Harga Pangan Nasional Melemah pada Awal Pekan, Cabai Rawit Hijau Turun Paling Dalam

oleh -594 Dilihat
oleh
Harga Pangan Nasional Melemah pada Awal Pekan, Cabai Rawit Hijau Turun Paling Dalam

Jakarta | Harga sejumlah komoditas pangan nasional tercatat menurun pada Senin, 19 Oktober 2026. Pergerakan turun tersebut mencakup mayoritas komoditas yang dipantau, mulai dari kelompok bawang dan beras hingga cabai, daging, serta minyak goreng kemasan. Informasi mengenai perkembangan harga itu bersumber dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI), yang memantau berbagai bahan pangan strategis di tingkat nasional.

Data PIHPS menunjukkan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada satu jenis bahan pangan. Komoditas bawang, beras, dan cabai termasuk dalam kelompok yang mengalami penurunan pada awal pekan tersebut. Dengan cakupan komoditas yang beragam, laporan ini memberikan gambaran bahwa perubahan harga terjadi pada beberapa bahan kebutuhan rumah tangga sekaligus. Namun, informasi yang tersedia untuk laporan ini tidak mencantumkan angka harga maupun besaran perubahan masing-masing komoditas.

Cabai menjadi salah satu kelompok yang turut bergerak turun, termasuk cabai rawit hijau yang disebut mengalami penurunan paling dalam. Keterangan tersebut menempatkan komoditas itu sebagai sorotan dalam perkembangan harga hari ini, meski besaran penurunan dan harga per satuannya tidak disertakan. Untuk bawang dan beras, informasi yang ada hanya menunjukkan arah perubahan, sehingga tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan tingkat harga atau membandingkan besar penurunannya.

Penurunan juga mencakup kelompok daging dan minyak goreng kemasan. PIHPS BI menjadi rujukan untuk informasi pergerakan harga tersebut, tetapi angka harga dan rincian perubahan pada kedua kelompok itu tidak tersedia dalam bahan yang digunakan. Karena itu, laporan ini membatasi uraian pada fakta bahwa keduanya termasuk komoditas yang tercatat melemah, tanpa menambahkan nilai atau besaran tertentu. Perkembangan pada Senin ini menunjukkan mayoritas komoditas yang dipantau bergerak turun, sementara rincian per komoditas perlu merujuk pada data lengkap PIHPS BI.

Perubahan harga pada kelompok cabai menunjukkan penurunan yang cukup besar pada sejumlah komoditas. Cabai rawit hijau mencatat penurunan paling dalam, yakni 49,27 persen, dengan harga menjadi Rp40.000 per kilogram. Angka tersebut menempatkan cabai rawit hijau sebagai jenis cabai dengan koreksi harga terbesar di komoditas yang disebutkan. Informasi ini menggambarkan perubahan harga pada tanggal pencatatan, bukan perbandingan untuk periode lain.

Selain cabai rawit hijau, harga cabai merah besar juga tercatat melemah. Komoditas ini turun 39,02 persen menjadi Rp45.000 per kilogram pada tanggal yang sama. Persentase penurunannya lebih kecil daripada cabai rawit hijau, tetapi tetap menunjukkan perubahan yang menonjol. Sementara itu, cabai rawit merah turun 38,27 persen dan berada pada harga Rp65.000 per kilogram. Dengan demikian, harga ketiga jenis cabai tersebut sama-sama bergerak turun berdasarkan data yang tersedia.

Perbedaan persentase penurunan dan harga akhirnya memperlihatkan variasi perubahan di jenis cabai. Cabai rawit hijau mengalami penurunan paling besar secara persentase, sementara harga akhirnya tercatat Rp40.000 per kilogram. Cabai merah besar berada pada Rp45.000 per kilogram setelah turun 39,02 persen, dan cabai rawit merah mencapai Rp65.000 per kilogram setelah melemah 38,27 persen. Penyajian persentase bersama harga per kilogram membantu pembaca melihat besaran perubahan serta posisi harga masing-masing komoditas secara lebih jelas.

Seluruh angka tersebut merujuk pada tanggal yang disebutkan dalam data harga, sehingga perlu dipahami sebagai catatan pada waktu itu. Nilai persentase dan harga tidak dengan sendirinya menjelaskan kondisi pada hari berikutnya maupun perkembangan dalam rentang waktu yang lebih panjang. Berdasarkan catatan tersebut, cabai rawit hijau merupakan komoditas dengan penurunan paling dalam di tiga jenis cabai yang dibahas. Cabai merah besar dan cabai rawit merah juga mengalami penurunan, masing-masing dengan harga yang berbeda setelah perubahan tercatat. Rincian ini menyajikan pergerakan harga tanpa menyimpulkan penyebabnya.

