Alim Setiawan Siapkan Transisi Sebelum Tinggalkan Kursi Rektor IPB

oleh -63 Dilihat
oleh
Alim Setiawan Siapkan Transisi Sebelum Tinggalkan Kursi Rektor IPB

Jakarta | Alim Setiawan Slamet akan menjalani masa transisi sebelum melepas jabatan Rektor IPB University, menyusul pelantikannya sebagai Wakil Menteri Pertanian dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto. Peralihan dari pimpinan perguruan tinggi ke posisi baru di pemerintahan itu membuat proses pergantian rektor perlu disiapkan terlebih dahulu. Alim menyampaikan bahwa tahapan tersebut akan dilakukan dengan mengikuti mekanisme yang berlaku di lingkungan IPB.

Menurut Alim, pergantian rektor diperkirakan memerlukan waktu maksimal sekitar satu bulan. Perkiraan itu mengacu pada mekanisme yang pernah diterapkan IPB dalam proses pergantian pimpinan sebelumnya. Dengan adanya rujukan tersebut, masa transisi diharapkan dapat berlangsung secara teratur, sembari kampus menyiapkan langkah untuk menentukan kepemimpinan berikutnya. Alim belum melepas tanggung jawabnya sebagai rektor sebelum proses yang diperlukan berjalan.

Keterangan mengenai rencana transisi tersebut disampaikan Alim di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Senin (19/10). Ia menjelaskan bahwa pembahasan telah dilakukan bersama empat organ di lingkungan IPB. Koordinasi itu menjadi bagian dari upaya untuk memastikan statusnya setelah dilantik sebagai Wamentan serta memahami langkah yang perlu ditempuh kampus dalam menindaklanjuti perubahan posisi tersebut.

Dalam pertemuan dengan empat organ itu, Alim juga mendengar aspirasi internal kampus. Masukan dari unsur-unsur di IPB diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai harapan dan pertimbangan sivitas akademika terkait proses pergantian rektor. Koordinasi tersebut, menurut penjelasannya, membantu membuka ruang komunikasi sebelum keputusan dan tahapan berikutnya dijalankan. Dengan demikian, transisi tidak hanya berkaitan dengan pergantian jabatan, tetapi juga perlu mempertimbangkan kebutuhan institusi.

Langkah ini menempatkan masa peralihan sebagai bagian penting setelah Alim menerima amanah baru di pemerintahan. Selama perkiraan waktu maksimal sekitar satu bulan itu, IPB dapat menjalankan mekanisme pergantian yang pernah digunakan, sementara koordinasi internal membantu mengarahkan prosesnya. Kepastian mengenai tahapan selanjutnya akan mengikuti pembahasan dan aturan yang berlaku di kampus. Alim menyatakan kesiapan untuk melalui masa transisi sebelum secara resmi meninggalkan kursi rektor.

Alim Setiawan menjadikan pengalaman pergantian kepemimpinan di IPB University sebagai salah satu acuan dalam menyiapkan transisi sebelum meninggalkan jabatan rektor. Ia merujuk pada peristiwa tahun sebelumnya, ketika Rektor IPB saat itu, Arif Satria, mendapat penugasan sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Perubahan tugas tersebut membuat proses pergantian kepemimpinan perlu disiapkan agar kegiatan institusi tetap berjalan selama peralihan berlangsung.

Pada pergantian sebelumnya, proses itu tidak berlangsung seketika, tetapi disertai masa transisi. Pengalaman tersebut memberi gambaran bahwa pergantian rektor melibatkan penyesuaian tanggung jawab dan koordinasi, bukan sekadar perubahan nama pejabat. Dalam masa peralihan, berbagai urusan kelembagaan perlu diteruskan dan dipastikan tetap tertangani, sehingga kesinambungan layanan akademik maupun agenda institusi dapat dijaga. Karena itu, pengalaman Arif menjadi konteks yang relevan bagi Alim ketika membicarakan langkah menuju pergantian kepemimpinan.

Alim menyampaikan bahwa status rektor memerlukan masa transisi. Ia memperkirakan durasinya dapat mencapai paling lama sekitar satu bulan dengan merujuk pada pengalaman sebelumnya. Perkiraan itu sebaiknya dipahami sebagai acuan berdasarkan proses yang pernah terjadi di IPB, bukan sebagai kepastian mengenai jadwal pergantian yang baru. Waktu dan mekanisme transisi tetap dapat bergantung pada keputusan serta ketentuan yang berlaku dalam proses berikutnya.

Dengan merujuk pada pengalaman tersebut, Alim menekankan pentingnya mempersiapkan peralihan secara tertib. Masa transisi memberi ruang bagi pihak terkait untuk menyelaraskan pekerjaan, mengalihkan tanggung jawab, dan menjaga agar agenda kampus tidak terhenti. Rujukan pada proses sebelumnya juga menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan dapat memerlukan tahapan, sekalipun perkiraan waktunya tidak otomatis sama pada setiap situasi. Bagi Alim, kebutuhan masa transisi melekat pada tanggung jawab dan status jabatan rektor, sehingga persiapan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kelangsungan pengelolaan IPB.

