PSIM Akhiri Kerja Sama dengan Jean-Paul van Gastel, Guntur Jadi Pelatih Sementara

oleh -212 Dilihat
oleh

Yogyakarta | PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel. Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, menyampaikan keputusan tersebut di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, pada Sabtu (17/10/2026) sore WIB. Pengumuman itu menandai berakhirnya kebersamaan klub dengan pelatih asal Belanda tersebut, sekaligus membuka babak baru bagi tim dalam menjalani agenda berikutnya.

Liana menjelaskan bahwa keputusan diambil setelah manajemen melakukan evaluasi terhadap keadaan tim. Langkah tersebut, menurut keterangan yang disampaikan, merupakan hasil pertimbangan klub atas situasi yang sedang dihadapi. Manajemen kemudian memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Van Gastel. PSIM tidak menyebut keputusan itu sebagai pemecatan; keterangan yang disampaikan secara resmi adalah bahwa hubungan kerja sama klub dan sang pelatih telah berakhir.

Pengumuman disampaikan langsung oleh pimpinan klub di lingkungan Balai Kota Yogyakarta. Kehadiran Liana untuk menyampaikan keputusan tersebut menunjukkan bahwa manajemen ingin menjelaskan perubahan posisi pelatih kepada publik melalui pernyataan resmi. Dengan berakhirnya kerja sama itu, perhatian kemudian tertuju pada langkah PSIM dalam menata tim untuk kelanjutan kompetisi. Klub juga menunjuk Guntur sebagai pelatih sementara, sebagaimana tercermin dalam pengumuman mengenai perubahan kepemimpinan tim. Penunjukan tersebut menjadi pengaturan sementara setelah Van Gastel tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala. Belum ada rincian lain dalam keterangan ini mengenai susunan staf maupun durasi tugas Guntur. Untuk saat ini, informasi utama yang disampaikan manajemen adalah berakhirnya kerja sama dengan Van Gastel setelah evaluasi atas keadaan tim, serta penanganan tim oleh Guntur dalam kapasitas sementara. Keputusan itu menjadi perubahan penting bagi PSIM, yang kini memasuki periode transisi di posisi pelatih kepala sambil mempersiapkan langkah berikutnya.

PSIM Yogyakarta memasuki pekan kelima BRI Super League 2026/2027 dengan catatan hasil yang belum menggembirakan. Dalam pertandingan melawan PSM Makassar, tim asal Yogyakarta itu harus menerima kekalahan dengan skor 1-2. Laga tersebut berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (16/10/2026). Hasil akhir ini menambah daftar kekalahan PSIM pada awal kompetisi, sekaligus menjadi latar situasi yang menyertai evaluasi terhadap perjalanan tim. Pertandingan pekan kelima itu menjadi bagian dari rangkaian awal musim yang telah dijalani PSIM, dengan hasil yang menunjukkan bahwa mereka belum memperoleh kemenangan sejak kompetisi dimulai. Skor 1-2 memastikan PSM pulang dengan kemenangan.

Kekalahan dari PSM memperpanjang tren negatif PSIM pada awal musim. Berdasarkan catatan hasil yang disampaikan, PSIM telah menelan empat kekalahan secara berturut-turut. Selain rentetan tersebut, tim juga belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan yang telah dijalani. Dengan demikian, hasil di Bantul bukan sekadar satu pertandingan yang berakhir dengan kekalahan, melainkan bagian dari catatan lima laga awal PSIM di BRI Super League 2026/2027. Catatan itu menggambarkan situasi tim berdasarkan hasil pertandingan, tanpa mengubah fakta bahwa kemenangan pertama belum tercatat hingga pekan kelima. Jumlah kekalahan beruntun dan ketiadaan kemenangan menjadi konteks penting menjelang keputusan klub mengenai kerja sama dengan pelatih.

Dalam laga di Stadion Sultan Agung, PSIM mencetak satu gol, sementara PSM Makassar mencetak dua gol dan menutup pertandingan sebagai pemenang. Pertandingan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, dalam rangkaian pekan kelima kompetisi. Setelah peluit akhir, posisi hasil PSIM tetap berupa empat kekalahan berturut-turut dan belum adanya kemenangan dari lima pertandingan. Situasi inilah yang menjadi latar bagi evaluasi klub dan keputusan yang berkaitan dengan tim pelatih. Rentetan hasil tersebut tercatat pada awal musim 2026/2027, ketika PSIM telah melewati lima laga liga. Kekalahan 1-2 dari PSM menjadi hasil terbaru dalam rangkaian itu, sebelum klub mengambil langkah terkait kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel.

