Kiandra Ramadhipa Raih Posisi Kedua pada Race 2 Moto3 Junior di Misano

oleh -123 Dilihat
oleh
Kiandra Ramadhipa Raih Posisi Kedua pada Race 2 Moto3 Junior di Misano

Yogyakarta | Muhammad Kiandra Ramadhipa, pebalap asal Sleman, Yogyakarta, finis di posisi kedua pada Race 2 Moto3 Junior FIM World Championship 2026. Balapan seri Motor Valley and Emilia-Romagna tersebut berlangsung di Sirkuit Misano, Italia, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Hasil itu mengantarkan Ramadhipa ke podium dan membuat bendera Merah Putih berkibar di ajang balap internasional tersebut. Pencapaian ini menjadi kabar penting bagi dunia balap motor Indonesia, sekaligus menandai keberhasilan seorang pebalap muda Tanah Air meraih posisi teratas dalam persaingan kejuaraan junior tingkat dunia.

Posisi kedua di Misano menunjukkan bahwa Ramadhipa mampu bersaing di para pebalap dalam salah satu seri Moto3 Junior musim 2026. Meski tidak berada di urutan pertama, finis sebagai runner-up tetap merupakan hasil yang kuat dalam kompetisi yang mempertemukan pembalap dari berbagai negara. Penampilannya membawa nama Indonesia ke podium di Italia, tempat balapan itu digelar, dan memberi perhatian pada perjalanan pebalap asal Yogyakarta tersebut. Hasil ini juga menjadi catatan tersendiri bagi pendukung balap Indonesia yang mengikuti kiprah atlet nasional di kejuaraan internasional.

Misano menjadi latar bagi pencapaian tersebut, dengan Race 2 digelar sebagai bagian dari seri Motor Valley and Emilia-Romagna. Ramadhipa menyelesaikan balapan di posisi kedua, sebuah hasil yang menegaskan daya saingnya pada putaran itu tanpa perlu mengabaikan bahwa persaingan kejuaraan berlangsung di tingkat internasional. Bagi Indonesia, momen podium ini menghadirkan representasi yang membanggakan di kancah olahraga motor. Bendera Merah Putih berkibar di podium Misano sebagai penanda hasil yang diraih pebalap Indonesia tersebut. Finis kedua itu menambah sorotan pada Ramadhipa dan menjadi salah satu hasil penting yang tercatat dari keikutsertaannya pada Moto3 Junior FIM World Championship 2026.

Kiandra Ramadhipa mengawali Race 2 Moto3 Junior di Misano dari posisi terdepan. Pebalap berusia 16 tahun yang membela Honda Asia-Dream Racing itu memperoleh pole position dalam sesi kualifikasi sehari sebelumnya, lalu berusaha mempertahankan momentum ketika balapan dimulai. Keunggulan posisi start memberinya kesempatan untuk langsung berada di barisan depan, tetapi persaingan sepanjang lomba tetap berlangsung rapat. Ramadhipa mampu bertahan dalam kelompok terdepan selama 16 putaran, menjaga peluangnya untuk merebut kemenangan hingga mendekati garis finis. Jalannya balapan menunjukkan bahwa posisi awal yang baik menjadi modal penting, namun belum cukup untuk memisahkan dirinya dari para pesaing.

Setelah menuntaskan 16 putaran, Ramadhipa mencatat waktu 27 menit 20,082 detik dan finis di posisi kedua. Hasil tersebut menempatkannya hanya 0,006 detik di belakang Fernando Bujosa dari AC Racing Team, yang keluar sebagai pemenang. Selisih yang sangat tipis itu menggambarkan ketatnya perebutan posisi pertama hingga akhir lomba. Meski memulai dari pole, Ramadhipa harus menghadapi tekanan dari para pebalap yang berada di kelompok depan dan menjaga kecepatannya sepanjang balapan. Dengan jarak finis hanya beberapa perseribu detik, perbedaan kemenangan dan posisi kedua nyaris tidak terlihat pada catatan waktu.

Yaroslav Karpushin dari CFMOTO Aspar Junior Team melengkapi tiga besar. Ia finis di posisi ketiga dengan selisih 0,025 detik dari Ramadhipa. Kedekatan waktu ketiga pebalap menegaskan bahwa Race 2 di Misano ditentukan oleh persaingan yang ketat, bukan jarak besar di para penghuni podium. Bagi Ramadhipa, posisi kedua menjadi hasil penting setelah meraih pole sehari sebelumnya, sekaligus menunjukkan kemampuannya bersaing di barisan depan dalam balapan penuh. Ia mengakhiri lomba dengan waktu 27 menit 20,082 detik, sementara Bujosa mengambil kemenangan dengan margin minimal. Hasil tersebut menutup 16 putaran yang menghadirkan pertarungan rapat untuk podium teratas.

