Tiga Pelatih Tersingkir pada Awal BRI Super League 2026/2027

oleh -23 Dilihat
oleh
Tiga Pelatih Tersingkir pada Awal BRI Super League 2026/2027

Yogyakarta | PSIM Yogyakarta mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Keputusan tersebut diumumkan sehari setelah Laskar Mataram menelan kekalahan 1-2 dari PSM Makassar dalam pertandingan pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Hasil itu menjadi latar langsung pergantian di kursi pelatih, saat kompetisi baru berjalan lima pekan dan masih berada pada tahap awal. Dengan berakhirnya masa kerja Van Gastel, PSIM menjadi salah satu klub yang melakukan perubahan penting di tengah musim, ketika tim masih memiliki banyak pertandingan untuk dimainkan.

Van Gastel tercatat sebagai pelatih terbaru yang kehilangan jabatannya pada awal musim ini. Keputusan PSIM juga menambah daftar pelatih yang tersingkir ketika kompetisi belum mencapai separuh perjalanan. Pergantian secepat ini menunjukkan bahwa klub mengambil langkah sebelum paruh musim, meski alasan yang disampaikan manajemen berfokus pada hasil tim. Dalam lima laga awal, PSIM belum mampu meraih kemenangan, dan kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama untuk mengakhiri kerja sama. Kekalahan dari PSM menjadi hasil terbaru dalam rangkaian awal kompetisi yang mendorong manajemen melakukan evaluasi terhadap posisi pelatih.

Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, menyatakan bahwa keputusan itu diambil karena tim belum mampu meraih kemenangan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hasil pertandingan menjadi dasar langkah klub, bukan sekadar respons terhadap satu kekalahan. Manajemen memilih melakukan perubahan setelah menilai situasi pada pekan-pekan awal, dengan harapan tim dapat menjalani pertandingan berikutnya di bawah kepemimpinan sementara. Untuk mengisi posisi tersebut, PSIM menunjuk Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker. Ia akan memimpin tim selama sekitar sebulan, sementara klub menjalankan proses pencarian pelatih pengganti permanen.

Penunjukan caretaker memberi PSIM waktu untuk menjaga persiapan tim tanpa menunda keputusan mengenai pelatih berikutnya. Selama masa transisi, Guntur Cahyo Utomo bertugas menangani tim sampai manajemen menemukan sosok yang akan memegang jabatan secara permanen. Durasi sekitar satu bulan yang disiapkan klub menunjukkan bahwa pencarian pengganti tidak dilakukan tanpa batas waktu, meskipun belum ada nama permanen yang disebutkan. Bagi PSIM, tantangan terdekat adalah merespons pergantian tersebut dan berupaya meraih kemenangan pertama pada kompetisi musim ini. Sementara itu, pemecatan Van Gastel menjadi contoh perubahan dini di BRI Super League 2026/2027.

Setelah lima pertandingan awal BRI Super League 2026/2027, PSIM menghadapi situasi yang belum sesuai harapan. Tim baru mengumpulkan satu poin, hasil dari satu kali imbang, sementara empat pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan beruntun. Hingga rangkaian laga tersebut, PSIM belum meraih kemenangan. Catatan itu menempatkan klub dalam posisi sulit sejak awal kompetisi, ketika setiap pertandingan menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki perolehan angka dan menjauh dari area bawah klasemen.

Posisi PSIM saat ini berada di peringkat ke-16, tepat di batas zona degradasi. Dengan jumlah pertandingan yang masih terbatas, kedudukan tersebut menjadi gambaran awal tekanan kompetitif yang harus dihadapi tim. Satu hasil imbang belum cukup untuk mengimbangi empat kekalahan, sehingga ruang untuk mengumpulkan poin berikutnya menjadi semakin berarti. Meski klasemen dapat berubah seiring berjalannya musim, posisi di batas zona merah membuat kebutuhan untuk memperbaiki hasil terlihat jelas.

Dari sisi produktivitas, PSIM telah mencetak tiga gol dalam lima pertandingan. Nama Adrian Purzycki, Nermin Haljeta, dan Ze Valente tercatat sebagai pencetak gol bagi tim. Pada saat yang sama, gawang PSIM sudah kebobolan 10 kali. Perbandingan jumlah gol yang dihasilkan dan gol yang masuk memberikan konteks terhadap hasil-hasil yang telah diraih, tanpa dengan sendirinya menjelaskan seluruh faktor di baliknya. Angka tersebut merupakan catatan pertandingan yang tersedia sejauh ini.

