Bangkalan | Ibra Ali Abu Rizki, siswa SMAN 2 Bangkalan berusia 18 tahun, mengalami luka serius setelah lehernya terjerat kabel ketika melintas di Jalan Raya KH Moh Kholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi saat ia dalam perjalanan pulang sekolah dengan mengendarai sepeda motor.
Sebelum kejadian, Ibra diketahui bergerak dari arah sekolah yang berada di sisi selatan menuju rumahnya di sisi utara jalan. Ia melaju melewati kawasan lampu merah Seninan. Saat berada di sekitar lokasi, sebuah bus melintas di depan sepeda motor yang dikendarainya. Pada waktu yang hampir bersamaan, terdapat kabel menjuntai di area proyek perbaikan gorong-gorong.
Kabel tersebut diduga tersangkut pada bagian atas bus yang melintas. Setelah bus bergerak menjauh, kabel itu kemudian terlepas dan jatuh ke arah belakang kendaraan. Karena posisi Ibra berada tepat di belakang bus, kabel tersebut mengenai bagian lehernya ketika ia masih mengendarai sepeda motor.
Tarikan kabel membuat Ibra kehilangan kendali dan mengalami luka serius. Insiden itu juga mengejutkan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi proyek. Kondisi kabel yang menjuntai di jalur kendaraan diduga menjadi faktor utama dalam kejadian tersebut, meskipun rincian mengenai pemasangan dan pengamanan area proyek masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengamanan pekerjaan perbaikan infrastruktur yang berlangsung di ruang publik. Material proyek, termasuk kabel, seharusnya ditata dan diamankan agar tidak membahayakan pengendara maupun pejalan kaki. Terlebih, Jalan Raya KH Moh Kholil merupakan jalur yang dilalui masyarakat, termasuk pelajar yang pulang dari sekolah. Penanganan terhadap lokasi serta pemeriksaan kondisi korban menjadi bagian penting setelah insiden tersebut.
Jeratan kabel di area proyek gorong-gorong tersebut membuat Ibra terlempar dari sepeda motor yang dikendarainya. Ia kemudian jatuh ke aspal dan mengalami kondisi yang cukup serius. Setelah terjatuh, Ibra sempat mengalami kejang serta kehilangan kesadaran. Ia juga merasakan tangan dan kakinya kaku sehingga sulit digerakkan.
Para pekerja proyek yang berada di sekitar lokasi kemudian melakukan evakuasi terhadap Ibra. Korban dibawa menggunakan mobil pikap menuju Unit Gawat Darurat RSUD Syamrabu Bangkalan untuk mendapatkan penanganan medis. Evakuasi itu dilakukan setelah Ibra ditemukan dalam kondisi membutuhkan pertolongan akibat insiden tersebut.
Dalam keterangannya melalui telepon pada Kamis, 8 Oktober 2026, Ibra menyampaikan dugaan mengenai awal mula kabel menjerat dirinya. Menurut dia, kabel tersebut kemungkinan semula tersangkut di sebuah bus. Kabel itu kemudian jatuh dan mengenai bagian lehernya ketika ia melintas menggunakan sepeda motor.
Ibra mengatakan bahwa dirinya sempat tidak sadar setelah terjatuh. Ia juga menggambarkan sensasi seperti tersengat listrik ketika insiden berlangsung. Saat memberikan keterangan melalui telepon, tangan dan kakinya masih mengalami kesemutan. Keluhan tersebut dirasakan setelah sebelumnya ia mengalami kekakuan dan kesulitan menggerakkan anggota tubuhnya akibat terjerat kabel dan jatuh ke aspal.
Korban, Ibra, masih menjalani perawatan di ruang rawat inap RSUD Syamrabu Bangkalan hingga Kamis, 8 Oktober 2026. Perawatan tersebut dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Berdasarkan informasi yang tersedia, luka yang dialami Ibra tidak hanya berada di bagian leher, tetapi juga terdapat pada siku dan lutut. Kondisi itu membuatnya masih memerlukan pemantauan tenaga medis di rumah sakit.
Selain luka pada sejumlah bagian tubuh, Ibra mengeluhkan rasa panas dan perih. Ia juga merasakan sensasi seperti tersengat listrik pada tubuhnya setelah mengalami insiden di area proyek gorong-gorong. Keluhan tersebut menjadi bagian dari kondisi yang disampaikan selama menjalani perawatan. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan laboratorium ataupun kesimpulan medis terkait keluhan yang dirasakan korban.
Ibra menyampaikan bahwa bagian lehernya masih terasa perih dan sangat sakit. Keluhan itu tetap dirasakan ketika ia berada di ruang rawat inap. Informasi mengenai rasa sakit pada leher, luka di siku dan lutut, serta sensasi panas dan seperti tersengat listrik menjadi kondisi yang dilaporkan saat ini. Penanganan dan penilaian lebih lanjut masih menunggu pemeriksaan dari pihak rumah sakit, sehingga tidak terdapat dasar untuk menyimpulkan diagnosis atau tingkat keparahan medis korban sebelum hasil pemeriksaan tersedia.
Keluarga korban meminta pihak yang bertanggung jawab atas kabel di area proyek gorong-gorong memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban. Ibu korban, Kun Budiati, 53 tahun, berharap persoalan tersebut dapat diusut secara terbuka agar kejadian yang menimpa putranya, Ibra, memperoleh kejelasan. Permintaan itu disampaikan setelah siswa SMAN 2 Bangkalan tersebut terluka akibat terjerat kabel ketika berada di sekitar lokasi pekerjaan.
Kun juga berharap rekaman dari warga yang berada di sekitar lokasi, apabila tersedia, dapat diperlihatkan kepada keluarga. Menurutnya, rekaman tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi di lapangan serta rangkaian kejadian yang menyebabkan Ibra terluka. Keluarga tidak hanya mengharapkan penjelasan mengenai keberadaan kabel, tetapi juga kepastian mengenai pihak yang menangani dampak kejadian tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangkalan, Rizal Mardiansyah, menyampaikan bahwa kabel yang menjerat Ibra merupakan kabel milik PLN. Informasi tersebut, kata Rizal, diperoleh dari petugas yang berada di lapangan. Ia menjelaskan, sebelum proyek perbaikan gorong-gorong dimulai, pihak PUPR telah berkoordinasi dengan PLN, Telkom, dan pemilik kabel optik yang berada di wilayah perkotaan Bangkalan.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memetakan serta memperhatikan keberadaan jaringan utilitas di sekitar lokasi pekerjaan. Meski demikian, keluarga tetap meminta adanya kejelasan mengenai kondisi kabel saat kejadian dan tindak lanjut terhadap korban. Informasi dari keluarga dan pemerintah daerah tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan peristiwa ini, sementara pihak-pihak terkait diharapkan dapat menyampaikan keterangan berdasarkan kondisi dan temuan di lapangan.

