Kencana Agri Tanggapi Penyelidikan Awal atas Kebakaran di Kalimantan

oleh -23 Dilihat
oleh
Kencana Agri Tanggapi Penyelidikan Awal atas Kebakaran di Kalimantan

Jakarta | Kencana Agri Ltd., perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berasal dari Singapura, tengah menghadapi penyelidikan awal oleh otoritas Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Utara. Pemeriksaan tersebut berhubungan dengan kejadian di area yang dikaitkan dengan salah satu anak usaha perusahaan. Pada tahap ini, penyelidikan masih bersifat awal dan belum menetapkan bahwa Kencana Agri atau anak usahanya bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.

Perhatian terhadap peristiwa itu juga muncul di Singapura. Singapore Exchange Regulation (SGX RegCo), badan yang mengawasi kepatuhan perusahaan tercatat di bursa Singapura, meminta Kencana Agri memberikan klarifikasi mengenai kebakaran di Indonesia serta kabut asap lintas negara yang ditimbulkannya. Permintaan tersebut menempatkan penanganan kebakaran dan dampak lingkungan sebagai persoalan yang perlu dijelaskan kepada investor dan publik, selain menjadi perhatian pihak berwenang di Indonesia.

Informasi mengenai penyelidikan menyebutkan bahwa salah satu hal yang sedang diperiksa adalah dugaan pembukaan lahan dengan cara membakar di area terdampak. Lokasi yang menjadi perhatian disebut berada di sepanjang batas lahan milik grup perusahaan dan lahan pihak ketiga yang berdekatan. Kedekatan batas tersebut menjadi konteks penting bagi pemeriksaan, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan siapa yang memulai api atau pihak mana yang bertanggung jawab.

Karena proses masih berada pada tahap awal, dugaan mengenai pembakaran perlu dipahami sebagai bagian dari materi yang sedang diselidiki, bukan sebagai fakta yang telah terbukti. Penetapan tanggung jawab memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penelusuran lokasi, waktu kejadian, kondisi lahan, dan kemungkinan sumber api. Klarifikasi perusahaan kepada SGX RegCo juga menjadi saluran untuk menyampaikan informasi mengenai respons terhadap kebakaran serta langkah yang diambil terkait dampak asap.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana kebakaran lahan dapat memicu perhatian lintas yurisdiksi, terutama ketika asap bergerak melewati batas negara dan perusahaan terkait tercatat di bursa luar negeri. Perkembangan penyelidikan Indonesia dan tanggapan Kencana Agri akan menjadi bagian penting dalam memahami rangkaian peristiwa tersebut. Sampai otoritas menyampaikan hasil pemeriksaan, informasi yang tersedia sebaiknya dibaca secara hati-hati dengan membedakan dugaan, permintaan klarifikasi, dan temuan resmi.

Dalam keterbukaan informasi kepada Singapore Exchange (SGX), Kencana Agri menyampaikan tanggapan awal mengenai dugaan keterkaitan kegiatan operasional anak usahanya dengan kebakaran di Kalimantan. Perusahaan menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang tersedia saat memberikan penjelasan tersebut, anak-anak usahanya tidak melakukan pembukaan lahan maupun persiapan lahan di lokasi yang terdampak kebakaran. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari respons perusahaan terhadap perhatian publik dan proses penelaahan yang masih berlangsung.

Kencana Agri juga menyatakan bahwa kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar atau menggunakan api untuk persiapan lahan tidak dilakukan oleh grup. Menurut perusahaan, sikap tersebut sejalan dengan kebijakan internal yang berlaku serta peraturan pemerintah terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pernyataan itu menggambarkan standar dan pendekatan operasional yang disampaikan perusahaan; informasi tersebut tidak dengan sendirinya menetapkan penyebab kebakaran di area yang sedang ditinjau.

Perusahaan menjelaskan bahwa peninjauan operasional internal awal telah dilakukan untuk menilai kemungkinan hubungan kegiatan grup dan peristiwa kebakaran. Berdasarkan penilaian awal tersebut, Kencana Agri menyebut belum menemukan indikasi bahwa aktivitas grup memberikan kontribusi material terhadap kebakaran hutan dan lahan gambut, termasuk terhadap kabut asap lintas negara. Istilah “belum menunjukkan” mencerminkan hasil sementara dari pemeriksaan internal yang dijelaskan perusahaan, bukan kesimpulan final dari penyelidikan pihak berwenang.

Penting untuk membedakan keterangan perusahaan dalam pengungkapan kepada bursa dari hasil investigasi resmi. Penilaian internal awal dapat membantu menjelaskan posisi dan informasi yang dimiliki grup pada saat pernyataan dibuat, tetapi ruang lingkup, bukti, dan temuan akhir penyelidikan dapat berkembang. Karena itu, klaim bahwa anak usaha tidak membuka atau menyiapkan lahan di lokasi terdampak, serta pernyataan mengenai tidak adanya kontribusi material, perlu dipahami sebagai keterangan Kencana Agri. Penetapan fakta akhir mengenai sumber api, penyebab, dan kemungkinan keterlibatan pihak tertentu tetap bergantung pada proses penyelidikan yang berwenang.

