Pontianak | Partai Perindo tengah mematangkan strategi untuk memperluas dukungan di Kalimantan Barat menjelang Pemilu 2029. Bagi partai, wilayah ini dinilai memiliki ruang pengembangan politik yang perlu dikelola secara terarah dan berkelanjutan. Sekretaris Jenderal Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkyansyah, menyebut Kalbar sebagai salah satu wilayah prioritas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam upaya meningkatkan perolehan kursi legislatif. Penetapan prioritas tersebut menjadi dasar bagi jajaran partai untuk menyiapkan kerja politik lebih awal, sekaligus menyesuaikan agenda organisasi dengan karakter dan kebutuhan masyarakat setempat.
Konsolidasi di Kalbar diarahkan pada penguatan struktur organisasi hingga tingkat daerah. Kesiapan kepengurusan, pembagian peran, serta koordinasi antartingkatan menjadi perhatian agar aktivitas partai dapat berjalan lebih teratur. Penguatan struktur juga dipandang penting untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat dan menghimpun aspirasi secara berkelanjutan. Dengan organisasi yang lebih solid, Perindo berharap kerja politik di kabupaten dan kota dapat berlangsung konsisten, tidak hanya menjelang pemungutan suara. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi tahapan pemilu yang membutuhkan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi yang memadai.
Selain pembenahan organisasi, partai menyiapkan pemetaan daerah pemilihan sebagai dasar penyusunan strategi elektoral. Pemetaan tersebut dapat membantu mengidentifikasi kondisi tiap dapil, dinamika dukungan, serta kebutuhan pendekatan yang sesuai bagi warga di berbagai wilayah Kalbar. Informasi lapangan diharapkan menjadi bahan untuk menentukan prioritas kerja dan mengarahkan upaya penguatan basis secara lebih terukur. Perindo juga memasukkan persiapan verifikasi partai dalam agenda konsolidasi. Kesiapan administrasi dan kelengkapan persyaratan perlu dibangun sejak dini agar proses verifikasi dapat dihadapi dengan tertib. Melalui rangkaian langkah tersebut, DPP berupaya memastikan persiapan menuju Pemilu 2029 berjalan sistematis. Konsolidasi yang dilakukan lebih awal diharapkan memberi waktu bagi pengurus untuk mengevaluasi perkembangan, memperbaiki kekurangan, dan menjaga kesinambungan kerja organisasi di Kalimantan Barat.
Pemilu 2019 menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Partai Perindo di Kalimantan Barat. Pada pemilihan tersebut, partai ini berhasil memperoleh satu kursi di DPRD Provinsi Kalimantan Barat serta 17 kursi yang tersebar di DPRD kabupaten dan kota. Perolehan itu menunjukkan bahwa Perindo pernah memiliki representasi di berbagai tingkat pemerintahan daerah, sekaligus memperoleh dukungan pemilih di sejumlah wilayah. Catatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman politik yang dapat digunakan untuk menilai kekuatan partai, mengenali basis dukungan, dan menyusun langkah organisasi berikutnya secara lebih terarah.
Capaian tersebut dipandang sebagai pijakan untuk membangun kembali kekuatan politik Perindo di Kalimantan Barat. Artinya, hasil Pemilu 2019 tidak hanya dikenang sebagai angka perolehan kursi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi dalam mempersiapkan kerja politik menuju pemilu mendatang. Penguatan organisasi dan pemetaan daerah pemilihan dapat diarahkan dengan mempertimbangkan pengalaman sebelumnya, termasuk wilayah yang pernah memberikan dukungan serta kebutuhan untuk memperluas jangkauan partai. Dengan demikian, capaian terdahulu dapat menjadi modal awal bagi konsolidasi, bukan ukuran yang membatasi sasaran pada masa depan.
Ferry berharap Perindo dapat kembali meraih banyak suara dan kursi di Kalimantan Barat. Harapan itu mencakup perolehan di tingkat provinsi maupun di DPRD kabupaten dan kota, sehingga kehadiran partai dapat kembali terwakili pada berbagai tingkatan pemerintahan daerah. Untuk mencapai sasaran tersebut, pengalaman Pemilu 2019 dapat menjadi rujukan dalam merancang strategi, memperkuat kerja kader, dan membangun komunikasi dengan masyarakat. Namun, hasil pemilu berikutnya tetap bergantung pada proses yang dijalankan serta dukungan pemilih. Karena itu, capaian satu kursi provinsi dan 17 kursi kabupaten/kota ditempatkan sebagai titik berangkat bagi upaya mengembalikan kepercayaan dan memperbesar dukungan. Harapan untuk memperoleh banyak kursi juga memberi arah bagi konsolidasi partai, sekaligus menegaskan pentingnya persiapan yang matang di setiap daerah pemilihan Kalimantan Barat menjelang Pemilu 2029.Ferry berpandangan bahwa upaya meningkatkan perolehan kursi tidak dapat hanya bertumpu pada strategi yang disusun ketika pemungutan suara sudah semakin dekat. Persiapan politik membutuhkan proses yang lebih panjang dan terarah, sehingga partai dapat memahami kondisi wilayah serta membangun kerja organisasi secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, pemetaan daerah pemilihan (dapil) dan penguatan struktur partai merupakan dua hal yang saling berkaitan. Keduanya menjadi bagian dari persiapan Perindo di Kalimantan Barat menuju Pemilu 2029.