Awal musim yang berat itu berlangsung dalam suasana pergantian pelatih, sehingga tekanan terhadap tim turut mengiringi perubahan tersebut. Situasi ini menempatkan PSIM pada masa yang menuntut perhatian terhadap hasil dan perkembangan performa di pertandingan berikutnya. Namun, catatan lima laga dan pergantian pelatih tidak cukup untuk menyimpulkan penyebab pasti rangkaian hasil yang terjadi. Yang dapat dipastikan, PSIM perlu menghadapi jadwal selanjutnya dengan bekal satu poin, empat kekalahan beruntun, tiga gol yang dicetak, serta 10 kali kebobolan, sambil berupaya memperbaiki posisinya di klasemen.

Van Gastel mulai menangani PSIM Yogyakarta pada 17 Juni 2025. Pelatih kelahiran Breda, Belanda, itu berusia 54 tahun saat perjalanan kepelatihannya bersama klub tersebut menjadi perhatian. Penunjukan tersebut berlangsung sebelum PSIM menjalani musim sebagai tim promosi di BRI Super League 2025/2026. Karena itu, catatan pada musim tersebut penting dibaca sebagai latar belakang masa kerjanya, bukan sebagai hasil pada awal kompetisi 2026/2027.

Pada musim sebelumnya, PSIM menutup kompetisi di posisi ke-11 klasemen akhir. Peringkat itu menjadi capaian klub setelah berstatus tim promosi, dan merupakan bagian dari periode yang dijalani Van Gastel sebagai pelatih. Posisi tersebut menggambarkan hasil akhir PSIM pada 2025/2026 saja. Angka itu tidak menunjukkan posisi klub atau hasil pertandingan pada musim berjalan 2026/2027, yang masih menjadi konteks berbeda dalam pemberitaan mengenai pergantian pelatih.

Secara keseluruhan, Van Gastel mencatat 39 pertandingan bersama PSIM. Dari jumlah tersebut, timnya meraih 11 kemenangan, bermain imbang 13 kali, dan menelan 15 kekalahan. Rangkaian hasil itu memberikan gambaran lebih luas daripada satu posisi akhir klasemen, sebab statistik tersebut mencakup seluruh pertandingan yang tercatat selama ia menangani klub. Namun, angka total itu tetap merupakan rekor masa kepelatihannya bersama PSIM hingga periode yang dirangkum, bukan statistik yang dapat otomatis dilekatkan pada kompetisi musim 2026/2027.

Perbedaan capaian satu musim dan rekor keseluruhan perlu diperhatikan saat menilai perjalanan Van Gastel. Posisi ke-11 merujuk secara khusus pada hasil akhir PSIM sebagai tim promosi di BRI Super League 2025/2026, sedangkan catatan 39 laga merangkum hasil pertandingan selama ia memimpin klub. Dengan demikian, kedua data tersebut memberi konteks tentang masa kerjanya sejak mulai menangani PSIM pada Juni 2025. Keduanya bukan hasil musim berjalan dan tidak menjelaskan secara langsung performa PSIM pada awal kompetisi 2026/2027.

Persijap Jepara menjadi salah satu klub yang lebih awal melakukan perubahan di kursi pelatih pada BRI Super League 2026/2027. Juan Cortes diberhentikan pada 15 September 2026, setelah tim menelan dua kekalahan beruntun pada awal musim. Hasil tersebut mendorong manajemen mengambil langkah cepat, meski Cortes tidak sepenuhnya meninggalkan klub. Setelah pemecatan itu, ia dialihkan ke posisi direktur teknik Persijap.

Perubahan peran Cortes menandai upaya Persijap untuk tetap memanfaatkan pengalamannya di lingkungan klub, sekaligus mencari arah baru bagi tim utama. Namun, pergantian tersebut belum langsung menghadirkan kestabilan yang diharapkan. Mario Lemos kemudian ditunjuk untuk menggantikan Cortes sebagai pelatih. Ia menerima tanggung jawab memimpin tim dalam situasi ketika hasil pertandingan menjadi perhatian dan kebutuhan untuk memperbaiki performa cukup mendesak.

Masa kerja Lemos ternyata berlangsung singkat. Pada 15 Oktober 2026, Persijap mengakhiri kerja sama dengannya setelah ia memimpin dua pertandingan. Hasil dari dua laga itu dinilai mengecewakan oleh klub, sehingga manajemen kembali memilih melakukan perubahan. Salah satu hasil yang paling mencolok adalah kekalahan 1-6 dari Bali United, skor yang menggambarkan beratnya tantangan Persijap dalam menjaga pertahanan dan bersaing sepanjang pertandingan.

Dalam rentang sekitar satu bulan, Persijap pun mengalami dua pergantian pelatih.

Baca juga: Pacu Adrenalin, Menembak Lorong Jadi Latihan Menantang di Super Garuda Shield 2026 | Dankodiklat TNI Resmikan Renovasi SDN 12 Martapura, Wujud Nyata Kepedulian Lewat Super Garuda Shield 2026 | Latihan Cyber Super Garuda Shield 2026 Perkuat kemampuan Pertahanan Siber Gabungan