Berani Memulai Lebih Awal: Langkah Reza Mencari Kerja dengan Dukungan Ibunya

oleh -123 Dilihat
oleh
Berani Memulai Lebih Awal: Langkah Reza Mencari Kerja dengan Dukungan Ibunya

Kota Tangerang | Reza, pemuda berusia 19 tahun dari Kota Tangerang, datang bersama ibunya ke Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 di Smesco, Jakarta Selatan. Mereka berangkat sejak pagi dengan tujuan mencari peluang pekerjaan tetap bagi Reza. Bagi seorang anak muda yang mulai menapaki dunia kerja, kesempatan untuk bertemu langsung dengan perusahaan dapat menjadi langkah awal untuk mengenali pilihan yang tersedia. Reza tidak datang sendirian: ibunya ikut mendampingi, menemani perjalanan sekaligus pencarian yang mereka lakukan di bursa kerja tersebut. Kehadiran mereka mencerminkan upaya keluarga untuk mendukung Reza mengambil langkah awal dalam mencari pekerjaan.

Setibanya di lokasi, Reza dan ibunya menyusuri stan-stan perusahaan untuk mencari informasi tentang kesempatan kerja. Dalam proses itu, sang ibu berada di sisi Reza sebagai pendamping, sementara Reza berupaya menemukan peluang yang sesuai dengan tujuannya. Mencari pekerjaan tetap bukan sekadar datang ke sebuah acara; ada informasi yang perlu dicermati dan pilihan yang perlu dipertimbangkan. Dengan mendatangi stan perusahaan satu demi satu, Reza dapat mencari tahu jalur yang mungkin terbuka baginya. Ibunya membantu menemani proses tersebut, sehingga ia tidak harus menjalani pencarian pertamanya seorang diri.

Keputusan berangkat dari Tangerang sejak pagi menunjukkan kesungguhan Reza dan ibunya dalam memanfaatkan kesempatan yang ada. Usia 19 tahun menjadi awal bagi Reza untuk mulai membangun pengalaman dan menentukan langkah berikutnya di dunia kerja. Dukungan ibu tidak menggantikan usaha Reza, tetapi hadir sebagai teman dalam proses mencari informasi dan peluang. Bersama-sama, mereka mendatangi expo dengan harapan menemukan jalan menuju pekerjaan tetap. Bagi Reza, keikutsertaan dalam Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 merupakan langkah nyata untuk memulai pencarian itu. Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa keberanian memulai dapat tumbuh bersama dukungan keluarga, bahkan sejak upaya pertama dilakukan.

Reza memiliki latar pendidikan yang memadukan bidang kreatif dan pengelolaan bisnis. Ia merupakan lulusan desain komunikasi visual (DKV), bidang yang memberinya bekal dalam memahami komunikasi, visual, dan kebutuhan audiens. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia melanjutkan kuliah di jurusan manajemen Universitas Terbuka (UT). Pilihan ini menandai langkah baru dalam rencana pendidikannya sekaligus membuka kesempatan untuk menata waktu secara lebih leluasa. Bagi Reza, menambah pengetahuan manajemen dapat melengkapi keterampilan yang telah diperoleh dari pendidikan DKV. Perpaduan keduanya juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja, yang kerap menuntut kemampuan teknis sekaligus pemahaman tentang organisasi dan proses bisnis. Dengan latar tersebut, ia berupaya membangun bekal yang lebih luas sebelum memasuki tahap berikutnya dalam karier.

Sebelumnya, Reza menjalani kuliah reguler di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Namun, pola perkuliahan itu dinilai kurang sesuai dengan keinginannya untuk membuka ruang bagi pekerjaan penuh waktu. Ia kemudian memutuskan beralih dari UMJ ke UT, yang menawarkan model belajar lebih fleksibel. Keputusan tersebut bukan berarti mengesampingkan pendidikan. Sebaliknya, Reza berusaha mengatur keduanya agar kuliah tetap berjalan sementara peluang bekerja dapat dijajaki. Fleksibilitas waktu menjadi pertimbangan penting karena pekerjaan penuh waktu memerlukan komitmen dan jadwal yang konsisten. Dengan menyesuaikan format kuliah, ia berharap dapat lebih siap menerima tanggung jawab profesional tanpa harus menghentikan proses belajar. Langkah ini juga mencerminkan upayanya merancang pendidikan berdasarkan tujuan jangka panjang, bukan semata-mata mengikuti jalur yang telah dijalani sebelumnya.

