Kota Bandung | Anggota Satresnarkoba Polrestabes Bandung mengungkap peredaran ilegal obat keras terbatas jenis hexymer dan tramadol. Pengembangan penyelidikan bermula dari penangkapan seorang tersangka berinisial A di Tol Purbaleunyi KM 125 pada Jumat, 16 Oktober. Dari rangkaian pengungkapan tersebut, polisi menyita 600 ribu butir hexymer yang diduga siap diedarkan.
Ratusan ribu butir obat itu telah dikemas dalam kotak-kotak berwarna hijau. Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan perkara, karena jumlah barang bukti yang diamankan menunjukkan skala distribusi yang sedang ditelusuri oleh aparat. Polisi kemudian mengembangkan informasi dari penangkapan A untuk mengungkap keterkaitan dengan peredaran obat keras terbatas tersebut.
Pengungkapan kasus disampaikan kepada publik pada Minggu, 18 Oktober. Kapolda Jawa Barat Irjen Hengki menjelaskan perkembangan perkara dengan didampingi Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi serta Kasatnarkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana. Kehadiran jajaran kepolisian itu menandai penyampaian resmi mengenai penindakan terhadap dugaan distribusi hexymer dan tramadol secara ilegal.
Dalam proses penyidikan, penangkapan di Tol Purbaleunyi menjadi titik awal yang mengarahkan petugas pada temuan barang bukti dalam jumlah besar. Penelusuran lanjutan dilakukan untuk memahami jalur peredaran serta peran pihak-pihak yang mungkin terhubung dengan kasus. Informasi mengenai tersangka A dan penyitaan hexymer disampaikan sebagai bagian dari upaya polisi mengungkap jaringan yang diduga berada di balik distribusi obat tersebut.
Obat keras terbatas harus digunakan sesuai ketentuan dan pengawasan yang berlaku. Peredaran tanpa izin dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat, terutama apabila obat diperoleh dan dikonsumsi tanpa arahan tenaga kesehatan. Karena itu, pengungkapan ini juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak membeli atau menggunakan obat dari jalur yang tidak resmi. Kepolisian masih menelusuri perkara berdasarkan hasil pengembangan, sementara barang bukti yang disita menjadi bagian dari proses penanganan hukum. Rincian lebih lanjut mengenai pihak lain yang terlibat maupun asal barang belum diuraikan dalam keterangan pengungkapan tersebut.
Setelah menangkap tersangka pertama yang disebut sebagai A, polisi melanjutkan penyelidikan dengan menelusuri kemungkinan lokasi lain yang berkaitan dengan produksi ilegal Hexymer dan Tramadol. Pengembangan tersebut mengarah ke tiga tempat kejadian perkara di kawasan Bizpark, Kota Bandung. Lokasi-lokasi itu diduga digunakan sebagai tempat untuk memproduksi obat, sehingga petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap setiap tempat. Penelusuran ini menjadi bagian dari upaya mengungkap rangkaian kegiatan di balik produksi obat tanpa izin, termasuk siapa saja yang terlibat dan bagaimana tempat-tempat tersebut dimanfaatkan.
Dalam pemeriksaan di ketiga lokasi, petugas menemukan bahan baku yang diduga digunakan untuk membuat obat serta sejumlah alat pemanas. Temuan itu menjadi barang bukti yang mendukung penyelidikan polisi atas dugaan produksi Hexymer dan Tramadol secara ilegal. Berdasarkan hasil pengembangan, empat tersangka lainnya ditangkap di lokasi-lokasi tersebut. Penangkapan itu menambah jumlah orang yang diamankan dalam perkara ini setelah A lebih dahulu ditangkap. Polisi masih mendalami peran masing-masing tersangka, keterkaitan satu lokasi dengan lokasi lain, dan proses yang diduga dilakukan di tempat-tempat tersebut. Rincian mengenai jenis bahan, fungsi alat, maupun pembagian tugas para tersangka belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.
Keterangan awal menyebut para pelaku mulai menyewa tempat-tempat itu sekitar 22 hari sebelum pengungkapan. Informasi mengenai masa sewa tersebut tidak dengan sendirinya memastikan sejak kapan gudang atau bangunan di kawasan Bizpark mulai digunakan untuk kegiatan serupa. Karena itu, polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya riwayat penggunaan gudang yang lebih lama, termasuk apakah tempat tersebut pernah dimanfaatkan oleh pihak lain atau untuk kegiatan lain sebelumnya. Penyidik perlu mencocokkan keterangan para tersangka dengan barang bukti dan informasi terkait penyewaan agar kronologi pemakaian lokasi dapat dijelaskan secara lebih akurat. Hingga penyelidikan itu tuntas, durasi yang dapat disebutkan adalah masa sewa yang disampaikan dalam keterangan awal, bukan kepastian bahwa seluruh tempat baru beroperasi selama periode yang sama.
