Kota Yogyakarta | Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo direncanakan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa, 20 Oktober. Rencana pemakaman tersebut disampaikan Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga ketika ditemui di rumah duka di kawasan Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, pada Senin malam, 19 Oktober. Keterangan itu menjadi informasi awal mengenai lokasi dan waktu pemakaman almarhum.
Drajad menyampaikan rencana tersebut kepada awak media saat berada di rumah duka. Berdasarkan keterangannya, prosesi pemakaman diperkirakan berlangsung pada hari berikutnya di kompleks pemakaman pahlawan di Kalibata. Namun, informasi yang disampaikan masih berupa rencana. Karena itu, keterangan tersebut belum dapat dimaknai sebagai kepastian mengenai seluruh rangkaian acara maupun perubahan jadwal yang mungkin terjadi.
Penyebutan Kalibata sebagai lokasi pemakaman menempatkan prosesi penghormatan terakhir bagi Subagyo di Jakarta Selatan, setelah keluarga dan para pelayat berkumpul di rumah duka Yogyakarta. Rumah duka di Kotabaru menjadi tempat Drajad menyampaikan kabar itu pada malam sebelum tanggal pemakaman yang direncanakan. Tidak ada keterangan tambahan dalam pernyataan tersebut mengenai waktu keberangkatan jenazah, susunan upacara, atau pihak-pihak yang akan hadir di Kalibata.
Dengan demikian, informasi yang dapat dipastikan dari keterangan Pangdam adalah adanya rencana pemakaman Subagyo Hadi Siswoyo di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Selasa, 20 Oktober. Rincian pelaksanaan tetap mengikuti informasi resmi selanjutnya dari pihak keluarga atau instansi terkait. Keterangan ini juga membedakan rencana pemakaman di Jakarta dari kegiatan pelepasan yang berlangsung di Yogyakarta, tanpa menambahkan detail mengenai prosesi yang belum diumumkan. Publik yang hendak mengikuti perkembangan kabar duka tersebut dapat merujuk pada pengumuman resmi berikutnya untuk memperoleh pembaruan tentang jadwal dan rangkaian penghormatan terakhir.Jenazah Subagyo Hadi Siswoyo tiba di rumah duka di Yogyakarta sekitar pukul 19.26 WIB. Kedatangan tersebut menjadi penanda awal rangkaian penghormatan sebelum jenazah diberangkatkan menuju Jakarta. Informasi mengenai waktu kedatangan itu disampaikan sebagai bagian dari perkembangan persiapan pelepasan dan pemakaman. Setelah berada di rumah duka, jenazah dijadwalkan mengikuti upacara pelepasan pada keesokan pagi.
Menurut Drajad, upacara pelepasan direncanakan berlangsung pukul 07.00 WIB. Jadwal tersebut menjadi tahap berikutnya setelah jenazah tiba pada malam hari di Yogyakarta. Upacara pelepasan akan mendahului perjalanan jenazah menuju Jakarta, sebelum kemudian disemayamkan sementara di Markas Besar TNI Angkatan Darat. Keterangan yang tersedia menyebutkan waktu dan urutan umum kegiatan tersebut, tanpa merinci tata pelaksanaan upacara.
Sesudah upacara pelepasan, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta. Setibanya di ibu kota, jenazah direncanakan disemayamkan sementara di Mabes TNI AD. Persinggahan itu berlangsung sambil menunggu pemakaman di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata. Dengan demikian, rangkaian yang disampaikan mencakup kedatangan di rumah duka Yogyakarta, upacara pada pagi berikutnya, perjalanan ke Jakarta, persinggahan di Mabes TNI AD, lalu pemakaman di Kalibata.
Urutan tersebut menjelaskan bahwa pemakaman tidak dilakukan langsung setelah upacara pelepasan. Jenazah terlebih dahulu menuju Jakarta dan berada sementara di Mabes TNI AD sebelum dimakamkan. Waktu kedatangan yang disebutkan, sekitar pukul 19.26 WIB, serta jadwal pelepasan pukul 07.00 WIB memberikan gambaran mengenai jeda kedua tahap di Yogyakarta. Adapun informasi yang disampaikan belum mencantumkan rincian waktu penerbangan ataupun keterangan tambahan mengenai perjalanan. Karena itu, uraian perjalanan dibatasi pada rencana bahwa jenazah diterbangkan ke Jakarta, disemayamkan sementara di Mabes TNI AD, dan kemudian dimakamkan di Kalibata. Rencana tersebut menempatkan rumah duka di Yogyakarta sebagai lokasi awal sebelum penghormatan pagi, sedangkan Kalibata menjadi tujuan akhir pemakaman sebagaimana diberitakan.
