Banjir Menggenangi Tiga Kecamatan di Padang, Ratusan Warga Dievakuasi

oleh -91 Dilihat
oleh
Banjir Menggenangi Tiga Kecamatan di Padang, Ratusan Warga Dievakuasi

Kota Padang | Banjir melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi turun pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Curah hujan tersebut menyebabkan genangan muncul di sejumlah permukiman dan berdampak pada aktivitas warga di wilayah yang terdampak. Peristiwa ini menjadi perhatian karena kondisi di lapangan masih berlangsung dan memerlukan penanganan secara bertahap.

Berdasarkan laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, pada Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 03.34 WIB, genangan masih berada di sejumlah permukiman di Kota Padang. Laporan tersebut menjadi pembaruan mengenai situasi banjir setelah hujan berintensitas tinggi yang terjadi sehari sebelumnya. Pemantauan masih dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di berbagai kawasan yang terdampak.

Situasi di lapangan masih berkembang sehingga pendataan terhadap wilayah dan warga terdampak terus dilaksanakan. Petugas juga melanjutkan proses evakuasi warga dari kawasan yang memerlukan penanganan. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan pemantauan kondisi permukiman dan pembaruan informasi dari lapangan.

Hingga waktu laporan diterbitkan, penanganan banjir masih berfokus pada pemantauan, pendataan, dan evakuasi. Informasi mengenai kondisi di sejumlah permukiman dapat terus diperbarui sesuai hasil pemantauan Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Barat. Perkembangan berikutnya akan menjadi dasar untuk memastikan langkah penanganan terhadap warga di kawasan terdampak dapat dilakukan secara tepat.

Berdasarkan keterangan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, banjir yang terjadi di Kota Padang melanda tiga kecamatan. Wilayah tersebut adalah Kecamatan Kuranji, Kecamatan Koto Tangah, dan Kecamatan Nanggalo. Penyebutan tiga kecamatan ini menunjukkan bahwa dampak banjir tersebar di sejumlah bagian kota, bukan hanya terpusat pada satu kawasan.

Di Kecamatan Kuranji, wilayah yang terdampak tercatat berada di Kelurahan Kuranji. Sementara itu, Kecamatan Koto Tangah mencakup beberapa kelurahan, yakni Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, dan Lubuk Minturun. Data tersebut memperlihatkan bahwa Koto Tangah menjadi salah satu wilayah dengan sebaran lokasi terdampak yang cukup luas berdasarkan jumlah kelurahannya.

Adapun di Kecamatan Nanggalo, banjir berdampak pada Kelurahan Tabiang Banda Gadang dan Gurun Laweh. Dengan demikian, keseluruhan wilayah terdampak mencakup enam kelurahan yang berada dalam tiga kecamatan. Keenam kelurahan tersebut adalah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.

Pemetaan berdasarkan kecamatan dan kelurahan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai cakupan genangan. Kecamatan Kuranji memiliki satu kelurahan terdampak, Kecamatan Koto Tangah memiliki tiga kelurahan terdampak, sedangkan Kecamatan Nanggalo memiliki dua kelurahan terdampak. Rincian tersebut menjadi acuan penting untuk memahami persebaran dampak serta membantu koordinasi penanganan dan evakuasi warga di setiap lokasi.

Data sementara mengenai dampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang menunjukkan bahwa ratusan keluarga telah terdampak. Sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa tercatat berada dalam kelompok warga terdampak banjir. Angka ini menggambarkan jumlah penduduk yang terkena dampak kejadian tersebut, sehingga tidak dapat disamakan dengan jumlah warga yang telah meninggalkan rumah dan mengungsi. Pendataan masih berlangsung untuk memperoleh gambaran kondisi di setiap kawasan secara lebih akurat.

Di Kecamatan Kuranji, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Data pengungsi tersebut merupakan catatan tersendiri dari jumlah warga terdampak, karena status terdampak dan mengungsi memiliki pengertian serta cakupan yang berbeda. Tidak semua warga yang terdampak harus diperlakukan sebagai bagian dari angka pengungsi, sementara jumlah pengungsi di Kuranji dilaporkan berdasarkan warga yang telah dipindahkan atau mencari tempat perlindungan akibat banjir.

Petugas di lapangan masih melakukan pendataan dan pemutakhiran informasi, sehingga seluruh angka tersebut berpotensi mengalami perubahan sesuai perkembangan situasi. Proses ini diperlukan untuk memastikan identitas, jumlah keluarga, serta lokasi warga yang terdampak maupun mengungsi dapat dicatat dengan tepat. Selain pendataan, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa dari kawasan terdampak. Jumlah tersebut merupakan catatan evakuasi oleh petugas dan tidak boleh disamakan dengan angka 498 jiwa terdampak atau 672 jiwa yang dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji. Pembaruan informasi akan menjadi dasar bagi penanganan lanjutan dan pemenuhan kebutuhan warga di lokasi pengungsian.

Pemerintah bersama petugas gabungan segera melakukan penanganan setelah banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kota Padang. Evakuasi diprioritaskan bagi warga yang berada di kawasan dengan genangan tinggi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Warga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman menggunakan perahu karet, kendaraan operasional, serta sarana lain yang tersedia. Proses tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi arus, akses jalan, dan perkembangan ketinggian air.

Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BNPB, BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat setempat. Petugas gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi warga, mendata dampak banjir, memantau wilayah terdampak, dan memenuhi kebutuhan para pengungsi. Pemerintah daerah juga mendirikan posko pengungsian di sejumlah titik yang dinilai aman dan mudah dijangkau. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi sekaligus tempat perlindungan sementara bagi warga yang rumahnya masih terendam atau belum dapat ditinggali.

Di lokasi pengungsian, pelayanan kesehatan disiapkan untuk memeriksa kondisi warga, menangani keluhan akibat banjir, serta mengantisipasi munculnya penyakit yang berkaitan dengan air dan lingkungan. Petugas kesehatan turut memberikan obat-obatan dan edukasi mengenai kebersihan, sementara bantuan kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air minum, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, dan kebutuhan sanitasi disalurkan secara bertahap. Dukungan relawan dan masyarakat membantu mempercepat distribusi bantuan serta memastikan warga terdampak memperoleh layanan secara tertib. BPBD Kota Padang bersama unsur terkait masih melakukan evakuasi dan kaji cepat untuk menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan, memperbarui data dampak banjir, serta memastikan keselamatan mereka.

Baca juga: TNI Intensifkan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di 11 Kecamatan Kabupaten Melawi, Kalbar | Hercules TNI AU Kembali Tiba di Lanud Sjamsudin Noor, Bawa Ratusan APD Bantuan Kemhan RI dan Masker Dari Puskes TNI AU Untuk Perkuat Penanganan Karhutla Kalsel