Bandung | Polresta Batang menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara penyerangan terhadap bus Persib Bandung U-18. Ketiganya berinisial BPA, HH, dan MF alias T. Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono menyampaikan bahwa para tersangka telah diamankan oleh petugas di lokasi dan waktu yang berbeda. Penetapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam penyelidikan atas insiden yang melibatkan kendaraan tim muda Persib Bandung itu.
Menurut Warsono, keputusan menetapkan ketiganya sebagai tersangka diambil setelah penyidik melakukan serangkaian langkah untuk mengungkap peristiwa tersebut. Polisi memeriksa para saksi, menelaah rekaman kamera pengawas atau CCTV, serta mengumpulkan alat bukti lainnya. Keterangan saksi dan rekaman yang diperiksa menjadi bagian dari bahan penyidikan, bersama bukti-bukti lain yang dihimpun petugas. Langkah-langkah itu dilakukan untuk memperjelas rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.
Pengamanan BPA, HH, dan MF alias T dilakukan secara terpisah, karena masing-masing diamankan di lokasi dan waktu yang berbeda. Informasi mengenai perbedaan lokasi serta waktu tersebut disampaikan oleh Kapolresta Batang, meski rincian tempat dan waktunya tidak dipaparkan dalam keterangan yang tersedia. Polisi belum dapat menyimpulkan perkara hanya berdasarkan satu jenis bukti; penyidik menggabungkan hasil pemeriksaan saksi, kajian rekaman CCTV, dan bukti lain dalam proses penyelidikan.
Status tersangka menunjukkan bahwa penyidik telah menetapkan dugaan keterlibatan mereka dalam perkara tersebut berdasarkan bukti yang dikumpulkan. Namun, penetapan itu bukan putusan pengadilan mengenai kesalahan seseorang. Proses hukum selanjutnya akan menguji dugaan dan bukti melalui tahapan yang berlaku. Keterangan resmi dari Warsono menjadi dasar informasi mengenai penetapan tiga tersangka dan cara penyidik menindaklanjuti laporan penyerangan bus Persib Bandung U-18 di Batang.
Peristiwa yang berujung pada kekerasan itu terjadi pada Minggu malam (11/10) di tempat istirahat KM 360 B Tol Batang-Pemalang. Di lokasi tersebut, bus yang membawa pemain, ofisial, dan manajemen Persib U-18 tengah berhenti dalam perjalanan pulang dari Surakarta menuju Bandung. Pada waktu yang sama, beberapa bus suporter Persija Jakarta juga berada di tempat istirahat itu dalam perjalanan pulang.
Menurut penjelasan Warsono, perselisihan bermula ketika sejumlah penumpang dari rombongan Persib turun untuk menggunakan toilet. Seorang ofisial kemudian terlihat mengenakan pakaian bertuliskan Persib Bandung. Situasi itu menjadi awal ketegangan kedua rombongan. Keterangan tersebut menjelaskan urutan kejadian yang disampaikan pihak terkait, sementara penyelidikan kepolisian diperlukan untuk memastikan secara terperinci bagaimana perselisihan berkembang.
Ketegangan itu kemudian meningkat menjadi tindakan kekerasan. Anggota rombongan Persib berinisial PP menjadi sasaran pemukulan. Dalam upaya menghindari serangan, PP berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di sekitar area tempat istirahat. Peristiwa tersebut berlangsung di tengah perjalanan antarkota, ketika para penumpang semestinya dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.
Insiden di KM 360 B itu menunjukkan bagaimana perselisihan yang berawal dari pertemuan dua rombongan di ruang publik dapat berkembang menjadi kekerasan. Kehadiran bus suporter Persija dan rombongan Persib di lokasi yang sama menjadi konteks kejadian, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan peran setiap orang. Karena itu, keterangan saksi dan bukti yang dikumpulkan penyidik menjadi penting untuk menguraikan tindakan masing-masing pihak secara objektif.
Penjelasan mengenai awal perselisihan dan upaya PP menyelamatkan diri memberi gambaran tentang rangkaian kejadian pada malam tersebut. Namun, rincian mengenai pemicu langsung, siapa saja yang terlibat, serta bagaimana kekerasan dilakukan tetap perlu mengacu pada hasil pemeriksaan resmi. Pendekatan itu diperlukan agar kronologi penyerangan bus Persib U-18 di Batang tersampaikan secara akurat dan tidak mencampuradukkan informasi yang telah dikonfirmasi dengan dugaan.
