Trotoar Secawan Ambles, Perbaikan Disiapkan dengan Rekayasa Lalu Lintas

oleh
Trotoar Secawan Ambles, Perbaikan Disiapkan dengan Rekayasa Lalu Lintas

Depok | Trotoar Secawan di Jalan Raya Sawangan, Kota Depok, mengalami kerusakan pada bagian tepinya yang berbatasan dengan Kali Cabang Tengah. Sebagian sisi trotoar dilaporkan ambles, sehingga permukaannya tidak lagi rata dan kondisinya menimbulkan perhatian warga sekitar. Kerusakan itu berada tepat di dekat aliran kali, sementara badan jalan terletak di sebelah trotoar. Posisi tersebut membuat warga mengkhawatirkan dampak lanjutan jika bagian yang sudah rusak terus terkikis atau mengalami longsor.

Farid, warga Depok Jaya, mengatakan trotoar tersebut telah ambles selama lebih dari sepekan sebelum ia memberikan keterangan pada Minggu, 2 Agustus 2026. Ia menilai kerusakan yang berbatasan langsung dengan Kali Cabang Tengah berisiko meluas. Menurut kekhawatirannya, apabila tepi trotoar terus runtuh, pengikisan dapat merambat ke badan jalan di sebelahnya. Namun, potensi tersebut merupakan kekhawatiran warga, bukan kepastian bahwa jalan akan segera terdampak. Kondisi di lapangan perlu dicermati agar perkembangan kerusakan dapat diketahui dan keselamatan pengguna jalan tetap diperhatikan.

Farid juga menyoroti fungsi Jalan Raya Sawangan sebagai jalur utama dengan arus kendaraan yang cukup tinggi. Lalu lintas, menurutnya, semakin ramai terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Karena itu, kerusakan di sisi jalan dinilai perlu mendapat perhatian, baik untuk mengantisipasi pelebaran amblesan maupun menjaga keamanan pejalan kaki dan pengendara yang melintas. Ia menduga turap penahan tanah di sekitar lokasi mungkin tidak cukup kuat menahan beban, serta turut tergerus aliran air. Dugaan tersebut belum memastikan penyebab kerusakan, tetapi menggambarkan kekhawatiran warga terhadap kondisi tepi kali dan kemungkinan pengaruhnya pada infrastruktur di dekatnya. Pemeriksaan teknis dapat membantu memastikan penyebab dan tingkat risikonya.

Pembangunan trotoar di kawasan Taman Secawan, Kota Depok, dilakukan secara bertahap. Pekerjaan tahap pertama berlangsung pada 2023, kemudian dilanjutkan pada Februari 2025. Jika digabungkan, nilai proyek pembangunan tersebut mencapai Rp9,7 miliar. Besarnya anggaran itu menunjukkan bahwa penataan jalur pejalan kaki di kawasan ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan investasi cukup besar dari pemerintah daerah.

Namun, kondisi trotoar yang kini mengalami ambles menimbulkan kontras dengan usianya yang relatif baru. Infrastruktur yang semestinya menunjang keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki tersebut justru telah mengalami kerusakan. Bagian yang longsor juga menjadi perhatian karena berada di ruang publik yang digunakan warga dan pengendara yang melintas. Keadaan ini mendorong perlunya penanganan agar kerusakan tidak semakin mengganggu aktivitas di sekitar Taman Secawan.

Rahmat Mulyadi, seorang pengendara, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai trotoar yang belum lama dibangun seharusnya tidak cepat ambles. Rahmat juga mengingatkan bahwa pembangunan itu menggunakan uang rakyat, sehingga hasil pekerjaan perlu dijaga dan kualitasnya menjadi perhatian. Tanggapannya mencerminkan harapan masyarakat agar fasilitas umum dibangun dengan baik, dapat digunakan sebagaimana mestinya, serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok telah menyiapkan rencana untuk memperbaiki bagian trotoar yang longsor. Penanganan tersebut diharapkan dapat memulihkan kondisi jalur pejalan kaki dan mengurangi risiko bagi warga di sekitar lokasi. Karena pekerjaan berlangsung di kawasan yang juga dilalui kendaraan, pelaksanaannya direncanakan dengan rekayasa lalu lintas. Pengaturan arus diperlukan agar proses perbaikan dapat dilakukan dengan aman, sementara mobilitas pengguna jalan tetap diperhatikan. Pemerintah perlu memastikan tindak lanjut berjalan terkoordinasi dan kondisi trotoar diperiksa secara cermat setelah diperbaiki. Dengan begitu, bagian yang ambles dapat ditangani sesuai kebutuhan, dan fasilitas yang dibangun melalui anggaran publik kembali berfungsi bagi masyarakat. Perbaikan sekaligus menjadi kesempatan untuk menilai penyebab kerusakan, sehingga langkah penanganan tidak hanya bersifat sementara dan kejadian serupa dapat dicegah.Menurut Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air DPUPR Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah, perbaikan di kawasan Trotoar Secawan akan dilakukan secara bertahap. Urutan pekerjaan disusun untuk menangani bagian tepi sungai yang terdampak sekaligus memulihkan jalur pedestrian dan permukaan jalan. Tahap awal berfokus pada pembangunan dinding tanggul sungai sepanjang 96,6 meter. Struktur ini menjadi penahan bagi area yang mengalami longsor dan menjadi dasar sebelum pekerjaan pada jalur di sisi sungai dilanjutkan.

