Kronologi Insiden Ajudan Gubernur Kaltim dan Mahasiswa di Samarinda

oleh -104 Dilihat
oleh
Video di Samarinda Sorot Sikap Ajudan Gubernur terhadap Mahasiswa Pendemo

Samarinda | Menurut penjelasan Sudarno, tim ahli Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, ketegangan di kompleks Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda, terjadi pada Senin (19/10/2026). Saat itu, Briptu Asky Rizal Toding mendampingi Rudy dan rombongan yang hendak melaksanakan salat Magrib. Sejumlah mahasiswa juga berada di lokasi. Uraian mengenai rangkaian kejadian tersebut bersumber dari keterangan Sudarno, sehingga situasi di masjid dipaparkan berdasarkan penjelasannya.

Sudarno menyebut, ketika gubernur dan rombongan tiba di pintu masuk, beberapa mahasiswa mengadang Rudy. Menurutnya, mahasiswa juga merekam kedatangan gubernur dan melontarkan komentar. Keberadaan mahasiswa di area tersebut membuat suasana pertemuan menjadi tegang, sementara rombongan gubernur hendak masuk untuk beribadah. Dalam penuturan Sudarno, interaksi itu berlangsung di sekitar akses masuk kompleks masjid. Ia mengaitkan tindakan mengadang dan merekam tersebut dengan sikap mahasiswa yang ingin menyampaikan pertanyaan kepada Rudy.

Persoalan yang mereka angkat, menurut Sudarno, berkaitan dengan aksi demonstrasi yang sebelumnya dilakukan mahasiswa. Mereka mempertanyakan alasan Rudy tidak menemui mereka ketika demonstrasi berlangsung. Pertanyaan itu disampaikan saat gubernur berada di masjid bersama rombongannya untuk salat Magrib, sebagaimana dijelaskan Sudarno. Dengan demikian, ketegangan yang muncul bukan hanya berkaitan dengan kedatangan rombongan, tetapi juga dengan tuntutan mahasiswa agar gubernur memberikan penjelasan mengenai pertemuan yang tidak terjadi saat aksi. Rincian mengenai sikap mahasiswa, perekaman, dan percakapan di lokasi dalam uraian ini merujuk pada keterangan Sudarno, bukan konfirmasi dari pihak lain.

Dalam konteks kronologi insiden, keterangan tersebut menempatkan Briptu Asky Rizal Toding sebagai ajudan yang sedang mendampingi gubernur, sementara mahasiswa berada di pintu masuk dan meminta penjelasan. Sudarno tidak hanya menjelaskan lokasi serta waktu kejadian, tetapi juga menyebut pokok keberatan mahasiswa terhadap gubernur. Karena itu, gambaran peristiwa di Masjid Nurul Mu’minin perlu dipahami sebagai versi yang disampaikan Sudarno mengenai situasi pada Senin malam tersebut. Uraian ini tidak menambahkan rincian di luar keterangan yang ia berikan.

Dalam penjelasan Sudarno, tindakan Asky di area masjid disebut sebagai upaya membuka jalan bagi Rudy dan rombongan yang hendak meninggalkan lokasi. Sudarno menyampaikan bahwa situasi saat itu berlangsung menjelang waktu Magrib, sementara waktu yang tersedia untuk beribadah disebut terbatas. Pada saat bersamaan, menurut keterangannya, terdapat mahasiswa yang mengejar gubernur. Kondisi tersebut, sebagaimana dipaparkan Sudarno, menjadi alasan Asky bergerak untuk membantu rombongan keluar dari kawasan itu. Dalam upaya tersebut, Asky menyenggol seorang mahasiswa. Keterangan ini merupakan versi Sudarno mengenai rangkaian tindakan yang terjadi, dan tidak dengan sendirinya menetapkan penilaian lain atas kontak fisik tersebut. Peristiwa itu menjadi bagian dari insiden yang kemudian ramai dibicarakan.

Sudarno juga membantah dugaan bahwa Asky merampas ponsel mahasiswa. Ia menyatakan tidak terjadi perampasan sebagaimana yang dituduhkan. Bantahan itu disampaikan sebagai tanggapan terhadap narasi yang berkembang setelah insiden, termasuk potongan video yang beredar luas melalui media sosial. Menurut Sudarno, rekaman singkat tersebut tidak memperlihatkan kejadian secara utuh, sehingga konteks sebelum dan sesudah adegan yang terekam tidak tampak. Penilaiannya mengenai keterbatasan video itu disampaikan sebagai pandangan pihaknya, bukan sebagai gambaran yang dapat dipastikan secara independen hanya dari potongan yang beredar. Dalam keterangannya, ia mengarahkan perhatian pada rekaman lain yang menurutnya memiliki cakupan lebih luas.