Pada September, penyidik melakukan pemeriksaan lapangan di area yang terdampak kebakaran di Kalimantan. Dalam proses pemeriksaan awal tersebut, anak usaha Kencana Agri menyampaikan informasi yang diminta kepada pihak berwenang. Perusahaan menyatakan akan mendukung proses penyelidikan dan memberikan keterangan yang relevan sesuai kebutuhan. Pemeriksaan lapangan menjadi bagian dari upaya untuk memahami lokasi serta kondisi kejadian, sementara penyelidikan masih berada pada tahap awal. Karena itu, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan hanya berdasarkan temuan awal. Keterangan mengenai asal api dan rangkaian peristiwa masih perlu ditelaah oleh penyidik melalui proses yang berlangsung.

Perusahaan mencatat kebakaran terjadi di area konsesi anak usaha di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Luas area yang terdampak diperkirakan sekitar 62 hektare. Angka tersebut setara dengan kurang dari 0,09 persen dari total area tertanam grup, yang mencapai sekitar 67.862 hektare. Menurut penilaian internal awal perusahaan, api tampaknya merambat dari area sekitar dan bukan berasal dari kegiatan operasional grup. Penilaian ini merupakan pandangan awal perusahaan, bukan kesimpulan resmi penyelidikan. Kencana Agri menyatakan bahwa temuan tersebut akan tetap dikaji seiring proses pemeriksaan, termasuk dengan mempertimbangkan informasi lapangan dan keterangan dari pihak terkait. Perbedaan area terdampak dan total area tertanam memberikan gambaran mengenai skala kejadian, tetapi tidak mengubah perlunya pemeriksaan atas penyebab maupun dampaknya.

Untuk menangani kejadian, tim pemadam anak usaha bekerja bersama otoritas dan masyarakat setempat. Perusahaan juga menyebut penggunaan drone dan menara pemantauan untuk menemukan titik api aktif serta membantu mengarahkan petugas ke lokasi yang membutuhkan penanganan. Perangkat pemantauan tersebut mendukung pengamatan area, sementara koordinasi dengan pihak setempat membantu upaya pemadaman di lapangan. Kencana Agri menyatakan insiden telah terkendali. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan dan langkah pencegahan masih berjalan untuk mengurangi risiko munculnya titik api baru. Upaya tersebut mencakup pengawasan kondisi area dan kesiapan petugas, sejalan dengan koordinasi yang terus dilakukan bersama otoritas serta masyarakat di sekitar lokasi. Perusahaan juga menyatakan tetap berkomunikasi dengan pihak berwenang selama proses pemeriksaan berlangsung.

Kencana Agri menyatakan bahwa penyelidikan awal terkait kebakaran di Kalimantan masih berlangsung. Perusahaan menyampaikan kesiapannya untuk bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas yang menangani perkara tersebut dan memberikan dukungan yang diperlukan selama proses pemeriksaan. Dewan direksi akan terus mengikuti perkembangan penyelidikan serta memantau informasi yang disampaikan oleh pihak berwenang. Dengan demikian, perusahaan menegaskan bahwa penanganan isu ini masih berada dalam proses dan perkembangan berikutnya akan menjadi perhatian manajemen.

Dalam keterangannya, Kencana Agri juga menyebut belum menerima pemberitahuan mengenai penyelidikan lain, tuduhan, pemberitahuan resmi, ataupun permintaan informasi tambahan yang berkaitan dengan kebakaran tersebut. Pernyataan ini merujuk pada informasi yang tersedia bagi perusahaan saat ini. Kencana Agri menyatakan tetap terbuka untuk berkoordinasi apabila otoritas menyampaikan permintaan atau informasi lebih lanjut seiring berlangsungnya proses penyelidikan.

Perusahaan menyebut kebijakan zero burning sebagai bagian dari pendekatan pengelolaan perkebunannya di Indonesia. Kebijakan tersebut melarang penggunaan pembakaran dalam kegiatan operasional perkebunan. Untuk mendukung pelaksanaannya, perusahaan menerapkan protokol pencegahan, deteksi, dan penanganan darurat kebakaran. Protokol itu mencakup langkah-langkah untuk mengurangi risiko kebakaran, memantau kondisi di area operasional, serta merespons apabila terindikasi terjadi kebakaran. Kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjalankan kebijakan tersebut di perkebunan.

Kencana Agri mengatakan telah meningkatkan.

Baca juga: Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan Meluas, Tim Penyuluh Alpha Mabes TNI Berikan Sosialisasi Dan Wawasan Kepada Anggota Bayan Resourse | TNI Salurkan Dukungan Peralatan Penanganan Karhutla ke Kalimantan Tengah | Komsos Koramil 1710-03/Kuala Kencana Dan Syukuran Selesainya Pembangunan Jembatan Garuda