Dalam penyerangan terhadap bus Persib U-18 di Batang, dugaan peran masing-masing tersangka berbeda. BPA diduga memukul PP dan melempar batu ke arah bus. Kepolisian mengumumkan penangkapannya pada 12 Oktober, setelah BPA ditemukan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. HH diduga melempar batu ke kaca bus, kemudian menggunakan kerucut lalu lintas dan tongkat kerucut untuk merusak bagian bodi kendaraan. Ia ditangkap di wilayah Bogor pada 15 Oktober. Sementara itu, MF alias T diduga mengambil dua koper milik pemain dan ofisial dari bagasi saat penyerangan berlangsung. MF ditangkap di Jakarta Barat pada hari yang sama. Dugaan pencurian tersebut terungkap dalam pengembangan penyidikan, sehingga perannya berbeda dari dugaan tindakan kekerasan dan perusakan yang dikaitkan kepada BPA dan HH.
Dalam kejadian itu, bus dikerumuni dan dilempari batu, kerucut lalu lintas, serta tongkat kerucut. Serangan tersebut mengakibatkan kaca belakang dan bodi bus mengalami kerusakan. Kerugian akibat kerusakan kendaraan ditaksir mencapai Rp10 juta. PP, yang diduga dipukul BPA, mengalami luka robek di bagian dalam hidung, memar, serta pembengkakan pada wajah dan kepala. Setelah kejadian, PP mendapat perawatan di RSUD Batang. Rincian kerusakan bus dan kondisi korban menggambarkan dampak serangan terhadap kendaraan maupun orang yang berada di lokasi. Namun, setiap tindakan yang disebutkan masih merupakan dugaan dalam proses penyidikan, dan keterangan mengenai peran para tersangka perlu dipahami sesuai informasi kepolisian. Penyidik mengaitkan dugaan tindakan tersebut dengan rangkaian kejadian yang sama, tetapi tidak menyamakan dugaan keterlibatan tiap orang.
Secara terpisah dari perkara penyerangan dan pencurian, Warsono menyampaikan keterangan mengenai temuan saat BPA ditangkap. Menurut Warsono, petugas menemukan barang yang berkaitan dengan narkoba. Ia juga mengatakan hasil tes urine BPA positif mengonsumsi sabu-sabu dan ganja. Keterangan tersebut merupakan informasi tersendiri dan tidak mengubah uraian dugaan peran BPA dalam penyerangan bus, yakni memukul PP serta melempar batu. Temuan dan hasil tes yang disampaikan Warsono perlu dibedakan dari dugaan perusakan yang dikaitkan dengan HH serta dugaan pengambilan koper yang dikaitkan dengan MF alias T. Dengan pemisahan itu, perkembangan perkara dapat dipahami tanpa mencampur dugaan pidana yang berbeda ataupun menganggap para tersangka melakukan tindakan yang sama.
Zaenal Arif, Direktur Pengembangan Pemain Muda (Youth Development) PT Persib Bandung Bermartabat, menyampaikan apresiasi atas langkah kepolisian dalam mengungkap perkara penyerangan terhadap bus Persib U-18 di Batang. Apresiasi tersebut ditujukan kepada upaya aparat untuk menangani peristiwa yang melibatkan tim muda Persib itu. Ia berharap proses penanganan perkara dapat dituntaskan, sehingga persoalan tersebut memperoleh penyelesaian sesuai proses yang berjalan.
Menurut Zaenal, pengungkapan perkara oleh kepolisian merupakan langkah penting dalam merespons kejadian tersebut. Namun, ia juga menekankan harapan agar penanganannya tidak berhenti pada pengungkapan semata dan dapat diselesaikan hingga tuntas. Harapan itu disampaikan seiring dengan adanya tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerangan bus Persib U-18. Zaenal tidak menyampaikan perkembangan hukum lain, melainkan menyoroti perlunya proses perkara ditangani sampai selesai.
Zaenal turut menyampaikan pesan kepada para suporter sepak bola di Indonesia agar bersama-sama menjaga kedamaian. Dukungan terhadap klub dan kecintaan pada sepak bola, menurut pesan yang ia sampaikan, perlu tetap berada dalam suasana yang tertib dan damai. Ia berharap suporter dapat menjaga sikap serta menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan atau kekerasan. Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh suporter sepak bola, bukan hanya pendukung satu klub, agar suasana sepak bola tetap kondusif bagi semua pihak.
Ia juga berharap perkara ini dapat menjadi efek jera, sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Baca juga: 9 Hal Kecil Dilakukan Orang-Orang yang Benar-Benar Hangat untuk Membuat Hidup Lebih Baik bagi Semua
