulawesi Selatan, Sarmuji mengangkat filosofi sastra Makassar yang menggambarkan hubungan pemimpin dan anggota melalui jarum serta benang. Pemimpin diibaratkan sebagai jarum yang menentukan arah gerak, sedangkan kader atau pengikut adalah benang yang mengikuti jalur tersebut. Gambaran ini menekankan bahwa kerja organisasi bukan usaha satu pihak saja. Jarum dan benang memiliki fungsi berbeda, tetapi keduanya perlu bergerak bersama agar dapat menghasilkan tenunan yang rapi dan bermakna. Perumpamaan itu juga mengingatkan bahwa hubungan pemimpin dan kader seharusnya dibangun melalui kepercayaan, tanggung jawab, serta kerja sama.

Dari sisi kader, pesan tersebut berarti setiap anggota perlu menunjukkan komitmen terhadap organisasi dan menaati instruksi yang diberikan. Kader diharapkan memahami keputusan bersama, mengikuti arahan pemimpin, dan menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Kesetiaan tidak cukup dinyatakan melalui kata-kata; hal itu perlu terlihat dalam kedisiplinan, konsistensi, dan kesediaan bergerak demi tujuan organisasi. Namun, kepatuhan bukan berarti anggota kehilangan peran. Benang tetap menjadi bagian penting dalam tenunan, sebagaimana kader ikut menentukan kekuatan dan hasil kerja organisasi. Karena itu, komitmen kader perlu disertai komunikasi yang baik serta pemahaman atas arah perjuangan yang hendak dicapai bersama.

Pada saat yang sama, Sarmuji menegaskan bahwa pemimpin juga memikul kewajiban besar. Pemimpin harus memberi arahan yang jelas, berani mengambil keputusan, bertanggung jawab atas langkah organisasi, dan menjadi teladan bagi para kader. Loyalitas anggota tidak akan cukup bila kepemimpinan gagal menyatukan serta menggerakkan mereka. Jarum yang tidak bergerak dengan baik, dalam perumpamaan itu, tidak akan menghasilkan tenunan yang indah. Artinya, arahan yang lemah atau tidak konsisten dapat membuat kerja kolektif kehilangan tujuan. Pesan tersebut menempatkan kesetiaan kader dan tanggung jawab pemimpin sebagai dua unsur yang saling melengkapi. Organisasi dapat berjalan kuat ketika kader bersedia mengikuti arah, sementara pemimpin mampu menunjukkan arah yang layak diikuti.

Baca juga: Kesibukan yang berlangsung tanpa jeda dapat membuat pikiran kehilangan kesempatan untuk beristirahat | Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri Keuangan RI | Dua Putri Group Juragan Media Sejati Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Letjen TNI Purn. K. Koswara