Dua Kapal Bawa 2.356 Paket Makan Bergizi Gratis ke Desa Kepulauan Halmahera Selatan

oleh -81 Dilihat
oleh
Dua Kapal Bawa 2.356 Paket Makan Bergizi Gratis ke Desa Kepulauan Halmahera Selatan

Kabupaten Halmahera Selatan | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Garuda Bakti Nusantara menyalurkan 2.356 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari kepada penerima manfaat di delapan desa di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Penyaluran ini dirancang untuk memastikan bantuan pangan bergizi dapat diterima secara rutin oleh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah kepulauan dengan akses transportasi terbatas.

Jarak antardesa dan kondisi geografis menjadi tantangan utama dalam distribusi. Sejumlah desa tujuan berada di pulau-pulau yang tidak dapat dijangkau melalui jalan darat. Karena itu, SPPG mengoperasikan dua armada laut untuk membawa paket makanan menuju lokasi penerima. Penggunaan kapal memungkinkan petugas menyeberangi perairan dan menjangkau komunitas yang tidak tersambung dengan jaringan jalan darat.

Setiap hari, armada tersebut mendukung pengiriman ribuan paket agar layanan MBG tetap menjangkau masyarakat di seluruh desa sasaran. Pengaturan perjalanan laut dan pembagian paket menjadi bagian penting dari pelaksanaan program, terutama karena makanan perlu disalurkan secara teratur kepada penerima. Dengan dukungan dua kapal, distribusi tidak hanya berpusat pada wilayah yang mudah diakses, tetapi juga mencakup desa-desa kepulauan.

Penerima manfaat program mencakup siswa serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang dikenal sebagai kelompok 3B. Cakupan ini menunjukkan bahwa bantuan ditujukan kepada berbagai kelompok dengan kebutuhan gizi penting, baik anak yang sedang menjalani pendidikan maupun keluarga yang memerlukan dukungan pada masa kehamilan, menyusui, dan awal pertumbuhan anak. Penyaluran harian sebanyak 2.356 paket membantu menyediakan makanan bagi para penerima di delapan desa tersebut.

Pelaksanaan di Halmahera Selatan memperlihatkan bagaimana layanan pemenuhan gizi perlu menyesuaikan metode distribusi dengan keadaan wilayah. Ketika jalur darat tidak tersedia, transportasi laut menjadi penghubung utama penyedia layanan dan masyarakat. Melalui pengoperasian dua armada, SPPG Yayasan Garuda Bakti Nusantara berupaya mempertahankan jangkauan program MBG hingga ke desa-desa kepulauan, sekaligus melayani siswa dan kelompok 3B secara berkelanjutan.

Asisten lapangan SPPG Yayasan Garuda Bakti Nusantara, Esti Mustafa, menyampaikan bahwa program ini menyalurkan makanan kepada 2.356 penerima manfaat setiap hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.114 orang merupakan siswa, sementara 242 lainnya berasal dari kelompok 3B. Data tersebut menggambarkan cakupan layanan yang tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga penerima manfaat di luar sekolah. Penyaluran dilakukan dengan menyesuaikan jumlah paket terhadap kebutuhan di masing-masing lokasi, sehingga makanan dapat diterima oleh kelompok yang telah terdata. Di wilayah kepulauan Halmahera Selatan, pendataan dan pengaturan distribusi menjadi bagian penting agar layanan menjangkau sekolah dan posyandu secara teratur.

Untuk penerima dari kalangan siswa, layanan mencakup 27 sekolah dengan jenjang pendidikan yang beragam. Sasaran tersebut meliputi PAUD dan TK, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, serta madrasah. Jangkauan lintas jenjang ini membuat penyaluran dapat melayani siswa dengan kebutuhan yang tersebar di berbagai satuan pendidikan. Jumlah makanan untuk setiap sekolah tidak disamaratakan, melainkan mengikuti banyaknya penerima manfaat yang tercatat di lokasi tersebut. Dengan cara itu, paket yang dibawa dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah, sekaligus mendukung pembagian yang lebih tertib dan terukur. Data penerima pada tiap satuan pendidikan menjadi dasar bagi petugas dalam menyiapkan kebutuhan harian.

Selain sekolah, program ini juga melayani kelompok 3B melalui dua posyandu, yakni di Desa Bajo dan Desa Pasimbaos. Sebanyak 242 penerima dari kelompok tersebut tercakup dalam total layanan harian. Penentuan jumlah makanan di kedua posyandu juga mengikuti kebutuhan penerima yang dilayani di masing-masing tempat. Dengan demikian, distribusi tidak hanya berpusat pada lembaga pendidikan, tetapi turut menjangkau warga melalui layanan kesehatan berbasis masyarakat. Rincian penerima manfaat yang disampaikan Esti menunjukkan pembagian yang jelas siswa dan kelompok 3B, berikut lokasi pelayanan masing-masing. Pengaturan berdasarkan sekolah dan posyandu membantu pelaksana menyiapkan paket sesuai sasaran, baik untuk siswa di 27 sekolah maupun penerima di dua desa. Keseluruhan data ini menjadi acuan pelaksanaan penyaluran makanan bergizi gratis setiap hari.

