Gandung Pardiman Wafat pada Usia 73 Tahun, Perjalanan Panjangnya di Golkar dan Parlemen

oleh -51 Dilihat
oleh
Gandung Pardiman Wafat di Yogyakarta, Dimakamkan di Gunungkidul

Yogyakarta | Gandung Pardiman, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meninggal dunia pada Selasa, 27 Oktober 2026. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, dalam usia 73 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan oleh keluarga setelah Gandung menjalani perawatan di ruang intensive care unit (ICU) rumah sakit itu.

Syarief Guska Laksana, putra almarhum yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DIY, membenarkan kabar meninggalnya sang ayah. Guska menyatakan bahwa Gandung wafat pada Selasa pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Keterangan tersebut menegaskan waktu kepergian anggota parlemen itu, yang selama ini bertugas mewakili masyarakat Yogyakarta di DPR.

Gandung dirawat di ruang ICU sebelum meninggal dunia. Informasi yang disampaikan keluarga tidak merinci penyebab wafatnya, sehingga tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi medis yang dialami. Keluarga hanya menyampaikan bahwa ia telah menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan demikian, kabar yang telah dikonfirmasi mencakup tempat, waktu, usia, serta masa perawatan almarhum.

Kepergian Gandung menjadi kabar duka bagi keluarga, rekan di Partai Golkar, dan kalangan parlemen yang mengenalnya sebagai wakil dari DIY. Ia meninggal saat masih tercatat sebagai anggota DPR dari fraksi tersebut. Berita ini menempatkan perhatian pada peristiwa yang terjadi di Yogyakarta pada Selasa pagi, sekaligus memastikan informasi utama melalui pernyataan putranya. Hingga keterangan yang disampaikan keluarga, tidak ada informasi tambahan mengenai penyebab kematian ataupun rincian lain terkait perawatan. Gandung wafat dalam usia 73 tahun setelah dirawat di ICU RS Panti Rapih. Pernyataan Guska menjadi konfirmasi keluarga atas kabar meninggalnya ayahnya di Yogyakarta.

Guska menjelaskan bahwa Gandung Pardiman mulai menjalani perawatan di rumah sakit sejak Jumat, 23 Oktober 2026. Ia dibawa untuk mendapatkan penanganan setelah mengalami demam. Selama dirawat, kondisi Gandung sempat menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Keluarga pun sempat melihat adanya perbaikan tersebut, meski ia tetap berada dalam pengawasan dan perawatan tim medis.

Perubahan kondisi kembali terjadi pada Selasa dini hari. Menurut keterangan Guska, keadaan Gandung menurun setelah sebelumnya sempat membaik. Ia kemudian meninggal dunia pada usia 73 tahun. Kabar duka itu mengakhiri rangkaian perawatan yang telah dijalaninya sejak beberapa hari sebelumnya. Keluarga menyampaikan informasi mengenai kondisi tersebut sekaligus memohon agar masyarakat memberikan doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

Jenazah Gandung direncanakan dimakamkan pada Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 17.00 WIB. Pemakaman akan berlangsung di makam keluarga yang berada di Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Lokasi tersebut bukan tempat yang dipilih secara mendadak setelah ia wafat. Berdasarkan keterangan Guska, Gandung telah menyiapkan sendiri lokasi pemakamannya semasa hidup. Persiapan itu menjadi bagian dari keputusan pribadi yang telah ia tentukan sebelum menjalani perawatan di rumah sakit.

Keluarga juga meminta masyarakat untuk mendoakan almarhum serta memaafkan segala kesalahan dan kekhilafannya semasa hidup. Permohonan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penghormatan terakhir kepada Gandung, sekaligus harapan agar ia memperoleh doa yang baik dari orang-orang yang mengenalnya maupun masyarakat luas. Di tengah suasana kehilangan, keluarga mengabarkan rencana pemakaman dan memohon dukungan doa agar prosesi berlangsung lancar. Keterangan mengenai perawatan, kondisi yang sempat membaik lalu menurun, serta tempat pemakaman disampaikan oleh Guska kepada publik. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui kronologi singkat hari-hari terakhir Gandung dan rencana keluarga untuk mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya di Gunungkidul.

