Kabupaten Bandung Barat | Menjelang Olimpiade Remaja (Youth Olympic Games/YOG) 2026 di Dakar, Senegal, pebulu tangkis putra Indonesia Rayhan Pandu Aksara memusatkan perhatian pada peningkatan kemampuan teknik. Ia menilai kondisi fisiknya sudah cukup baik setelah menjalani program latihan bersama tim pelatih. Karena itu, waktu persiapan berikutnya akan dimanfaatkan untuk memperkuat aspek permainan yang menurutnya masih perlu diasah, agar dapat tampil lebih siap pada debut internasional di ajang olahraga mult cabang tersebut.
Rayhan menyampaikan rencana itu seusai pengukuhan dan pelepasan kontingen Indonesia di kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Jakarta, pada Jumat. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa latihan tambahan menjadi salah satu prioritas menjelang keberangkatan ke Dakar. Fokus pada teknik diharapkan membantu dirinya menjalankan pola permainan dengan lebih baik saat menghadapi lawan, sekaligus mendukung kesiapan menyeluruh yang telah dibangun melalui latihan bersama tim.
Menurut Rayhan, kondisi fisik yang cukup baik merupakan modal penting, tetapi persiapan tetap perlu dilanjutkan secara terarah. Latihan teknik dapat menjadi ruang untuk mematangkan keterampilan dan menjaga konsistensi permainan. Pendekatan itu juga menunjukkan bahwa ia ingin memanfaatkan masa menjelang kompetisi untuk memperbaiki detail, bukan sekadar mengandalkan kebugaran. Dengan demikian, persiapan menuju YOG 2026 mencakup keseimbangan bekal fisik dari program latihan dan peningkatan kemampuan teknis melalui latihan tambahan.
YOG 2026 di Dakar akan menjadi panggung internasional bagi Rayhan untuk membawa nama Indonesia di cabang bulu tangkis. Menjelang kesempatan tersebut, ia memilih mengukur kebutuhan latihan berdasarkan kondisi dirinya: fisik dinilai memadai, sedangkan teknik menjadi sasaran utama. Rencana itu akan dijalankan bersama arahan tim pelatih sebagai bagian dari persiapan kontingen. Rayhan berharap tambahan latihan dapat membuatnya lebih siap menghadapi pertandingan, menerapkan permainan secara efektif, dan memperoleh pengalaman berharga dalam kompetisi tingkat dunia bagi atlet muda.
Menjelang debutnya di Youth Olympic Games (YOG) 2026, Rayhan Pandu tidak hanya mengandalkan program latihan rutin yang telah disusun pelatih. Atlet berusia 17 tahun itu menambah porsi latihan secara mandiri sebagai upaya memperkuat kesiapan menghadapi persaingan tingkat dunia. Langkah tersebut menjadi bagian dari kesungguhannya untuk terus mengasah teknik dan membangun kondisi yang lebih siap sebelum bertanding. Dengan kesempatan tampil di ajang internasional yang mempertemukan atlet-atlet dari berbagai negara, Rayhan memahami bahwa persiapan perlu dijalani secara konsisten, baik bersama tim maupun melalui inisiatif pribadi.
Latihan tambahan itu juga membantu Rayhan menjaga fokus pada hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Namun, ia menyadari bahwa kemajuan tidak cukup diukur dari apa yang dilakukan selama latihan. Tantangan sesungguhnya adalah menerapkan hasil latihan tersebut ketika berhadapan langsung dengan lawan di lapangan. Situasi pertandingan dapat menghadirkan tekanan dan dinamika yang berbeda, sehingga kemampuan untuk mengambil keputusan serta menjalankan teknik dengan tepat menjadi penting. Rayhan berupaya membawa kebiasaan dan pelajaran dari sesi latihan ke dalam permainan, agar persiapannya dapat tercermin dalam penampilannya.
Dalam menyambut debut internasional, Rayhan juga bertekad untuk bermain lepas. Ia tidak ingin terbebani ekspektasi yang berlebihan, melainkan berusaha menikmati pertandingan dan berfokus pada tugasnya di lapangan. Sikap tersebut diharapkan membantunya tampil lebih tenang sekaligus memberi ruang untuk menunjukkan kemampuan yang telah diasah. Target utamanya adalah memberikan penampilan terbaik dengan memanfaatkan setiap kesempatan untuk bersaing dan belajar. Bagi Rayhan, YOG 2026 bukan hanya panggung untuk mengukur hasil persiapan, tetapi juga pengalaman penting dalam perjalanan sebagai atlet. Dengan latihan mandiri, arahan pelatih, dan tekad untuk tampil tanpa tekanan yang tidak perlu, ia berupaya menyambut kompetisi dengan kesiapan dan kepercayaan diri.