Subagyo Hadi Siswoyo sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Rapih, Kota Yogyakarta, sebelum wafat pada hari Senin pukul 16.20 WIB. Kabar mengenai perawatan tersebut menjadi bagian dari keterangan tentang kondisi almarhum menjelang kepergiannya. Ia meninggal setelah sebelumnya mengalami sakit dan mendapatkan penanganan medis, termasuk menjalani cuci darah. Informasi ini menjelaskan bahwa kondisi kesehatannya telah membutuhkan perawatan sebelum kabar wafatnya disampaikan.
Drajad menyebut faktor usia sebagai salah satu hal yang berkaitan dengan kondisi Subagyo. Dalam penjelasannya, ia juga menyampaikan bahwa almarhum sebelumnya sakit hingga menjalani cuci darah. Keterangan tersebut menggambarkan riwayat kondisi kesehatan Subagyo secara terbatas, tanpa merinci diagnosis, lamanya perawatan, ataupun tahapan penanganan yang tidak disebutkan. Perawatan di Rumah Sakit Panti Rapih berlangsung di Yogyakarta, kota tempat Subagyo dirawat sebelum wafat pada waktu yang telah disampaikan.
Selain menjelaskan keadaan menjelang wafat, Drajad mengenang Subagyo sebagai mantan Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD. Menurut Drajad, Subagyo kerap membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan. Kenangan tersebut menyoroti pesan kebangsaan yang, dalam pandangan Drajad, sering disampaikan oleh almarhum. Pernyataan itu juga menjadi bagian dari ingatan Drajad terhadap Subagyo, di samping kabar mengenai kondisi kesehatannya sebelum meninggal.
Catatan tentang perawatan dan kenangan tersebut menyampaikan dua sisi informasi mengenai Subagyo: kondisi yang dialaminya menjelang wafat, serta hal yang diingat Drajad dari dirinya. Subagyo sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih di Kota Yogyakarta, kemudian wafat pada Senin pukul 16.20 WIB. Sebelum itu, ia mengalami sakit dan menjalani cuci darah; Drajad mengaitkan kondisinya dengan faktor usia. Sementara itu, kenangan Drajad berfokus pada peran Subagyo sebagai mantan KSAD yang kerap membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan. Kedua keterangan itu disampaikan sebagai bagian dari kabar wafatnya almarhum dan penghormatan terhadap sosok yang dikenang oleh Drajad, tanpa menambahkan rincian lain mengenai perawatan ataupun pesan-pesan yang tidak disebutkan.
Subagyo Hadi Siswoyo lahir di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 12 Juni 1946. Ia menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) dan lulus pada 1970. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Subagyo memulai karier militernya di pasukan komando, lingkungan yang menjadi bagian penting dari perjalanan dinasnya. Pengalaman di satuan tersebut kemudian mengantarnya menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Dalam perjalanan kariernya, Subagyo pernah menjabat Komandan Jenderal Kopassus (Danjen Kopassus) dan Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 1998 hingga 1999. Masa jabatannya melintasi pergantian kepemimpinan nasional, dari pemerintahan Presiden Soeharto ke Presiden B.J. Habibie, kemudian Abdurrahman Wahid. Pada periode tersebut, ia memimpin TNI AD di tengah krisis politik dan sosial yang berujung pada Reformasi 1998.
Salah satu peran Subagyo yang banyak dicatat terjadi setelah peristiwa 1998, ketika ia memimpin Dewan Kehormatan Perwira yang memeriksa Prabowo Subianto. Dewan tersebut mengambil keputusan yang mengakhiri karier militer Prabowo. Meski demikian, hubungan pribadi keduanya disebut tetap baik. Keterangan mengenai proses dan keputusan itu menjadi bagian dari catatan perjalanan Subagyo sebagai pimpinan militer pada masa perubahan besar, tanpa menghapus fakta bahwa keduanya kemudian memiliki jalur kehidupan publik masing-masing.
Di luar kedinasan militer, Subagyo juga aktif dalam organisasi olahraga. Ia menjabat Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada 1997–2001. Beberapa tahun kemudian, ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk periode 2015–2019. Jabatan-jabatan tersebut melengkapi profilnya, yang mencakup pengabdian di militer dan keterlibatan dalam organisasi serta lembaga negara setelah masa tugasnya sebagai KSAD berakhir.
Baca juga: Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Hadiri Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Kodim Bojonegoro Gelar Upacara Peringatan Haornas XLIII Tahun 2026