Pihak Sudarno, menurut pernyataannya, memublikasikan rekaman CCTV dari area masjid untuk menunjukkan rangkaian kejadian sejak Rudy tiba. Ia menyebut rekaman itu memperlihatkan peristiwa sejak kedatangan gubernur, sehingga publik dapat melihat bagian yang tidak tercakup dalam video singkat di media sosial. Penyebaran CCTV tersebut menjadi bagian dari penyampaian versi pihaknya mengenai kronologi dan alasan Asky bergerak membuka jalan. Keterangan tentang mahasiswa yang mengejar Rudy, terbatasnya waktu menjelang Magrib, serta terjadinya senggolan juga disampaikan dalam kerangka penjelasan tersebut. Dengan demikian, uraian mengenai tujuan tindakan Asky, kontak fisik, dugaan ponsel, dan rekaman CCTV di sini merujuk pada pernyataan Sudarno; uraian itu tidak mengubah keterangannya menjadi pembenaran ataupun kesimpulan independen tentang insiden.

Setelah insiden yang melibatkan ajudan Gubernur Kalimantan Timur dan seorang mahasiswa di Samarinda, Asky telah dikembalikan ke kesatuannya. Status tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa persoalan telah selesai atau bahwa sanksi tertentu sudah dijatuhkan. Asky saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Kalimantan Timur, yang bertugas menelusuri dugaan pelanggaran dan memeriksa keterangan terkait peristiwa tersebut. Dengan demikian, perhatian pada tahap ini tertuju pada proses klarifikasi dan pengumpulan informasi, bukan pada kesimpulan akhir mengenai tanggung jawab maupun tindakan disipliner.

Sudarno membantah kabar bahwa Asky telah dipecat. Ia menjelaskan bahwa keputusan mengenai persoalan tersebut akan bergantung pada hasil investigasi serta kebijakan kesatuannya. Pernyataan ini menegaskan perbedaan pengembalian Asky ke kesatuan dan keputusan formal mengenai status atau sanksi kepegawaian. Sampai pemeriksaan menghasilkan temuan yang dapat dipertimbangkan, belum ada dasar dalam keterangan yang disampaikan untuk menyatakan bahwa pemecatan telah diputuskan. Penentuan langkah berikutnya berada pada pihak yang berwenang setelah seluruh informasi diperiksa.

Pemeriksaan Propam masih berlangsung, sehingga rincian mengenai hasilnya belum dapat dipastikan. Proses investigasi dapat mencakup penelaahan keterangan dari pihak-pihak terkait dan penilaian atas informasi mengenai kejadian, tetapi bahan yang tersedia belum menyebutkan kesimpulan maupun rekomendasi resmi. Karena itu, status Asky sebaiknya dipahami sesuai keterangan yang ada: ia telah kembali ke kesatuannya dan sedang menjalani pemeriksaan, sementara keputusan akhir belum diumumkan. Sudarno juga menyatakan bahwa tindak lanjut akan mengikuti hasil investigasi dan kebijakan kesatuan. Hingga proses tersebut selesai, belum disebutkan apakah akan ada sanksi, tindakan administratif, atau keputusan lain terhadap Asky. Perkembangan berikutnya bergantung pada pemeriksaan yang sedang dilakukan dan keputusan institusi terkait. Informasi tentang hasil akhir perlu menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang, agar penilaian atas status Asky tidak mendahului proses yang masih berjalan.Setelah video kejadian ajudan Gubernur Kalimantan Timur dan seorang mahasiswa di Samarinda ramai beredar di media sosial, Asky menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah tayangan video. Pernyataan tersebut disampaikan setelah rekaman itu menjadi perhatian publik. Dalam tayangan itu, Asky mengakui bahwa tindakan yang dilakukannya merupakan kekeliruan. Ia menyampaikan bahwa tindakannya telah menimbulkan ketidaknyamanan, serta menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkannya. Dengan demikian, ia tidak berupaya membenarkan perbuatannya ataupun mengabaikan dampak yang dirasakan akibat kejadian tersebut.

Asky juga menjelaskan bahwa tindakannya terjadi secara spontan. Ia menyatakan bahwa perbuatan itu bukan dilakukan atas instruksi atau arahan siapa pun. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pernyataannya mengenai kejadian yang terekam dalam video dan kemudian tersebar luas. Namun, pengakuan bahwa tindakan itu berlangsung spontan tidak mengubah penilaiannya sendiri bahwa tindakannya keliru dan tidak dapat dibenarkan. Dalam permintaan maafnya, Asky tetap mengakui adanya ketidaknyamanan yang ditimbulkan, tanpa menyampaikan bahwa hal tersebut dapat menjadi alasan untuk mengesampingkan tanggung jawab atas perbuatannya.

Melalui tayangan permintaan maaf itu, Asky menyatakan penyesalan dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa. Janji tersebut menjadi bagian dari pernyataannya setelah video kejadian ramai dibicarakan di media sosial. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan yang telah terjadi, mengakui dampaknya, dan memastikan bahwa tindakan itu tidak dilakukan karena perintah orang lain. Pokok pernyataannya adalah bahwa perbuatan tersebut berlangsung spontan, tetap merupakan kesalahan, telah menimbulkan ketidaknyamanan, dan tidak memiliki pembenaran.

Baca juga: Kronologi Tewasnya Mozza Axillia: Hilang Misterius, Jejak DM Instagram Bawa Polisi ke Pelaku