Mahasiswa ITB Meninggal Saat Mengikuti ITB Ultra Marathon 2026 di Cianjur

oleh -33 Dilihat
oleh
Mahasiswa ITB Meninggal Saat Mengikuti ITB Ultra Marathon 2026 di Cianjur

Bandung | Dody Muhammad Pasha, mahasiswa program sarjana Teknik Pertambangan di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB), meninggal dunia saat mengikuti ITB Ultra Marathon 2026. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di sekitar kawasan Pesantren Al-Ittihad, Cianjur, Jawa Barat. Ketika kejadian berlangsung, Dody tengah berlari dalam kategori relay 16 sambil membawa bendera komunitas Tambang Berlari. ITB Ultra Marathon 2026 diikuti sebanyak 5.216 pelari. Kabar meninggalnya Dody menjadi duka bagi keluarga, civitas akademika ITB, serta komunitas yang mengikuti kegiatan lari tersebut.

Peristiwa itu berlangsung di tengah penyelenggaraan ajang lari jarak jauh yang melibatkan peserta dalam jumlah besar. Dody tercatat mengikuti kategori relay 16, sementara bendera Tambang Berlari yang dibawanya menandai keterlibatan komunitas tersebut di lintasan. Informasi mengenai lokasi dan waktu kejadian memberikan gambaran dasar tentang peristiwa yang berlangsung di Cianjur pada hari itu. Namun, rincian lebih lanjut mengenai kondisi yang dialami Dody sebelum meninggal dunia tidak disertakan dalam keterangan tersebut. Karena itu, penyebab kematian maupun urutan kejadian secara lengkap tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi yang tersedia.

Partisipasi Dody dalam lomba itu menghubungkan kabar duka dengan kegiatan yang diikuti ribuan pelari dari berbagai latar belakang. Jumlah peserta yang mencapai 5.216 orang menunjukkan skala penyelenggaraan ITB Ultra Marathon 2026, sedangkan keikutsertaan Dody mencerminkan partisipasinya bersama komunitas Tambang Berlari. Dalam menyampaikan peristiwa ini, fakta utama yang terkonfirmasi mencakup identitas dan statusnya sebagai mahasiswa FTTM ITB, tanggal serta kawasan kejadian, kategori relay yang diikuti, dan jumlah peserta ajang. Rincian tersebut membantu pembaca memahami konteks peristiwa tanpa menambahkan dugaan mengenai penyebab atau keadaan lain yang belum dijelaskan secara resmi.

Setelah Dody mengalami keluhan kesehatan ketika berlari dalam ITB Ultra Marathon 2026 di Cianjur, tim medis yang bertugas di lapangan segera memberikan pertolongan pertama. Penanganan awal dilakukan sebelum ia dibawa ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Informasi mengenai kejadian tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Panitia ITB Ultra Marathon 2026, Aleks Suhanto, serta race director Ahmad Shalahuddin Zulfa. Keduanya menyampaikan bahwa Dody mendapat bantuan dari petugas medis yang berada di lokasi kegiatan. Tim tersebut mencakup dokter, yang turut menangani kondisi Dody sebelum proses rujukan dilakukan.

Sesudah pertolongan awal diberikan, Dody dirujuk ke Rumah Sakit dr Hafiz Cianjur. Rujukan itu ditujukan agar ia dapat memperoleh penanganan lanjutan di rumah sakit. Aleks menyatakan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan berbagai tindakan medis terhadap Dody. Namun, setelah upaya penanganan tersebut, Dody dinyatakan meninggal dunia. Keterangan yang disampaikan pihak panitia dan race director menjelaskan rangkaian respons medis setelah keluhan muncul, mulai dari bantuan di lapangan hingga penanganan di rumah sakit. Informasi tersebut tidak merinci tindakan medis apa saja yang dilakukan selama perawatan.

Panitia menyampaikan konfirmasi mengenai kejadian ini melalui keterangan Aleks dan Ahmad. Dalam pernyataan yang tersedia, fokus penjelasan berada pada upaya memberikan pertolongan dan membawa Dody ke rumah sakit, serta kabar bahwa ia kemudian dinyatakan meninggal dunia. Tidak ada penyebab medis yang disampaikan dalam keterangan tersebut, sehingga informasi mengenai kondisi atau penyebab kematian tidak dapat disimpulkan dari uraian penanganan ini. Kronologi yang dikonfirmasi hanya mencakup keluhan kesehatan saat berlari, pertolongan pertama oleh tim medis lapangan termasuk dokter, rujukan ke Rumah Sakit dr Hafiz Cianjur, serta tindakan yang diberikan oleh pihak rumah sakit sebelum Dody dinyatakan meninggal dunia. Panitia dan race director menjadi pihak yang mengonfirmasi informasi penanganan tersebut terkait peristiwa dalam ajang lari di Cianjur.Setelah kepastian medis mengenai wafatnya Dody diterima, pimpinan Institut Teknologi Bandung (ITB), panitia ITB Ultra Marathon 2026, dan perwakilan alumni mendampingi keluarga di rumah sakit. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan keluarga memperoleh dukungan dan informasi yang diperlukan setelah kejadian saat Dody mengikuti kegiatan lari di Cianjur. Kehadiran berbagai pihak juga menjadi bagian dari koordinasi penanganan, termasuk persiapan kepulangan jenazah ke kampung halaman.