Pergantian rektor di IPB tidak dapat dilakukan begitu saja, meskipun masa jabatan pimpinan akan berakhir atau terdapat kebutuhan untuk mengisi posisi tersebut. Prosesnya perlu mengikuti tahapan administrasi serta mekanisme internal perguruan tinggi. Karena itu, persiapan transisi menjadi bagian penting agar pelaksanaan tugas dan layanan akademik tetap berjalan tertib selama perubahan kepemimpinan berlangsung.

Sebelum meninggalkan kursi rektor, Alim Setiawan perlu menyiapkan memorandum akhir jabatan. Dokumen tersebut menjadi bagian dari administrasi transisi dan dapat membantu memberikan gambaran mengenai pekerjaan, kebijakan, serta agenda yang perlu diteruskan oleh pimpinan berikutnya. Penyusunan dokumen akhir jabatan juga memastikan proses serah terima berlangsung lebih terstruktur, bukan sekadar pergantian nama pada posisi rektor.

Jika diperlukan pengangkatan rektor antarwaktu, proses itu pun harus mengacu pada mekanisme yang berlaku di IPB. Tahapannya melibatkan Senat Akademik dan Dewan Majelis Wali Amanat (DMWA), sehingga penetapan pejabat pengganti tidak dapat dilakukan secara sepihak atau tanpa prosedur. Keterlibatan kedua unsur tersebut merupakan bagian dari tata kelola internal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kepemimpinan sementara hingga rektor definitif menjalankan tugasnya.

Kalender akademik turut menjadi pertimbangan dalam mengatur waktu transisi. IPB memiliki jadwal wisuda pada 28 Oktober, 11 November, dan 12 November. Rangkaian kegiatan tersebut memerlukan persiapan serta koordinasi, termasuk kepastian mengenai pejabat yang akan menjalankan tugas-tugas resmi rektor. Oleh sebab itu, waktu pergantian dan kelengkapan administrasinya perlu diselaraskan dengan agenda kampus, agar kebutuhan mahasiswa dan penyelenggaraan kegiatan akademik tidak terganggu.

Salah satu urusan yang diperhatikan ialah administrasi ijazah. Dokumen kelulusan harus diproses dengan cermat, termasuk penandatanganannya, supaya tidak menimbulkan ketidakpastian bagi para wisudawan. Alim berharap ijazah dapat ditandatangani oleh rektor definitif. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penetapan kepemimpinan memiliki kaitan langsung dengan layanan akademik dan kelengkapan dokumen mahasiswa. Dengan demikian, proses transisi perlu mempertimbangkan mekanisme pemilihan, penyelesaian administrasi akhir jabatan, serta kebutuhan wisuda dan penerbitan ijazah secara bersamaan. Langkah yang terencana membantu menjaga kesinambungan layanan di tengah pergantian pimpinan dan memastikan kewenangan penandatanganan dokumen mengikuti ketentuan yang berlaku di lingkungan IPB.Alim Setiawan dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10). Dalam posisi tersebut, ia mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa. Pelantikan ini menandai peralihan Alim dari lingkungan perguruan tinggi ke pemerintahan, setelah sebelumnya menjabat Rektor IPB University. Pengalaman panjangnya dalam mengelola institusi pendidikan dan memahami sektor pertanian menjadi bekal untuk menjalankan tugas baru. Sebelum resmi bertugas di kabinet, Alim juga menyiapkan proses transisi kepemimpinan di kampus agar agenda dan pelayanan universitas tetap berjalan. Perpindahan jabatan tersebut sekaligus menghubungkan kiprahnya di bidang akademik dengan tanggung jawab kebijakan pertanian di tingkat nasional.

Karier Alim di IPB berawal sebagai dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Bidang keahliannya mencakup manajemen strategis, rantai pasok, serta pemasaran agrikultur, tema yang berkaitan erat dengan pengelolaan usaha dan sistem pangan. Dari ruang kuliah dan kegiatan akademik, ia kemudian menapaki sejumlah posisi kepemimpinan di universitas. Pada 2007–2013, Alim menjadi asisten rektor. Tugas tersebut memberinya pengalaman dalam mendukung koordinasi dan pelaksanaan agenda pimpinan kampus. Selanjutnya, pada 2013–2014, ia menjabat kepala kantor sekretariat rektor, posisi yang menuntut koordinasi administrasi serta komunikasi lintas unit. Pengalaman itu memperluas pemahamannya tentang tata kelola institusi dan proses pengambilan keputusan di tingkat universitas.

Setelah beberapa tahun, Alim kembali memegang tanggung jawab strategis sebagai direktur kemahasiswaan dan pengembangan karier pada 2018–2023.

Baca juga: Lahan Dikuasai Sejak 1958 Diklaim Diamankan Pemkot, Warga Gubeng Siapkan Posko Perlawanan | Menginginkan Pikiran yang Lebih Tenang Seiring Bertambahnya Usia? Tinggalkan 8 Kebiasaan Sehari-hari | Siapkan Zero ODOL 2027, Polri Perintahkan Jajarannya Petakan Persoalan di Lapangan