Polisi menangkap lima orang berinisial P, R, MF, F, dan A dalam pengungkapan produksi ilegal Hexymer dan Tramadol di Bandung. Kelimanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan dan menelusuri dugaan kegiatan produksi serta peredaran obat-obatan tersebut. Dalam perkara ini, polisi turut mendalami keterlibatan masing-masing tersangka, termasuk kaitan mereka dengan proses pembuatan dan pengiriman produk. Identitas para tersangka disampaikan menggunakan inisial, sementara penyidikan masih berlanjut untuk mengungkap jaringan yang diduga beroperasi di balik kegiatan tersebut.
Menurut keterangan Hengki, para tersangka memiliki peran berbeda. Peran yang terungkap mencakup peracik obat, pengantar, serta koordinator pengantar. Pembagian tugas itu menunjukkan bahwa kegiatan yang diselidiki tidak hanya berkaitan dengan proses meracik atau memproduksi obat, tetapi juga mencakup pengaturan pengiriman. Namun, keterangan yang tersedia tidak merinci siapa di P, R, MF, F, dan A yang menjalankan setiap peran. Karena itu, hubungan tugas masing-masing tersangka perlu dipahami sesuai informasi yang telah disampaikan polisi, tanpa menambahkan dugaan mengenai penugasan individu yang belum dipastikan.
Polisi juga menyebut obat yang diproduksi tidak semata-mata ditujukan untuk peredaran di wilayah Jawa Barat. Kemungkinan distribusi ke daerah lain masih didalami oleh penyidik. Hingga informasi tersebut dikonfirmasi, belum ada kepastian mengenai wilayah lain yang menjadi tujuan pengiriman, sehingga daerah tertentu tidak dapat disebut sebagai sasaran jaringan. Penyidikan lanjutan diperlukan untuk menelusuri jalur distribusi, pihak yang mungkin menerima barang, serta cakupan peredaran yang sebenarnya. Keterangan mengenai kemungkinan perluasan distribusi tersebut masih berupa hal yang sedang diteliti, bukan kesimpulan tentang tujuan pengiriman. Polisi masih mengembangkan perkara untuk memastikan peran para tersangka dan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai jangkauan kegiatan ilegal itu.
Polisi memperkirakan lokasi produksi ilegal di Bandung itu memiliki kapasitas yang sangat besar. Berdasarkan keterangan penyidik, fasilitas tersebut diperkirakan mampu menghasilkan hingga 8 juta butir obat per hari. Angka itu menggambarkan kemampuan produksi pabrik apabila beroperasi pada kapasitasnya, bukan jumlah pasti obat yang telah selesai dibuat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ilegal itu berpotensi memasok obat dalam jumlah besar apabila tidak dihentikan. Jenis obat yang diproduksi disebut meliputi Hexymer dan Tramadol, yang peredarannya harus mengikuti ketentuan dan pengawasan yang berlaku.
Selain memperkirakan kapasitas harian, polisi juga menghitung potensi jumlah produk dari bahan baku yang ditemukan dan disita. Jika seluruh bahan baku tersebut diolah, jumlahnya diperkirakan dapat mencapai 250 juta butir Hexymer dan Tramadol. Perkiraan ini merujuk pada kemungkinan hasil pengolahan seluruh bahan yang diamankan, bukan pada stok obat jadi yang telah ditemukan di lokasi. Dengan demikian, angka tersebut menjelaskan skala potensi produksi yang terkandung dalam bahan baku, sekaligus memberi gambaran tentang besarnya dugaan operasi yang sedang ditangani.
Polisi menegaskan bahwa 250 juta butir bukan jumlah obat yang sudah diproduksi ataupun telah diedarkan kepada masyarakat. Pembedaan ini penting agar angka potensi tersebut tidak dipahami sebagai jumlah barang jadi yang beredar. Jumlah produk aktual yang berhasil dibuat, distribusi yang mungkin terjadi, serta pihak-pihak yang terlibat masih menjadi bagian dari penyelidikan. Petugas perlu menelusuri asal bahan baku, proses pembuatan, dan kemungkinan jaringan pemasaran untuk mengungkap keseluruhan kegiatan.
Baca juga: Hadiri Peringatan 10 Tahun Hubungan Jiangxi–Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Dari Perdagangan ke Investasi dan Basis Produksi | Prediksi Skor Persib Bandung vs PSM Makassar: Laga Spesial Marc Klok, Ada Cerita di Baliknya! | Persib Bandung Lolos Fase Grup ACL Two 2026/2027, Umuh Muchtar Bicara Target Besar di Asia