Harga bawang merah dan bawang putih sama-sama tercatat mengalami penurunan pada awal pekan. Dalam data yang tersedia, harga bawang merah turun 18,92 persen dan berada di angka Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih turun 27,55 persen hingga menjadi Rp28.000 per kilogram. Dengan demikian, kedua komoditas tersebut ditampilkan bersama perubahan persentase dan harga akhirnya secara jelas.

Untuk bawang merah, penurunan sebesar 18,92 persen membawa harga komoditas ini ke tingkat Rp30.000 per kilogram. Angka tersebut merupakan harga akhir yang tercantum dalam data, sedangkan persentase menunjukkan besaran penurunannya. Informasi ini menggambarkan arah perubahan harga bawang merah pada periode yang dilaporkan, tanpa menambahkan dugaan mengenai kondisi sebelumnya ataupun faktor yang memengaruhinya.

Adapun bawang putih mengalami penurunan sebesar 27,55 persen, dengan harga akhir tercatat Rp28.000 per kilogram. Penyebutan persentase dan nominal per kilogram membantu pembaca mengenali dua informasi utama dalam laporan tersebut: seberapa besar penurunan yang dicatat dan berapa harga yang tertera setelah perubahan. Data yang disampaikan tidak memberikan keterangan tambahan tentang penyebab, lokasi, atau rincian periode pengamatan.

Kedua angka ini dapat dicatat sebagai bagian dari perkembangan harga pangan pada awal pekan. Bawang merah berada pada harga Rp30.000 per kilogram setelah turun 18,92 persen, sedangkan bawang putih berada pada Rp28.000 per kilogram setelah turun 27,55 persen. Penyajian tersebut mempertahankan masing-masing persentase dan harga sesuai data, tanpa menarik kesimpulan lebih jauh. Dengan mencantumkan satuan yang sama, yakni per kilogram, pembaca dapat memahami nilai akhir setiap komoditas secara langsung. Informasi ini terbatas pada perubahan harga yang dilaporkan untuk kedua jenis bawang tersebut; tidak ada penjelasan sebab-akibat yang disertakan dalam data, sehingga uraian tetap berfokus pada persentase penurunan dan nominal akhirnya.Perubahan harga beras pada awal pekan tercatat menurun pada lima kategori yang dipantau. Penurunan mencakup beras kualitas bawah II, beras medium I dan II, serta beras kualitas super I dan II. Setiap kategori memiliki besaran perubahan dan harga per kilogram yang berbeda. Rincian ini menunjukkan posisi harga masing-masing jenis beras pada waktu pemantauan, tanpa mengubah perbedaan nama kategori maupun angka yang tercatat.

Beras kualitas bawah II mengalami penurunan sebesar 8,16 persen dan berada pada harga Rp13.500 per kilogram. Untuk beras medium I, penurunan tercatat 4,82 persen, dengan harga menjadi Rp15.800 per kilogram. Sementara itu, beras medium II turun 7,9 persen dan tercatat sebesar Rp15.150 per kilogram. Ketiga angka tersebut memperlihatkan variasi penurunan di kategori beras kualitas bawah dan medium yang dicatat.

Pada kelompok beras kualitas super, harga beras kualitas super I turun 8,08 persen menjadi Rp16.500 per kilogram. Beras kualitas super II mengalami penurunan 7,78 persen, sehingga harganya tercatat Rp16.000 per kilogram. Dengan demikian, dua kategori super tersebut sama-sama mencatat penurunan, tetapi persentase dan harga akhirnya tidak sama. Angka harga yang disebutkan merupakan harga per kilogram sesuai data pemantauan.

Di lima kategori tersebut, penurunan persentase terbesar tercatat pada beras kualitas bawah II, sebesar 8,16 persen. Beras kualitas super I menyusul dengan penurunan 8,08 persen, kemudian beras medium II sebesar 7,9 persen dan beras kualitas super II sebesar 7,78 persen. Penurunan pada beras medium I tercatat 4,82 persen. Urutan ini hanya membandingkan besaran persentase penurunan yang dilaporkan untuk kategori-kategori tersebut.

Rincian harga akhir memperlihatkan.

Baca juga: Terima Tim Peneliti UI dan Tim “Sejarah MPR”, Bamsoet Tegaskan MPR Harus lebih ‘Galak’ Menegakkan Konstitusi dan Penjaga Konsensus Nasional | Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Dandim Bojonegoro Raih Juara III Dansatgas Terbaik TMMD 129 | Uji Hasil Penelitian Disertasi Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Tegaskan Kepastian Hukum Harus Jadi Fondasi Utama Pelaksanaan Program Strategis Nasional