Kabupaten Pati | Seorang balita berinisial YP, berusia dua tahun, meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran yang melanda kamar tidur rumah keluarganya di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 20.55 WIB.
Ketika api mulai membesar, YP diketahui masih tertidur di dalam kamar. Pada saat kejadian, kedua orang tua korban tidak berada di rumah. Sang ayah sedang pergi membeli token listrik, sedangkan kondisi ibu korban juga disebut tidak berada di lokasi ketika kebakaran berlangsung. Api dengan cepat menjalar di dalam ruangan dan membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Warga yang mengetahui adanya kebakaran kemudian berupaya memberikan pertolongan dan menghubungi petugas. Korban berhasil dievakuasi dari kamar dalam kondisi mengalami luka bakar serius. Penanganan medis segera diberikan untuk menyelamatkan nyawanya, tetapi luka yang diderita YP tergolong parah. Setelah mendapat perawatan, balita tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kebakaran yang berlangsung pada malam hari menjadi semakin sulit ditangani karena korban berada seorang diri di dalam kamar saat api membesar. Aparat terkait masih melakukan penanganan dan pendataan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian, termasuk penyebab awal munculnya api serta dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Sebelum kebakaran terjadi, keluarga korban menjalani aktivitas seperti biasa di rumah mereka di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Ayah korban, Purwanto, berusia 42 tahun, diketahui sempat berada di rumah dan menyalakan obat nyamuk bakar di kamar putranya. Setelah itu, ia pergi sebentar untuk membeli token listrik.
Pada waktu yang sama, ibu korban sedang berjualan sehingga juga tidak berada di rumah. Kepergian Purwanto untuk membeli token listrik berlangsung ketika anaknya masih berada di dalam kamar. Dengan demikian, korban berada sendirian di dalam rumah saat api mulai muncul. Kondisi tersebut membuat tidak ada orang dewasa yang dapat segera mengetahui sumber api atau memberikan pertolongan ketika kebakaran mulai berkembang.
Keterangan mengenai kondisi keluarga sebelum kejadian disampaikan dalam rangkaian informasi tentang kebakaran yang mengakibatkan seorang balita meninggal dunia. Api diketahui muncul di bagian kamar, tempat korban berada. Saat Purwanto kembali dari membeli token listrik, situasi di rumah telah berubah dan kebakaran sudah terjadi. Peristiwa itu kemudian menarik perhatian warga sekitar yang berupaya membantu menangani keadaan darurat tersebut.
Kepala Desa Growong Lor, Narjo, menjelaskan bahwa rumah yang terbakar merupakan milik Purwanto. Dalam kesehariannya, Purwanto bekerja sebagai tukang parkir di wilayah Kecamatan Juwana. Narjo juga menyebut rumah tersebut baru sekitar satu tahun dibangun melalui program bantuan rumah sederhana layak huni dari pemerintah. Informasi itu menggambarkan bahwa keluarga tersebut menempati rumah bantuan yang masih relatif baru sebelum kebakaran terjadi. Meski demikian, kebakaran di kamar menyebabkan suasana rumah berubah dalam waktu singkat, terutama karena korban berada sendirian ketika kedua orang tuanya sedang berada di luar rumah.
Dugaan awal menyebutkan bahwa api bermula dari obat nyamuk bakar yang diletakkan di dekat kasur tempat korban tidur. Keterangan tersebut disampaikan Narjo dan diperkuat oleh Pelaksana Tugas Kapolsek Juwana, Ipda Darmawan. Namun, penyebab itu masih berupa dugaan awal dan belum dapat dinyatakan sebagai kepastian sebelum seluruh proses pemeriksaan serta penyelidikan selesai dilakukan.
Menurut informasi yang dihimpun, bantal atau guling yang jatuh dari tempat tidur diduga bersentuhan dengan sumber api tersebut. Kontak itu kemungkinan memicu kobaran pada bahan yang mudah terbakar di sekitar kasur. Api kemudian diperkirakan membesar dengan cepat, menyambar kasur, dan melalap sebagian besar bagian kamar tempat korban berada.
Warga yang melihat kepulan asap dan kobaran api segera mendatangi rumah untuk memberikan pertolongan. Mereka juga berupaya meminta bantuan agar api dapat segera dikendalikan. Akan tetapi, saat warga tiba, api disebut sudah telanjur membesar sehingga penanganan menjadi lebih sulit. Kondisi kamar yang dipenuhi material mudah terbakar turut diduga mempercepat penyebaran api di ruangan tersebut.
Kebakaran paling parah terjadi di kamar tempat korban berada. Ruangan itu mengalami kerusakan berat karena menjadi titik utama kobaran api, terutama pada area kasur dan benda-benda di sekitarnya. Sementara itu, bagian rumah lainnya hanya terbakar sebagian dan tidak mengalami kerusakan separah kamar tersebut. Petugas masih perlu memastikan rangkaian kejadian, sumber api, serta faktor yang menyebabkan kobaran cepat membesar melalui pemeriksaan di lokasi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, menyampaikan bahwa YP mengalami luka bakar sekitar 80 persen dalam peristiwa kebakaran tersebut. Setelah berhasil dievakuasi, korban sempat dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD RAA Soewondo Pati. Namun, kondisi korban tidak tertolong sehingga YP dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan.
Jenazah YP kemudian dibawa pulang ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Proses pemakaman dilakukan pada Senin dini hari, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Kepergian korban meninggalkan duka bagi keluarga dan warga sekitar, terutama karena peristiwa itu terjadi ketika ayahnya sedang keluar untuk membeli token listrik.
Dalam penanganan kejadian, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Kabupaten Pati dikerahkan ke lokasi. Petugas pemadam kebakaran bekerja bersama personel TNI, Polri, dan masyarakat untuk memadamkan api serta memastikan kondisi di sekitar rumah tetap aman. Upaya tersebut juga dilakukan untuk mencegah api menjalar ke bagian bangunan lain maupun rumah di sekitarnya.
Berdasarkan pendataan awal, kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta. Nilai tersebut mencakup kerusakan pada kamar dan sejumlah barang yang berada di dalamnya. Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap dampak kejadian.
Penyebab kebakaran hingga kini masih berupa dugaan awal. Api diduga berkaitan dengan obat nyamuk bakar yang berada di dalam kamar dan kemudian bersentuhan dengan material yang mudah terbakar. Dugaan tersebut masih menjadi bahan penelusuran lebih lanjut, sehingga kepastian mengenai sumber api tetap menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Baca juga: Melalui Komsos Bersama Staf Desa, Babinsa Imbau Warga Tidak Membakar Sampah Cegah Kebakaran | Perkuat Kesiapsiagaan Dalam Menangani Karhutla, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Operasikan Kendaraan Pemadam Kebakaran | Petugas pemadam kebakaran di lokasi, Ichwan, mengonfirmasi proses pencarian di dalam gedung masih terus berlangsung berpacu dengan waktu

