Peta Persaingan Merek Mobil Indonesia hingga September 2026: BYD Ungguli Honda

oleh -282 Dilihat
oleh
Peta Persaingan Merek Mobil Indonesia hingga September 2026: BYD Ungguli Honda

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Peta persaingan merek mobil di Indonesia mengalami perubahan penting sepanjang Januari–September 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD mencatat penjualan wholesales lebih tinggi daripada Honda dalam periode tersebut. BYD membukukan distribusi sebanyak 43.727 unit, sedangkan Honda mencatat 29.903 unit.

Dengan capaian tersebut, BYD menguasai pangsa pasar sebesar 6,4 persen dari total penjualan mobil nasional. Angka itu menempatkan BYD di peringkat kelima dalam daftar merek dengan penjualan kendaraan terbanyak di Indonesia hingga September 2026. Posisi tersebut menjadi penanda penting dalam susunan persaingan industri otomotif nasional pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Honda berada di peringkat ketujuh dengan pangsa pasar 4,4 persen. Dalam daftar yang sama, Honda berada di bawah Mitsubishi Fuso, yang membukukan wholesales sebanyak 32.111 unit. Dengan demikian, susunan peringkat berdasarkan data Gaikindo menunjukkan BYD berada dua tingkat di atas Honda, sementara selisih penjualan keduanya mencapai 13.824 unit. Data ini menggambarkan posisi masing-masing merek berdasarkan pencapaian wholesales dari Januari hingga September 2026.

Perbandingan kinerja merek mobil dapat dilihat melalui dua indikator utama, yaitu wholesales dan retail sales. Keduanya sama-sama menggambarkan jumlah kendaraan yang terjual dalam rantai distribusi, tetapi mengacu pada tahap transaksi yang berbeda. Karena itu, angka pada kedua indikator tersebut tidak selalu sama dan perlu dibaca sesuai dengan definisinya.

Wholesales adalah pengiriman kendaraan dari pabrik kepada diler. Data ini mencatat unit yang telah disalurkan oleh produsen ke jaringan penjualan, baik untuk memenuhi kebutuhan persediaan maupun menyiapkan kendaraan sebelum dipasarkan kepada konsumen. Dengan demikian, wholesales lebih menggambarkan arus kendaraan dari sisi pabrikan menuju diler.

Sementara itu, retail sales merupakan penjualan kendaraan dari diler kepada konsumen. Angka ini mencatat unit yang benar-benar dibeli atau diserahkan melalui transaksi di tingkat diler dan pelanggan. Perbedaan waktu pengiriman kendaraan ke diler dan pembelian oleh konsumen dapat membuat jumlah wholesales dan retail sales suatu merek berbeda pada periode yang sama.

Keunggulan BYD atas Honda juga terlihat pada data retail sales hingga September 2026. BYD mencatat penjualan sebanyak 42.710 unit, dengan pangsa sebesar 6,3 persen. Pada indikator yang sama, Honda membukukan 35.885 unit atau pangsa 5,3 persen. Data tersebut menunjukkan posisi BYD lebih tinggi daripada Honda dalam penjualan dari diler kepada konsumen.

Dengan membedakan kedua indikator ini, pembaca dapat memahami bahwa data wholesales tidak secara langsung berarti seluruh unit telah dibeli konsumen. Wholesales merepresentasikan pengiriman ke diler, sedangkan retail sales merepresentasikan penjualan di tingkat konsumen. Keduanya memberikan gambaran pada tahap distribusi yang berbeda, termasuk ketika membandingkan posisi BYD dan Honda dalam peta persaingan merek mobil Indonesia.

Data wholesales nasional sepanjang Januari–September 2026 menunjukkan persaingan antarmerek berlangsung dengan jarak yang cukup beragam. Toyota masih memimpin pasar dengan pengiriman 197.809 unit. Capaian tersebut setara dengan pangsa pasar 29,1 persen, sekaligus menempatkannya cukup jauh di atas merek lain dalam daftar sepuluh besar.

