Banjir Melanda Sejumlah Wilayah Padang, Ratusan Warga Dievakuasi

oleh -51 Dilihat
oleh
Banjir Melanda Sejumlah Wilayah Padang, Ratusan Warga Dievakuasi

Kota Padang | Hujan deras mengguyur Kota Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (10/10/26), hingga memicu banjir di sejumlah kawasan. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air menggenangi permukiman warga dan meluas ke area publik. Bencana tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang berada di dataran rendah serta kawasan dengan saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan.

Sejumlah rumah dilaporkan terendam, sementara beberapa bangunan mengalami kerusakan akibat terjangan air dan arus yang cukup kuat. Banjir juga memutus akses jalan masyarakat di beberapa titik. Kondisi ini menyulitkan warga untuk bepergian, menghambat kegiatan sehari-hari, serta memperlambat proses penanganan dan evakuasi. Ratusan warga terdampak sehingga sebagian di antaranya harus meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman.

Wilayah terdampak tercatat berada di tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Di Kecamatan Kuranji, dampak banjir dilaporkan terjadi di Kelurahan Kuranji. Sementara itu, kawasan terdampak di Kecamatan Koto Tangah meliputi Kelurahan Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, dan Tabing Banda Gadang. Adapun di Kecamatan Nanggalo, banjir dilaporkan melanda Kelurahan Gurun Laweh.

Genangan yang menutup sejumlah ruas jalan membuat mobilitas warga terganggu dan memerlukan perhatian petugas di lapangan. Penanganan dilakukan untuk membantu penduduk yang terjebak, mendata kerusakan, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat dipenuhi. Masyarakat di kawasan rawan banjir diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan, memantau informasi resmi, dan segera mengungsi apabila kondisi air kembali meningkat.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 498 jiwa terdampak banjir. Selain itu, terdapat 120 unit rumah yang dilaporkan terendam. Angka tersebut merupakan data sementara yang dihimpun hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB.

Informasi mengenai kondisi tersebut disampaikan BPBD Kota Padang melalui akun Instagram @pusdalopskotspadang pada Minggu (11/10/26). Penyampaian data itu memuat jumlah warga yang terdampak serta rumah yang terendam berdasarkan pendataan sementara di sejumlah wilayah Padang.

Jumlah 498 jiwa menunjukkan banyaknya warga yang masuk dalam catatan dampak banjir sampai batas waktu pembaruan data tersebut. Sementara itu, 120 unit rumah tercatat mengalami kondisi terendam. Kedua angka itu menjadi gambaran sementara mengenai dampak banjir yang dihimpun BPBD Kota Padang hingga Sabtu malam.

Karena masih bersifat sementara, data tersebut merujuk pada hasil pendataan yang tersedia hingga pukul 22.45 WIB dan disampaikan melalui kanal informasi resmi BPBD Kota Padang. Catatan itu mencakup 498 jiwa terdampak dan 120 unit rumah terendam, tanpa memuat perubahan jumlah setelah waktu pendataan tersebut.

BPBD Kota Padang menyampaikan informasi itu sebagai bagian dari pembaruan data terkait banjir di sejumlah wilayah. Dengan demikian, catatan sementara yang dipublikasikan pada Minggu (11/10/26) mencatat 498 jiwa terdampak banjir dan 120 unit rumah terendam berdasarkan informasi yang dihimpun hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB.

Dampak fisik banjir di Kecamatan Kuranji, Padang, mencakup kerusakan pada sejumlah rumah warga. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), empat rumah mengalami kerusakan sedang. Selain itu, satu rumah lainnya tercatat mengalami kerusakan berat. Data tersebut menggambarkan tingkat kerusakan bangunan yang ditemukan di wilayah Kuranji dan perlu dibedakan dari data mengenai jumlah warga yang terdampak atau dievakuasi.

Kerusakan sedang dan kerusakan berat merupakan dua status yang dilaporkan secara terpisah oleh BPBD. Empat rumah masuk dalam kategori rusak sedang, sedangkan satu rumah berada dalam kategori rusak berat. Status itu disampaikan sesuai pendataan di lapangan dan tidak mengubah jumlah maupun tingkat kerusakan yang telah dilaporkan. Dengan demikian, total rumah yang mengalami kerusakan berdasarkan data tersebut adalah lima unit, dengan rincian empat rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat.

Selain berdampak pada bangunan, banjir juga menyebabkan akses jalan masyarakat di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, terputus. Kondisi ini menghambat jalur yang biasa digunakan warga untuk melakukan mobilitas di kawasan tersebut. Informasi mengenai akses jalan yang terputus menjadi bagian lain dari dampak fisik banjir, terpisah dari pencatatan kerusakan rumah.

Lokasi kerusakan rumah disebut berada di Kecamatan Kuranji, sementara akses jalan masyarakat yang terputus berada di kawasan Guo, yang juga termasuk wilayah Kecamatan Kuranji. Penyebutan lokasi tersebut penting untuk memperjelas wilayah terdampak berdasarkan laporan BPBD. Data ini berfokus pada kondisi bangunan dan infrastruktur jalan, tanpa mencampurkannya dengan angka warga yang terdampak maupun dievakuasi.

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di lima titik wilayah Kota Padang. Proses penyelamatan dilakukan dengan mempertimbangkan ketinggian air, akses menuju permukiman, serta kondisi keselamatan warga. Petugas mengerahkan personel dan peralatan untuk mengevakuasi masyarakat dari rumah maupun kawasan yang mulai terisolasi akibat genangan. Secara keseluruhan, sebanyak 238 jiwa dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Rincian evakuasi mencakup 20 jiwa dari Lapau Munggu dan lima jiwa dari Guo. Kedua lokasi tersebut berada di Kelurahan Kuranji, yang turut terdampak oleh peningkatan debit air. Selain itu, tim menyelamatkan lima jiwa dari Kampung Apa. Di kawasan Koto Panjang Ikua Koto, sebanyak 30 jiwa dievakuasi dari Perumahan Abi. Jumlah terbesar berasal dari Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, dengan 178 jiwa yang berhasil dipindahkan oleh tim SAR gabungan.

Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah warga terjebak apabila banjir kembali meluas atau arus semakin deras. Petugas juga terus memantau kondisi di sejumlah kawasan terdampak dan mengimbau masyarakat mengikuti arahan resmi selama proses penanganan berlangsung. Warga yang telah dievakuasi diminta tetap berada di tempat aman sampai kondisi dinyatakan memungkinkan untuk kembali.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengingatkan warga agar tidak lengah karena masih terdapat potensi bencana susulan, termasuk banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, daerah rawan banjir, serta kawasan dengan kondisi tanah labil diminta memantau perkembangan lingkungan secara berkala. Jika debit air meningkat atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah dan ancaman lain, warga harus segera menjauhi lokasi berbahaya dan menuju tempat yang lebih aman. Kewaspadaan serta kepatuhan terhadap informasi petugas dinilai penting untuk mengurangi risiko korban selama cuaca buruk masih berpotensi terjadi.