Pandangannya tentang pentingnya persiapan dini semakin terbentuk setelah menjalani magang selama tiga bulan di PT GMF AeroAsia. Dari pengalaman tersebut, Reza melihat bahwa persaingan kerja semakin ketat dan calon pekerja perlu membangun kesiapan sebelum lulus. Pengalaman magang memberinya gambaran mengenai lingkungan profesional serta nilai pembelajaran langsung di tempat kerja. Ia menilai, gelar sarjana tetap penting, tetapi akan lebih kuat bila disertai pengalaman kerja yang relevan. Kombinasi pendidikan dan pengalaman dapat membantu seseorang menunjukkan bukan hanya pengetahuan, melainkan juga pemahaman terhadap tanggung jawab dan dinamika pekerjaan. Menurutnya, hal itu berpotensi memperbesar peluang dibandingkan kondisi lulusan baru yang belum memiliki pengalaman. Karena itu, Reza berusaha menjaga kuliah tetap berlangsung sambil membuka kesempatan untuk bekerja, sehingga saat menyelesaikan studi ia telah memiliki bekal akademis dan pengalaman yang dapat mendukung langkah kariernya.

Sambil menunggu kabar atau panggilan dari perusahaan yang telah menerima lamarannya, Reza memilih untuk tetap produktif. Ia bekerja sebagai kurir paket untuk layanan ekspedisi daring, mengantarkan barang kepada pelanggan sesuai jadwal yang ditentukan. Pekerjaan itu memberinya kegiatan rutin sekaligus pemasukan sementara di tengah proses pencarian kerja. Setiap hari, ia perlu mengatur waktu, memperhatikan alamat, menjaga barang tetap aman, serta berkomunikasi dengan penerima secara sopan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa masa menunggu tidak harus diisi dengan diam dan kehilangan arah.

Reza tidak merasa gengsi menjalani pekerjaan sebagai kurir. Baginya, selama pekerjaan itu halal dan dilakukan dengan tanggung jawab, tidak ada alasan untuk merendahkannya. Ia melihat pekerjaan tersebut sebagai cara terhormat untuk memenuhi kebutuhan sekaligus melatih sikap profesional. Ketepatan waktu, ketahanan menghadapi cuaca, kecermatan membawa paket, dan kesabaran saat menghadapi beragam pelanggan menjadi pelajaran yang berguna. Disiplin yang tumbuh dari rutinitas itu dapat diterapkan pula ketika kelak ia memperoleh pekerjaan tetap.

Di sisi lain, Reza juga bersikap fleksibel dalam menentukan pilihan karier. Meski memiliki latar pendidikan tertentu, ia tidak membatasi pencarian kerja hanya pada bidang yang sesuai dengan jurusannya. Ia bersedia mempertimbangkan lowongan di sektor lain selama tugas dan persyaratannya jelas serta peluang kerjanya layak. Pada tahap ini, prioritasnya adalah memperoleh penghasilan yang pasti dan mulai membangun kestabilan finansial sejak muda. Sikap terbuka itu bukan berarti ia mengabaikan pendidikan yang telah ditempuh, melainkan menunjukkan kesediaan menyesuaikan diri dengan kebutuhan.

Proses melamar melalui platform digital pun tidak selalu memberi kepastian. Ada lamaran yang tak kunjung mendapat kabar, sementara sebagian lainnya berhenti tanpa penjelasan. Meski demikian, Reza berusaha menyikapinya dengan tenang dan tidak menganggap penolakan sebagai ukuran tunggal atas kemampuannya. Ia meninjau kembali jawaban saat wawancara dan memikirkan hal yang bisa diperbaiki. Pengalaman itu menjadi bahan evaluasi agar ia dapat menyampaikan diri lebih runtut serta menyiapkan diri dengan baik pada kesempatan berikutnya. Sikap tersebut membantunya menjaga kesiapan.

Di bursa kerja, ibu Reza hadir bukan sekadar menemani perjalanan anaknya. Ia menjadi rekan diskusi yang dapat diajak berbicara saat Reza menimbang pilihan dan melihat berbagai kesempatan yang tersedia. Kehadirannya memberi ruang bagi Reza untuk menyampaikan pertanyaan, keraguan, maupun harapan tentang langkah awal memasuki dunia kerja. Ia tidak mengambil keputusan untuk putranya, tetapi mendorong Reza agar berani mencoba dan menilai peluang dengan pikiran terbuka. Di tengah stan dan informasi yang beragam, dukungan itu membantu Reza menjalani pencarian kerja sebagai pengalaman yang dapat dihadapi bersama. Sang ibu menyemangatinya agar kesempatan yang ada tidak langsung dilewatkan hanya karena belum sepenuhnya sesuai dengan bayangan awal.

Nasihat ibu Reza berangkat dari pemahaman bahwa pencari kerja yang baru memulai dengan kualifikasi awal sebaiknya tidak terlalu membatasi pilihan. Menurutnya, pekerjaan yang halal dan memberi kesempatan untuk belajar layak dipertimbangkan. Pekerjaan pertama tidak harus langsung menjadi tujuan akhir; pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk langkah berikutnya.

Baca juga: Tujuh Jenazah Tiba Melalui Jalur Udara, Lanud Sjamsudin Noor Teguhkan Dukungan SAR KM Virgo | Panen Padi Bersama Petani, Babinsa Perkuat Dukungan Terhadap Ketahanan Pangan | Bukan Sekadar Jalan Santai, 10 Ribu Peserta Satukan Langkah di HUT TNI