Said Abdullah Pimpin Bakti Sosial dan Konsolidasi PDIP di Kabupaten Malang

oleh -302 Dilihat
oleh
Said Abdullah Pimpin Bakti Sosial dan Konsolidasi PDIP di Kabupaten Malang

KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah memimpin kegiatan sosial dan konsolidasi partai di halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, pada Jumat, 9 Oktober. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pertalian Cinta DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Bersama Masyarakat Kabupaten Malang” sebagai bentuk kepedulian partai terhadap warga sekaligus penguatan hubungan dengan masyarakat.

Rangkaian kegiatan itu memuat tiga agenda utama. Agenda pertama adalah pembagian 1.000 paket sembako kepada kaum marhaen di Kabupaten Malang. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama masyarakat yang memerlukan dukungan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Penyaluran paket sembako juga menjadi wujud kehadiran partai dalam merespons persoalan sosial secara langsung dan terukur.

Agenda kedua berupa pemberian santunan kepada anak yatim. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian. Santunan diberikan sebagai bagian dari semangat gotong royong yang menjadi landasan kegiatan Pertalian Cinta di Kepanjen.

Selanjutnya, Said Abdullah turut meletakkan batu pertama pembangunan Sekolah Tahfidz Alqur’an Puan Maharani. Pembangunan lembaga pendidikan tersebut menjadi langkah awal dalam menyediakan ruang pembelajaran keagamaan bagi masyarakat. Kehadiran sekolah tahfidz diharapkan mendukung pembentukan generasi yang memiliki pengetahuan, karakter, dan kepedulian sosial.

Setelah agenda sosial berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan konsolidasi internal partai. Konsolidasi itu menghadirkan seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Malang. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk memperkuat koordinasi organisasi, menyatukan langkah para pengurus di tingkat kecamatan, serta memastikan kerja-kerja kerakyatan dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan di Kepanjen tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga mempererat hubungan struktural partai dan masyarakat Kabupaten Malang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, yang akrab disapa Sam Didik, memandang kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menghadirkan perhatian dan dukungan bagi warga, khususnya kelompok yang membutuhkan. Kehadiran kegiatan sosial di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu meringankan beban sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan melalui tindakan konkret.

Sam Didik menekankan bahwa bakti sosial tidak semata-mata berkaitan dengan pembagian bantuan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan organisasi dan masyarakat. Interaksi yang terbangun melalui kegiatan sosial dapat memperkuat hubungan, membuka ruang untuk saling memahami, serta memastikan bahwa kebutuhan warga tetap menjadi perhatian. Dengan demikian, bantuan sosial ditempatkan sebagai bentuk kepedulian yang memiliki nilai kemanusiaan dan sosial, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Dalam pelaksanaannya, perhatian khusus diberikan kepada kaum marhaen dan anak yatim. Kelompok tersebut dipandang memerlukan dukungan agar tetap memperoleh perhatian dalam kehidupan bermasyarakat. Kepedulian kepada mereka juga mencerminkan semangat perjuangan untuk menghadirkan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sam Didik menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial sekaligus menjadi cara untuk mempertahankan semangat gotong royong. Nilai tersebut mendorong masyarakat untuk saling membantu, berbagi, dan menjaga kebersamaan tanpa membedakan latar belakang. Melalui semangat itu, kegiatan sosial diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang memperkuat solidaritas serta kepedulian di Kabupaten Malang.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir atau Adeng, menjelaskan bahwa tema “Pertalian Cinta” memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekadar slogan kegiatan sosial. Istilah tersebut menggambarkan ikatan batin yang tumbuh dari ketulusan antarmanusia. Ikatan itu kemudian diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan dibuktikan dengan pengabdian nyata kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian serta dukungan.

Menurut Adeng, pemaknaan tersebut sejalan dengan penekanan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenai pentingnya menghadirkan nilai kemanusiaan dalam setiap gerak perjuangan. Kepedulian tidak cukup disampaikan melalui ucapan atau simbol, tetapi harus hadir dalam tindakan yang menyentuh kehidupan rakyat. Karena itu, kegiatan sosial dipandang sebagai ruang untuk memperkuat hubungan emosional sekaligus menjalankan tanggung jawab politik kepada masyarakat.

Adeng juga menilai Said Abdullah memiliki karakter kepemimpinan yang konsisten dalam berbuat tulus dan penuh perhatian. Ketulusan tersebut terlihat dari kesediaannya hadir, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta mendorong berbagai bentuk pengabdian tanpa menjadikan bantuan sebagai sekadar pencitraan. Sikap itu, menurut Adeng, mencerminkan kepemimpinan yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai dasar dalam mengambil keputusan dan menjalankan amanah.

Ia menegaskan bahwa nilai ideologi PDI Perjuangan harus diterjemahkan ke dalam tindakan konkret. Perhatian kepada kaum marhaen, kelompok yang berada dalam posisi ekonomi dan sosial yang rentan, merupakan salah satu bentuk penerapan keberpihakan tersebut. Santunan bagi anak yatim juga menjadi wujud kepedulian yang penting karena menunjukkan hadirnya partai di tengah kebutuhan masyarakat. Bagi Adeng, keberpihakan kepada wong cilik bukan sekadar istilah politik, melainkan komitmen untuk mendampingi, melindungi, dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

Peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Tahfidz Alqur’an Puan Maharani oleh Said Abdullah menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan di Kabupaten Malang. Pembangunan sarana pendidikan keagamaan ini tidak hanya menandai dimulainya sebuah proyek fisik, tetapi juga mencerminkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, karakter, dan landasan spiritual. Sekolah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi anak-anak serta mendukung pengembangan pendidikan Alqur’an secara berkelanjutan.

Keberadaan Sekolah Tahfidz Alqur’an Puan Maharani diharapkan memberikan manfaat yang terus dirasakan masyarakat. Sarana ini dapat memperluas akses pembelajaran, memperkuat kegiatan keagamaan, dan mendorong keterlibatan warga dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif. Melalui pembangunan tersebut, kepedulian sosial diwujudkan dalam bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan masyarakat, bukan sekadar disampaikan melalui pesan atau pernyataan.

Setelah kegiatan pembangunan, konsolidasi internal menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi dan menyatukan langkah seluruh struktur PDI Perjuangan di Kabupaten Malang. Konsolidasi memberikan ruang bagi jajaran partai untuk menyelaraskan agenda, mempererat komunikasi, serta memastikan setiap tingkatan organisasi memahami arah perjuangan dan tanggung jawabnya. Kesatuan sikap dan kerja sama ant struktur diperlukan agar berbagai program dapat dijalankan secara terarah, konsisten, dan dekat dengan kebutuhan rakyat.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan keterhubungan kepedulian sosial, pembangunan sarana kemasyarakatan, dan penguatan organisasi. Ketiganya menjadi bagian dari pesan bahwa perjuangan yang berakar pada ideologi perlu diwujudkan melalui ketulusan, kepedulian, serta pengabdian nyata kepada sesama. Dengan demikian, kegiatan sosial, pembangunan fasilitas pendidikan, dan konsolidasi partai berjalan dalam satu semangat pelayanan serta kerja bersama untuk masyarakat Kabupaten Malang.