Persib Masuk Tiga Besar Klub ASEAN, Persija di Posisi Ketujuh

oleh -123 Dilihat
oleh
Persib Masuk Tiga Besar Klub ASEAN, Persija di Posisi Ketujuh

Bandung | Persib Bandung menempati posisi ketiga dalam Opta Power Rankings klub Asia Tenggara untuk 2026. Klub berjuluk Maung Bandung itu mengantongi rating 74,2 poin, menempatkannya di tim-tim dengan peringkat tertinggi di kawasan. Dalam daftar global, Persib berada pada posisi ke-905 setelah mengalami kenaikan 18 tingkat. Pemeringkatan tersebut dirilis oleh Opta Analyst, yang menyusun daftar berdasarkan penilaian performa klub sepak bola dari berbagai negara.

Posisi ketiga di tingkat Asia Tenggara menegaskan bahwa Persib tetap diperhitungkan dalam persaingan regional. Capaian itu juga memberikan gambaran mengenai penilaian Opta terhadap kekuatan klub, meskipun peringkat semacam ini tidak selalu sama dengan hasil sebuah kompetisi atau ukuran prestasi dalam satu pertandingan. Rating 74,2 menjadi angka yang mencerminkan posisi Persib dalam sistem pemeringkatan tersebut pada periode publikasi 2026. Kenaikan 18 tempat di daftar dunia turut menunjukkan adanya perubahan positif dibandingkan posisi sebelumnya.

Opta Power Rankings menempatkan klub dalam susunan berjenjang, sehingga pembaca dapat membandingkan posisi tim di wilayah tertentu maupun secara global. Dalam konteks Asia Tenggara, Persib berhasil masuk tiga besar, sementara posisi regional lain diisi klub-klub yang juga dinilai memiliki kekuatan kompetitif. Peringkat global ke-905 memberi konteks lebih luas atas posisi klub di tim yang tercakup dalam daftar Opta Analyst. Meski angka dan urutan dapat berubah mengikuti pembaruan penilaian, hasil ini menjadi catatan penting bagi Persib serta pendukungnya. Publik dapat memantau pembaruan selanjutnya untuk melihat apakah tren kenaikan tersebut berlanjut, dan bagaimana posisi Persib dibandingkan klub-klub ASEAN lainnya. Data ini menjadi salah satu rujukan untuk membaca peta kekuatan kawasan, tanpa menggantikan pencapaian nyata di lapangan maupun hasil kompetisi resmi.

Di klub-klub yang menempati posisi teratas dalam daftar ASEAN, Johor Darul Ta’zim (JDT) dari Malaysia berada di puncak. Klub tersebut mencatat rating 80,6 dan menempati peringkat dunia ke-318. Angka itu menempatkan JDT sebagai tim dengan penilaian tertinggi di kawasan dalam informasi yang dirujuk, sekaligus menunjukkan jarak yang cukup jelas dari pesaing terdekatnya. Kehadiran JDT di posisi pertama menegaskan kuatnya persaingan klub-klub Asia Tenggara dalam pemeringkatan lintas negara.

Urutan kedua ditempati Buriram United dari Thailand. Klub ini memperoleh rating 74,6 dan berada pada peringkat dunia ke-847. Selisih rating Buriram dan JDT adalah enam poin, sedangkan posisi dunia keduanya terpaut cukup jauh. Meski berada di bawah wakil Malaysia tersebut, Buriram tetap menjadi salah satu tim dengan nilai tertinggi di kawasan. Posisi mereka memperlihatkan bahwa klub Thailand juga menjadi bagian penting dalam persaingan papan atas, bersama tim-tim dari Malaysia dan negara ASEAN lainnya.

Persib berada di dua klub tersebut dan tim-tim lain yang melengkapi kelompok enam besar. Di bawah Persib, Cong An Ha Noi FC dari Vietnam menempati urutan keempat dengan rating 73,6. Dua nama berikutnya adalah Port FC dari Thailand dan Selangor FC dari Malaysia. Informasi yang tersedia tidak mencantumkan rating ataupun peringkat dunia bagi Port FC dan Selangor FC, sehingga angka untuk kedua klub itu tidak dapat dipastikan dari data tersebut. Susunan enam besar ini memperlihatkan persebaran wakil dari beberapa liga di Asia Tenggara, bukan hanya dari satu negara. JDT memimpin, disusul Buriram, sementara Persib menjadi salah satu klub Indonesia yang masuk jajaran teratas. Cong An Ha Noi FC, Port FC, dan Selangor FC turut mengisi daftar tersebut, dengan rincian statistik yang hanya tersedia untuk sebagian klub. Karena itu, posisi relatif dan angka yang disebutkan perlu dibaca sesuai informasi yang memang tercantum, tanpa menambahkan estimasi yang tidak tersedia. Perbandingan tersebut memberi gambaran tentang lanskap persaingan ASEAN, sekaligus menempatkan klub-klub dari Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia dalam satu kelompok pemeringkatan regional yang menarik perhatian pendukung sepak bola di kawasan ini.