Gandung Pardiman lahir di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 25 Februari 1953. Sebelum dikenal melalui kiprahnya dalam organisasi dan politik, ia menempuh perjalanan awal sebagai tenaga pendidik. Latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya sebelum kemudian aktif di ruang publik. Ia tumbuh dan mengenyam pendidikan di wilayah Bantul dan sekitarnya, sehingga perjalanan pendidikannya berakar kuat di lingkungan Yogyakarta. Riwayat ini memperlihatkan bahwa kiprahnya tidak bermula dari jabatan politik, melainkan dari bidang pendidikan dan kegiatan kemasyarakatan.

Pendidikan dasarnya ditempuh di Karangtengah. Setelah itu, Gandung melanjutkan sekolah di SMP Negeri 1 Imogiri dan SMA Negeri 1 Bantul. Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di IKIP Veteran Yogyakarta dan meraih gelar sarjana pada 1986. Pada 2001, ia menyelesaikan pendidikan magister manajemen di STIE Mitra Indonesia. Rangkaian pendidikan tersebut membekalinya dengan pengalaman akademik yang kemudian beriringan dengan pekerjaannya sebagai pengajar. Riwayat studinya mencakup pendidikan umum, bidang kependidikan, serta manajemen, yang ditempuh dalam beberapa tahap selama perjalanan kariernya.

Dalam dunia pendidikan, Gandung pernah mengajar di SMP I Ponjong, SMP 2 Ponjong, dan SMP IKIP Veteran Karangmojo. Ia juga dipercaya memegang tanggung jawab sebagai kepala SMP Kartika V Ponjong serta wakil kepala SMA Pembangunan III Ponjong. Selain bekerja di sekolah, ia memiliki pengalaman sebagai dosen di IKIP Veteran Yogyakarta. Berbagai peran itu menunjukkan keterlibatannya dalam kegiatan belajar-mengajar sekaligus pengelolaan lembaga pendidikan. Pengalaman sebagai guru, pimpinan sekolah, dan dosen mendahului kiprahnya dalam organisasi serta politik. Dengan demikian, perjalanan menuju parlemen berlangsung setelah ia menjalani sejumlah tanggung jawab di lingkungan pendidikan. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari profil Gandung Pardiman dalam perjalanan panjangnya di Golkar dan parlemen.

Perjalanan Gandung Pardiman di Partai Golkar berlangsung selama beberapa dekade dan dimulai dari tingkat kabupaten. Pada 1992–1997, ia menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul. Pengalaman tersebut berlanjut ke tingkat provinsi ketika ia dipercaya menjadi Sekretaris DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta pada 1999–2004. Dua posisi itu menjadi bagian awal kiprahnya dalam struktur organisasi partai, sebelum ia memperoleh tanggung jawab kepemimpinan yang lebih besar.

Pada 2004–2005, Gandung memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul sebagai ketua. Setahun kemudian, ia beralih memimpin kepengurusan Golkar di tingkat DIY. Ia menjabat Ketua DPD Partai Golkar DIY selama tiga periode berturut-turut, yakni 2005–2010 dan 2010–2015, lalu kembali menduduki posisi tersebut untuk periode 2020–2025. Masa kepemimpinannya mencerminkan keterlibatan panjang dalam pengelolaan organisasi partai di wilayah Yogyakarta.

Seiring kiprahnya di Golkar, Gandung juga menempuh jalur legislatif. Pada 2004–2009, ia menjadi Wakil Ketua DPRD DIY. Setelah itu, ia mewakili Daerah Pemilihan DIY sebagai anggota DPR pada periode 2009–2014. Ia kembali bertugas di DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu pada 2018–2019, sebelum melanjutkan sebagai anggota dewan untuk periode 2019–2024. Dalam pemilu berikutnya, Gandung kembali terpilih sebagai anggota DPR untuk masa jabatan 2024–2029 melalui Fraksi Partai Golkar.

Selain aktivitas kepartaian dan parlemen, Gandung turut berkegiatan dalam organisasi kemasyarakatan serta olahraga. Ia menjabat Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) DIY untuk periode 2021–2026. Di bidang olahraga daerah, ia dipercaya memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bantul untuk masa bakti 2023–2027. Berbagai peran tersebut memperlihatkan luasnya ruang pengabdian yang dijalaninya, dari organisasi partai dan lembaga legislatif hingga wadah sosial serta pembinaan olahraga di daerah.

Baca juga: Tiga Menko dan Sejumlah Tokoh Hadiri Peluncuran Buku Terbaru Bamsoet ke-38 dan Buku Perjalanan Panjang Bamsoet Karya Wartawan Senior J.Osdar