Hasil Race 1 Kiandra Ramadhipa Rai berubah melalui beberapa tahapan, sehingga posisi ketika melintasi garis finis perlu dibedakan dari klasemen yang kemudian ditetapkan secara resmi. Di lintasan Misano, pembalap Indonesia itu awalnya menuntaskan balapan di urutan ketiga. Namun, catatan tersebut belum menjadi hasil final karena terdapat pemeriksaan terkait batas lintasan dan pelaksanaan hukuman long lap penalty. Perbedaan posisi finis dan hasil akhir ini penting untuk memahami perubahan peringkat Ramadhipa dalam balapan pertama.

Dalam penilaian awal, Ramadhipa dinilai melampaui batas lintasan dan belum menyelesaikan long lap penalty sebelum balapan berakhir. Atas pelanggaran tersebut, ia dikenai sanksi tambahan enam detik. Hukuman waktu itu mengubah posisi yang semula dicatat setelah finis: dari urutan ketiga menjadi posisi ke-10 pada hasil sementara. Dengan demikian, posisi ke-10 bukanlah urutan saat ia melewati garis finis, melainkan peringkat setelah penalti enam detik diterapkan berdasarkan evaluasi awal penyelenggara.

Beberapa jam kemudian, FIM meninjau kembali hasil Race 1 dan menemukan adanya kesalahan pada sensor lintasan yang berada di Tikungan 1 dan Tikungan 2. Setelah koreksi tersebut, hasil resmi direvisi dan posisi Ramadhipa berubah menjadi keempat. Revisi ini memisahkan hasil finalnya dari catatan sementara di urutan ke-10, sekaligus menunjukkan bahwa keputusan awal mengenai pelanggaran lintasan tidak bertahan setelah pemeriksaan lebih lanjut. Dari Race 1, Ramadhipa memperoleh 13 poin. Poin itu tercatat terpisah dari hasil Race 2, tempat ia meraih posisi kedua dan mengumpulkan 20 poin. Kedua perolehan tersebut menggambarkan kontribusinya dalam rangkaian balapan di Misano, dengan Race 1 menyisakan perubahan klasemen resmi setelah evaluasi sensor oleh FIM.

Sepanjang Moto3 Junior FIM World Championship 2026, Kiandra Ramadhipa mengumpulkan 146 poin dan menutup musim di peringkat kelima klasemen akhir. Catatan tersebut mencerminkan konsistensi pebalap muda Indonesia dalam persaingan di level internasional, termasuk raihan podium kedua pada Race 2 di Misano. Ramadhipa terpaut 53 poin dari Carlos Cano, yang memastikan diri sebagai juara Moto3 Junior FIM World Championship 2026. Hasil akhir ini menempatkannya di pebalap teratas kejuaraan, meski belum cukup untuk memenuhi ketentuan kenaikan kelas menuju Moto3 pada musim 2027.

Bagi pebalap yang belum berusia 18 tahun, salah satu persyaratan untuk naik ke Moto3 adalah finis di tiga besar klasemen akhir. Karena berada di posisi kelima, Ramadhipa belum meraih syarat peringkat tersebut untuk musim mendatang. Meski demikian, musim pertamanya di Moto3 Junior tetap menghasilkan sejumlah catatan penting. Ia dinobatkan sebagai Best Honda Rider 2026, penghargaan bagi pebalap Honda dengan pencapaian terbaik di kejuaraan tersebut. Ia juga menjadi pebalap Astra Honda dengan jumlah podium terbanyak sepanjang musim. Berbagai hasil itu menandai capaian berharga dalam tahun debutnya di kelas Moto3 Junior, sekaligus menunjukkan kemampuannya bersaing menghadapi pebalap dari berbagai negara.

Ramadhipa menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan dan penampilannya sepanjang kejuaraan. Apresiasi itu ditujukan kepada keluarga, tim, serta orang-orang yang memberikan dukungan dari dekat maupun jauh. Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada Astra Honda Racing atas kepercayaan, kesempatan, dan dukungan yang diberikan selama menjalani musim 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari pengalamannya berkompetisi di kejuaraan dunia junior. Dengan 146 poin, posisi kelima, predikat Best Honda Rider, serta podium terbanyak di pebalap Astra Honda, Ramadhipa menutup musim debutnya dengan rangkaian prestasi yang tercatat dalam perjalanan kariernya di ajang balap internasional.

Baca juga: Kiandra Ramadhipa Bidik Perburuan Gelar Moto3 Junior Valencia