Persib Bandung menjadi klub Indonesia dengan posisi tertinggi dalam daftar klub ASEAN tersebut. Capaian itu menempatkan Persib di tim-tim regional yang memperoleh penilaian lebih baik, sekaligus menjadi tolok ukur bagi klub Indonesia lainnya. Di bawah Persib, Persija Jakarta dan Borneo FC turut masuk dalam jajaran klub yang tercatat di daftar, meskipun berada pada posisi berbeda. Susunan ini menunjukkan bahwa representasi Indonesia tidak hanya datang dari satu tim, tetapi tersebar pada beberapa peringkat.

Persija Jakarta berada di urutan ketujuh ASEAN dengan rating 70,2 poin. Dalam peringkat dunia, klub ibu kota itu menempati posisi ke-1.461. Angka tersebut memberi gambaran mengenai letak Persija dalam pemetaan yang mencakup klub-klub dari berbagai negara, bukan hanya pesaing di kawasan ASEAN. Posisi ketujuh juga menempatkannya dalam kelompok papan atas regional, meski masih berada di bawah Persib dalam daftar yang sama. Perbedaan posisi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat konsistensi performa dan daya saing klub.

Borneo FC menyusul di posisi kesembilan ASEAN dengan rating 70,0 poin, sementara peringkat dunianya berada di urutan ke-1.512. Selisih rating Borneo FC dari Persija tercatat 0,2 poin, sedangkan jarak peringkat regional kedua klub adalah dua posisi. Perbedaan angka yang relatif tipis menunjukkan bahwa penilaian kedua tim berada dalam rentang yang berdekatan. Namun, posisi dalam daftar tetap dipengaruhi oleh keseluruhan nilai yang digunakan dan perbandingan dengan klub-klub lain yang tercakup di dalamnya.

Keberadaan Persija dan Borneo FC di daftar tersebut memperlihatkan persaingan antarklub Indonesia yang berlangsung berdampingan dengan persaingan regional. Persib memimpin sebagai wakil Indonesia dengan posisi tertinggi, sementara Persija dan Borneo FC menyusul di urutan ketujuh dan kesembilan ASEAN. Informasi rating dan peringkat dunia memberikan konteks tambahan di luar posisi regional, sehingga pembaca dapat membandingkan capaian klub pada dua cakupan berbeda. Meski demikian, daftar peringkat merupakan gambaran pada periode penilaian tertentu dan tidak dengan sendirinya menentukan hasil pertandingan atau prestasi pada kompetisi mendatang. Perubahan performa, hasil kompetisi, dan metode pemeringkatan dapat memengaruhi posisi klub pada pembaruan berikutnya.

Daftar 25 besar klub ASEAN memuat tujuh wakil Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa representasi Indonesia dalam jajaran ini tidak hanya berasal dari satu atau dua klub. Nama yang tercantum meliputi Persib, Persija, Borneo FC, Dewa United, Persebaya Surabaya, Bali United, dan Java United. Dengan demikian, klub-klub Indonesia tersebar di sejumlah posisi dalam daftar, dari kelompok atas hingga bagian akhir 25 besar.

Persib, Persija, dan Borneo FC termasuk dalam tujuh wakil tersebut. Persib menjadi bagian dari sorotan karena masuk tiga besar klub ASEAN, sedangkan Persija tercatat pada posisi ketujuh. Informasi yang tersedia pada bagian ini tidak mencantumkan angka rating maupun posisi ASEAN Borneo FC, sehingga rincian tersebut tidak ditambahkan. Ketiganya tetap melengkapi gambaran mengenai kehadiran klub Indonesia dalam daftar yang sama.

Di luar tiga nama itu, Dewa United berada di posisi ke-17 dengan rating 68,3. Persebaya Surabaya menempati urutan ke-20, dengan rating 67,7. Bali United berada di peringkat ke-23 dan memiliki rating 66,0. Sementara itu, Java United tercatat pada posisi ke-24 dengan rating 65,5.

Baca juga: Preview Borneo FC vs Persija: Mauro Jeronimo Bidik Debut Manis, Pesut Etam Incar Tiga Poin | Prediksi Susunan Pemain Borneo FC vs Persija Jakarta: Rizky Ridho Pastikan Kesiapan Macan Kemayoran