Liana menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung PSIM atas performa tim yang belum memenuhi harapan. Ia memahami bahwa hasil yang diraih sejauh ini dapat menimbulkan kekecewaan, terutama bagi suporter yang terus memberikan dukungan kepada klub. Permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab manajemen atas kondisi tim, sekaligus pengakuan bahwa penampilan PSIM belum mencapai standar yang diinginkan. Liana menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius dan perlu ditangani melalui keputusan yang mempertimbangkan kepentingan klub secara menyeluruh.

Menurut Liana, tanggung jawabnya sebagai direktur utama tidak terbatas pada hasil pertandingan. Perannya juga mencakup upaya menjaga keamanan dan memastikan keberlangsungan PSIM ke depan. Dengan demikian, setiap keputusan manajemen perlu melihat dampaknya terhadap klub dalam jangka lebih luas, bukan hanya menilai keadaan berdasarkan satu pertandingan atau posisi tim pada saat tertentu. Ia menempatkan stabilitas dan masa depan PSIM sebagai pertimbangan yang tidak dapat dipisahkan dari evaluasi performa di lapangan.

Pengakhiran kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel merupakan respons manajemen terhadap situasi yang sedang dihadapi tim. Keputusan tersebut diambil di tengah kebutuhan untuk mengevaluasi kondisi PSIM dan menentukan langkah yang dianggap tepat bagi klub. Manajemen melihat bahwa perubahan diperlukan sebagai bagian dari penanganan situasi, setelah performa tim dinilai belum memuaskan. Pernyataan Liana menegaskan bahwa keputusan ini bukan semata-mata persoalan hasil pertandingan, melainkan bagian dari tanggung jawab pengelolaan klub dan upaya menjaga keberlangsungan PSIM.

Dalam menyampaikan pertimbangan tersebut, Liana mengakui bahwa keputusan terkait pelatih memiliki arti penting bagi tim dan para pendukung. Namun, manajemen tetap harus mengambil langkah dengan mempertimbangkan kebutuhan klub secara keseluruhan. Permohonan maaf atas performa tim berjalan seiring dengan penjelasan mengenai tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan serta masa depan PSIM. Pengakhiran kerja sama dengan Van Gastel pun menjadi bentuk respons manajemen atas situasi yang berlangsung, sementara Guntur ditunjuk sebagai pelatih sementara. Fokus berikutnya adalah menangani kondisi tim dan memastikan proses transisi berjalan dengan mempertimbangkan kepentingan PSIM.

Setelah kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel berakhir, manajemen PSIM menunjuk Guntur Cahyo Utomo untuk mengisi posisi pelatih kepala sementara. Penunjukan tersebut menjadi langkah transisi agar tim tetap memiliki arahan dalam menjalani agenda latihan dan pertandingan sembari klub menyiapkan keputusan mengenai pelatih tetap. Guntur akan menjalankan tugas sebagai caretaker, bukan sebagai penetapan permanen untuk posisi tersebut.

Guntur dijadwalkan memimpin tim selama kurang lebih satu bulan. Dalam periode itu, ia bertanggung jawab mengoordinasikan persiapan tim, menjaga komunikasi dengan para pemain, serta membantu memastikan aktivitas sehari-hari berjalan sesuai rencana. Masa tugas sementara ini memberi ruang bagi manajemen untuk mempertimbangkan kebutuhan tim sebelum menentukan sosok yang akan menangani PSIM dalam jangka lebih panjang.

Perubahan di kursi kepelatihan dapat membawa penyesuaian dalam rutinitas dan pembagian peran. Karena itu, masa transisi juga membutuhkan komunikasi yang jelas manajemen, staf pelatih, dan pemain. Fokusnya adalah menjaga agar tim dapat menjalani proses tersebut dengan tertib, tanpa mendahului keputusan mengenai pelatih tetap. Penunjukan Guntur menjadi pengaturan sementara selama proses penentuan itu berlangsung.

Liana berharap keputusan manajemen mendapat dukungan dari para suporter, termasuk Brajamusti dan The Maident. Dukungan tersebut dinilai penting agar tim dapat melewati masa peralihan dengan suasana yang lebih kondusif, baik di ruang ganti maupun ketika pertandingan berlangsung. Ia juga berharap semua pihak memberi kesempatan kepada Guntur untuk menjalankan tugasnya selama masa caretaker, sambil menunggu kabar resmi mengenai pelatih tetap.

Baca juga: Hadiri Peringatan 10 Tahun Hubungan Jiangxi–Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Dari Perdagangan ke Investasi dan Basis Produksi