Ajakan Ngopi Yadi Timo Tiga Hari Sebelum Wafat Jadi Kenangan Sahabat

oleh -362 Dilihat
oleh
Ajakan Ngopi Yadi Timo Tiga Hari Sebelum Wafat Jadi Kenangan Sahabat

Kota Bogor | Kabar meninggalnya aktor senior Yadi Mulyadi, yang dikenal dengan nama Yadi Timo, membawa duka bagi keluarga, rekan kerja, dan sahabatnya. Yadi dikabarkan wafat setelah mengalami masalah kesehatan, termasuk gula darah tinggi dan serangan jantung. Kepergiannya menjadi perhatian karena ia dikenal melalui kiprahnya di dunia akting serta hubungan hangat yang dibangun dengan orang-orang di sekitarnya. Salah satu sahabat dekatnya, Denpus, turut mengenang sosok Yadi dengan penuh penghargaan.

Yadi telah dimakamkan di TPU Dreded, Jalan Dreded No. 43, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Jumat (16/7/2026), sesuai keterangan sumber. Kabar pemakaman tersebut menyusul berita kepergiannya dan menjadi penanda bahwa keluarga serta kerabat telah mengantarkan Yadi ke tempat peristirahatan terakhir. Bagi Denpus, kenangan tentang sahabatnya tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan dan kiprah di layar, tetapi juga dengan kebersamaan sederhana yang mereka jalani sebagai teman.

Denpus mengenang Yadi sebagai aktor yang baik dan teman yang menyenangkan. Dalam pertemanan mereka, Yadi dikenal dapat menciptakan suasana akrab saat berkumpul. Mereka kerap menghabiskan waktu bersama, termasuk bercengkerama di warung kopi. Momen seperti itu menjadi kenangan tersendiri bagi Denpus, terutama karena pertemuan mereka berlangsung dalam suasana santai, jauh dari sorotan pekerjaan. Cerita tentang ajakan dan kebiasaan ngopi bersama kini terasa berarti bagi sahabat yang kehilangan sosok dekat tersebut.

Menurut Denpus, Yadi jarang menunjukkan kondisi kesehatannya ketika sedang berkumpul bersama teman-teman. Bahkan dalam kesempatan menghabiskan waktu di warung kopi, ia tidak banyak memperlihatkan bahwa dirinya tengah menghadapi masalah kesehatan. Hal itu membuat kebersamaan mereka terasa biasa pada saat dijalani, namun kini menjadi ingatan yang melekat. Denpus pun menyampaikan kenangan tentang Yadi sebagai pribadi yang baik dan menyenangkan, sekaligus sahabat yang kehadirannya akan dirindukan. Kisah tersebut memperlihatkan sisi personal Yadi di luar perannya sebagai aktor senior.

Menurut penuturan Denpus, sekitar tiga hari sebelum Yadi Timo meninggal, Yadi sempat mengajak teman-temannya berkumpul dan minum kopi di kawasan Cibubur. Ajakan itu disampaikan sebagai kesempatan untuk bertemu santai, tetapi Denpus mengatakan dirinya tidak dapat hadir karena memiliki kesibukan lain. Karena itu, rencana berkumpul tersebut tidak sempat terlaksana bersama dirinya. Kenangan tentang ajakan itu kini terasa berarti bagi Denpus, terutama karena waktunya begitu dekat dengan kepergian Yadi.

Denpus menjelaskan bahwa saat ajakan tersebut muncul, ia sedang menjalani kegiatan yang menyita waktu. Ia tidak menyebut keadaan itu sebagai penolakan terhadap Yadi, melainkan sebagai kendala yang membuatnya belum bisa menyisihkan waktu untuk datang ke Cibubur. Dalam keterangannya, Denpus menempatkan ajakan itu sebagai rencana yang belum terwujud, bukan sebagai pertemuan yang benar-benar terjadi. Ia hanya mengetahui adanya keinginan Yadi untuk berkumpul dengan teman-teman.

Menurut Denpus, Yadi kembali mengajak berkumpul pada kesempatan lain, kali ini bersama teman penulis bernama Afif. Namun, Denpus menyebut dirinya sedang syuting sehingga kembali tidak dapat memenuhi ajakan tersebut. Ia kemudian mengusulkan agar mereka bertemu pada kesempatan berikutnya. Usulan itu menunjukkan bahwa Denpus berharap masih ada waktu untuk berkumpul, tetapi pertemuan yang direncanakan itu tidak sempat berlangsung sebelum Yadi meninggal. Keterangan ini menjadi bagian penting dari kisah yang ia sampaikan tentang komunikasi terakhir mereka.