Daihatsu berada di peringkat kedua setelah mencatat wholesales sebanyak 112.442 unit, dengan pangsa pasar 16,6 persen. Selisih volume Toyota dan Daihatsu mencapai 85.367 unit. Suzuki menempati posisi ketiga dengan 53.224 unit, sedangkan Mitsubishi Motors berada satu tingkat di bawahnya melalui pengiriman 48.414 unit. Dengan demikian, jarak peringkat ketiga dan keempat tercatat 4.810 unit.

BYD menduduki peringkat kelima dengan volume 43.727 unit. Posisi ini membuat BYD berada di depan Honda, yang menempati peringkat ketujuh dengan 29.903 unit. Di keduanya, Mitsubishi Fuso berada di posisi keenam dengan wholesales 32.111 unit. Selisih pengiriman BYD dan Mitsubishi Fuso mencapai 11.616 unit, sementara jarak BYD dengan Honda mencapai 13.824 unit.

Jaecoo mengisi posisi kedelapan dengan 27.234 unit dan pangsa pasar 4 persen. Merek tersebut berada 2.669 unit di bawah Honda. Dua posisi terbawah ditempati Isuzu dan Hino. Isuzu mencatat 22.975 unit di peringkat kesembilan, sedangkan Hino membukukan 20.233 unit di posisi kesepuluh. Selisih keduanya mencapai 2.742 unit. Urutan ini memperlihatkan bahwa persaingan pada papan tengah hingga bawah relatif lebih rapat dibandingkan jarak pemimpin pasar dan peringkat berikutnya.

Secara berurutan, daftar tersebut adalah: 1) Toyota, 2) Daihatsu, 3) Suzuki, 4) Mitsubishi Motors, 5) BYD, 6) Mitsubishi Fuso, 7) Honda, 8) Jaecoo, 9) Isuzu, dan 10) Hino. Angka ini menjadi gambaran posisi merek berdasarkan distribusi kendaraan dari pabrikan ke jaringan diler, bukan penjualan kendaraan langsung kepada konsumen.

Selain daftar wholesales, peta persaingan otomotif nasional hingga September 2026 juga dapat dilihat melalui retail sales, yaitu penjualan kendaraan yang langsung tercatat di tingkat konsumen. Berdasarkan data tersebut, Toyota tetap menempati posisi teratas dengan penjualan 194.519 unit. Daihatsu berada di urutan kedua dengan 109.376 unit, disusul Suzuki yang membukukan 54.179 unit dan Mitsubishi Motors dengan 50.407 unit. Susunan ini menunjukkan bahwa empat merek tersebut masih memiliki basis konsumen yang besar di pasar Indonesia.

BYD menempati posisi kelima dalam daftar retail sales dengan 42.710 unit. Angka tersebut menempatkan BYD di atas Honda, yang mencatat penjualan 35.885 unit dan berada di posisi keenam. Perbedaan posisi ini menjadi salah satu temuan penting dalam perbandingan penjualan konsumen, karena Honda telah lama dikenal sebagai salah satu merek Jepang yang menjadi pemain utama industri otomotif nasional. Setelah Honda, posisi berikutnya ditempati Mitsubishi Fuso dengan 31.409 unit, Jaecoo dengan 26.886 unit, Isuzu dengan 22.018 unit, serta Hino dengan 19.223 unit.

Urutan retail sales tersebut memang sedikit berbeda dari daftar wholesales, tetapi tetap memperlihatkan persaingan yang semakin beragam di pasar kendaraan Indonesia. Merek-merek Jepang masih mendominasi sejumlah posisi teratas melalui volume Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi Motors, dan Honda. Pada saat yang sama, BYD berhasil mencatat volume yang besar sekaligus berada di atas Honda dalam penjualan kepada konsumen. Kehadiran BYD dan Jaecoo dalam daftar ini juga menunjukkan semakin kuatnya persaingan merek asal China di pasar Indonesia. Data tersebut menggambarkan bahwa kompetisi antarmerek kini tidak hanya berlangsung di pemain lama, tetapi juga melibatkan merek baru dengan capaian penjualan yang semakin diperhitungkan.