Masayu Anastasia Menemukan Keseruan Baru di Film Komedi Anak “Panik Gak Tuh…?”

oleh -434 Dilihat
oleh
Masayu Anastasia Menemukan Keseruan Baru di Film Komedi Anak “Panik Gak Tuh…?”

Jakarta | Bagi Masayu Anastasia, film “Panik Gak Tuh…?” menandai pengalaman pertamanya bermain dalam genre komedi anak. Kesempatan ini memperkenalkannya pada suasana kerja yang berbeda dari proyek-proyek yang pernah ia jalani sebelumnya. Saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026), Masayu menceritakan bahwa keterlibatannya dalam film tersebut memberinya pengalaman baru. Ia tidak hanya menghadapi jenis cerita yang berbeda, tetapi juga harus menyesuaikan diri dengan nuansa komedi yang dekat dengan dunia anak-anak. Pengalaman tersebut menjadi hal menarik baginya sejak tahap awal proses produksi.

Kesan itu mulai terasa ketika Masayu mengikuti reading bersama para pemain dan tim film. Ia mengira sesi tersebut akan berlangsung dengan pola yang lebih serius, seperti pembacaan naskah pada umumnya. Namun, suasananya ternyata berbeda dari perkiraannya. Reading tidak selalu berlangsung dengan keseriusan penuh; ada ruang untuk menikmati situasi dan merespons kelucuan yang muncul selama proses berlangsung. Perbedaan suasana tersebut membuat Masayu melihat bahwa persiapan untuk film komedi anak memiliki dinamika tersendiri. Proses membaca naskah sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenali warna cerita dan suasana yang ingin dibangun.

Menurut pengalaman Masayu, suasana yang lebih santai itu menjadi bagian dari keseruan menjajal genre baru. Ia merasakan bahwa komedi anak menuntut pendekatan yang tidak sama dengan jenis film lain, sebab energi dan cara penyampaiannya perlu terasa sesuai dengan cerita. Pengalaman pertama ini pun memberinya kesempatan untuk belajar dan menikmati proses secara bersamaan. Pernyataannya menunjukkan bahwa keterlibatan dalam “Panik Gak Tuh…?” bukan sekadar peran baru, melainkan juga pertemuan dengan lingkungan kerja yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dari reading hingga proses berikutnya, Masayu menemukan sisi menyenangkan dalam pengalaman tersebut, terutama karena suasana di balik layar tidak selalu berjalan kaku atau penuh keseriusan.Bagi Masayu Anastasia, salah satu bagian paling menyenangkan selama terlibat dalam film komedi anak “Panik Gak Tuh…?” adalah sesi baca naskah atau reading. Momen tersebut terasa seru karena para pemain kerap melontarkan celetukan saat naskah dibaca bersama. Suasana yang semestinya menjadi bagian dari persiapan cerita pun sering dipenuhi tawa. Bagi Masayu, keseruan reading bukan hanya berasal dari materi yang sedang dibacakan, tetapi juga dari komentar spontan yang muncul di para pemain. Ia menggambarkan sesi itu sebagai pengalaman yang membuat proses membaca naskah terasa lebih cair dan penuh keceriaan, tanpa mengurangi fungsinya sebagai bagian dari persiapan film.

Masayu menyebut bahwa hampir setiap sesi selalu ada saja komentar spontan yang memancing tawa. Celetukan tersebut datang di tengah kegiatan membaca, sehingga suasana dapat berubah menjadi ramai dalam waktu singkat. Ketika satu komentar disambut tawa, pemain lain ikut terbawa suasana dan membaca naskah pun sesekali terhenti. Menurut Masayu, tawa yang muncul tidak selalu mudah dihentikan. Hal sederhana yang dilontarkan secara spontan dapat membuat para pemain terus tertawa sebelum kembali melanjutkan reading. Pengalaman itu menjadi bagian yang paling membekas baginya dari sesi bersama para pemain, sekaligus menambah keseruan saat mereka menjalani persiapan untuk film komedi anak tersebut.

Akibat suasana yang penuh tawa, durasi reading kadang berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan. Sesi yang seharusnya berjalan sebagai pembacaan naskah bisa memanjang ketika celetukan dan tawa muncul berulang kali. Masayu tidak menyebutkan kejadian tertentu sebagai penyebabnya; ia menekankan bahwa komentar spontan hampir selalu hadir dalam sesi-sesi tersebut. Keseruan itu membuat reading menjadi pengalaman yang ia nikmati, bukan sekadar tahapan persiapan sebelum proses berikutnya. Cerita Masayu memberi gambaran tentang suasana akrab dan menghibur di para pemain, dengan tawa sebagai bagian alami dari kegiatan membaca naskah. Bagi dirinya, momen-momen itulah yang membuat sesi reading terasa paling seru dalam pengalaman mengerjakan film ini.