Dinding tanggul akan dibangun menggunakan material CCSP W-350, atau sheet pile, dengan tinggi enam meter. Setelah pemasangan struktur penahan tersebut, pekerjaan dilanjutkan dengan memasang geotextile non-woven. Lapisan ini berfungsi melindungi tanah urugan agar tidak mudah tergerus atau berpindah, terutama karena posisi pekerjaan berada di dekat aliran sungai. Pemasangan geotextile menjadi bagian penting sebelum tanah ditambahkan untuk membentuk kembali area pedestrian.

Berikutnya, tanah akan diurug dan dipadatkan secara bertahap. Proses pemadatan diperlukan agar permukaan yang dibentuk memiliki kestabilan untuk digunakan sebagai jalur pedestrian. Jalur yang direncanakan memiliki panjang 96,6 meter dan lebar 1,25 meter, mengikuti bentang pekerjaan tanggul. Setelah bentuk dan permukaannya disiapkan, railing yang sebelumnya sudah terpasang akan dipasang kembali. Pengembalian railing dilakukan setelah pekerjaan di area tersebut memungkinkan, sehingga elemen pengaman itu tidak mengganggu tahapan konstruksi.

Sesudah pekerjaan tanggul, perlindungan tanah, pengurugan, pemadatan, dan pemasangan kembali railing selesai, penanganan berlanjut ke jalan eksisting yang terdampak longsor. Bagian jalan tersebut akan dicor ulang untuk memperbaiki permukaannya setelah area di sekitarnya ditata. Dengan demikian, rangkaian pekerjaan mencakup penanganan struktur tepi sungai hingga pemulihan fasilitas yang digunakan masyarakat. Pelaksanaannya mengikuti urutan yang disampaikan DPUPR, dengan setiap tahap menjadi landasan bagi tahap berikutnya. Pengecoran jalan ditempatkan pada bagian akhir agar tidak mendahului pekerjaan tanggul dan pembentukan jalur pedestrian.

Penutupan sebagian Jalan Raya Sawangan direncanakan berlangsung pada 7–20 November 2026 untuk mendukung pekerjaan perbaikan trotoar di kawasan Secawan. Selama periode tersebut, sebagian badan jalan akan digunakan sebagai area kerja. Pengaturan ini diperlukan karena proses pemancangan sheet pile membutuhkan ruang yang memadai, termasuk untuk menempatkan dan mengoperasikan alat berat crawler crane. Penggunaan ruang jalan tidak dapat dihindari agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai tahapan dan peralatan dapat bekerja dengan aman.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Metro Depok serta Dinas Perhubungan Kota Depok mengenai pengaturan lalu lintas. Koordinasi tersebut mencakup pengalihan arus selama pekerjaan berlangsung, dengan tujuan mengurangi risiko bagi para pekerja maupun pengguna jalan. Pengendara diimbau memperhitungkan kemungkinan perubahan perjalanan dan mengikuti rambu serta arahan petugas di lapangan, terutama saat melintasi area pekerjaan.

Bagi kendaraan dari Jalan Nusantara atau Jembatan Sengon yang hendak menuju Tanah Baru maupun Sawangan, jalur alternatif yang disiapkan dapat ditempuh melalui Jalan Raya Melati hingga Jalan Tanah Baru. Sementara itu, kendaraan dari Jalan Raya Sawangan yang menuju Margonda dapat memilih dua pilihan rute. Alternatif pertama adalah melalui Jalan Raya Wadas, kemudian melewati Jalan Raya Pitara. Pilihan lainnya ialah menggunakan Jalan Pramuka, melintasi Jalan Raya Melati, lalu terhubung dengan Jalan Raya Nusantara.

Pemilihan jalur dapat disesuaikan dengan tujuan perjalanan dan kondisi lalu lintas saat itu. Pengguna jalan sebaiknya memperhatikan petunjuk pengalihan arus agar tidak memasuki area yang digunakan untuk pekerjaan. Bahtiar mengimbau masyarakat untuk mencermati pengaturan lalu lintas serta menggunakan rute alternatif yang telah disiapkan selama penutupan berlangsung. Dengan mengikuti arahan tersebut, perjalanan di sekitar Jalan Raya Sawangan diharapkan tetap tertib, sementara pekerjaan dapat berjalan dengan risiko yang lebih terkendali.

325 kunjungan