Pemetaan dapil diperlukan untuk mengenali potensi elektoral di setiap wilayah. Dengan memahami karakter dan peluang pada masing-masing dapil, partai dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dukungan masyarakat. Pemetaan tersebut bukan sekadar pencatatan wilayah, melainkan landasan untuk membaca potensi secara lebih terukur. Menurut pandangan Ferry, pemahaman semacam ini penting agar persiapan tidak dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan perbedaan antardaerah. Hasil pemetaan dapat membantu partai melihat ruang dukungan yang ada dan menentukan perhatian organisasi berdasarkan keadaan di lapangan.
Namun, pemetaan saja tidak cukup apabila tidak disertai struktur organisasi yang kuat. Mesin partai perlu berjalan hingga tingkat bawah agar kerja politik tidak berhenti pada tingkat pengurus atau hanya muncul menjelang pemungutan suara. Penguatan organisasi memungkinkan hubungan dengan masyarakat dijaga melalui kehadiran struktur yang bekerja di wilayahnya. Dengan demikian, upaya mengenali potensi dapil dapat tersambung dengan kerja nyata organisasi di tengah masyarakat. Ferry menekankan pentingnya persiapan yang tidak bersifat mendadak, sebab perluasan dukungan membutuhkan proses dan keterlibatan partai secara berkelanjutan. Pemetaan memberikan pemahaman tentang potensi, sedangkan struktur yang kuat menjadi penggerak untuk menjangkau masyarakat. Kedua aspek tersebut diarahkan untuk memperluas dukungan dan mendukung peningkatan perolehan kursi Perindo di Kalimantan Barat pada Pemilu 2029, tanpa hanya mengandalkan langkah yang baru dirancang menjelang hari pemungutan suara.
Kesiapan administrasi menjadi salah satu perhatian Partai Perindo Kalimantan Barat dalam menyongsong tahapan politik berikutnya. Pembenahan persyaratan kepartaian disiapkan sejak dini agar struktur dan dokumen organisasi dapat memenuhi ketentuan saat verifikasi partai politik yang dijadwalkan berlangsung pada 2027. Ferry menyampaikan bahwa langkah tersebut perlu dilakukan secara terencana, bukan hanya ketika tahapan verifikasi sudah dimulai. Dengan persiapan lebih awal, jajaran partai memiliki waktu untuk meninjau kelengkapan administrasi, mengidentifikasi kebutuhan perbaikan, serta memastikan koordinasi antarpengurus berjalan dengan baik.
Hal itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan di Pontianak, Selasa (27/10/2026), yang mencakup workshop bedah daerah pemilihan (dapil), verifikasi partai politik, dan training of trainers KTA online DPW Partai Perindo Kalbar. Agenda tersebut menggabungkan pembahasan pemetaan dapil dengan penguatan pemahaman mengenai persyaratan kepartaian dan pemanfaatan sistem keanggotaan daring. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tugas masing-masing, termasuk kebutuhan untuk menata data dan dokumen secara tertib. Pembekalan kepada pelatih juga dapat membantu penyampaian informasi serta pendampingan kepada pengurus di wilayah yang lebih luas.
Persiapan verifikasi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari konsolidasi organisasi yang berkelanjutan. Penataan administrasi, pembaruan data keanggotaan, dan komunikasi tingkat provinsi hingga daerah dapat mendukung kesiapan partai dalam memenuhi persyaratan yang berlaku. Pada saat yang sama, pembahasan dapil memberi ruang bagi pengurus untuk memahami kondisi wilayah dan merancang langkah organisasi secara lebih terarah. Ferry menempatkan agenda tersebut sebagai pekerjaan yang perlu berjalan konsisten sebelum memasuki tahapan Pemilu 2029. Dengan demikian, konsolidasi organisasi dan persiapan verifikasi berlangsung seiring dengan upaya memperluas dukungan masyarakat.
Baca juga: Anjangsana Dengan Sesepuh TNI, Wujud Penguatan Silaturahmi dan Pewarisan Nilai Pengabdian | HUT ke-48 FKPPI, Bamsoet Tegaskan Arahan Ketua Umum, Bahwa FKPPI Organisasi Perjuangan, Bukan Kendaraan Politik Cari Kekuasaan | Lahan Dikuasai Sejak 1958 Diklaim Diamankan Pemkot, Warga Gubeng Siapkan Posko Perlawanan