Latihan untuk film komedi anak “Panik Gak Tuh…?” berlangsung dalam suasana ramai dan penuh tawa. Bagi Masayu Anastasia, kondisi tersebut bukan hambatan untuk bekerja, melainkan kesempatan untuk mengenal para pemeran cilik dengan lebih dekat. Ketika suasana tidak terlalu tegang, interaksi terasa lebih alami dan anak-anak dapat menunjukkan kepribadian mereka tanpa merasa terbebani.

Kedekatan itu penting karena para pemain perlu membangun hubungan yang meyakinkan di depan kamera. Masayu dapat berkomunikasi dan bercanda bersama mereka selama proses latihan, sehingga hubungan antarpemain tumbuh secara bertahap. Suasana santai membuat proses tersebut terasa menyenangkan, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk saling memahami. Dengan demikian, chemistry yang terlihat dalam film tidak hanya bergantung pada dialog atau arahan, tetapi juga pada rasa nyaman yang terbentuk selama persiapan.

Salah satu bagian penting dari proses itu adalah reading, yakni kegiatan membaca dan mendalami naskah bersama. Reading membantu para pemain mengenali alur cerita, memahami dialog, serta menangkap hubungan karakter masing-masing. Bagi Masayu dan para pemeran cilik, sesi ini juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi lebih intens sebelum pengambilan gambar. Mereka dapat menyesuaikan ritme percakapan dan merasakan bagaimana karakter saling merespons. Proses tersebut membantu membentuk bonding sekaligus chemistry di pemain, sehingga kebersamaan mereka terasa lebih meyakinkan ketika cerita ditampilkan.

Selain suasana kerja yang menyenangkan dan kesempatan beradu peran dengan para pemain muda, cerita film turut menjadi alasan Masayu tertarik bergabung. Kisahnya disampaikan melalui sudut pandang anak-anak, dengan cara melihat persoalan yang terasa optimistis. Pilihan perspektif tersebut memberi warna tersendiri pada komedi keluarga ini dan membuat cerita dekat dengan pengalaman tokoh-tokoh mudanya. Film ini juga membawa gagasan bahwa setiap masalah memiliki solusi. Bagi Masayu, pendekatan itu menarik karena pesannya disampaikan melalui perjalanan para karakter anak, tanpa mengabaikan unsur hiburan. Perpaduan cerita yang optimistis dengan suasana latihan yang akrab membuat pengalaman bekerja dalam film ini terasa berbeda baginya.

Persiapan film komedi anak “Panik Gak Tuh…?” kini memasuki tahap penting. Produser Pilip Tenonet menyampaikan bahwa rangkaian big reading telah berada di tahap akhir. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses persiapan sebelum para pemain dan tim produksi beralih ke lokasi syuting untuk memulai pengambilan gambar. Dengan tahap pembacaan naskah yang segera dituntaskan, produksi bersiap melangkah dari persiapan menuju pekerjaan di depan kamera.

Big reading memberi ruang bagi para pemain untuk mendalami cerita dan memahami materi yang akan mereka bawakan. Tahap tersebut juga menjadi momen bagi tim untuk menyatukan pemahaman mengenai naskah sebelum pengambilan gambar dimulai. Keterangan Pilip menegaskan bahwa proses ini sudah mendekati penyelesaian, sekaligus menunjukkan kesiapan produksi untuk beralih ke tahapan berikutnya. Belum ada keterangan mengenai jadwal maupun lokasi syuting, sehingga fokus informasi tetap pada kesiapan tim.

Film ini diproduksi oleh Seev Entertainment bersama Air Play dan Kesan Sinema. Ketiga rumah produksi tersebut bekerja sama dalam menghadirkan “Panik Gak Tuh…?” sebagai film komedi anak. Selain Masayu Anastasia, deretan pemain yang disebutkan mencakup Iva Delvana, Mael Lee, Davi Sumbing, Alvin Adams, Ryuken Lie, Sule, Chika, dan Bambang Ceper. Kehadiran para pemain ini menjadi bagian dari informasi produksi yang disampaikan menjelang dimulainya pengambilan gambar.

Dengan big reading yang memasuki tahap akhir, perhatian tim kini tertuju pada kesiapan untuk menjalani proses syuting. Para pemain dan kru akan melanjutkan pekerjaan setelah fase pembacaan naskah tersebut selesai, tanpa rincian lebih lanjut mengenai waktu atau tempat pelaksanaannya.

Baca juga: Ilustrasi menemukan jati diri/Magnific Setiap zodiak mengalami proses menemukan jati dirinya