Biaya Korban Ledakan Ruko Cimanggis Ditanggung Pemkot Tangsel, Dua Pasien Luka Berat Disiapkan untuk Dirujuk

oleh -404 Dilihat
oleh
Biaya Korban Ledakan Ruko Cimanggis Ditanggung Pemkot Tangsel, Dua Pasien Luka Berat Disiapkan untuk Dirujuk

Kota Tangerang Selatan | Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan biaya perawatan warga yang terluka akibat ledakan di ruko Kompleks Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat, ditanggung pemerintah daerah. Kepastian tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan bagi para korban yang masih menjalani penanganan medis setelah peristiwa pada Rabu, 14 Oktober 2026. Pemkot menyatakan perhatian akan diberikan kepada warga yang membutuhkan perawatan, termasuk korban dengan kondisi luka berat.

Ledakan tersebut menewaskan dua orang dan menyebabkan belasan lainnya mengalami luka-luka. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan belasungkawa atas korban meninggal dunia sekaligus menyatakan keprihatinan terhadap seluruh warga yang terdampak. Dalam keterangannya pada Sabtu, 17 Oktober 2026, ia juga menyebut terdapat korban dengan luka berat. Pernyataan itu menegaskan bahwa selain penanganan bagi korban meninggal, kondisi para penyintas menjadi perhatian pemerintah kota.

Pilar mengatakan dua pasien yang mengalami luka berat disiapkan untuk dirujuk agar dapat memperoleh penanganan lanjutan sesuai kebutuhan medis. Rencana rujukan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi korban dan kebutuhan perawatan mereka. Pemerintah daerah memastikan biaya perawatan korban ditanggung, sehingga warga yang terluka dapat menjalani proses pengobatan tanpa harus menanggung biaya tersebut sendiri. Langkah ini mencakup perhatian terhadap kebutuhan medis korban selama penanganan berlangsung.

Kebijakan penanggungan biaya menjadi bagian dari respons Pemkot Tangsel setelah kejadian di kawasan pasar itu. Bagi keluarga korban, kepastian mengenai pembiayaan diharapkan membantu mereka berfokus mendampingi anggota keluarga yang dirawat. Sementara itu, kondisi pasien, tindak lanjut medis, dan proses rujukan tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan berdasarkan perkembangan penanganan di fasilitas kesehatan. Pemerintah menyampaikan dukungan kepada korban dan keluarga yang terdampak, serta memastikan bantuan perawatan diberikan kepada warga yang membutuhkan. Informasi mengenai penyebab ledakan tidak disampaikan dalam keterangan yang menjadi dasar pemberitaan ini, sehingga tidak dapat dipastikan dari informasi tersebut.

Dua korban ledakan ruko di Cimanggis mengalami luka bakar serius dan menjalani perawatan di RSU Kota Tangerang Selatan. Kondisi mereka menjadi perhatian karena tingkat cedera membutuhkan penanganan intensif serta pemantauan medis lanjutan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyampaikan bahwa salah seorang pasien mengalami luka bakar hingga 82 persen, sehingga diperlukan rujukan medis khusus. Pilar menjelaskan perlunya perawatan lanjutan bagi pasien dengan kondisi berat. Pasien lainnya juga mengalami luka bakar serius dan tengah dirawat di rumah sakit tersebut. Tim medis RSU Tangsel terus menangani kondisi keduanya sambil menyiapkan langkah yang diperlukan untuk memastikan perawatan sesuai tingkat keparahan.

Angka persentase luka bakar yang disampaikan dalam keterangan berbeda. Pemkot menyebut tingkat luka bakar salah seorang pasien mencapai 82 persen, sementara informasi dari pihak rumah sakit menyebut Andri Rahmanto mengalami luka bakar 83 persen. Perbedaan angka tersebut berasal dari keterangan masing-masing pihak dan tetap perlu dicatat sebagaimana disampaikan. Terlepas dari selisih itu, kedua informasi menunjukkan bahwa kondisi pasien tergolong berat dan membutuhkan penanganan lanjutan. Rencana rujukan disiapkan agar pasien dapat memperoleh fasilitas serta layanan medis yang sesuai dengan kebutuhan luka bakarnya. RSU Tangsel masih merawat korban sembari mengupayakan koordinasi dengan rumah sakit tujuan.