Denpus juga membedakan ajakan di Cibubur itu dari pertemuan langsung terakhirnya dengan Yadi. Menurutnya, pertemuan tatap muka terakhir tersebut terjadi kira-kira sebulan sebelum Yadi wafat, di sebuah warung kopi. Dengan demikian, ajakan untuk ngopi beberapa hari sebelumnya tidak dapat disebut sebagai pertemuan terakhir mereka; ajakan itu tidak terlaksana, sedangkan pertemuan di warung kopi berlangsung lebih dahulu. Pembedaan waktu dan situasi ini menjaga kisah tetap sesuai dengan penuturan Denpus: ada rencana berkumpul yang tak terpenuhi, serta satu perjumpaan langsung yang terjadi sekitar sebulan sebelumnya. Bagi Denpus, ingatan mengenai ajakan itu menyisakan penyesalan karena kesempatan berikutnya yang ia usulkan tidak pernah tiba.Di mata Denpus dan teman-temannya, Yadi Timo dikenal sebagai sosok yang gemar makan. Ia menikmati berbagai makanan yang disukainya, dan kegemaran itu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari yang dikenang oleh orang-orang dekatnya. Namun, teman-temannya juga mengetahui bahwa Yadi memiliki riwayat kadar gula darah tinggi. Karena itu, mereka kerap mengingatkannya agar lebih menjaga pola makan dan memberi perhatian pada kondisi kesehatannya.

Denpus menuturkan bahwa pengingat tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian, bukan untuk membatasi Yadi secara berlebihan. Teman-temannya memahami bahwa makanan merupakan sesuatu yang ia nikmati. Meski telah beberapa kali dinasihati, Yadi tetap sesekali menyantap makanan yang ia sukai. Denpus mengaku tidak dapat sepenuhnya melarang sahabatnya menikmati hidangan pilihannya. Ia hanya bisa menyampaikan saran dan berharap Yadi mempertimbangkan kesehatannya saat menentukan makanan.

Dalam salah satu kesempatan, Yadi pernah bercerita kepada teman-temannya bahwa kadar gula darahnya turun setelah ia menjalani pemeriksaan. Kabar itu disampaikan Yadi sendiri dan sempat membuat teman-temannya mengetahui perkembangan hasil pemeriksaannya. Meski begitu, percakapan tersebut tidak menghapus perhatian mereka terhadap riwayat gula darah tinggi yang pernah diketahui. Denpus dan kawan-kawan tetap berharap Yadi rutin memperhatikan kondisi tubuhnya serta mengikuti arahan tenaga kesehatan, tanpa menganggap satu hasil pemeriksaan sebagai gambaran lengkap tentang kesehatannya.

Bagi Denpus, mengingatkan seorang sahabat bukan berarti mampu mengatur seluruh pilihan hidupnya. Ia menyadari bahwa keputusan mengenai makanan tetap berada pada Yadi, sementara teman-temannya dapat mendampingi dan menyampaikan kepedulian. Harapannya sederhana: Yadi lebih memperhatikan kondisi kesehatannya dan menjaga pola makan sebaik mungkin. Kenangan tentang kegemarannya makan kini bercampur dengan ingatan akan nasihat-nasihat yang pernah diberikan. Denpus menyampaikan kisah itu sebagai gambaran kedekatan mereka, tanpa menyimpulkan bahwa kebiasaan makan Yadi menjadi penyebab kondisi medis ataupun kepergiannya.Bagi Denpus, warung kopi bukan sekadar tempat untuk duduk dan menikmati minuman. Di sana tersimpan kenangan pertemanan dengan Yadi, termasuk kebiasaan mereka berbincang dan bertukar kabar. Pertemuan sederhana di warung kopi memberi ruang bagi keduanya untuk melepas rindu setelah menjalani kesibukan masing-masing. Ajakan Yadi untuk ngopi menjadi cara yang akrab untuk kembali bertemu, berbagi cerita, dan menjaga hubungan dengan teman-temannya.

Menurut Denpus, obrolan mereka biasanya berkisar pada kehidupan sehari-hari. Mereka membicarakan pekerjaan, keluarga, serta anak-anak Yadi yang masih bersekolah. Hal-hal tersebut menjadi bagian dari percakapan yang mereka bagikan ketika duduk bersama. Yadi juga bercerita mengenai kegiatan bisnisnya di Indramayu. Percakapan itu memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Yadi yang ia sampaikan kepada sahabatnya, dari urusan keluarga hingga kegiatan usaha. Bagi Denpus, waktu berbincang seperti itu menjadi kesempatan untuk mengetahui kabar Yadi dan mendengar langsung cerita tentang kesehariannya.

Karena itu, ajakan ngopi yang datang dari Yadi memiliki arti tersendiri bagi Denpus. Ia memandangnya sebagai kesempatan untuk melepas rindu dan saling mengabarkan keadaan, bukan hanya sekadar memenuhi undangan bertemu. Kini, kenangan tentang pertemuan dan percakapan mereka di warung kopi menjadi bagian yang melekat dalam ingatan Denpus. Ia mengenang kebiasaan Yadi mengajak teman-temannya duduk bersama, berbagi cerita mengenai pekerjaan, keluarga, anak-anak, dan bisnisnya di Indramayu. Denpus turut mendoakan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa Yadi dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

Baca juga: Olahraga Bersama Pererat Persahabatan Prajurit TNI dan Negara Sahabat di SGS 2026 | SOF TNI Dan Negara Sahabat Gelar Strike And Raid Operation | TNI Dan Militer Negara Sahabat Bangun Sinergi Operasi Gabungan Melalui STAFFEX SGS 2026