YOG 2026 akan menjadi pengalaman pertama Rayhan Pandu tampil dalam turnamen internasional. Selama ini, ia mengasah kemampuan melalui latihan dan kompetisi di tingkat nasional. Kesempatan berlaga di panggung dunia memberi atlet muda tersebut ruang untuk menguji kesiapan sekaligus mengenal suasana pertandingan dengan peserta dari berbagai negara. Debut ini juga menjadi tahap penting dalam perjalanan kariernya karena menuntut adaptasi terhadap lawan, atmosfer, dan tekanan kompetisi yang berbeda dari turnamen yang biasa ia ikuti di Indonesia. Rayhan dijadwalkan bertanding pada nomor tunggal putra, nomor yang mengandalkan ketahanan, ketepatan, serta kemampuan membaca permainan lawan secara cermat.
Di cabang bulu tangkis, Indonesia akan mengirim dua atlet untuk berkompetisi di Senegal. Rayhan menjadi wakil pada tunggal putra, sementara Miftaqul Putri Ayudis akan turun pada nomor tunggal putri. Kehadiran keduanya membawa kesempatan untuk menimba pengalaman sekaligus mewakili Indonesia dalam ajang olahraga internasional bagi atlet muda. Selama bertanding, kedua pemain akan didampingi seorang pelatih. Pendampingan tersebut diharapkan membantu mereka menjalani rangkaian pertandingan, mempersiapkan strategi, serta beradaptasi dengan lingkungan kompetisi. Meski hanya satu pelatih mendampingi dua atlet, komunikasi dan persiapan yang terencana dapat menjadi bagian penting dalam mendukung penampilan mereka di lapangan.
Di luar persiapan sebagai atlet, Rayhan juga menjalani pendidikan sebagai siswa kelas XII SMA. Ia bersekolah di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kesibukan mengatur latihan dan kewajiban sekolah menjadi bagian dari kesehariannya menjelang keberangkatan. Partisipasi di YOG 2026 akan memberinya pengalaman baru, baik dalam menghadapi lawan dari negara lain maupun memahami tuntutan turnamen internasional. Debut tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menerapkan teknik yang telah diasah dan meningkatkan kepercayaan diri dalam persaingan. Bagi Rayhan, tampil pada nomor tunggal putra di Senegal merupakan langkah awal untuk mengenal level pertandingan yang lebih luas, sembari membawa nama Indonesia dan melanjutkan perkembangan sebagai atlet muda.
Olimpiade Remaja atau Youth Olympic Games (YOG) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November di Dakar, Senegal. Ajang ini menjadi kesempatan bagi atlet muda dari berbagai negara untuk menguji kemampuan di panggung internasional. Bagi Indonesia, persiapan tidak hanya mencakup latihan dan peningkatan teknik, tetapi juga pengaturan keberangkatan serta kebutuhan seluruh anggota kontingen agar dapat menyesuaikan diri dengan jadwal kompetisi.
Indonesia akan mengirim 12 atlet, dengan komposisi enam putra dan enam putri. Mereka dijadwalkan bertanding dalam sembilan cabang olahraga, yaitu skateboard, bulu tangkis, renang, atletik, balap sepeda, judo, berkuda, triatlon, dan wushu. Ragam cabang tersebut menunjukkan cakupan partisipasi Indonesia di YOG 2026, sekaligus menuntut persiapan yang berbeda sesuai karakter masing-masing olahraga. Setiap atlet dan tim pendukung perlu mengatur fokus, pemulihan, serta kesiapan teknis berdasarkan agenda pertandingan.
Jumlah keseluruhan kontingen Indonesia mencapai 31 orang. Selain para atlet, rombongan mencakup pelatih, ketua kontingen atau chef de mission (CDM), serta ofisial. Kehadiran unsur pendukung ini berperan dalam membantu kebutuhan teknis dan koordinasi selama kegiatan, mulai dari pendampingan latihan hingga pengelolaan keperluan tim. Dengan susunan tersebut, persiapan kontingen melibatkan kerja bersama berbagai pihak, bukan hanya atlet yang turun bertanding.
Rombongan Indonesia dijadwalkan berangkat ke Dakar secara bertahap mulai Sabtu (24/10). Keberangkatan bertahap disesuaikan dengan jadwal pertandingan tiap cabang olahraga, sehingga perjalanan dapat diatur mengikuti kebutuhan masing-masing kelompok. Pengaturan ini juga membantu memastikan atlet dan pendamping tiba pada waktu yang relevan untuk agenda kompetisi. Menjelang keberangkatan, koordinasi mengenai jadwal perjalanan, kesiapan perlengkapan, serta kebutuhan selama di Senegal menjadi bagian penting dari persiapan.