Perwakilan ITB yang mendampingi keluarga ialah Pelaksana Tugas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Edwan Kardena, serta Direktur Kemahasiswaan, Prof. Muhammad Insanu. Mereka hadir bersama pengurus Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB. Kehadiran pimpinan kampus dan alumni mencerminkan upaya bersama untuk memberikan perhatian kepada keluarga Dody, sekaligus membantu proses komunikasi dan pengurusan yang berlangsung di rumah sakit.

Koordinasi kepulangan jenazah melibatkan Komunitas Tambang Berlari, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, dan panitia lomba. Ketiga pihak berkoordinasi untuk mengawal proses perjalanan dari Jawa Barat menuju rumah duka di Jambi. Pengaturan tersebut diperlukan agar kepulangan dapat berlangsung dengan tertib dan keluarga mendapat pendampingan selama proses perjalanan. ITB menyampaikan informasi mengenai jadwal keberangkatan dan perkiraan kedatangan sebagai bagian dari pembaruan kepada pihak-pihak terkait.

Menurut keterangan ITB, jenazah diberangkatkan dari Jawa Barat pada Minggu dan dijadwalkan tiba di Jambi pada malam hari. Selanjutnya, pemakaman direncanakan berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026. Jadwal tersebut menjadi acuan bagi keluarga dan para pendamping dalam menyiapkan tahapan berikutnya. Informasi yang disampaikan kampus juga menjelaskan bahwa dukungan tidak berhenti setelah jenazah diberangkatkan, melainkan berlanjut sampai rangkaian pemakaman selesai.

Untuk memastikan pendampingan tetap berjalan, ITB menugaskan Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat, Imam Santoso, bersama perwakilan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM). Mereka bertugas mendampingi keluarga hingga pemakaman selesai. Penugasan ini melengkapi koordinasi yang dilakukan pimpinan kampus, alumni, komunitas, mahasiswa, dan panitia. Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, keluarga dapat memperoleh bantuan selama pengurusan kepulangan jenazah dan pelaksanaan pemakaman di Jambi.

Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Tatacipta Dirgantara, menyampaikan duka atas meninggalnya Dody saat mengikuti ITB Ultra Marathon 2026 di Cianjur. Ungkapan belasungkawa itu disampaikan dalam suasana doa bersama yang berlangsung di garis finis ITB Kampus Ganesha, Bandung, pada Minggu. Kehadiran Rektor dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada almarhum sekaligus ungkapan kepedulian sivitas akademika ITB terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Doa bersama di garis finis menjadi momen bagi keluarga besar ITB untuk mengenang Dody dan menyampaikan harapan terbaik bagi almarhum. Dalam suasana duka, perhatian juga diarahkan kepada keluarga Dody yang kehilangan anggota keluarga. Pesan yang disampaikan menempatkan keluarga sebagai pihak utama yang menerima belasungkawa dari panitia, serta mengajak komunitas yang terhubung dengan ITB untuk turut memberikan dukungan melalui doa.

Belasungkawa dari panitia disampaikan oleh Aleks Suhanto sebagai perwakilan panitia ITB Ultra Marathon 2026. Pesan tersebut ditujukan kepada keluarga Dody atas kepergian almarhum. Panitia juga memohon doa dari keluarga besar ITB, alumni, para peserta, serta masyarakat. Permohonan itu mencerminkan harapan agar mereka yang hadir maupun mengikuti kabar duka ini dapat bersama-sama mendoakan Dody, tanpa mengurangi ruang bagi keluarga untuk menjalani masa kehilangan.

Doa yang dimohonkan secara khusus ditujukan agar amal ibadah almarhum diterima dan Dody memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. Harapan tersebut disampaikan sebagai inti dari pesan belasungkawa panitia, sekaligus doa yang menyertai penghormatan kepada almarhum. Rektor ITB memimpin doa bersama di garis finis pada Minggu, sementara pesan Aleks mewakili panitia dalam menyampaikan duka kepada keluarga serta mengajak berbagai kalangan untuk ikut mendoakan.

Melalui penyampaian duka dan doa bersama tersebut Rektor serta panitia menyampaikan.

Baca juga: Asieh Moulaeinejad meninggal dunia karena luka parah