Rumah sakit yang dipertimbangkan sebagai tujuan rujukan lain RSUP Fatmawati, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Pertamina. Kepastian rumah sakit tujuan bergantung pada kesiapan fasilitas dan kemampuan menerima pasien. RSU Tangsel mengupayakan pemindahan secepat mungkin apabila rumah sakit rujukan yang dituju menyatakan dapat menerima pasien. Proses tersebut perlu dikoordinasikan agar kondisi pasien tetap terpantau selama persiapan dan perjalanan, serta penanganan lanjutan dapat segera dilakukan setelah tiba. Hingga ada kepastian penerimaan, pasien tetap mendapatkan perawatan di RSU Kota Tangerang Selatan. Rencana pemindahan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan medis khusus akibat luka bakar serius, dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan kondisi pasien.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Tangsel, Lanna Marita, mengatakan rumah sakit menerima lima korban ledakan ruko Cimanggis pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, satu korban meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan dua lainnya menderita luka ringan. Penanganan para korban dilakukan di RSU Tangsel, sementara kondisi pasien dengan luka berat menjadi perhatian karena luas luka bakar yang dialami.

Dua pasien yang mengalami luka berat adalah Andri Rahmanto dan Andre Ahmad. Lanna menyebut Andri mengalami luka bakar hingga 83 persen pada tubuhnya. Andre juga mengalami luka bakar serius, tetapi persentase lukanya berada di bawah angka yang dialami Andri. Besarnya area tubuh yang terdampak membuat keduanya perlu mendapat perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan yang dinilai sesuai.

Menurut Lanna, kesadaran kedua pasien luka berat tersebut masih penuh. Meski demikian, kondisi itu tidak menghilangkan kebutuhan untuk merujuk mereka, mengingat luas luka bakar memerlukan penanganan medis lanjutan. Pada saat keterangan disampaikan, rumah sakit belum memastikan fasilitas kesehatan yang akan menjadi tujuan rujukan. Pihak RSU Tangsel masih berkoordinasi dengan istri dan keluarga masing-masing pasien mengenai rencana tersebut.

Sementara itu, dua korban dengan luka ringan, Maman dan Ade, dirawat di RSUD Tangsel, Pamulang. Keduanya termasuk dalam lima korban yang ditangani setelah insiden ledakan. Korban meninggal dunia yang dibawa dari lokasi diketahui bernama Riko Eka Putra. Ia tertimpa reruntuhan bangunan dan pintu besi, menurut keterangan mengenai kondisi korban saat ditemukan. Dengan demikian, penanganan di rumah sakit mencakup korban meninggal, pasien luka berat yang disiapkan untuk dirujuk, serta pasien luka ringan yang menjalani perawatan di Pamulang. Informasi mengenai rencana rujukan Andri dan Andre masih menunggu hasil koordinasi rumah sakit dengan keluarga, sehingga tujuan perawatan berikutnya belum dapat diumumkan saat itu.

Penanganan korban ledakan ruko di Cimanggis, Tangerang Selatan, akan disesuaikan dengan tingkat luka dan hasil pemeriksaan tim medis. Pilar menyampaikan bahwa korban dengan luka ringan diharapkan dapat pulang setelah dokter memastikan kondisi mereka cukup stabil dan layak menjalani pemulihan di rumah. Kepulangan tersebut tidak ditentukan semata-mata berdasarkan perkiraan, melainkan menunggu penilaian tenaga kesehatan yang menangani. Dengan demikian, kebutuhan observasi maupun perawatan lebih lanjut tetap menjadi pertimbangan sebelum pasien diperbolehkan meninggalkan fasilitas kesehatan. Pemerintah kota menyatakan akan terus mengikuti perkembangan kondisi para korban, termasuk mereka yang masih memerlukan perawatan.

Berbeda dengan pasien yang mengalami luka ringan, korban dengan luka berat membutuhkan penanganan lanjutan. Dua pasien dilaporkan disiapkan untuk dirujuk, namun langkah tersebut tetap bergantung pada kebutuhan medis dan koordinasi fasilitas kesehatan. Pilar menyebut kemungkinan adanya tindakan operasi plastik bagi pasien tertentu sebagai bagian dari perawatan, tetapi tindakan itu belum dapat dipastikan akan dilakukan. Dokter perlu menilai kondisi masing-masing pasien terlebih dahulu, menentukan jenis tindakan yang diperlukan, serta mempertimbangkan waktu dan tempat perawatan yang sesuai. Fokus utama penanganan adalah memastikan korban memperoleh layanan medis yang tepat berdasarkan tingkat cedera, bukan menetapkan prosedur sebelum pemeriksaan dilakukan.

Pemkot Tangsel juga menyatakan siap memberikan pendampingan sesuai kepesertaan korban, baik melalui BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. Dukungan tersebut mencakup pengawalan kebutuhan administrasi dan koordinasi agar jalur pembiayaan serta layanan yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan semestinya. Pemerintah kota berkomitmen memantau proses perawatan dan membantu menghubungkan pihak terkait, terutama ketika pasien memerlukan penanganan lanjutan atau rujukan. Pendampingan diharapkan menjaga agar keluarga tidak menghadapi proses tersebut sendirian.