Menurut keterangan Esti, pengantaran 2.356 paket Makan Bergizi Gratis dilakukan menggunakan dua armada kapal dengan pembagian rute yang berbeda. Armada pertama melayani Desa Tanjung Obit, Desa Prapakanda, dan Desa Batutaga. Sementara itu, armada kedua melayani Desa Sawonakar, Desa Prapakanda, dan Kampung Baru. Pembagian tersebut menjadi dasar penyaluran paket ke desa-desa kepulauan yang menjadi sasaran layanan.

Dalam keterangan itu, Desa Prapakanda tercantum pada rute kedua armada. Armada pertama menghubungkan Tanjung Obit, Prapakanda, dan Batutaga, sedangkan armada kedua menghubungkan Sawonakar, Prapakanda, dan Kampung Baru. Daftar rute ini menunjukkan bagaimana pengantaran dibagi ke dalam dua perjalanan laut. Informasi tersebut tidak menyebutkan titik singgah lain ataupun jalur tambahan, sehingga cakupan yang dapat dipastikan adalah desa-desa yang disebutkan untuk masing-masing armada.

Layanan pengantaran tersebut termasuk menjangkau enam desa terluar di wilayah kepulauan Halmahera Selatan. Dengan menggunakan dua kapal, penyaluran dilakukan menurut rute yang telah dijelaskan Esti, bukan melalui satu jalur yang sama untuk seluruh tujuan. Rincian itu memberi gambaran mengenai pembagian tugas armada dalam membawa paket makanan bergizi gratis ke wilayah sasaran. Untuk armada pertama, tujuan yang disebut adalah Tanjung Obit, Prapakanda, dan Batutaga; untuk armada kedua, tujuannya Sawonakar, Prapakanda, dan Kampung Baru.

Penyampaian rute secara terpisah juga membantu memperjelas desa mana yang dilayani oleh setiap kapal. Informasi tentang enam desa terluar menjelaskan cakupan layanan secara keseluruhan, sedangkan nama-nama dalam keterangan Esti merinci pembagian pengantaran antarkedua armada. Dengan demikian, pengiriman paket di kawasan kepulauan tersebut mencakup tujuan pada kedua rute yang dinyatakan, tanpa mengubah atau menambahkan lokasi di luar daftar yang tersedia.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai beroperasi pada Januari 2026 untuk mendukung penyaluran Makan Bergizi Gratis ke wilayah kepulauan Halmahera Selatan. Sejak kegiatan berjalan, pengiriman makanan ke Desa Bajo dan desa-desa terluar dilakukan melalui jalur laut. Menurut Esti, sejauh ini proses pengantaran berlangsung tanpa kendala berarti. Kondisi geografis yang mengharuskan armada menyeberangi perairan tidak menghentikan pelayanan bagi para penerima. Pengiriman tetap diupayakan agar makanan dapat sampai kepada siswa dan masyarakat sesuai kebutuhan harian. Pengoperasian dapur serta pengaturan perjalanan laut menjadi bagian penting dari upaya menjaga kelancaran distribusi di wilayah yang tidak selalu mudah dijangkau melalui jalur darat.

Esti menyatakan pengantaran tetap dilakukan meskipun ombak muncul selama perjalanan. Pengiriman tidak pernah dihentikan hanya karena laut bergelombang, sehingga armada tetap menjalankan tugas membawa paket makanan menuju desa tujuan. Situasi perairan tentu menjadi perhatian dalam perjalanan, tetapi penyaluran sejauh ini terus berlangsung. Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan operasional dan dukungan kapal dalam menjangkau permukiman kepulauan. Bagi desa seperti Bajo dan kawasan terluar lainnya, akses laut merupakan penghubung utama untuk distribusi. Karena itu, keberadaan armada dan koordinasi pengantaran dibutuhkan agar layanan makan bergizi dapat terus diterima, termasuk ketika kondisi perjalanan menuntut perhatian lebih dari petugas yang terlibat.

Armada laut membantu menjaga distribusi harian tetap berjalan, sekaligus memastikan program menjangkau penerima di pulau-pulau yang jauh dari pusat layanan. Respons siswa dan masyarakat terhadap program ini disebut positif. Selain memperoleh makanan, anak-anak juga merasakan manfaat dari tersedianya buah-buahan dalam menu.

Baca juga: Hercules TNI AU Mendarat di Lanud Sjamsudin Noor Bawa Kekuatan Baru dari Kemhan RI, Penanganan Karhutla Kalimantan Selatan Kian Diperkuat | Atlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak Kategori Poomsae Tingkat Dunia di Korea Selatan | TNI Sediakan 30.000 Porsi Makan Gratis Untuk Masyarakat Di Monas